guru sertifikasi galau

Posted: Juli 18, 2013 in Uncategorized

Sertifikasi adalah bentuk dari progtam pemerintah untuk meningkatkan mutu dan keprofesionalan seorang tenaga pendidik. Program ini memberikan  tunjangan berupa nominal uang tertentu yang di sesuaikan dengan pangkat dan golingan tenaga pendidik. Biasanya berkisar 1,5-2 juta rupiah perorang. Uang tersebut di harapkan oleh pemerintah mambu membantu tenaga pendidik untuk meningkatkan mutu dan keprofesionalan seorang guru dalam mendidik dan mengajar. Misalnya membili alat atau sarana pengajaran seperti laptop. Atau meningkatkan kualitas mengajar dengan kuliah mengambil gelar strata dua. Namun sertifikasi ini di tafsirkan berbeda oleh kebanyakan para guru yang menerimnya. Kebanyakan mereka menganggap sertifikasi adalah uang kaget atau uang bonus. Sehingga banyak mereka yang menggunakan unag tersebut buat berbelnja barang-barang kebutuhan tersier. Seperti mobil misalnya. Ini dapat dilihat sekarang fenomena bantak guru yang mengendarai mobil pribadi. Baik membelinya secara kontan maupun dengan mengkredit.

Sertifikasi ini dapat di peroleh oleh seorang Guru PNS  atau guru honorer. Dengan ketentuan harus mampu mengajar minimal 24 jam perminggu. Sehingga banyak para guru yang harus mencukupi jumlah mengajar tersebut dengan mengajar di luar dari spesialisai pendidikan mereka. Namun dari pertengahan tahun 2013 ini telah muncul kebijakan baru dari pemerintah dan dinas pendidikan atau kementrian pendidikan bahwa  seorang guru yang menerima sertifikasi wajib mengajar minimal 24 jam dengan spesialisai sesuai dengan latar belakang pendidikannya atau linier,apabila ditemukan guru mengajar di luar dari besik pendidikan merka untuk mencukupi jam mengajar 24 jam perminggu maka merka akan di tuntuk harus mengembalikan dana sertifasi yang sudah mereka terima sebelumnya. Hal ini banyak membuat guru guru penerima sertifikasi galau,karena mereka harus kesana kemari bahkan keluar dari sekolah mereka untuk mencari jam mengajar demi mencukupi jumlah jam mengajar 24 jam perminggu yang sesuai dengan spesialisasi pendidikan mereka. Sebetulnya para guru tak perlu galau kalau mereka mrmahami betul betul makna dan maksud serta tujuan dari program sertifikasi dan rasanya merka juga tak perlu khawati kalau sertifikasi mereka di cabut kalau merka mengerti ada tanggung jawab yang besar di balik program sertifikasi tersebut yang harus mereka emban dan pertanggungjawabkan kepada sesama manusia dan kepada Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s