Cerita Inspiratif Bagi Guru dan Orang Tua

Posted: Juli 22, 2013 in Uncategorized

Cerita ini bermula dari sebuah keluarga yang sangat kaya raya, keluarga ini murupak catur warga,yang beranggotakan ayah,ibu dan dua orang anak laki laki.pada suatu ketika sang ayah meninggal dengan meninggalkan setumpuk harta yang melimpah bagi kedua anaknya yang sudah dewasa. Sepeninggalnya aayahnya , dia meninggalkan wasiat beserta surat pembagian harta kekayaan keluarga untuk anak anaknya yang di mandatkannya kepada istrinya. Di dalam surat tersebut masing masing anak mendapatkan harta waritan kurang lebih 1 M. Harta tersebut akan di bagikan dan di serahkan oleh sang ibu dengan syarat kedua anak mau menerima wasiat brrupa anjuran dan keinginanan ayahnya yang telah meninggal. Syarat tersebut ada tiga yang harus di lakukan kedua anak tersebut.
Syarat pertama: harta warisan tersebut hanya boleh di gunakan untuk membeli toko dan di gunakan untuk berdagang
Syarat kedua : setiap pergi ke toko tidak boleh terkena sinar matahari
Syarat ketiga: tidak boleh menagih hutang kepada siapapun.
Syarat syarat tersebut di sampaikan oleh ibu mereka atas mandat atau wasiat dari ayah mereka yang telah meninggal.
syarat tersebutpun di iyakan dan di setujua oleh kedua anak. Kemuadian meka gunakan hartabwarisan tersebut untuk memmbeli toko yang digunakan untuk berdagang. Berselang satu tahun dari awal merka membuka toko anak yang pertama mengalami kebangkrutan sedangkan anak kedua mengalami kemajuan usaha yang sangat pesat. Sang ibupun penasaran dan kemudian memanggil ke dua anaknya untuk mennyakan alasan kenapa bisa usaha mereka ada yang maju dan ada yang mundur. Anak pertama di tanya oleh sang ibu,kenapa usahamu mundur?anak pertamapun menjawab dengan mudahnya, “ssemuanya karena 3 pesan atau wasiat ayah”sang ibupun terkaget dengan balik bertanya,mengapa demikian? Ayah menganjurkan agar saya setiap pergi ke toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka akhirnya saya setiap pergi ke toko harus mengukan mobil pribadi atau taksi. Akhirnya biaya pengeluaran saya meningkat. Kemudia pesan ayah, saya tidak boleh menagih hutang kepada siapapun, akhirnya karena saya tidak menagih hutang kepada pembeli dan pelanggan saya yang berhutang akhirnya modal saya semakin menipis dan saya selalu mengalami kerugian tiap bulannya. Jawab sang anak pertama.
Kemudia sang ibu bertanya kepada anak kedua, mengapa nak usahqmu maju pesat, diapun menjawab dengan santunnya, semua ini karena wasiat dan pesan ayah. Mengapa demikian kata sang ibu. Sang anak menjawab” ayahkan berpesan agar setiap saya berangkat kerja ke toko, tidak boleh terkena sinar matahari, akhirnya saya mengsiasatinya dengan pergi ke toko pagi pagi sekali sebelum matahari terbit, sehingga saya bisa pergi ke toko dengan hanya naik motor atau sepeda bahkan dengan jalan kaki. Dan yang ke dua saya tidak menghutangkan barang dagangan saya ke pada orang lain, sehingga saya tidak perlu menagih hutang kepada siapapun.
Dari cerita di atas, mungkin mampu menjadi inspirasi bagi oara guru dan orang tua, untuk memahami karakter dan pemikiran seirang anak. Bahwa seorang dan setiap anak memeiliki pola pikir dan pemahaman yang berbeda beda. Sehingga kita di tuntut agar mampu menyampaikan informasi dengan jelas dan dengan bahasa yang sederhana agar mudah di mengerti dan di pahami oleh seorang anak didik kita bagi seorang guru khususnya ketika mengajar di dalam kelas.

Komentar
  1. eno mengatakan:

    saya setuju…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s