1. Jelaskan hasil peradaban kuno Nusantara atau Indonesia yang masih tampak hingga sekarang di bidang kepercayaan?
2. Jelaskan makna dalam mempelajari peradaban dunia bagi kehidupan berbangsa dan bernegara?

1. Jelaskan secara kronologis peristiwa Rengasdengklok  hingga terselenggaranya Proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945?
2. Jelaskan arti penting Proklamasi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara?

Menyontek, kata yang sering kita dengar jika hidup di lingkungan sekolah, menyentek adalah sebuah budaya buruk yang di budaya kan dengan baik di dalam lingkungan sekolah oleh orang orang yang tidak baik yang mencoba ingin menjadi baik dengan cara instan dan curang. Menyontek di kalangan pelajar era sekarang ini bukan lagi sebuah kebiasaan yang memalukan melainkan sebuah gaya hidup dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Mengapa demikian? alasannya sederhana karena menyontek telah menjadi budaya laten,apa maksudnya?  Budaya laten dalam artian suatu kebiasaan buruk yang mereka lakukan tetapi mereka merasa tidak melakukan, sederhananya mereka melakukannya sudah dalam keadaan yang mereka tidak sadari lagi. Alasannya karena suatu kebiasaan yang sudah mendarah daging itu cendrung sulit berubah bahkan menjadi suatu kebutuhan primer yang wajib di penuhi ketika proses penilaian hasil belajar di sekolah atau sering di sebut dengan ulangan. Tragis memang ketika kita membudayakan budaya yang buruk seperti ini, tapi inilah realita pendidikan saat ini. Inilah gambaran suatu bangsa yang mengedepankan nilai angka dibandingkan dengan nilai kejujuran.

Tidak senang bila tidak libur, itulah pernyataan dari salah satu murid saya dengan lugu nya. Bahkan dia berpendapat sekolah lain akan lebih baik bila sekolah mereka libur. Dia akan mem banding bandingkan sekolahnya dengan sekolah lain bahwa sekolahnya sangat buruk. Aneh rasanya jika standar sekolah baik itu jika hanya di liat dari banyak liburnya saja. Inilah gambaran mentalitas  siswa siswi sekarang. Bahkan mereka menambahkan dengan tegasnya dan lantang nya bahwa sekolah bagus tersebut jika sekolah tersebut pulangnya lebih cepat seperti jam biasanya, mereka juga menyatakan mereka mau pulang untuk lebih lambat jika sekolah tersebut memiliki sana dan fasilitas yang memadai. Jadi intinya sarana prasarana atau fasilitas harus menjadi perhatian utama bagi semua elemen yang bertanggung jawab akan peningkatan mutu pendidikan. Itulah sedikit keluhan peserta didik saya yang sebenarnya tidak saya pikirkan tetapi hanya saya tuliskan menjadi sebuah tulisan. Tujuannya biar orang yang membaca yang memikirkan. Kayapa menurut pian.

Jangan dibaca

Posted: Februari 28, 2016 in Uncategorized

Banyak hal yang sebenarnya tindakan yg kita lakukan tidak sesuai dengan apa yang diperintahakan oleh orang lain, jangankan hal tersebut perintah dari orang lain, terkadang kita juga sering melakukan apa yang sebenarnya tidak perlu di lakukan karena hati dan pikiran kita sendiri menolak untuk melakukannya. Mengapa bisa demikian?
Memang tindakan seorang individu terkadang di kontrol dan di kendalikan oleh akal sehat dan nuraninya, namun terkadang ada kalanya akal pikiran dan hati nurani terkesamping kan oleh nafsunya, sehingga apa yang dilakukan bertolak belakang dengan apa yang seharusnya di lakukan nya, inilah yang menyebabkan mengapa seorang individu perlu menyelaraskan antara hati, pikiran dan tindakan agar berjalan selaras serasi dan seimbang.
Ada beberapa hal yang mampu mempengaruhi tindakan seseorang dalam berprilaku atau berbuat, terutama tindakan yang berhubungan dengan orang lain yang ada disekeliling nya :
1. Faktor sugesti yaitu sebuah tindakan seseorang yang didasarkan pada pengaruh yang datangnya dari luar dirinya atau orang lain dan diterima oleh pemikirannya tanpa individu tersebut berpikir panjang atas tindakannya
2. Faktor simpati yaitu suatu keadaan dimana seorang individu memiliki rasa ketertarikan akan suatu hal atau suatu perasaan yang dirasakan oleh seseorang dimana seakan akan individu tersebut merasakan  apa yang orang lain rasakan
3. Faktor empati yaitu suatu tindakan yang merupakan kelanjutan dari rasa simpati yang diwujudkan dengan tindakan nyata.
4. Faktor imitasi yaitu suatu tindakan individu yang meniru prilaku atau tindakan orang lain yang di kagumi atau di banggakan nya
5. Faktor identifikasi yaitu suatu tindakan seseorang yang didasarkan pada keinginan seseorang ingin meniru tindakan orang yang dikagumi nya, tatapi bukan hanya sekedar meniru melainkan adanya dorongan yang sangat kuat untuk ingin sama persis atau identik.
6. Faktor motivasi yaitu sebuah dorongan yang sangat kuat yang datangnya dari luar diri atau dalam diri individu yang menyebabkan seseorang menjadi lebih termotivasi atau bersemangat dalam melakukan sebuah perbuatan atau tindakan.
Nah jika judul tulisan ini jangan dibaca tetapi ada perasaan kalian ingin membacanya berarti tindakan kalian didasarkan oleh faktor apa? Tahulah pian jawabannya.

BungBang (Bungul Bangsat)

Posted: Februari 17, 2016 in Uncategorized

Bungul bungul bungul
Bansat bangsat bangsat
Bungul bangsat bungul bangsat
Bangsat bungul bangsat bungul

Bungul bungul bungul
Itulah kata kata bungul yang keluar dari mulut mulut orang bungul
Bangsat bangsat bangsat
Itu adalah kata kata bangsat yang keluar dari mulut mulut orang bangsat

Bungul dan bangsat memang sebuah kata kata kotor
Kata kata kotor yang keluar dari mulut mulut orang kotor. Kayapa satuju kah pian

Menulis Tulisan

Posted: Februari 16, 2016 in Uncategorized

Aku belajar menulis dari aku tak pernah bisa menulis hingga sampai saat ini aku belum mampu menjadi seorang penulis yang mampu membuat sebuah tulisan yang membanggakan. Sedih kah aku?  Jawabannya adalah tak sedikitpun aku merasa bersedih, alasannya sederhana karena aku sampai sekarang masih belajar menulis untuk mampu menulis. Jadi jika sampai saat ini aku belum mampu menjadi seorang penulis hebat itu wajar karena cita cita ku bukan menjadi seorang penulis hebat tetapi cita cita ku masih hanya sekedar ingin menjadi seseorang yang bisa menulis. Mungkin sebuah cita cita yang menyedihkan karena ketika banyak orang diluar sana ingin bercita cita menjadi seorang penulis hebat sementara aku hanya bercita cita ingin menjadi seorang yang penulis yang bisa menulis. Intinya dingsanakae ayo kita belajar manulis