Soal :

1.Deskripsikan baik dan buruknya keikutsertaan Indonesia dalam organsasi global dan regional?

Petunjuk mengerjakan

1. Paling lambat di kerjakan sampai tanggal 18 Desember 2016 pukul 00.00 wita

2. Deskripsi atau jawaban tidak boleh kurang dari 40 kosa kata dan tidak boleh lebih dari 50 kosa kata.

3. Di jawab langsung di blog ini di dalam kolom komentar dengan menyebutkan nama lengkap dan kelas.

4. Tidak boleh kopas di internet..harus pakai kata-kata sendiri dan pendapat sendiri.

5. Apabila tidak sesuai petunjuk di atas maka dinyatakan tidak tuntas dan mengulang jawaban kembali.

6. Siswa atau siswa yang mengikuti remidial adalah siswa yang nilainya di bawah 75.

Terus Berkarya Meski Sulit

Posted: November 24, 2016 in Uncategorized

‚ÄčJika suatu hari nanti kita tak lagi bersama mereka, kita tak lagi melihat canda gurau mereka dan kita bukanlah lagi bagian dari hidup mereka bahkan kita hanyalah merupakan masa lalu dari mereka. mereka hanya akan mengingat kita sebagai sosok yang pernah mengajar dan mendidik mereka, atau mungkin kita hanyalah sosok yang membosankan atau menyebalkan dalam masa lalu mereka.

Kehidupan mereka akan baik-baik saja tanpa ada kita di hadapan dan di samping mereka bahkan mungkin kehidupan mereka lebih baik dari kita. namun setidaknya kita akan menjadi bagian kecil dalam cerita kehidupan mereka walaupun terkadang mereka lupa akan jasa kita. mungkin inilah alasannya kita disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. selamat hari guru, teruslah berkarya sekalipun profesi ini sulit bagi kita.

Belajar Mengajar dan Mendidik

Posted: November 6, 2016 in Uncategorized

‚ÄčTerkadang aku merasa munafik, karena aku merasa mampu membuat mereka mengerti padahal aku sendiri terkadang tidak mampu mengerti apa yang ingin aku mengerti.

Terkadang aku merasa sombong, karena aku merasa mampu membuat mereka memahami, padahal aku sendiri terkadang tidak mampu memahami apa yang sebenarnya ingin aku pahami.

Terkadang aku merasa arogan, karena aku merasa mampu membuat mereka percaya apa yg aku katakan, padahal terkadang aku sendiri merasa kurang percaya dengan yang aku katakan.

Terkadang aku merasa congkak karena merasa mampu membuat mereka pintar padahal aku sendiri merasa masih jauh dari kata pintar.
Namun terkadang aku perlu melakukan semua itu karena aku merasa sebagai pengajar dan pendidik. walaupun sebenarnya tak semestinya aku melakukan semua itu. 

1. Jelaskan hasil peradaban kuno Nusantara atau Indonesia yang masih tampak hingga sekarang di bidang kepercayaan?
2. Jelaskan makna dalam mempelajari peradaban dunia bagi kehidupan berbangsa dan bernegara?

1. Jelaskan secara kronologis peristiwa Rengasdengklok  hingga terselenggaranya Proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945?
2. Jelaskan arti penting Proklamasi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara?

Menyontek, kata yang sering kita dengar jika hidup di lingkungan sekolah, menyentek adalah sebuah budaya buruk yang di budaya kan dengan baik di dalam lingkungan sekolah oleh orang orang yang tidak baik yang mencoba ingin menjadi baik dengan cara instan dan curang. Menyontek di kalangan pelajar era sekarang ini bukan lagi sebuah kebiasaan yang memalukan melainkan sebuah gaya hidup dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Mengapa demikian? alasannya sederhana karena menyontek telah menjadi budaya laten,apa maksudnya?  Budaya laten dalam artian suatu kebiasaan buruk yang mereka lakukan tetapi mereka merasa tidak melakukan, sederhananya mereka melakukannya sudah dalam keadaan yang mereka tidak sadari lagi. Alasannya karena suatu kebiasaan yang sudah mendarah daging itu cendrung sulit berubah bahkan menjadi suatu kebutuhan primer yang wajib di penuhi ketika proses penilaian hasil belajar di sekolah atau sering di sebut dengan ulangan. Tragis memang ketika kita membudayakan budaya yang buruk seperti ini, tapi inilah realita pendidikan saat ini. Inilah gambaran suatu bangsa yang mengedepankan nilai angka dibandingkan dengan nilai kejujuran.

Tidak senang bila tidak libur, itulah pernyataan dari salah satu murid saya dengan lugu nya. Bahkan dia berpendapat sekolah lain akan lebih baik bila sekolah mereka libur. Dia akan mem banding bandingkan sekolahnya dengan sekolah lain bahwa sekolahnya sangat buruk. Aneh rasanya jika standar sekolah baik itu jika hanya di liat dari banyak liburnya saja. Inilah gambaran mentalitas  siswa siswi sekarang. Bahkan mereka menambahkan dengan tegasnya dan lantang nya bahwa sekolah bagus tersebut jika sekolah tersebut pulangnya lebih cepat seperti jam biasanya, mereka juga menyatakan mereka mau pulang untuk lebih lambat jika sekolah tersebut memiliki sana dan fasilitas yang memadai. Jadi intinya sarana prasarana atau fasilitas harus menjadi perhatian utama bagi semua elemen yang bertanggung jawab akan peningkatan mutu pendidikan. Itulah sedikit keluhan peserta didik saya yang sebenarnya tidak saya pikirkan tetapi hanya saya tuliskan menjadi sebuah tulisan. Tujuannya biar orang yang membaca yang memikirkan. Kayapa menurut pian.