<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Aw3r3mu's Weblog</title>
	<atom:link href="http://aw3r3mu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aw3r3mu.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Jun 2009 13:00:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='aw3r3mu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/61cdbe180356e2d88f428908eff3affb?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Aw3r3mu's Weblog</title>
		<link>http://aw3r3mu.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>MENUJU GURU PROFESIONAL</title>
		<link>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/18/menuju-guru-profesional/</link>
		<comments>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/18/menuju-guru-profesional/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 13:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aw3r3mu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/18/menuju-guru-profesional/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam proses belajar mengajar guru memiliki peran penting dalam hal tersebut karena kemana arah yang akan di tuju dalam pendidikan gurulah yang akan menentukannya. Pada masa sekarang ini guru dituntut agar lebih profesional agar mampu mengimbangi laju proses masuknya kebudayaan barat dan supaya generasi bangsa Indonesia mampu mengendarai kendaraan globalisasi dengan seimbang dan lancar, maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=43&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam proses belajar mengajar guru memiliki peran penting dalam hal tersebut karena kemana arah yang akan di tuju dalam pendidikan gurulah yang akan menentukannya. Pada masa sekarang ini guru dituntut agar lebih profesional agar mampu mengimbangi laju proses masuknya kebudayaan barat dan supaya generasi bangsa Indonesia mampu mengendarai kendaraan globalisasi dengan seimbang dan lancar, maka oleh itu pendidikan guru semakin dimantapkan dan kualitasnya semakin ditingkatkan, hal ini dilakukan agar nantinya guru yang dihasilkan akan menjadi guru yang profesional. Banyak para ahli dan masyarakat umum bertanya sebenarnya bagaimana ciri dari guru yang profesional?. Sebenarnya pertanyaan tersebut muncul akibat kurangnya peran serta dari pemerintah untuk memberikan acuan yang tepat yang nantinya mampu menjadi pegangan dan arah yang akan dituju oleh calon guru.<br />
Membahas mengenai guru yang profesional, pastinya kita harus tahu dulu apa itu tugas dari guru dalam proses belajar mengajar. Secara umum tugas guru adalah mengatur lingkungan serta membimbing aktivitas anak. Artinya, janganlah hanya guru yang aktif, karena itu guru jangan memonopoli aktivitas kelas. Dalam mengajar guru senantiasa harus bertanya kepada dirinya, aktivitas apakah yang dapat diberikan kepada anak, apakah yang dapat dikerjakan oleh anak. Untuk menjadi guru yang profesional, guru harus memiliki ciri-ciri yang baik menurut Prof. Dr. S. Nasution, M.A. dalam bukunya yang berjudul “Didaktik Asas-asas Mengajar”. Ada 10 ciri-ciri guru yang baik yaitu:<br />
1.	Guru yang baik mampu memahami serta menghormati murid<br />
2.	Guru yang baik harus menghormati bahan pelajaran yang diberikan<br />
3.	Guru yang baik mampu menyesuakan metode mengajar dengan bahan pelajaran<br />
4.	Guru yang baik mampu menyesuaikan bahan pelajaran dengan kesanggupan individu<br />
5.	Guru yang baik mampu mengaktifkan murid dalam hal belajar<br />
6.	Guru yang baik memberi pengertian dan bukan hanya kata-kata belaka<br />
7.	Guru yang mampu menghubungkan pelajaran dengan kebutuhan murid<br />
8.	Guru yang mempunyai tujuan tertentu dengan tiap pelajaran yang diberikannya<br />
9.	Guru yang tidak hanya terikat oleh satu buku pelajaran (text book)<br />
10.	Guru yang baik tidak hanya mengajar dalam arti menyampaikan pengetahuan saja kepada murid melainkan senantiasa mengembangkan pribadi anak.<br />
Apabila guru telah mampu memiliki ciri-ciri diatas seyogyanya guru tersebut telah mampu digolongkan ke dalam guru yang profesional, tapi menurut saya guru yang profesional haruslah juga memiliki syarat mutlak yaitu untuk menjawab tantangan dan rintangan yang dilalui dalam mengendarai kendaraan globalisasi, syarat mutlak tersebut ialah guru harus berilmu, beriman dan beramal. Apabila semuanya telah terpenuhi maka barulah benar-benar seorang guru telah diberikan cap sebagai guru yang profesional. Namun, pertanyaan baru timbul di era sekarang ini, yaitu apakah guru-guru di negara kita ini sudah tergolong kedalam guru sebagai pengajar dan pendidik yang profesional, tentu saya tidak bisa menjawabnya, karena jawabannya pastilah akan tidak falid karena saya pun juga merupakan calon seorang guru. Jadi, marilah kita tanyakan pada diri kita masing-masing untuk menjawab permasalahan pendidikan ini, agar nantinya pendidikan negara kita ini mampu meningkat dan mengalami kemajuan serta untuk mendukung terselenggaranya tujuan pendidikan nasional Indonesia.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aw3r3mu.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aw3r3mu.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aw3r3mu.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aw3r3mu.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aw3r3mu.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aw3r3mu.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aw3r3mu.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aw3r3mu.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aw3r3mu.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aw3r3mu.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=43&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/18/menuju-guru-profesional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa07a45f7740a278aa534639b0b37706?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aw3r3mu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUGAS EVALUASI PEMBELAJARAN SEJARAH</title>
		<link>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/18/tugas-evaluasi-pembelajaran-sejarah/</link>
		<comments>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/18/tugas-evaluasi-pembelajaran-sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 11:51:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aw3r3mu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aw3r3mu.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[ 
 
Tabel I
Kisi – kisi Tes Prestasi Belajar Siswa
 




No


Pokok Bahasan


No.Soal


Kategori Kognitif


Jlh.



C1 C2 C3 C4 C5 C6



1


2


3


4


5




1

Hubungan antara perkembangan paham-paham baru dengan munculnya kesadaran kebangsaan di Asia dan Afrika

01
02
03
04

v     -     -     -     -    -
-     -     -     v     -    -
-     -     -     v     -    -
-     -     -     v     -    -
1
1
1
1


 
 
 
1                 3         
4



2

Perkembangan pergerakan kebangsaan di Indonesia dan kawasan lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=38&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"> </p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">Tabel I</p>
<p align="center">Kisi – kisi Tes Prestasi Belajar Siswa</p>
<p align="center"> </p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="51" valign="top">
<p align="center">No</p>
</td>
<td rowspan="2" width="204" valign="top">
<p align="center">Pokok Bahasan</p>
</td>
<td rowspan="2" width="71" valign="top">
<p align="center">No.Soal</p>
</td>
<td width="154" valign="top">
<p align="center">Kategori Kognitif</p>
</td>
<td rowspan="2" width="39" valign="top">
<p align="center">Jlh.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="154" valign="top">C1 C2 C3 C4 C5 C6</td>
</tr>
<tr>
<td width="51" valign="top">
<p align="center">1</p>
</td>
<td width="204" valign="top">
<p align="center">2</p>
</td>
<td width="71" valign="top">
<p align="center">3</p>
</td>
<td width="154" valign="top">
<p align="center">4</p>
</td>
<td width="39" valign="top">
<p align="center">5</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="51" valign="top">
<p align="center">1</p>
</td>
<td width="204" valign="top">Hubungan antara perkembangan paham-paham baru dengan munculnya kesadaran kebangsaan di Asia dan Afrika</td>
<td width="71" valign="top">
<p align="center">01</p>
<p align="center">02</p>
<p align="center">03</p>
<p align="center">04</p>
</td>
<td width="154" valign="top">v     -     -     -     -    -</p>
<p>-     -     -     v     -    -</p>
<p>-     -     -     v     -    -</p>
<p>-     -     -     v     -    -</td>
<td width="39" valign="top">1</p>
<p>1</p>
<p>1</p>
<p>1</td>
</tr>
<tr>
<td width="51" valign="top"> </td>
<td width="204" valign="top"> </td>
<td width="71" valign="top"> </td>
<td width="154" valign="top">1                 3         </td>
<td width="39" valign="top">4</td>
</tr>
<tr>
<td width="51" valign="top">
<p align="center">2</p>
</td>
<td width="204" valign="top">Perkembangan pergerakan kebangsaan di Indonesia dan kawasan lain di asia Tenggara pada paruh pertama abad ke-20</td>
<td width="71" valign="top">
<p align="center">05</p>
<p align="center">06</p>
<p align="center"> </p>
</td>
<td width="154" valign="top">v     -     -      -     -    -</p>
<p>-     -     -      v     -    -</p>
<p> </p>
<p> </td>
<td width="39" valign="top">1</p>
<p>1</p>
<p>1</td>
</tr>
<tr>
<td width="51" valign="top"> </td>
<td width="204" valign="top"> </td>
<td width="71" valign="top"> </td>
<td width="154" valign="top">1                 1     </td>
<td width="39" valign="top">2</td>
</tr>
<tr>
<td width="51" valign="top">
<p align="center">3</p>
</td>
<td width="204" valign="top">Keragaman ideologi serta dampaknya terhadap pergerakan kebangsaan Indonesia</td>
<td width="71" valign="top">
<p align="center">07</p>
<p align="center">08</p>
<p align="center">09</p>
<p align="center">10</p>
</td>
<td width="154" valign="top">v     -     -      -     -    -</p>
<p>v     -     -      -     -    -</p>
<p>-     -     -      v     -    -</p>
<p>-     -     -      -      v   -</td>
<td width="39" valign="top">1</p>
<p>1</p>
<p>1</p>
<p>1</td>
</tr>
<tr>
<td width="51" valign="top"> </td>
<td width="204" valign="top"> </td>
<td width="71" valign="top"> </td>
<td width="154" valign="top">2                  1     1</td>
<td width="39" valign="top">4</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<p>Soal:</p>
<p>1. Liberalisme adalah suatu paham yang menghendaki adanya kebabasan pada….</p>
<p>a. politik pemerintahan</p>
<p>b. sosial budaya</p>
<p>c. sosial ekonomi</p>
<p>d.ilmu pengetahuan dan tekhnologi</p>
<p>e. segala asfek kehidupan</p>
<p> </p>
<p>2. Gerakan liberalisme awalnya muncul karena peristiwa….</p>
<p>a. Revolusi Prancis</p>
<p>b Revolusi Industri</p>
<p>c. Perang kemerdekaan Amerika</p>
<p>d. Perang Salib</p>
<p>e. Revolusi Hijau</p>
<p> </p>
<p>3. Sosialisme muncul sebagai reaksi terhadap….</p>
<p>a. Liberalisme</p>
<p>b. Panislamisme</p>
<p>c. Demikrasi</p>
<p>d. Militerisme</p>
<p>e. Ateisme</p>
<p> </p>
<p>4. Bangkitnya nasionalisme di Asia dan Afrika dipicu oleh hal sebagai berikut, <em>kecuali</em>….</p>
<p>a. Kenamngan kejayaan masa lampau</p>
<p>b. Kesamaan penderitaan akibat penjajahan</p>
<p>c. Lahirnya kelompok terpelajar</p>
<p>d. Kemenangan Jepang atas Rusia</p>
<p>e. Di temukannya Bom atom</p>
<p> </p>
<p>5. Tokoh pelopor Kebangkitan Nasional di Cina adalah….</p>
<p>a. Jendral Chiang Kai-Shek</p>
<p>b. Mao Zedong</p>
<p>c. Dr. Sun Yat Sen</p>
<p>d. Hung Hsiu Ch’uan</p>
<p>e. Chou En Lai</p>
<p> </p>
<p>6. Kemunduran Kesultanan Turki pada masa pemerintahan Sultan Murad III di picu hal berikut<em>, kecuali</em>….</p>
<p>a. Tidak ada Sultan yang berwibawa</p>
<p>b. Terdapat konflik politik dalam istana</p>
<p>c. Banyak jajahan Turki yang ingin merdeka</p>
<p>d. Serangan gabungan Perancis-Inggris</p>
<p>e. Tentara Sinasari yang semula berperan sebagai pembela kerajaan berbalik berkhianat</p>
<p> </p>
<p>7. Organisasi pergerakan Nasional Indonesia yang pertama bercorak politik adalah….</p>
<p>a. Indische Partij</p>
<p>b. Sarekat Islam</p>
<p>c.Budi Utomo</p>
<p>d. Partai Komunis Indonesia</p>
<p>e. Partai Nasional Indonesia</p>
<p> </p>
<p>8. Indische Vereeniging didirikan oleh Mahasiswa yang belajar di….</p>
<p>a. STOVIA di Batavia</p>
<p>b. Amsterdam, Belanda</p>
<p>c. Kairo, Mesir</p>
<p>d.Sekolah Tinggi Pertanian, Bogor</p>
<p>e. Sekolah Tinggi Teknik, Bandung</p>
<p> </p>
<p>9. Tindakan Pemerintah kolonial Hindia Belanda dalam menghadapi aktivitas politik PNI adalah….</p>
<p>a. mengajak bekerja sama pada pemimpinnya</p>
<p>b. menangkap dan mengasingkan para pemimpnnya</p>
<p>c. melarang pendirian cabang-cabangnya</p>
<p>d. memberi subsidi untuk kelangsungan kegiatanya</p>
<p>e. menempatkan wakil pemerintah dalam kepengurusannya</p>
<p>10. Salah satu penyebab pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada tahun 1920 mengubah kebijakanya di Indonesia adalah….</p>
<p>a. perekonomian dunia mengalami depresi</p>
<p>b. Belanda terlibat perang dunia I</p>
<p>c. Pemerintah Kolonial Hindia Belanda ingin menyejahterakan Indonesia</p>
<p>d. Dorongan kaum liberal lebih luas di Indonesia</p>
<p>e. Kas Negara belanda mengalami kekosongan kembali</p>
<p> </p>
<p>Kunci Jawaban</p>
<ol>
<li>e</li>
<li>a</li>
<li>a</li>
<li>e</li>
<li>c</li>
<li>e</li>
<li>c</li>
<li>b</li>
<li>c</li>
<li>a</li>
</ol>
<p> </p>
<p align="center">Tabel II</p>
<p align="center">Menghitung Validitas dan Reliabilitas</p>
<p align="center"> </p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="446">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="20" valign="top">No</td>
<td rowspan="2" width="66" valign="top">
<p align="center">Nama</p>
</td>
<td colspan="10" width="180" valign="top">
<p align="center">Skor (soal)</p>
</td>
<td width="36" valign="top">
<p align="center">X</p>
<p align="center">awal</p>
</td>
<td width="36" valign="top">
<p align="center">Y</p>
<p align="center">akhir</p>
</td>
<td width="36" valign="top">
<p align="center">X²</p>
<p align="center">awal</p>
</td>
<td width="36" valign="top">
<p align="center">Y²</p>
<p align="center">akhir</p>
</td>
<td width="36" valign="top">X.Y</td>
</tr>
<tr>
<td width="16" valign="top">
<p align="center">1</p>
</td>
<td width="16" valign="top">
<p align="center">2</p>
</td>
<td width="17" valign="top">
<p align="center">3</p>
</td>
<td width="18" valign="top">
<p align="center">4</p>
</td>
<td width="16" valign="top">
<p align="center">5</p>
</td>
<td width="16" valign="top">
<p align="center">6</p>
</td>
<td width="16" valign="top">
<p align="center">7</p>
</td>
<td width="16" valign="top">
<p align="center">8</p>
</td>
<td width="16" valign="top">
<p align="center">9</p>
</td>
<td width="35" valign="top">
<p align="center">10</p>
</td>
<td width="36" valign="top"> </td>
<td width="36" valign="top"> </td>
<td width="36" valign="top"> </td>
<td width="36" valign="top"> </td>
<td width="36" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="20" valign="top">1</p>
<p>2</p>
<p>3</p>
<p>4</p>
<p>5</p>
<p>6</p>
<p>7</p>
<p>8</p>
<p>9</p>
<p>10</td>
<td width="66" valign="top">Robi</p>
<p>Indah</p>
<p>Doni</p>
<p>febri</p>
<p>Ani</p>
<p>Rio</p>
<p>Arida</p>
<p>Izho</p>
<p>Ahmad</p>
<p>Atul</td>
<td width="16" valign="top">1</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>1</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>0</p>
<p>1</td>
<td width="16" valign="top">0</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>0</td>
<td width="17" valign="top">0</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>1</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>0</p>
<p>1</td>
<td width="18" valign="top">0</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>0</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>1</p>
<p>0</td>
<td width="16" valign="top">1</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>1</p>
<p>0</td>
<td width="16" valign="top">0</p>
<p>1</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>0</td>
<td width="16" valign="top">0</p>
<p>1</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>1</td>
<td width="16" valign="top">1</p>
<p>1</p>
<p>1</p>
<p>1</p>
<p>1</p>
<p>1</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>1</td>
<td width="16" valign="top">1</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>1</td>
<td width="35" valign="top">1</p>
<p>0</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>0</p>
<p>1</p>
<p>0</td>
<td width="36" valign="top">
<p align="center">2</p>
<p align="center">2</p>
<p align="center">3</p>
<p align="center">3</p>
<p align="center">2</p>
<p align="center">3</p>
<p align="center">3</p>
<p align="center">2</p>
<p align="center">3</p>
<p align="center">2</p>
</td>
<td width="36" valign="top">
<p align="center">3</p>
<p align="center">3</p>
<p align="center">4</p>
<p align="center">2</p>
<p align="center">4</p>
<p align="center">2</p>
<p align="center">3</p>
<p align="center">2</p>
<p align="center">3</p>
<p align="center">3</p>
</td>
<td width="36" valign="top">
<p align="center">4</p>
<p align="center">4</p>
<p align="center">9</p>
<p align="center">9</p>
<p align="center">4</p>
<p align="center">9</p>
<p align="center">9</p>
<p align="center">4</p>
<p align="center">9</p>
<p align="center">4</p>
</td>
<td width="36" valign="top">
<p align="center">9</p>
<p align="center">9</p>
<p align="center">16</p>
<p align="center">4</p>
<p align="center">16</p>
<p align="center">4</p>
<p align="center">9</p>
<p align="center">4</p>
<p align="center">9</p>
<p align="center">9</p>
</td>
<td width="36" valign="top">
<p align="center">6</p>
<p align="center">6</p>
<p align="center">12</p>
<p align="center">6</p>
<p align="center">8</p>
<p align="center">6</p>
<p align="center">9</p>
<p align="center">4</p>
<p align="center">9</p>
<p align="center">6</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="20" valign="top"> </td>
<td width="66" valign="top"> </td>
<td width="16" valign="top">6</td>
<td width="16" valign="top">5</td>
<td width="17" valign="top">5</td>
<td width="18" valign="top">4</td>
<td width="16" valign="top">5</td>
<td width="16" valign="top">5</td>
<td width="16" valign="top">5</td>
<td width="16" valign="top">9</td>
<td width="16" valign="top">5</td>
<td width="35" valign="top">5</td>
<td width="36" valign="top">
<p align="center">25</p>
</td>
<td width="36" valign="top">
<p align="center">29</p>
</td>
<td width="36" valign="top">
<p align="center">65</p>
</td>
<td width="36" valign="top">
<p align="center">89</p>
</td>
<td width="36" valign="top">
<p align="center">72</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Perhitungan Validitas mengunakan rumus Prodac Momen Korelasi dengan (PMC Angka Kasar)</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>rxy =            <span style="text-decoration:underline;">N ∑XY – (∑X) (∑Y)</span></p>
<p>          √ ( N ∑X² – (∑X)² ) × ( N∑Y² – (∑Y)² )</p>
<p> </p>
<p>Keterangan :</p>
<p>rxy      : Validitas</p>
<p>N         : Jumlah siswa</p>
<p> </p>
<p>rxy =            <span style="text-decoration:underline;">10 x 72 – (25) (29)</span></p>
<p>          √ ( 10 x 65 – (25)² ) × ( 10 x 89 – (29)² )</p>
<p> </p>
<p>rxy =            <span style="text-decoration:underline;">720 – 725</span></p>
<p>          √ ( 650 – 625 ) × ( 890 – 841 )</p>
<p> </p>
<p>rxy =            <span style="text-decoration:underline;">-5</span></p>
<p>          √ ( 25) × ( 49 )</p>
<p> </p>
<p>rxy =            <span style="text-decoration:underline;">-5</span></p>
<p>          √ 1225</p>
<p> </p>
<p>rxy =            <span style="text-decoration:underline;">-5</span></p>
<p>                     35</p>
<p>rxy = -0,14</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Perhitungan Reliabilitas dengan pembelahan ganjil-genap         </p>
<p> </p>
<p>    </p>
<p>r11 = <span style="text-decoration:underline;">2 </span><span style="text-decoration:underline;">r½½</span>             </p>
<p>        (1+ r½½ )</p>
<p>                  </p>
<p> </p>
<p>r11 = <span style="text-decoration:underline;">2 x -0,14</span></p>
<p>          1+ -0,14</p>
<p> </p>
<p>r11 =                  <span style="text-decoration:underline;">-0,28</span></p>
<p>               -1,14 (minus di tiadakan) menjadi 1,14</p>
<p> </p>
<p>r11 = -0,24</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aw3r3mu.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aw3r3mu.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aw3r3mu.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aw3r3mu.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aw3r3mu.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aw3r3mu.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aw3r3mu.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aw3r3mu.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aw3r3mu.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aw3r3mu.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=38&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/18/tugas-evaluasi-pembelajaran-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa07a45f7740a278aa534639b0b37706?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aw3r3mu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TARIHUT TARBIYYAH ISLAMIAH di MAKKAH  MASA NABI MUHAMMAD SAW</title>
		<link>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/tarihut-tarbiyyah-islamiah-di-makkah-masa-nabi-muhammad-saw/</link>
		<comments>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/tarihut-tarbiyyah-islamiah-di-makkah-masa-nabi-muhammad-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 14:30:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aw3r3mu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/tarihut-tarbiyyah-islamiah-di-makkah-masa-nabi-muhammad-saw/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Pelaksanaan Pendidikan Islam Di Makkah Masa Nabi Muhammad SAW
Pase pendidikan islam di Makkah merupakan pase terberat bagi Nabi Muhammad SAW karena di Makkah Nabi banyak mengalami kendala dan tantangan yan datang dari masyarakat Makkah itu sendiri, hal ini dikarenakan ketidak sukaan orang-orang Makkah terhadap agam Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, oleh karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=36&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong> </strong></p>
<p><strong><em>Pelaksanaan Pendidikan Islam Di Makkah Masa Nabi Muhammad SAW</em></strong></p>
<p>Pase pendidikan islam di Makkah merupakan pase terberat bagi Nabi Muhammad SAW karena di Makkah Nabi banyak mengalami kendala dan tantangan yan datang dari masyarakat Makkah itu sendiri, hal ini dikarenakan ketidak sukaan orang-orang Makkah terhadap agam Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, oleh karena itu sebelum Nabi Muhammad SAW memulai tugasnya sebagai rasul, yaitu melaksanakan pendidikan islam terhadap umatnya , Allah telah mendidik dan mempersiapkanya untuk melaksanakan tugas tersebut secara sempurna , melaui pengalaman serta peran sertanya dalam kehidupan masyarakat dan lingkungan budayanya.(Dra. Zuhairini, dkk, 1995: 18).</p>
<p>Secara formal di makkah di rumah Aqram nabi mengajarkan pokok-pokok ajaran islam kepada para sahabat; dan disini pula nabi menerima para tamu yang ingin bertanya kepada nabi tantang ajaran islam dan orang –orang yang ingi masuk ajaran islam. Agaknya di rumah ini pulalah terbentuknya jamaah islam pertama di periode Makkah.(DR. Ramayulis, 1995: 86).</p>
<p>Pendidikan islam biladilihat dari segi kehidupan cultural umat manusia tidak lain adalah merupakan salah satu alat pembudayaan (enkulturasi) mayarakat manusia itu sendiri. Sebagai suatu alat pendidikan dapat difungsikan untuk mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan hidup manusia, sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial kepada ttik optimal kemampuan utuk memperoleh kesejahteraan hidup di dunia dan kesejahteraan hidup di akherat.(Dra. Hj. Nur Uhbiyati, 1997:14) dari kutipan ini jika kita kaitkan dengan periode pendidikan di Makkah dapat kita analisa bahwa pendidika isalm di Makkah pada masa Nabi Muhammad SAW adalah bertujuan untuk mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan hidup masyarakat Makkah kearah yang lebih beradab dan lebih baik yang sesuai dengan akidah islam. Ini juga sesuai dengan pengertia pedidika islam menurut Prof. Dr. Omar Muhammad Al-Toumy al-syaebani, yang di artikan sebagai usaha untuk mengubah tingkah laku individu dalam kehidupan pribadinya atau kehidupan kemasyarakatanya dan kehiduapan dalam alam sekitarnya melalui proses kependidikan……” perubahan itu ditandai dengan nilai-nilai islam.(Prof. H.M. Arifin, M.Ed.,1996:14).</p>
<p>Pendidikan islam pada periode Makkah secara konsep dalam pengetahuan islam tergolng dalam pengetahuan yang diwahyukan. Karena secara garis besarnya ada dua macam yaitu pengetahuan yang diwahyukan dan pengetahuan yang di peroleh.(DR. Ahmad Tafsir, 1992: 9) dalm hal ini pendidian periode Makah lebih condong ke dalam pengetahuan yang diwahyuka karena semua yang diajarkan berasal dari firman, sunnah atau hadits nabi.</p>
<p>Sejarah menjelaskan kepada kita bahwa pendidik khususnya pada Rasulullah dan para sahabat bukan merupakan profesi atau pekerjaan untuk menghasilkan uang atau sesuatu yan dibutuhka agi kehidupanya, melainkan mereka mengajar karena pangilan agama, yaitu sebagai upaya mendekatkan dori kepada Allah SWT.(Prif.DR. Suwito, MA dan Fauzan MA, 2005: 3).</p>
<p>Dari kutipan tersebut kita dapat simpulkan bahwa Nabi Muhammad SAW dalam melaksanakan pendidikan islam di Makkah bukanlah mengharapkan balas jasa melainkan neliau melakukan itu dengan tujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menginginkan keridhoan darinya. Selain kesimpulan tesebut kutipan tersebut juga mampu menjawab pertanyaan mengenai: apakah Nabi Muhammad SAW melaksanakan pendidikan mengharap timbale balik?,dan apakah yang diharapkan oleh Nabi Muhammad SAW dari mendidik?,serta apaah Nabi mendapatkan gazi?</p>
<p>Nabi Muhammad SAW mula menerima wahyu dari Allah SWT sebagai petunjuk dan instruksi untuk melaksanakan tugasnya sewaktu berumur 40 tahun, yaitu pada tanggal 17 Ramadhan tahun 13 sebelum Hijrah (6 Agustus 610 M). perintah dan petunjuk tersebut pertama-tama tertuju kepada Nabi Muhammad SAW tentang apa yang harus dilakukan , baik terhadap dirinya sendiri maupun umatnya. Petunjuk awal kepada Nabi Muhammad SAW agar beliau memberikan peringatan kepada umatnya. Kemudian bahan atau materi pendidikan tersebut di turnkan secara berangsur-angsur, setiap kali menerima wahyu segera nabi sampaikan kepada umatnya diiringi penjelasan-penjelasan dan contoh-contoh bagaimana pelaksanaanya. Disamping itu Nabi Muhammad SAW telah mendidik umatnya secara bertahap, beliau mulai dari keluarga dekatnya.</p>
<p><strong><em>Bentuk-Bentuk Pendidikan di Makkah Masa Nabi Muhammad SAW</em></strong></p>
<p>Ada dua bentuk pendidikan yang dilaksanakan oleh Nabi Muhamad SAW di</p>
<p>Makkah:</p>
<p><strong><em>1). Pendidikan Tauhid</em></strong></p>
<p>Nabi Muhammad SAW dalam melaksanakan tugas keraulanya berhadapan dengan nilai warisan Nabi  Ibrahim yang telah banyak menyimpang dari yang sebenarnya. Inti warisan tersebut adalah ajaran tauhid, tetapi ajaran tersebut dalam budaya yang dihadapi oleh Nabi Muhammad, telah pudar dalam budaya masyarakat bangsa Arab Jahiliah.(Dra. Zuhairini, dkk, 1995:23). Nabi Muhammad SAW mempeoleh kesadaran dan penghayatan yan mentap tentang ajaran tauhid yan intisarinya adalah sebagaimana trcermin dalam surat Al-Fatihah.</p>
<p>Pelaksanaan atau praktek pendidika tauhid tersebut diberikan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya dengan cara yang sangat bijaksana yaitu dengan menuntun akal pikiran untukmendapatkan dan meniru pengertian tauhid yang di ajarkan, dan sekaligus beliau memberikan teladan dan contoh agaimana pelaksanaan ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari secara kongkrit, kemudia beliau memerintahkan agar umatnya mencontoh praktek pelaksanaan tersebut sesuai dengan apa yang dicontohkanya. Berarti di sini Nabi Muhammad SAW telah mampu menyesuikan diri dengan pola kehidupan masyarakat jahiliah dengan mengajarkan ilmu tauhid secara baik dengan tanpa kekerasan. Hal in sesuai pernyataan yang saya kutip dari salah satu buku Filsafat Pendidikan Islam yang menyatakan “manusia hidup dalam masyarakat, di mana dia harus menyesuikan diri di dalanya.(Dra. Zuhairini, dkk, 1995:125).</p>
<p><strong><em>2). Pengajaran Al-Qur’an</em></strong></p>
<p>Al-Qur’an adalah intisari dan sumber pokokdari ajaran islam yang di smpaiakn oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya. Tugas Nabi Muhammad SAW disamping</p>
<p>Mengajarkan tauhid juga mengajarkan Al-Qur’an kepada umatnya, agar secara uuh dan sempurna menjadi milik umatnya yang selanjutnya akan menjadi pegangan dan pedoman hidup bagi kaum muslimin sepanjag zaman.</p>
<p>Ada beberapa faktor yan memungkinkan Nabi Muhammad SAW mengajarkan Al-Qut’an dengan baik dan sempurna. Masyarakat bangsa arab pada masa itu di kenal sebagai masyarakat ang ummi yang pada umumnya tidak dapat membaca dan menulis.(Dra. Zuhairini, dkk, 1995: 28).</p>
<p>Muhammad Yunus dala bukunya Sejarah Pendidikan Islam menyatakan bahwa pembinaan pendidikan islam masa Makkah meliputi:</p>
<ul>
<li><em>Pendidikan      Keagamaan</em></li>
<li><em>Pendidikan      akliah dan ilmiah</em></li>
<li><em>Pendidikan      akhlak dan budi pekerti</em></li>
<li><em>Pendidikan      jasmani (kesehatan)</em></li>
</ul>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aw3r3mu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aw3r3mu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aw3r3mu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aw3r3mu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aw3r3mu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aw3r3mu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aw3r3mu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aw3r3mu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aw3r3mu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aw3r3mu.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=36&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/tarihut-tarbiyyah-islamiah-di-makkah-masa-nabi-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa07a45f7740a278aa534639b0b37706?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aw3r3mu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGERTIAN DAN KLASIFIKASI  STRATEGI BELAJAR-MENGAJAR</title>
		<link>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/pengertian-dan-klasifikasi-strategi-belajar-mengajar/</link>
		<comments>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/pengertian-dan-klasifikasi-strategi-belajar-mengajar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 14:21:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aw3r3mu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aw3r3mu.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Belajar dan mengajar merupakan istilah yang umum ( generic ) yang isi pengertiannya beraneka ragam,yang dimaksudnya belum tentu sama bagi setiap orang.
Hakekat Belajar
Dalam pendidikan sekolah tradisional belajar diartikan sebagai upaya seseorang untuk menambah pengetahuan,sehingga sering disamakan dengan menghafal,yang diutamakan adalah penumpukan ilmu. Oleh sebab itu maka pendidikan sekolah tradisional dicap sebagai pendidikan yang sifatnya intelektualistik.
Pendidikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=28&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Belajar dan mengajar merupakan istilah yang umum ( generic ) yang isi pengertiannya beraneka ragam,yang dimaksudnya belum tentu sama bagi setiap orang.</p>
<p><strong><em>Hakekat Belajar</em></strong><em></em></p>
<p>Dalam pendidikan sekolah tradisional belajar diartikan sebagai upaya seseorang untuk menambah pengetahuan,sehingga sering disamakan dengan menghafal,yang diutamakan adalah penumpukan ilmu. Oleh sebab itu maka pendidikan sekolah tradisional dicap sebagai pendidikan yang sifatnya intelektualistik.</p>
<p>Pendidikan modern lebih memperhatikan perkembangan seluruh pribadi anak.Pengetahuan tetap penting tetapi pengetahuan harus berfungsi dalam kehidupan anak.Selain segi intelektual dipentingkan juga segi sosial,emosional,etika dan sebagainya(Nasution,1997:32-33).</p>
<p>Dalam pendidikan modern belajar mempunyai arti sebagai perubahan tingkah laku pada diri anak berkat pengalaman dan latihan. Perolehan belajarnya tidak hanya sekedar pengetahuan saja melainkan berupa fakta, konsep, nilai atau norma, ketrampilan intelektual, ketrampilan motorik, dan sebagainya.</p>
<p>Jadi pada hakekatnya belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku pada diri anak berkat pengalaman dan latihan.</p>
<p><strong><em>Pengertian strategi dalam kaitannya dengan belajar mengajar</em></strong><em></em></p>
<p>Istilah strategi mulanya dipakai dikalangan militer dan diartikan sebagai seni dalam merancang (operasi) peperangan tetapi dewasa ini istilah strategi banyak dipinjam dari bidang-bidang ilmu yang lain, termasuk pula bidang ilmu pendidikan. Dalam kaitannya dengan belajar-mengajar pemakaian istilah strategi dimaksudkan sebagai daya upaya guru dalam menciptakan suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Maksudnya adalah agar tujuan pengajaran yang telah dirumuskan dapat dicapai secara berdaya guna dan berhasil guna, guru dituntut memiliki kemampuan mengatur secara umum komponen komponen pengajaran sedemikian rupa sehingga terjalin keterkaitan fungsi antar komponen-komponen pengajaran dimaksud. Dengan rumusan yang lain dapat juga dikemukakan bahwa strategi berarti pilihan pola kegiatan belajar-mengajar yang diambil agar tujuan dapat tercapai dengan efektif.</p>
<p><strong><em>Perbedaan Strategi Belajar_Mengajar dengan Perencanaan Pengajaran</em></strong><em></em></p>
<p>Strategi belajar-mengajar oleh T Raka Joni diartikan sebagai pola umum perbuatan guru murid di dalam perwujudan kegiatan belajar -mengajar.</p>
<p>Pola umum perbuatan guru murid dalam perwujudan belajar-mengajar itu disebut strategi belajar-mengajar,atau oleh Joyce dan Well disebut model-model mengajar. Sedangkan rangkaian perbuatan guru-murid dalam suatu peristiwa belajar mengajar aktual tertentu disebut prosedur pembelajaran. Perencanaan pengajaran atau Disain Intruksional merupakan usaha untuk menentukan prosedur instruksional dan mensistematiskan proses belajar-mengajar dalam situasi tertentu sedemikian rupa sehingga tingkah laku yang diharapkan pada diri siswa terjadi.</p>
<p>Model-model mengajar sifatnya umum, sedangkan prosedur pembelajaran sifatnya khusus. Dikatakan bersifat umum<strong> </strong>karena model-model mengajar dapat diperagakan guru-murid di dalam bermacam macam peristiwa belajar ,dan perencanaan pengajaran dikatakan bersifat khusus karena dalam merancang sistem lingkungan belajarnya dilakukan setelah ditetapkan terlebih dahulu untuk menggunakan satu atau lebih strategi belajar-mengajar tertentu.Dan dikatakan bersifat<strong> </strong>konkrit karena pada perencanaan pengajaran rangkaian kegiatan guru murid untuk mencapai tujuan pengajar dalam peristiwa belajar-mengajar aktual tertentu telah telah tertulis secara eksplisit di dalam model satuan pelajaran dan siap untuk dilaksanakan/dipraktekkan di dalam kelas.</p>
<p>Strategi belajar-mengajar merupakan langkah awal seorang guru dalam merancang persiapan mengajar. Salah satu bentuk perncanaan pengajarn yang telah disepakati sebagai pedoman bagi guru-guru di Indonesia ialah yang disebut Prosedur Pengembangan Sistem. Instruksional (PSSI).Produk akhir PPSI berupa apa yang disebut ”Program satuan Pelajaran”.</p>
<p>PPSI merupakan petunjuk pengembangan program pengajaran dengan jalan menempuh lima langkah secara beurutan yaitu :</p>
<p>- merumuskan tujuan instruksional</p>
<p>- menyusun alat evaluasi</p>
<p>- menetapkan kegiatan belajar-mengajar</p>
<p>- merencanakan program pengajaran</p>
<p>- melaksanakan program pengajaran</p>
<p>Sedangkan Program Satuan Pelajaran merupakan hasil proses PPSI dan berwujud kerangka/bentuk program pengajaran dan mengandung enam unsur pokok yaitu (1) tujuan instruksional;(2) tujuan intruksional khusus;(3) materi pengajaran;(4) kegiatan belajar-mengajar;(5) alat dan sumber belajar dan (6) evaluasi belajar.</p>
<p><strong><em> KLASIFIKASI STRATEGI BALAJAR MENGAJAR</em></strong><em></em></p>
<p>Dasar-dasar yang dapat dipergunakan untuk klasifikasi strategi belajar-mengajar antara lain:</p>
<p><strong><em>1. Pengaturan guru-siswa/mahasiswa</em></strong><em></em></p>
<p>Pengaturan guru-siswa dapat dibedakan sebagai berikut:</p>
<p>a. Dari segi pengaturan guru, dapat dibedakan pengajaran oleh seorang guru atau oleh suatu tim (tem teaching). Team teaching adalah suatu sistem mengajar yang dilakukan dua orang guru atau lebih dalam satu kelas atau lebih dari satu kelas. Kedua orang guru atau lebih itu bersama-sama mempersiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi hasil belajar siswa.</p>
<p>Pelaksanaan mengajarnya dapat dilaksanakan secara bergiliran dengan metode ceramah atau secara bersama dengan metode diskusi panel misalkan.</p>
<p>b. Dari segi pengaturan siswa dapat dibedakan menjadi tiga bentuk pengajaran.</p>
<p>1.) Pengajaran klasikal, bila seorang guru menhadapi kelompok besar siswa di dalam kelas dan diberi pelajaranbersama dengan satu jenis metode mengajar.</p>
<p>2.) Pengajaran kelompok kecil, bila siswa dalam beberapa kelompok(5-7 orang siswa )dan masing-masing kelompok diberi tugas untuk diselesaikan/dipertanggungjawabkan oleh kelompoknya.</p>
<p>3.) Pengajaran perorangan , bila masing-masing siswa secara pribadi diberi beban belajar secara mandiri misalnya dalm bentuk pengajaran modul.</p>
<p>c. Dari segi hubungan guru-siswa dapat dibedakan menjadi sebagai berikut :</p>
<p>1.) Hubungan langsung guru-siswa melalui bentuk tatap muka.</p>
<p>2.) Hubungan langsung guru-siswa dalam bentuk tatap muka dengan bantuan media cetak maupun media elektronik.</p>
<p>3.) Hubungan tak langsung, bila penyampaian pesan disampaikan dengan perantaraan media, baik melalui media cetak (modul) maupun media elektronik (radio, kasetsuara atau video).</p>
<p><strong><em>2. Struktur peristiwa belajar-mengajar</em></strong><em></em></p>
<p>Dari segi struktur belajar-mengajar dapat dibedakan menjadi dua :</p>
<p>a. Struktur belajar-mengajar yang bersifat tertutup, ialah suatu proses belajar mengajar yang segala sesuatunya telah ditentukan secara reLatif ketat dimana guru tidak berani menyimpang dari persiapan mengajar yang telah dibuat.</p>
<p>b. Struktur perstiwa belajar yang bersifat terbuka, ialah proses belajar-mengajar dimana tujuan, materi dan prosedur yang akan ditempuh untuk mencapainya ditentukan sementara kegiatan belajar mengajarnya berlangsung. Contoh pengajaran yang bersifat terbuka adalah pengajaran unit yaitu suatu sistem mengajar yang berpusat pada suatu masalah dan dipecahkan secra keseluruhan yang mempunyai arti (Engkoswara,1984:70)</p>
<p><strong><em>3. Peranan guru-siswa dalam pengolahan ”pesan”</em></strong><em></em></p>
<p>Pesan adalah materi pengajaran yang dipakai sebagai masukan untuk pencapaian suatu tujuan belajar, dapat berupa pengetahuan, wawasan, ketrampilan, atau isi pengajaran lainnya. Maka pesan juga diartikan semua informasi yang perlu diketahui oleh siswa.</p>
<p>Berdasarkan peranan guru siswa dalam pengolahan pesan, perisiwa belajar-mengajar dapat dibedakan menjadi dua:</p>
<p>a. Pengajaran bersifat ekspositorik, apabila pesan disajikan dalam keadaan siap diolah tuntas oleh guru sebelum disampaikan kepada siswa (sifatnya sama dengan peristiwa belajar-mengajar tertutup).</p>
<p>b. Pengajaran bersifat heuristik atau hipotetik, apabila pesan yang disajikan tidak diolah tuntas oleh guru dengan maksud agar diolah sendiri oleh siswa baik dengan ataupun tanpa bantuan dan bimbingan guru (sifatnya sama dengan struktur peristiwa belajar mengajar terbuka.</p>
<p>Ada dua substrategi dalam strategi heuristik yang akhir-akhir ini sering dikemukakan orang yaitu penemuan (discovery) dan inkuiri (inquiry) atau menyelidiki.</p>
<p><strong><em>4. Proses pengolahan pesan</em></strong><em></em></p>
<p>Berdasarkan proses pengolahn pesan strategi belajar mengajar dapat dibedakan menjadi berikut:</p>
<p>a. Strategi pengajaran induktif adalah pengajaran dimana proses pengolahan pesan bertolak dari contoh-contohkonkrit kepada generalisasi atau prinsip yang bersifat umum,  dari fakta fakta yang nyata kepada konsep yang bersifat abstrak.</p>
<p>b. Strategi pengajaran deduktif merupakan kebalikan dari proses pengajaran induktif. Para siswa pertama tama diperkenalkan kepada generalisasi (konsep-konsep) yang bersifat abstrak kepada proses pembuktian dalam bentuk data empirik yang mendukung hubungan antara konsep konsep tadi.</p>
<p><strong><em>5. Tujuan-tujuan belajar</em></strong><em></em></p>
<p>Menurut robert M Gagne ada lima tipe hasil belajar, diantaranya adalah:</p>
<p>a. Kemampuan intelektual, ialah sejumlah kemampuan mulai dari baca-tulis-hitung sampai dengan kemampuan memperhitungkan kekuatan sebuah jembatan atau akibat devaluasi.</p>
<p>b. Strategi kognitif, ialah kemampuan mengatur cara belajar dan berfikir seseorang di dalam arti yang seluas-luasnya, termasuk kemampuan memecahkan masalah. Salah satu nama yang diberikan kepada kelompok kemampuan ini adalah perilaku pengaturan diri (self management behavior).</p>
<p>c.Informasi Verbal, ialah kemampuan menyerap pengetahuan dalam arti informasi dan fakta termasuk kemampuan untuk mencari dan mengolah sendiri.</p>
<p><strong><em>Kriteria Pemilihan Strategi Belajar-mengajar, menurut Gerlach dan Ely adalah:</em></strong><em></em></p>
<ol>
<li>Efesiensi :</li>
</ol>
<p>Seorang guru biologi akan mengajar insekta (serangga). Tujuan pengajarannya berbunyi : Diberikan lima belas jenis gambar binatang, yang belum diberi nama, siswa dapat menunjukkan delapan jenis binatang yang termasuk jenis serangga. Untuk mencapai tujuan tersebut, strategi yang paling efisien ialah menunjukkan gambar jenis-jenis serangga itu dan diberi nama, kemudian siswa diminta memperhatikan ciri-cirinya. Selanjutnya para siswa diminta mempelajari di rumah untuk dihafal cirinya, sehingga waktu diadakan tes mereka dapat menjawab dengan betul. Dengan kata lain mereka dianggap telah mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan Strategi ekspository tersebut memang merupakan strategi yang efisien untuk pencapaian tujuan yang bersifat hafalan. Untuk mencapai tujuan tersebut dengan strategi inquiry mungkin oleh suatu konsep, bukan hanya sekedar menghafal. Strategi ini lebih tepat. Guru dapat menunjukkan berbagai jenis binatang, dengan sketsa atau slide kemudian siswa diminta membedakan manakah yang termasuk serangga; ciri-cirinya, bentuk dan susunan tubuhnya, dan sebagainya. Guru menjawab pertanyaan siswa dengan jawaban pelajari lebih jauh. Mereka dapat mencari data tersebut dari buku-buku di perpustakaan atau melihat kembali gambar (sketsa) yang ditunjukkan guru kemudian mencocokkannya. Dengan menunjuk beberapa gambar, guru memberi pertanyaan tentang beberapa spesies tertentu yang akhirnya siswa dapat membedakan mana yang termasuk serangga dan mana yang bukan serangga.<br />
Metode terakhir ini memang membawa siswa pada suatu pengertian yang sama dengan yang dicapai melalui ekspository, tetapi pencapaiannya jauh lebih lama. Namun inquiry membawa siswa untuk mempelajari konsep atau pnnsip yang berguna untuk mengembangkan kemampuan menyelidiki.</p>
<p>2. efektifitas :</p>
<p>Strategi yang paling efisien tidak selalu merupakan strategi yang efektif. Jadi efisiensi</p>
<p>akan merupakan pemborosan bila tujuan akhir tidak tercapai. Bila tujuan tercapai, masih harus dipertanyakan seberapa jauh efektifitasnya. Suatu cara untuk mengukur efektifitas ialah dengan jalan menentukan transferbilitas (kemampuan memindahkan) prinsip-prinsip yang dipelajari. Kalau tujuan dapat dicapai dalam waktu yang lebih singkat dengan suatu strategi tertentu dari pada strategi yang lain, maka strategi itu efisien. Kalau kemampuan mentransfer informasi atau skill yang dipelajari lebih besar dicapai melalui suatu strategi tertentu dibandingkan strategi yang lain, maka strategi tersebut lebih efektif untuk pencapaian tujuan.</p>
<p>Kriteria lain :</p>
<p>Pertimbangan lain yang cukup penting dalam penentuan strategi maupun metode adalah tingkat keterlibatan siswa. (Ely. P. 186). Strategi inquiry biasanya memberikan tantangan yang lebih intensif dalam hal keterlibatan siswa. Sedangkan pada strategi ekspository siswa cenderung lebih pasif. Biasanya guru tidak secara murni menggunakan ekspository maupun discovery, melainkan campuran. Guru yang kreatif akan melihat tujuan yang akan dicapai dan kemampuan yang dimiliki siswa, kemudian memilih strategi yang lain efektif dan efisien untuk mencapainya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aw3r3mu.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aw3r3mu.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aw3r3mu.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aw3r3mu.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aw3r3mu.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aw3r3mu.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aw3r3mu.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aw3r3mu.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aw3r3mu.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aw3r3mu.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=28&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/pengertian-dan-klasifikasi-strategi-belajar-mengajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa07a45f7740a278aa534639b0b37706?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aw3r3mu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengertian Variabel</title>
		<link>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/pengertian-variabel/</link>
		<comments>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/pengertian-variabel/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 14:18:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aw3r3mu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aw3r3mu.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[

 
Variabel : Variabel dapat dijelaskan sebagai ciri atau aspek dari fakta sosial yang dapat dibuat bervariasi dengan kata lain , variabel adalah fakta sosial yang memiliki nilai lebih dari satu. Variabel adalah suatu konsep. Akan tetap , perlu diingat bahwa tidak semua konsep dapat dinyatakan sebagai variabel. Meurut Soetandyo Wignjosoebroto (1983:31),varibel adalah suatu konsep [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=26&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>Variabel </em></strong>: Variabel dapat dijelaskan sebagai ciri atau aspek dari fakta sosial yang dapat dibuat bervariasi dengan kata lain , variabel adalah fakta sosial yang memiliki nilai lebih dari satu. Variabel adalah suatu konsep. Akan tetap , perlu diingat bahwa tidak semua konsep dapat dinyatakan sebagai variabel. Meurut Soetandyo Wignjosoebroto (1983:31),varibel adalah suatu konsep yang dapat mewujud ke dalam dua atau lebih dari dua kesatuan variasi (hitungan atau ukuran).</p>
<p>Di kutip dari : Metode Penelitian Sosial, Bagong Suyanto &amp; Sutinah ( 2005: 46-47 )</p>
<p><strong><em>Variabel</em></strong> : Dapat berubah – ubah; sesuatu yang dapat berubah; faktor atau suatu yang dapat menentukan perubahan.</p>
<p>Di kutip dari : Kamus Istilah Medis, M. Dahlan .Y. Al-barry. Dkk (  2001: 662 )</p>
<p><strong><em>Variabel</em></strong> : Variabilis berubah, lawan ; constant (tetap).</p>
<p>Di kutip dari : Kamus biologi praktis, Drs. Abal. Kholik ( 1998: 530 )</p>
<p><strong><em>Variabel</em></strong> : E bervariasi ; berubah-ubah ; bermacam-macam ;berbeda-beda (tt harga, kualitas, mutu, standar, dsb)</p>
<p>Di kutip dari : Kamus Umum Bahasa Indonesia, W.J.S.Poerwadarminta ( 2006: 1355 )</p>
<p><strong><em>Variabel</em></strong> : 1. Satu kuantitas yang bisa bertambah atau berkembang. 2. Satu faktor bergantung pada faktor lain.</p>
<p>Di kutip dari : Kamus Lengkap Psikologi, C.P. chalplin ( 1981: 528 )</p>
<p><strong><em>Variabel</em></strong> : -inggris variable- bahasa latin variabilis, tidak tetap, dapat berubah. 1. Suatu faktor yang tergantung pada faktor-faktor lainnya. 2. Faktor, peristiwa, hal atau besaran yang dapat berubah ; lawan konstanta sebagai ceteris paritus ( faktor lain yang tidak berubah, suatu faktor yang diawasi dalam penelitian )</p>
<p>Di kutip dari : Kamus Istilah: Karya Tulis Ilmiah, Prof. Kamruddin &amp; Dra .Y.T.S. kamarudin. M. Pd ( 2000: 289 )</p>
<p><strong><em>Variabel</em></strong> : Semua ciri atau faktor yang dapat menunjukan variasi.</p>
<p>Di kutip dari : Metodologi Penelitian Hukum, Bambang Sunggoho,S.H. M.S.( 2005:115 )</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aw3r3mu.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aw3r3mu.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aw3r3mu.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aw3r3mu.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aw3r3mu.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aw3r3mu.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aw3r3mu.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aw3r3mu.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aw3r3mu.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aw3r3mu.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=26&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/pengertian-variabel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa07a45f7740a278aa534639b0b37706?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aw3r3mu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDIDIKAN YANG INGINKAN  BANGSA INDONESIA</title>
		<link>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/pendidikan-yang-inginkan-bangsa-indonesia/</link>
		<comments>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/pendidikan-yang-inginkan-bangsa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 14:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aw3r3mu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aw3r3mu.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[ 
Berbicara mengenai pendidikan di Indonesia pastinya kita akan dihadapkan dengan bebagai macam permaslahan-permaslahan yang selalu menghantui pendidikan Bangsa Indonesia, masalah itu baik mengenai tidak apiknya sistem pendidikan yang di berlakukan,kualitas guru yang slalu menjadi pertanyaan publik, anggaran pendidikan yang tidak sesuai ketetapan pemerintah, pengantian kurikulum yang terlalu sering, mahalnya biaya pendidikan, dan masalah penentuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=24&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong> </strong></p>
<p>Berbicara mengenai pendidikan di Indonesia pastinya kita akan dihadapkan dengan bebagai macam permaslahan-permaslahan yang selalu menghantui pendidikan Bangsa Indonesia, masalah itu baik mengenai tidak apiknya sistem pendidikan yang di berlakukan,kualitas guru yang slalu menjadi pertanyaan publik, anggaran pendidikan yang tidak sesuai ketetapan pemerintah, pengantian kurikulum yang terlalu sering, mahalnya biaya pendidikan, dan masalah penentuan kelulusan sekolah melalui UN (Ujian Nasional) dan masih banyak lagi masalah yang melanda pendidikan kita di Indonesia ini.</p>
<p>Tapi sebenarnya dari sekian banyak masalah tersebut yang paling mendapat sorotan dari masyarakat Indonesia adalah mengenai mahalnya biaya pendidikaan sehinya seakan-akan pendidikan hanyalah milik orang-orang yang memiliki uang sehingga kesanya pendidikan hanya mempu dinikmati apabila orang yang ingin menikmati mempunyai materi atau uang yang cukup.</p>
<p>Dari penjelasan di atas kita dapat melihat bahwa pendidikan seperti apa yang di Inginkan oleh bangsa Indonesia? Yaitu tidak lain adalah pendidikan yang mampu dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan tidak mengeluarkan biaya yang terlalu mahal atau biaya tinggi, walaupun seperti yang telah kita dengar bahwa pemerintah telah mencanangkan adanya pendidikan gratis 9 tahun, dengan harapan, apa yang diinginkan oleh bangsa Idonesia untuk mampu mengenyam pendidikan dengan muruh tercapai. Tapi realitanya apa yang diinginkan  pemerintah tidak berjalan seperti yang diharapkan terlebih seperti apa yang diiklankan di media massa. Mengapa? Saya pun tidak mampu mejawabnya, karena saya yakin kita semua sudah tau jawabanya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aw3r3mu.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aw3r3mu.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aw3r3mu.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aw3r3mu.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aw3r3mu.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aw3r3mu.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aw3r3mu.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aw3r3mu.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aw3r3mu.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aw3r3mu.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=24&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/pendidikan-yang-inginkan-bangsa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa07a45f7740a278aa534639b0b37706?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aw3r3mu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GURU dengan PEKERJAAN SAMPINGANYA</title>
		<link>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/guru-dengan-pekerjaan-sampinganya/</link>
		<comments>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/guru-dengan-pekerjaan-sampinganya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 14:11:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aw3r3mu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aw3r3mu.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Guru sebagai tenaga pendidik yang berperan dalam terselengaranya proses belajar mengajar merupakan suatu profesi yang diporoleh melalui proses yang cukup panjang yakni dari kuliah sampai mendaftar sebagai Pegawai Negeri membutuhkan waktu dan pengorbanan harta dan tenaga yang tidak sedikit. Melihat dari pencapaian menjadi seorang guru tersebut rupanya tidak menjamin kemapanan dan kecukupan dalam pendapatan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=22&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Guru sebagai tenaga pendidik yang berperan dalam terselengaranya proses belajar mengajar merupakan suatu profesi yang diporoleh melalui proses yang cukup panjang yakni dari kuliah sampai mendaftar sebagai Pegawai Negeri membutuhkan waktu dan pengorbanan harta dan tenaga yang tidak sedikit. Melihat dari pencapaian menjadi seorang guru tersebut rupanya tidak menjamin kemapanan dan kecukupan dalam pendapatan untuk pemenuhan kebutuhan hidup, karena pendapatan atau gajih guru yang mereka dapat dianggap masih belum mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka, yang kita semua juga telah ikut merasakan tingginya biaya hidup pada masa sekarang. Untuk mengsiasatinya guru mencari kerjaan sampingan selain profesi mereka sebagai guru tujuanya supaya mendapat tambahan luaran selain gajih pokok sebagi seorang guru.</p>
<p>Beragan profesi yang mereka geluti dari berdagang,bertani,berkebun, menjadi tukang ojek, tukang cukur bahkan ada yang menjadi seorang pemulung, pokoknya segala macam propesi yang mereka anggap mampu memberikan tambahan penghasilan. Melihat kondisi seperti ini ironis rasanya pendidikan kita karena bagaimana mungkin pendidikan kita melalui proses belajarnya akan berjalan dengan baik apabila guru sebagai tenaga pengajarnya pun tidak mampu optimal dalam mengeluti profesinya sebagai seorang guru, karena apa? Coba  kita logikakan saja bagaimana guru mampu mempersiapakan skenario untuk kegiatan belajar di kelas jika mereka sibuk dengan pekerjaan sampingan mereka dan bagaimana guru mampu menyusun atau menyiapakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk kegiatan belajar jika gurunya kecapean sehabis bekerja selain sebagai guru.</p>
<p>Melihat hal demikian sebenarnya solusi atau jalan keluarnya ada pada kebijakan dari pemerintah yang seharusnya lebih memperhatikan kesejahteraan guru karena apabila gurunya sejahtera maka proses belajar mengajarnyapun akan berjalan seperti yang diharapkan, sehingga nantinya akan membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aw3r3mu.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aw3r3mu.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aw3r3mu.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aw3r3mu.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aw3r3mu.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aw3r3mu.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aw3r3mu.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aw3r3mu.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aw3r3mu.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aw3r3mu.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=22&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/guru-dengan-pekerjaan-sampinganya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa07a45f7740a278aa534639b0b37706?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aw3r3mu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEADAAN INDONESIA PASCA  PROKLAMSI KEMERDEKAAN 18 AGUSTUS 1945</title>
		<link>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/keadaan-indonesia-pasca-proklamsi-kemerdekaan-18-agustus-1945/</link>
		<comments>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/keadaan-indonesia-pasca-proklamsi-kemerdekaan-18-agustus-1945/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 14:09:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aw3r3mu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aw3r3mu.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[ 
Kemerdekaan bangsa indonesia 18 Agustus 1945 yang diperoleh melalui perjuangan panjang dan usaha yang tidak gampang serta memerlukan banyak pegorbanan baik berkorban harta benda maupun jiwa dan raga. Oleh karena itu pasca kemerdekaan Indonesia para tokoh – tokoh ndnesia berusaha mengisi kemerdakaan dengan menata kembali keadaan bansa yang kacaun pasca kemerdekaan. Namun tidak semudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=20&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong> </strong></p>
<p>Kemerdekaan bangsa indonesia 18 Agustus 1945 yang diperoleh melalui perjuangan panjang dan usaha yang tidak gampang serta memerlukan banyak pegorbanan baik berkorban harta benda maupun jiwa dan raga. Oleh karena itu pasca kemerdekaan Indonesia para tokoh – tokoh ndnesia berusaha mengisi kemerdakaan dengan menata kembali keadaan bansa yang kacaun pasca kemerdekaan. Namun tidak semudah seperti yang diharapkan oleh bansa Indonesia untuk menggisi kemerdekaan dan membangun suatu bansa di masaawal kemerdekaan hal ini dikarenakan masih terasanya pengaruh bansa kolonial yang ikut campur tangan dalam setiap asfek kehidupan masyarakat indonesia.</p>
<ol>
<li><strong><em>Keadaan Politik</em></strong></li>
</ol>
<p>Pasca proklamasi kemerdekaan, para tokoh – tokoh Indonesia berusaha untuk membenahi tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Seperti yang kita ketahui suatu negara yang baru merdeka pastinya memerlukan suatu dasar negara dan pemempin yang mampu melaknakan dan memimpin pemerintahan.selain itu juga perlunya membentuk bdan – badan atau lembaga yang berpungsi membantu pemimpin negara untuk menjalankan tugasnya. Hal ini dapat kita lihat dalam rapat PPKI pada tangal 18 Agustus 1945 yang hasilnya adalah mengesahkan Undang- Undang Negara, mengangkat Presiden dan wakil presiden. Adapun hasil hasil rapat PPKI selanjutnya adalah membentuk alat – alat perlengkapan negaraseperti membentuk komite nasional, kabinet pertama RI, d.l.l. pokoknya membahas mengenai hal – hal yang berkaitan dengan politik Indonesia. Namun keadaan politik Indonesia pada masa ini belum dapat dikatakan stbil atau baik hal ini dapat dilihat dari seringnya perubahan kabinet dan masih terdapat penyimpangan – penyimpangan dalam pelaksanaan pemerintahan.</p>
<ol>
<li><strong><em>Keadaan Ekonomi</em></strong></li>
</ol>
<p>Bagi bangsa yang baru merdeka selain bidang politik yang perlu ditata ada lagi bidang ekonomi yang juga tak luput dari perhatian para pembesar atau tokoh – tokoh bangsa indonesia. Namun tak mudah dalam hal ini karena bansa indoneia dihadapkan pada hal yang rumit yaitu mengenai masih adanya campur tangan dari bangsa kolonial. Adapun beberapa kendala yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dari segi ekonomi pada masa tersebut:</p>
<ol>
<li>Masalah menentukan mata uang yang      diberlakukan</li>
<li>Adnya blokade yang dilakukan oleh      Belanda terhadap ekspor RI</li>
<li>Masalah rendahnya penghasilan rakyat      sehingga tingkat kemiskinn angat tinggi</li>
</ol>
<p>Hal – hal di atas merupakan msalah yang dihadapi dan perlu dipecahkan oleh bangsa Indonesia. Untuk menghadapi masalah di atas bansa Indonesia mengeluarkan mata uang kertas pertama dan melakukan hubuangan luar negeri dengan nega – negara maju di dunia.</p>
<ol>
<li><strong><em>Keadaan Sosial dan Budaya</em></strong></li>
</ol>
<p>Bangsa indonesia semasa penjajaha di tempatkan pada golongan kasta atau tingkatan yang rendah hal itu terjadi semasa penjajahan Belanda, namun semasa pendudukan jepang bangsa Indonesia di tempatkan pada kasta teratas, namun status sosial tersebut tidak menjamin kehiduan bangsa Indonesia menjadi lebih baik malahan semakin buruk keadaan kehidiapan masyarakatnya.namun semasa pasca kemerdekan diskriminasi rasial dihapuskan dan semua arga Idonesia memiliki kedudukan,hak dan kewajiban yang sama dalam semua bidang. Jika di lihat dari keadaan budayaya bangsa Indonesia merupakan Negara yang kaya akan  budaya karena bangsa Indonesia selalu menerima budaya yang masuk dan  tidak lupa untuk menyaring atau menyeleksinya dan memodipikasinya atau mengabungkanya dengan kebudayaan yang telah ada tanpa menghilangkan ciri khas dari budaya asli.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aw3r3mu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aw3r3mu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aw3r3mu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aw3r3mu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aw3r3mu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aw3r3mu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aw3r3mu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aw3r3mu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aw3r3mu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aw3r3mu.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=20&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/keadaan-indonesia-pasca-proklamsi-kemerdekaan-18-agustus-1945/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa07a45f7740a278aa534639b0b37706?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aw3r3mu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EKONOMI DALAM ISLAM</title>
		<link>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/ekonomi-dalam-islam/</link>
		<comments>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/ekonomi-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 13:58:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aw3r3mu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aw3r3mu.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[ 
Islam sebagai agama samawi yaitu agama wahyu yang ada di bumi ini untuk dijadikan pegangan manusia dalam hidup. Islam mengatur semua apa dan bagaimana manusia bertindak, salah satunya melakukan aktivitas ekonomi.
Sebenarnya artikel ini akan membahas mengenai apa itu pengertian ekonomi dalam islam, berikut adalah beberapa pengertian ilmu ekonomi dalam islam.
1.M.     [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=17&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong> </strong></p>
<p>Islam sebagai agama samawi yaitu agama wahyu yang ada di bumi ini untuk dijadikan pegangan manusia dalam hidup. Islam mengatur semua apa dan bagaimana manusia bertindak, salah satunya melakukan aktivitas ekonomi.</p>
<p>Sebenarnya artikel ini akan membahas mengenai apa itu pengertian ekonomi dalam islam, berikut adalah beberapa pengertian ilmu ekonomi dalam islam<em>.</em></p>
<p><em>1.M.      Akram Kan </em></p>
<p><em>“Islamic economics aims the study of the human </em>falah <em>(well-being) achiaved by organizing the resources of the earth on the basic of cooporation and participation”. </em>Secara lepas dapat dartikan bahwa ilmu ekonomi islam bertujuan untuk melakukan kajian tentang kebahagiaan hidup manusia yang dicapai dengan mengorganisasikan sumber daya alam atas dasar bekerja sama partisipsi.<em> </em></p>
<p><em>2.Muhammad      Abdul Manan</em></p>
<p><em>“islamic economicsis a social science which studies the economics problems of a people imbued with the values of islam</em>”. Ilmu ekonomi islam adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah – masalah ekonomi msyarakat yang diilhami oleh nilai-nilai islam.<em></em></p>
<p><em>3. M.      Umer Chapra</em></p>
<p>“<em>Islamic economic was defened as that branch of knowledge which helps realize human well-being through an allocation and distribution of scarce resources that is in confirmity with islamic teaching without unduly curbing individual freedom or creating continued macroeconomic and ecological imbalances”.</em> Ilmu  Ekonomi islam adalah sebuah pengetahuan yang membantu upaya realisasi kebahagiaan manusia melalui alokasi dan distribusi sumber daya yang terbatas yang berada dalam koridor yang mengacu pada pengajaran islam tanpa memberikan kebebasan individu atau perilaku makro ekonomi yang berkesinambungan dan tanpa ketidakseimbangan lingkungan.</p>
<p><em>4. Muhammad      Nejatullah Ash-Sidiqy</em></p>
<p><em>“Islamic economics is the muslim thinker’s response to the economic challenges of their time. In this endeavour they were aided by the Qur’an and the sunnah as well as by reason and experience”</em>.  Ilmu ekonomi islam adalah respon pemikir muslim terhadap tantangan ekonomi pada masa tertentu. Dalam usaha keras ini mereka dibantu oleh Al-Qur’an dan sunnah, akal (ijtihad) dan pengalaman.</p>
<p><em>5. Kursyid      Ahmad</em></p>
<p><em>“Islamic economics is a systematic effort to thy to understand the ecoomic’s problem and man’s behaviour in reation to tht problem from an islamic perspective”.</em> Ilmu ekonomi islam adalah sebuah usaha sistematis untuk memahami masalah-masalah ekonomi dan tingkah laku manusia secara relasional dalam persfektif islam.</p>
<p>Dari beberapa pendapat pemikir ekonomi islam dapat kita tarik kesimpulan mengenai pemikiran islam terhadap ekonomi yaitu bahwa ekonomi  islam adalah suatu aktipitas yang dilakukan manusia secara sadar untuk pemenuhan kehidupan mereka dengan berpeganggan pada Al-Qur’an dan hadits.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aw3r3mu.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aw3r3mu.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aw3r3mu.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aw3r3mu.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aw3r3mu.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aw3r3mu.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aw3r3mu.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aw3r3mu.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aw3r3mu.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aw3r3mu.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=17&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aw3r3mu.wordpress.com/2009/06/17/ekonomi-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa07a45f7740a278aa534639b0b37706?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aw3r3mu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMBUANG SAMPAH PERSI BUDAYA SUNGAI</title>
		<link>http://aw3r3mu.wordpress.com/2008/12/07/membuang-sampah-persi-budaya-sungai/</link>
		<comments>http://aw3r3mu.wordpress.com/2008/12/07/membuang-sampah-persi-budaya-sungai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 08:12:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aw3r3mu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aw3r3mu.wordpress.com/2008/12/07/membuang-sampah-persi-budaya-sungai/</guid>
		<description><![CDATA[Sampah merupakan masalah yang selalu dihadapi oleh manusia di muka bumi ini, mungkin masalah sampah ini akan selau menghantui manusia selama manusia masih hidup dan memenuhi kebutuhan hidup mereka. Masalah sampah ini biasanya timbul  akibat kurangnya kesadaran dari manusia untuk mengelolanya yang mana salah satu hal yang mendasar dalam mengelola sampah yaitu dengan membuang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=14&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sampah merupakan masalah yang selalu dihadapi oleh manusia di muka bumi ini, mungkin masalah sampah ini akan selau menghantui manusia selama manusia masih hidup dan memenuhi kebutuhan hidup mereka. Masalah sampah ini biasanya timbul  akibat kurangnya kesadaran dari manusia untuk mengelolanya yang mana salah satu hal yang mendasar dalam mengelola sampah yaitu dengan membuang sampah pada tempatmya (tempat sampah).<br />
Banjarmasin dengan budaya sungainya memiliki cara  atau persi yang khas dalam membuang sampah. Seperti yang telah kita ketahui bahwa Banjarmasin dengan budaya sungainya yang mana semua aktivitas kegiatanya pasti berkaitan dengan sungai, dari tempat tinggal sampai aktivitas rumah tangga yaitu mencuci ,mandi dan buang air besar. Masalah sampah bagi masyarakat budaya sungai mungkin sangat dapat dipahami  yang mana masyarakat budaya sungai menggunakan sungai sebagai TPA (tempat pembuangan akhir) bagi sampah-sampah rumah tangga . Sungai bagi mereka merupakan TPS (tempat pembuangan sampah) yang praktis dan mudah. Mengapa? Karena selain tidak adanya tempat sanpah yang  disediakan untuk masyarakat yang berada disekitar sungai tapi juga sudah menjadi kebiasaan turun temurun.<br />
Berarti membuang sampah persi budaya sungai adalah dengan menjadikan sungai sebagai tempat sampah yang alami.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aw3r3mu.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aw3r3mu.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aw3r3mu.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aw3r3mu.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aw3r3mu.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aw3r3mu.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aw3r3mu.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aw3r3mu.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aw3r3mu.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aw3r3mu.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aw3r3mu.wordpress.com&blog=3567348&post=14&subd=aw3r3mu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aw3r3mu.wordpress.com/2008/12/07/membuang-sampah-persi-budaya-sungai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa07a45f7740a278aa534639b0b37706?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aw3r3mu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>