Diposkan pada Uncategorized

Sepenggal Cerita yang Mendidik

Cerita  yang bermula dari seorang pria yang sudah tua renta dan sakit sakitan yang slalu taat beribadah dan sangat rajin pergi sholat berjamaah kemesjid.
Pada suatu hari seorang pria yang tua renta tersebut inggin pergi ke mesjid, tujuannya adalah ingin menjalankan ibadah sholat ashar berjamaah. Ketika adzan berkumandang ,pria tadi bergegas bersiap siap berpaikaian sederhana. Kebetulan pada hari tersebut pria tua tersebut sedang dalam keadaan pusing dan kurang enak badan. Pelan pelan pria tersebut melanggkahkan kakinya turun dari rumahnya dengan di temani tonggkat kesayanggannya agar mampu berjalan lebih tegap dan stabil. Maklum saja penyakit orang yang sudah berumur, biasanya jalannya sempoyongan. Langkah demi langkah kaki pria tersebut berjalan dengan pastinya. Sampai di pertengahan jalan kaki pria tersebut tersandung batu yang membuat pria tersebut kehilanngan keseimbangan dan hampir terjermbab. Untungnya datang seorang pemuda yang mampu menggkap pria tersebut,yang membuat pria tersebut kembali mendapatkan kesiimbangannya berdiri. Kemudian pemuda tersebut menolong pria tadi dengan menuntunnya sampai kemesjid. Sesampainya di depan pintu mesjid, pemuda tadi pamit kepada pria tua. Kemudia sang pria tua tadi mengucapkan “terimakasih ya nak” pemuda tadi menjawab” sama sama pak” . Pria tua tersebut bertanya kepada pemuada tersebut, hai nak kenapa engkau tidak sekalian ikut sholat berjamaah di mesjid ini, pemuda tersebut menjawab dengan mudahnya, ” nanti di marahi ayah saya” pria tua kembali bertanya, siap gerangan orang ayahmu? Sang pemuda menjawab “Iblis” pria tua langsung tersentak dengan kegetnya dan beristigfar ” astagfirullah haladjim”. Pria tua tersebut kembali bertanya, lantas apa tujuanmu menolongku dan siapa yang menyuruhmu. Pemuda tadi menjawab ” ayahku yang menyuruhku, tujuannya agar kamu tidak mendapatkan pahala yang banyak,karena menurutnya, engkau adalah manusia yang sholeh dan taat beribadah, golongan kami sudah tidak mampu lagi menggodamu dan menghalangimu dalam beribadah sehingga kami hanya mampu memudahkan jalannmu dalam beribadah agar kamu tidak mendapatkan pahala yang berlipat lipat ganda dari ibadahmu karena halangan dalam ibadahmu. Karena semakin sulit tantangan dan halangan yang kamu dapati dalan setiap kamu menjalannkan ibadah agamamu maka akan semakin banyak pahala yang kamu dapatkan.
Semoga cerita tersebut mampu kita pahami dan kita renungkan bersama..

Iklan

Penulis:

aku orangnya punya prinsip mau jadi yang terbaik dari yang paling baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s