SOAL SEJARAH SMK KELAS X

Posted: Oktober 29, 2013 in Uncategorized

soal Kelas X Akutansi

1. Jelaskan perbedaan dari prasejarah dengan praaksara?

2. salah satu teori dari terbentuknya bumi adalah teori big bang, jelaskan!

soal kelas X Pemasaran

1. proses evolusi bumi dibagi kedalam beberapa periode, yaitu azoikum, paleozoikum, mosozoikum dan neozoikum, jelaskan!

2. sebutkan jenis-jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia?

soal kelas X TKJ

1. jelaskan apa yang kamu ketahui dasri situs sangiran, jelaskan!

2. apa arti dari megantthropus paleojavanicus dan pithecanthropus erectus?

soal kelas X Farmasi

1. jelaskan secara singkat mengenai kebudayaan pacitan dan ngandong?

2. jelaskan mengapa pada zaman neolithikum dikatakan telah terjadi sebuah revolusi kebudayaan, jelaskan!

 

Komentar
  1. Erni johansyah mengatakan:

    1.Perbedaan pra aksara dan pra sejarah adalah praaksara ada lah zaman sebelum mengenal tulisan sedangkan pra sejarah adalah zaman sebelum sejarah

    • HELMIHAKIM mengatakan:

      sip

      • irmarafidatul mengatakan:

        NAMA; ermawati
        hayati
        kelas; x pm

        1.- Azoicum (yunani ; a=tidak ; zoon= hewan ) ,yaitu zaman sebelum adanya kehidupan . pada saat ini bumi baru terbentuk dengan suhu yang relatif tinggi . waktunya lebih dari satu milyar tahun lalu .
        – Palaezoicum, yaitu zaman purba tertua . pada masa ini sudah meninggalkan fosil flora dan fauna . berlangsung kira2 350.000.000 tahun .
        -Mesozoicum.yaitu zaman purba tengah.pada masa ini hewan mamalia (menyusui),hewan amfibi , burung dan tumbuhan berbunga mulai ada. lamanya kira2 140.000.000 tahun.
        -Neozoicum, yaitu zaman purba baru , yang dimulai sejak 60.000.000 tahun yang lalu . zaman ini dapat dibagi lagi menjadi dua tahap (tersier dan quarter), zaman es mulai menyusut dan makhluk2 tingkat tinggi dan manusia mulai hidup.

        2. – Meganthropus paleojavanicus
        – pithecanthropus erectus
        – homo sapiens

      • HELMIHAKIM mengatakan:

        sip

      • Raudatul jannah mengatakan:

        perbedaan pra aksara adalah zaman sebelum manusia mengenal tulisan, sedangkan pra sejarah adalah zaman sebelum adanya sejarah kehidupan manusia.

      • HELMIHAKIM mengatakan:

        sip

    • Azwar agustiar dan gilang ramadan mengatakan:

      Nama: Azwar agustiar
      Gilang ramandan
      emal: azwar_agustiar@yahoo.com
      Kelas XB TKJ

      1.Situs sangiran adalah situs arkeologi di Jawa,Indonesa tempat ini merupakan lokasi penemuan
      beberapa fosil manisua purba, sehingga sangat penting dalam sejarah perkembangan manusia purba. Area ini memiliki luas kurang lebih 48 km² dan sebagian besar berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, 17 kilometer sebelah utara Kota Surakarta, di lembah Bengawan Solo dan di kaki Gunung Lawu. Ada sebagian yang merupakan bagian dari Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo).

      Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya dan ada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO

      jenis Meganthropus paleojavanicus.
      Meganthropus Paleojavanicus adalah manusia purba yang tertua di Indonesia. Meganthropus Paleojavanicus berasal dari kata-kata berikut ini:

      1. Mega yang artinya adalah “besar”.
      2. Anthropus yang artinya adalah “manusia”.
      3. Paleo yang artinya adalah “paling tua/tertua”.
      4. Javanicus yang artinya adalah “Jawa”.

      Jadi Meganthropus Paleojavanicus artinya adalah “manusia bertubuh besar yang paling tua dari Pulau Jawa”. Meganthropus Paleojavanicus diperkirakan hidup pada dua juta tahun yang lalu. Ciri-ciri Meganthropus Paleojavanicus adalah sebagai berikut:

      1. Memiliki tulang rahang yang kuat
      2. Tidak memiliki dagu
      3. Menunjukkan ciri-ciri manusia tetapi lebih mendekati kera.
      4. Berbadan besar dan tegap
      jenis pithecanhropous Erectus
      Pithecanthropus Erectus
      Nama manusia purba ini berasal dari tiga kata, yaitu pithecos yang berarti kera, anthropus yang berarti manusia, dan erectus yang berarti tegak. Jadi Pithecanthropus Erectus berarti “manusia kera yang berjalan tegak”. Nama
      sebutan itu didasarkan pada fosil yang ditemukan. Penemuan ini berupa tulang paha yang lebih besar dibandingkan tulang lengan. Demikian juga volume otaknya lebih besar dari pada kera, tetapi lebih kecil dari pada manusia.

      Fosil ini ditemukan oleh seorang ahli purbakala dari negara Belanda yang bernama Eugene Dudois. Fosil manusia purba ini ditemukan di Desa Trinil, Ngawi, Jawa Timur tahun 1891. Fosil sejenis juga ditemukan di Desa Jetis Mojokerto di lembah Kali Brantas tahun 1936. Karena temuan itu berupa fosil anak-anak, oleh Weidenreich dinamakan Pithecanthropus Robustus. Von Koenigswald menamakannya Pithecanthropus Mojokertensis, karena ditemukan di Mojokerto.

      Ciri-ciri Pithecanthropus Erectus :

      Tulang Rahang dan Gigi Besar dan Kuat
      Tidak Berdagu
      Tingi Badan Sekitar 165-170 cm
      Berbadan dan Berjalan Tegak
      Kening Menonjol

    • M.Agis mengatakan:

      Nama:M.Agis
      Kelas: XA TKJ
      NO.1
      *sangiran
      Situs Kepurbakalaan Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Tempat ini merupakan lokasi penemuan beberapa fosil manusia purba, sehingga sangat penting dalam sejarah perkembangan manusia dunia.

      Area ini memiliki luas kurang lebih 48 km² dan sebagian besar berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, 17 kilometer sebelah utara Kota Surakarta, di lembah Bengawan Solo dan di kaki Gunung Lawu. Ada sebagian yang merupakan bagian dari Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo).

      Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya dan ada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.
      NO.2
      Meganthropus paleojavanicus
      kata berikut ini:

      1. Mega yang artinya adalah “besar”.
      2. Anthropus yang artinya adalah “manusia”.
      3. Paleo yang artinya adalah “paling tua/tertua”.
      4. Javanicus yang artinya adalah “Jawa”.

      Pithecanthropus erectus
      Nama Pithecanthropus erectus sendiri berasal dari akar bahasa Yunani dan latin dan memiliki arti manusia-kera yang dapat berdiri.

    • Kumala Sari X b TKJ mengatakan:

      Nama : Kumala Sari
      Kelas : X b TKJ

      1. Situs Kepurbakalaan Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Tempat ini merupakan lokasi penemuan beberapa fosil manusia purba, sehingga sangat penting dalam sejarah perkembangan manusia dunia.

      Area ini memiliki luas kurang lebih 48 km² dan sebagian besar berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, 17 kilometer sebelah utara Kota Surakarta, di lembah Bengawan Solo dan di kaki Gunung Lawu. Ada sebagian yang merupakan bagian dari Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo).

      Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya dan ada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

    • M.noor firdaus mengatakan:

      Nama :M.noor firdaus
      Kelas :Xa TKJ
      No 1
      #Situs sangiran
      Manusia Purba Sangiran

      Sangiran adalah sebuah situs arkeologi. Secara geografis situs Sangiran terlatak antara kabupaten Sragen dan kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Area ini memilikiluas 48 km2 15km2 sebelah utara Surakarta di lembah sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu.

      Sejarah Penemuan dan Pengakuan

      Pada1936-1941seorang ilmuan antropologi dari Jerman Gustav Heinrich Ralph von Koenigswal dmulai melakukan penelitan terhadap situs Sangiran tersebut. Setelah dilakukan penelitaian berikutnya, ditemukan 50 fosil lebih di antaranya Pithecanthropus erectus (Manusia Jawa), Meganthropus palaeo javanicus. Selain itu juga ditemukan fosil hewan seperti badak, tanduk kerbau, gading gajah, tanduk rusa dan lain-lain. Secara keseluruhan diperkirakan umur fosil yang ditemukan tersebut berusia 1 sampai 1,5 juta tahun dan diperkirakan juga umur fosil sudah terkubur sejak2 juta tah­un yang lalu. Dari 50 fosil yang ditemukan tersebut sudah mewakili 50% fosil yang ada di dunia.

      Sebelum kemunculan Koenigswald, pada awal 1930-an, masyarakat di sana hanya mengenal fosil-fosil yang banyak terdapat di lingkungan alam sekitar mereka sebagai balung buto alias tulang-tulang raksasa. Ilmuwan asal Jerman itu telah memberi pemahaman baru kepada masyarakat Sangiran terkait keberadaan fosil dan artefak purba.

      Selain itu, pemahaman mereka terkait balung buto juga berkaitan dengan tradisi lisan mengenai perang besar yang pernah terjadi di kawasan perbukitan Sangiran, ribuan tahun silam. Dalam pertempuran itu banyak raksasa yang gugur dan terkubur di perbukitan Sangiran, sebagaimana “dibuktikan” lewat potongan-potongan tulang-belulang besar yang mereka namakan balung buto. Para tetua kampung yang berusia di atas 60 tahun masih ada yang mengenal mitos tentang asal usul balung buto tersebut. Bahkan tak sedikit di antara mereka yang masih percaya akan kebenarannya.

      Sebelum kedatangan Koenigswald, balung buto dianggap memiliki kekuatan magis. Selain berfungsi sebagai sarana penyembuhan berbagai penyakit, pelindung diri atau sebagai jimat, nilai magis balung buto juga dipercaya dapat membantu ibu-ibu yang susah melahirkan. Kerena itu, tidak heran bila pada kurun waktu sebelum 1930-an, balung butoyang banyak banyak bermunculan di berbagai tempat—di tepi sungai dan di lereng-lereng perbukitan—jarang diganggu oleh penduduk setempat.

      Koenigswald mengubah pandangan itu. Luasnya cakupan wilayah sirus Sangiran, dengan kondisi alam yang tandus-gersang dan bebukit-bukit, memang tidak memungkinkan peneliti asing itu bekerja sendiri. Dalam upaya untuk mengumpulkan fosil, Koenigswald minta bantuan penduduk.

      Sebagai imbalan atas keterlibatan penduduk, Koenigswald menerapkan sistem upah berupa uang kepada penduduk yang menemukannya. Besaran hadiah cukup beragam, bergantung pada jenis fosil dan kelangkaannya. Masyarakat pun mulai sadar, ternyata benda yang dulu mereka sebut balung buto memiliki nilai tukar yang cukup menjanjikan.

      Setelah ituistilah balung buto perlahan lenyap digantikan fosil sebagai nama baru, pengertian dan nilainya pun berhasil diinternalisasikan oleh Koenigswald. Sejak itu pula, masyarakat Sangiran mengenal konsep pemaknaan baru terkait keberadaan fosil alias balung buto, yang semula dikaitkan dengan keyakinan sebagai mitos yang bernilai magis menjadi semacam komoditi baru yang hanya bernilai ekonomis.

      Pada tahun 1977 situs Sangiran dideklarasikan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan dan padatahun 1996 terdaftar dalam situs warisan dunia oleh UNESCO.

      Masih terletak di wiliyah Sangiran terdapat museum Sangiran, di museum tu terdapat koleksi13.086 koleksi fosil ma­nusia purba dan merupakan situsmanusia purba berdiri tegak yang terlengkap di Asia. Selain itu juga dapat ditemukan fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut serta alat-alat batu sekitar 2 juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu, yaitu dari kala Pliosen akhir hingga akhir Pleistosen tengah.

      No 2
      #Megantthropus paleojavanicus
      Mega yang artinya adalah “besar”.
      Anthropus yang artinya adalah “manusia”.
      Paleo yang artinya adalah “paling tua/tertua”.
      Javanicus yang artinya adalah “Jawa”.

      Jadi Meganthropus Paleojavanicus artinya adalah “manusia bertubuh besar yang paling tua dari Pulau Jawa”. Meganthropus Paleojavanicus diperkirakan hidup pada dua juta tahun yang lalu. Ciri-ciri Meganthropus Paleojavanicus adalah sebagai berikut:

      Memiliki tulang rahang yang kuat
      Tidak memiliki dagu
      Menunjukkan ciri-ciri manusia tetapi lebih mendekati kera.
      Berbadan besar dan tegap

      #pithecanthropus erectus
      Pithecanthropus Erectus
      Nama manusia purba ini berasal dari tiga kata, yaitu pithecos yang berarti kera, anthropus yang berarti manusia, dan erectus yang berarti tegak. Jadi Pithecanthropus Erectus berarti “manusia kera yang berjalan tegak”. Nama
      sebutan itu didasarkan pada fosil yang ditemukan. Penemuan ini berupa tulang paha yang lebih besar dibandingkan tulang lengan. Demikian juga volume otaknya lebih besar dari pada kera, tetapi lebih kecil dari pada manusia.

      *Ciri-ciri Pithecanthropus Erectus :
      Tulang Rahang dan Gigi Besar dan Kuat
      Tidak Berdagu
      Tingi Badan Sekitar 165-170 cm
      Berbadan dan Berjalan Tegak
      Kening Menonjol

    • Widya Astuti mengatakan:

      #1

      1) Perbedaan pra Aksara dan Pra Sejarah adalah

      -Pra Aksara berasal dari 2 kata , yakni Pra yang berarti sebelum dan Aksara yang berarti tulisan .Dengan demikian zaman Pra Aksara adalah Masa Kehidupan Sebelum Mengenal Tulisan.

      sedangkan Pra Sejarah
      -Pra berati Sebelum dan Sejarah ( Prasejarah ) berarti sebelum ada Sejarah atau sebelum ada aktivitas kehidupan manusia .

    • Zuraidah mengatakan:

      ZURAIDAH X PEMASARAN
      1.azoicom yaitu zaman sebelum adanya kehidupan.pada saat ini bumi baru terbentuk dengan suhu yang relatif tinggi.waktunya lebih dari satu milyar tahun lalu
      2.palaezoicom,yaitu zaman purba tertua pada masa ini sudah meninggalkan fosil flora dan fauna.berlangsung kira-kira 3500.000.000 tahun
      3.masozoicom,yaitu zaman purba tengah.pada masa ini hewan mamalia(menyusui),hewan amfibi, burung dan tumbuhan berbunga mulai ada. lamanya kira-kira 140.000.000 tahun
      4.neozoicum yaitu zaman purba baru yang dimulai sejak 60.000.000 tahun yang lalu . zaman ini dapat dibagi lagi menjadi dua tahap (tersier dan quarter) zaman es mulai menyusut dan makhluk-maakhluk tingkat tinggi dan manusia mulai hidup.

    • Husnatul Putri mengatakan:

      Nama :Husnatul Putri
      Kelas : Xa Akuntansi
      1. praaksara:
      Disebut juga zaman nirleka, yaitu zaman tidak ada tulisan. Setelah manusia mengenal tulisan maka disebut zaman sejarah. Berakhirnyazaman prasejarah setiap bangsa berbeda-beda berdasarkan perkembangan setiap bangsatersebut serta informasi yang masuk ke bangsa itu.
      Prasejarah :
      Merupakan kurun waktu (zaman) pada saat manusia belummenganal tulisan atau huruf
      2. Big Bang adalah jumlah hidrogen dan helium di ruang angkasa. Dalam berbagai penelitian, diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-helium di alam semesta bersesuaian dengan perhitungan teoritis konsentrasi hidrogen-helium sisa peninggalan peristiwa Big Bang. Jika alam semesta tak memiliki permulaan dan jika ia telah ada sejak dulu kala, maka unsur hidrogen ini seharusnya telah habis sama sekali dan berubah menjadi helium. Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang diterima oleh masyarakat ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu pengetahuan tentang asal muasal alam semesta. Begitulah, alam semesta ini telah diciptakan oleh Allah Yang Maha Perkasa dengan sempurna tanpa cacat: Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihtatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang.

    • M.RIZKY MULYADI mengatakan:

      M.RIZKY mulyadi
      kelas:xb tkj
      ”SANGIRAN” Situs Kepurbakalaan Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Tempat ini merupakan lokasi penemuan beberapa fosil manusia purba, sehingga sangat penting dalam sejarah perkembangan manusia dunia.

      Area ini memiliki luas kurang lebih 48 km² dan sebagian besar berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, 17 kilometer sebelah utara Kota Surakarta, di lembah Bengawan Solo dan di kaki Gunung Lawu. Ada sebagian yang merupakan bagian dari Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo).

      Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya dan ada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

  2. nurul hidayah mengatakan:

    sebelum mengenal tulisan d’sebut juga praaksara

    sebelum sejarah d’sebut juga prasejarah

  3. nurul hidayah mengatakan:

    prasejarah adlah sbelum sejarah sedang kan praaksara adlh sbelum mngenal tulisan

  4. Ismawati mengatakan:

    1) Prasejarah sebelum ada sejarah sedangkan praaksara sebelum mengenal tulisan
    2)Dalam Big Bang Theory dikatakan bahwa sebelum Alam semesta tercipta, hanya ada sebuah energi panas yang sangat padat. Hingga suatu hari, energi panas yang padat tersebut mengembang dan meledak. satu per satu komponen kehidupan tercipta hingga akhirnya seperti sekarang ini.

  5. yoan maudy salwa mengatakan:

    Nama : yoan maudy salwa
    Kelas : X.A AK
    1.Masa Praaksara adalah masa dimana manusia belum mengenal tulisan atau disebut masa prasejarah

  6. yoan maudy salwa mengatakan:

    Nama : yoan maudy salwa
    Kelas : X.A AK
    2. Big Bang (terjemahan bebas: Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar) dalam kosmologi adalah salah satu teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari kondisi super padat dan panas, yang kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu.

  7. Nama : Rosyid Mulianto
    kls :Xb TK-j

    *SANGIRAN
    Situs Kepurbakalaan Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Tempat ini merupakan lokasi penemuan beberapa fosil manusia purba, sehingga sangat penting dalam sejarah perkembangan manusia dunia.
    Area ini memiliki luas kurang lebih 48 km² dan sebagian besar berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, 17 kilometer sebelah utara Kota Surakarta, di lembah Bengawan Solo dan di kaki Gunung Lawu. Ada sebagian yang merupakan bagian dari Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo).
    Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya dan ada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

    *SEJARAH EKSPLORASI
    Ketika aktif melakukan eksplorasi pada akhir abad ke-19, Eugene Dubois pernah melakukan penelitian di sini, namun tidak terlalu intensif karena kemudian ia memusatkan aktivitas di kawasan Trinil, Ngawi.
    Sejak tahun 1934, ahli antropologi Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald memulai penelitian di area tersebut, setelah mencermati laporan-laporan berbagai penemuan balung buta (“tulang buta/raksasa”) oleh warga dan diperdagangkan. Saat itu perdagangan fosil mulai ramai akibat penemuan tengkorak dan tulang paha Pithecanthropus erectus (“Manusia Jawa”) oleh Eugene Dubois di Trinil, Ngawi, tahun 1891. Trinil sendiri juga terletak di lembah Bengawan Solo, kira-kira 40 km timur Sangiran.
    Dengan dibantu oleh Toto Marsono, pemuda yang kelak menjadi lurah Desa Krikilan, setiap hari von Koenigswald meminta penduduk untuk mencari balung buta, yang kemudian ia bayar. Pada tahun-tahun berikutnya, hasil penggalian menemukan berbagai fosil Homo erectus lainnya. Ada sekitar 60 lebih fosil H. erectus atau hominid lainnya dengan variasi yang besar, termasuk seri Meganthropus palaeojavanicus, telah ditemukan di situs tersebut dan kawasan sekitarnya.
    Selain manusia purba, ditemukan pula berbagai fosil tulang-belulang hewan-hewan bertulang belakang (Vertebrata), seperti buaya (kelompok gavial dan Crocodilus), Hippopotamus (kuda nil), berbagai rusa, harimau purba, dan gajah purba (stegodon dan gajah moderen).
    Penggalian oleh tim von Koenigswald berakhir 1941. Koleksi-koleksinya sebagian disimpan di bangunan yang didirikannya bersama Toto Marsono di Sangiran, yang kelak menjadi Museum Purbakala Sangiran, tetapi koleksi-koleksi pentingnya dikirim ke kawannya di Jerman, Franz Weidenreich.

  8. fitriani ,X Farmasi mengatakan:

    1.kebudayaan pacitan adalah kebudayaan yang berkembang didaerah pacitan jawa timur,ditemukan beberapa alat dari batu peneliti pertama yaitu Von Koenigwald yang telah menemukan bebatuan/alat-alat batu didaerah punung contohnya kapak peribas dan alat batu yang disebut chopper (alat peletak) sedangkan kebudayaan ngandong adalah kebudayaan berkembang di ngandong dan sidorejo dekat ngawi.didaerah ini ditemukan alat-alat dari batu dan alat-alat dari tulang yang berupa tanduk rusa sebagai penusuk atau belati. 2. yaitu karena terjadi perubahan pola hidup manusia . dari pola hiduo food gathering digantikan dengan pola food producing.

  9. name : Mursidah , Kelas : X a. Akuntansi mengatakan:

    1. zaman prasejarah adalah zaman sebelum dan ada nya sejarah,,sedangkan zaman praaksara adalah zaman di mana manusia sebelum mengenal tulisan

    2. yaitu teori yang menyatakan bahwa alam semesta mulanya berbentuk gumpalan gas yang mengisi seluruh ruang jagad raya.🙂😉

  10. Rika Ramadhani mengatakan:

    Nama : Rika Ramadhani
    kelas : X.A AK

    Masa pra aksara adalah masa sebelum manusia mengenal bentuk tulisan. Masa pra aksara disebut juga masa nirleka (nir artinya tidak ada tulisan). Sedangkan masa pra sejarah adalah masa sebelum manusia mengenal sejarah.

  11. Devi Herlina Elita mengatakan:

    1. prasejarah adalah zaman sebelum adanya sejarah . sedangkan praaksara adalah zaman kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan.
    2. Teori big bang menyatakan bahwa alam semesta mulanya terbentuk dari gumpalan gas yang mengisi seluruh ruang jagad raya . Gumpalan gas itu suatu saat akan meledak dengan satu dentuman yang amat dahsyat . setelah itu , materi yang terdapat di alam semesta mulai berdesakan satu sama lain dalam kondisi suhu dan kepadatan yang sangat tinggi, sehingga hanya tersisa energi berupa proton , neutron dan elektron yang bertebaran ke seluruh arah .

  12. M.ihsan shobirin mengatakan:

    1.karena pra aksara berarti sebelum ada tulisan . Berbeda dengan pra sejarah yang berarti sebelum ada sejarah / kegiatan . Meski manusia belum mengenal tulisan , tidak berarti manusia tidak memiliki sejarah / kegiatan dan kebudayaan .

    2.Teori Big Bang menyatakan alam semesta ini, bermula dari satu ledakan besar atom raksasa, yang terjadi sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu.
    Dan teori ini mendapat dukungan ilmuan muslim Prof Baiquni, yang menurutnya, Teori Big Bang sangat sesuai dengan berita yang terdapat di dalam ayat-ayat Al Qur’an.

  13. Devi Herlina Elita mengatakan:

    1. prasejarah adalah zaman sebelum adanya sejarah . sedangkan praaksara adalah zaman kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan.
    2. Teori big bang menyatakan bahwa alam semesta mulanya terbentuk dari gumpalan gas yang mengisi seluruh ruang jagad raya . Gumpalan gas itu suatu saat akan meledak dengan satu dentuman yang amat dahsyat . setelah itu , materi yang terdapat di alam semesta mulai berdesakan satu sama lain dalam kondisi suhu dan kepadatan yang sangat tinggi, sehingga hanya tersisa energi berupa proton , neutron dan elektron yang bertebaran ke seluruh arah .

    • HELMIHAKIM mengatakan:

      sip

      • sarigalau01 mengatakan:

        nama: purnama sari
        iin marlina
        kelas x pemasaran

        1. -azoicum (yunani: a= tidak ; zoon=hewan ),yaitu zaman sebelum adanya kehidupan . pada saat ini bumi baru terbentuk dengan suhu yang relatif tinggi.waktunya lebih dari satu milyar tahun lalu
        – palaezoicum,yaitu zaman purba tertua.pada masa ini sudah meninggalkan fosil flora dan fauna. berlangsung kira2 350.000.000 tahun.
        -mesozoicum,yaitu zaman purba tengah. pada masa ini hewan mamalia (menyusui), hewan amfibi,burung dan tumbuhan berbunga mulai ada. lamanya kira2 140.000.000 tahun.
        -neozoicum, yaitu zaman purba baru,yg dimulai sejak 60.000.000 tahun yg lalu.zaman ini dapat dibagi lagi menjadi 2 tahap(tersier dan quarter),zaman es mulai menyusut dan makhluk2 tingkat tinggi dan manusia mulai hidup.

        2. jenis manusia yg ditemukan di indonesia adalah
        -meganthropus paleojavanicus
        -pithecanthropus erectus
        -homo sapiens

      • HELMIHAKIM mengatakan:

        sip

  14. Mursidah dan Fitriani mengatakan:

    nama : MUrsidah
    kelas : X a Akuntansi

    1. zaman prasejarah adalah dimana zaman sebelum adA SEJARAH,SEDANGKAN zaman praaksara adalah zaman sebelum mengenal tulisan

    2. adalah teori yang menyatakan bahwa alam semesta mulanya berbentuk gumpalan gas yang mengisi seluruh ruang jagad raya

    nama : fitriani
    kelas : X Farmasi

    1. adalah kebudayaan yang berkembang di daerah pacitan,JATIM, yg pertama kali di teliti oleh Von Koenigwald,dengan hasil temuan berupa alat-alat dari batu contoh nya kapak perimbas dan chopper (alat peletak).
    sedangkan kebudayaan Ngandong adalah kebudayaan yg berkembang di Ngandong,dan sidorejo,dakat Ngawi,,yg di temukan berupa alat-alat batu dan alat-alat tulang sebagai penusuk / belati (dari tanduk rusa)

    2.yaitu karena terjadi perubahan pola hidup manusia purba,,dari pola Food gathering berganti menjadi pola Food Producing

  15. Ali safwan mengatakan:

    Ali safwan
    Xa-tkj

    Jawab : sangiran merupakan sebuah kompeleks situs manusia purba dari kala pleistosen yang paling lengkap dan paling penting di indonesia dan bahkan di asia . Berdasarkan materi tanahnya situs sangiran berupa endapan lempung hitam dan pasir fluvio volkanik tanahnya ridaj subur dan terkesan gersang pada musim kemarau. Sangiran pertama kali di temukan oleh P.E.C Schemulling pada tahun 1864, dengan laporan penemuan fosil vertabrata dari kalioso, bagian dari wilayah sangiran. Eugene dubois juga pernah datang ke sangiran akan tetapi ia kurang tertarik dengan temuan-temuan di wilayah sangiran, Pada tahun 1934, G.H.R Von Koenigswald menemukan artefak litik di wilayah Ngebung yang terletak sekitar 2 Km di barat laut kubah sangiran. Artefak litik itulah yang menjadi temuan penting bagi situs sangiran. Sejak penemuan dari Von koenigswald, situs sangiran menjadi sangat terkenal berkaitan dengan penemuan-penemuan fosil Homo Erektus secara sporadis. Homo erectus adalah takson paling penting dalam sejarah manusia, sebelum masuk pada tahapan manusia Homo sapiens, manusia modern.Jenis-jenis manusia purba yang di temukan adalah sebagai berikut :
    1. Meganthropus paleojavanicus artinya manusia raksasa dari jawa, yang ditemukan oleh Von koenigswald pada tahun 1934 dan 1941.
    2. Pithecanthropus erectus yang artinya manusia kera yang berjaan tegak ,yang di temukan oeleh eugene duboispada tahun 1890
    3. Homo sapiens artinya manusia sempurna, yang pertama meneliti fosil ini ialah Von reischoten dan di lanjutkan oleh Eugene Dubois.

  16. M.Agis mengatakan:

    Nama:M.Agis
    Kelas: XA TKJ
    NO.1
    *SANGIRAN
    Situs Kepurbakalaan Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Tempat ini merupakan lokasi penemuan beberapa fosil manusia purba, sehingga sangat penting dalam sejarah perkembangan manusia dunia.

    Area ini memiliki luas kurang lebih 48 km² dan sebagian besar berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, 17 kilometer sebelah utara Kota Surakarta, di lembah Bengawan Solo dan di kaki Gunung Lawu. Ada sebagian yang merupakan bagian dari Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo).

    Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya dan ada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.
    NO.2
    Meganthropus paleojavanicus
    1. Mega yang artinya adalah “besar”.
    2. Anthropus yang artinya adalah “manusia”.
    3. Paleo yang artinya adalah “paling tua/tertua”.
    4. Javanicus yang artinya adalah “Jawa”.
    Pithecanthropus erectus
    Nama Pithecanthropus erectus sendiri berasal dari akar bahasa Yunani dan latin dan memiliki arti manusia-kera yang dapat berdiri.

  17. Ali safwan mengatakan:

    Ali safwan & Yoga maulana
    Xa-tkj

    Jawab : sangiran merupakan sebuah kompeleks situs manusia purba dari kala pleistosen yang paling lengkap dan paling penting di indonesia dan bahkan di asia . Berdasarkan materi tanahnya situs sangiran berupa endapan lempung hitam dan pasir fluvio volkanik tanahnya ridaj subur dan terkesan gersang pada musim kemarau. Sangiran pertama kali di temukan oleh P.E.C Schemulling pada tahun 1864, dengan laporan penemuan fosil vertabrata dari kalioso, bagian dari wilayah sangiran. Eugene dubois juga pernah datang ke sangiran akan tetapi ia kurang tertarik dengan temuan-temuan di wilayah sangiran, Pada tahun 1934, G.H.R Von Koenigswald menemukan artefak litik di wilayah Ngebung yang terletak sekitar 2 Km di barat laut kubah sangiran. Artefak litik itulah yang menjadi temuan penting bagi situs sangiran. Sejak penemuan dari Von koenigswald, situs sangiran menjadi sangat terkenal berkaitan dengan penemuan-penemuan fosil Homo Erektus secara sporadis. Homo erectus adalah takson paling penting dalam sejarah manusia, sebelum masuk pada tahapan manusia Homo sapiens, manusia modern.Jenis-jenis manusia purba yang di temukan adalah sebagai berikut :
    1. Meganthropus paleojavanicus artinya manusia raksasa dari jawa, yang ditemukan oleh Von koenigswald pada tahun 1934 dan 1941.
    2. Pithecanthropus erectus yang artinya manusia kera yang berjaan tegak ,yang di temukan oeleh eugene duboispada tahun 1890
    3. Homo sapiens artinya manusia sempurna, yang pertama meneliti fosil ini ialah Von reischoten dan di lanjutkan oleh Eugene Dubois.

  18. Ali safwan mengatakan:

    Ali safwan & Yoga maulana
    Xa-tkj

    Jawab : sangiran merupakan sebuah kompeleks situs manusia purba dari kala pleistosen yang paling lengkap dan paling penting di indonesia dan bahkan di asia . Berdasarkan materi tanahnya situs sangiran berupa endapan lempung hitam dan pasir fluvio volkanik tanahnya ridaj subur dan terkesan gersang pada musim kemarau. Sangiran pertama kali di temukan oleh P.E.C Schemulling pada tahun 1864, dengan laporan penemuan fosil vertabrata dari kalioso, bagian dari wilayah sangiran. Eugene dubois juga pernah datang ke sangiran akan tetapi ia kurang tertarik dengan temuan-temuan di wilayah sangiran, Pada tahun 1934, G.H.R Von Koenigswald menemukan artefak litik di wilayah Ngebung yang terletak sekitar 2 Km di barat laut kubah sangiran. Artefak litik itulah yang menjadi temuan penting bagi situs sangiran. Sejak penemuan dari Von koenigswald, situs sangiran menjadi sangat terkenal berkaitan dengan penemuan-penemuan fosil Homo Erektus secara sporadis. Homo erectus adalah takson paling penting dalam sejarah manusia, sebelum masuk pada tahapan manusia Homo sapiens, manusia modern.Jenis-jenis manusia purba yang di temukan adalah sebagai berikut :
    1. Meganthropus paleojavanicus artinya manusia raksasa dari jawa, yang ditemukan oleh Von koenigswald pada tahun 1934 dan 1941.
    2. Pithecanthropus erectus yang artinya manusia kera yang berjaan tegak ,yang di temukan oeleh eugene duboispada tahun 1890
    3. Homo sapiens artinya manusia sempurna, yang pertama meneliti fosil ini ialah Von reischoten dan di lanjutkan oleh Eugene Dubois

  19. Mar'atul hasanah mengatakan:

    1) Prasejarah zaman sebelum mengenal sejarah, sedangkan praakssara zaman sebelum mengenal tulisan

  20. M.noor firdaus mengatakan:

    Nama:M.noor firdaus
    kelas:X a TKJ
    No1
    #Situs sangiran
    Sangiran adalah sebuah situs arkeologi. Secara geografis situs Sangiran terlatak antara kabupaten Sragen dan kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Area ini memilikiluas 48 km2 15km2 sebelah utara Surakarta di lembah sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu.

    Sejarah Penemuan dan Pengakuan

    Pada1936-1941seorang ilmuan antropologi dari Jerman Gustav Heinrich Ralph von Koenigswal dmulai melakukan penelitan terhadap situs Sangiran tersebut. Setelah dilakukan penelitaian berikutnya, ditemukan 50 fosil lebih di antaranya Pithecanthropus erectus (Manusia Jawa), Meganthropus palaeo javanicus. Selain itu juga ditemukan fosil hewan seperti badak, tanduk kerbau, gading gajah, tanduk rusa dan lain-lain. Secara keseluruhan diperkirakan umur fosil yang ditemukan tersebut berusia 1 sampai 1,5 juta tahun dan diperkirakan juga umur fosil sudah terkubur sejak2 juta tah­un yang lalu. Dari 50 fosil yang ditemukan tersebut sudah mewakili 50% fosil yang ada di dunia.

    Sebelum kemunculan Koenigswald, pada awal 1930-an, masyarakat di sana hanya mengenal fosil-fosil yang banyak terdapat di lingkungan alam sekitar mereka sebagai balung buto alias tulang-tulang raksasa. Ilmuwan asal Jerman itu telah memberi pemahaman baru kepada masyarakat Sangiran terkait keberadaan fosil dan artefak purba.

    Selain itu, pemahaman mereka terkait balung buto juga berkaitan dengan tradisi lisan mengenai perang besar yang pernah terjadi di kawasan perbukitan Sangiran, ribuan tahun silam. Dalam pertempuran itu banyak raksasa yang gugur dan terkubur di perbukitan Sangiran, sebagaimana “dibuktikan” lewat potongan-potongan tulang-belulang besar yang mereka namakan balung buto. Para tetua kampung yang berusia di atas 60 tahun masih ada yang mengenal mitos tentang asal usul balung buto tersebut. Bahkan tak sedikit di antara mereka yang masih percaya akan kebenarannya.

    Sebelum kedatangan Koenigswald, balung buto dianggap memiliki kekuatan magis. Selain berfungsi sebagai sarana penyembuhan berbagai penyakit, pelindung diri atau sebagai jimat, nilai magis balung buto juga dipercaya dapat membantu ibu-ibu yang susah melahirkan. Kerena itu, tidak heran bila pada kurun waktu sebelum 1930-an, balung butoyang banyak banyak bermunculan di berbagai tempat—di tepi sungai dan di lereng-lereng perbukitan—jarang diganggu oleh penduduk setempat.

    Koenigswald mengubah pandangan itu. Luasnya cakupan wilayah sirus Sangiran, dengan kondisi alam yang tandus-gersang dan bebukit-bukit, memang tidak memungkinkan peneliti asing itu bekerja sendiri. Dalam upaya untuk mengumpulkan fosil, Koenigswald minta bantuan penduduk.

    Sebagai imbalan atas keterlibatan penduduk, Koenigswald menerapkan sistem upah berupa uang kepada penduduk yang menemukannya. Besaran hadiah cukup beragam, bergantung pada jenis fosil dan kelangkaannya. Masyarakat pun mulai sadar, ternyata benda yang dulu mereka sebut balung buto memiliki nilai tukar yang cukup menjanjikan.

    Setelah ituistilah balung buto perlahan lenyap digantikan fosil sebagai nama baru, pengertian dan nilainya pun berhasil diinternalisasikan oleh Koenigswald. Sejak itu pula, masyarakat Sangiran mengenal konsep pemaknaan baru terkait keberadaan fosil alias balung buto, yang semula dikaitkan dengan keyakinan sebagai mitos yang bernilai magis menjadi semacam komoditi baru yang hanya bernilai ekonomis.

    Pada tahun 1977 situs Sangiran dideklarasikan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan dan padatahun 1996 terdaftar dalam situs warisan dunia oleh UNESCO.

    Masih terletak di wiliyah Sangiran terdapat museum Sangiran, di museum tu terdapat koleksi13.086 koleksi fosil ma­nusia purba dan merupakan situsmanusia purba berdiri tegak yang terlengkap di Asia. Selain itu juga dapat ditemukan fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut serta alat-alat batu sekitar 2 juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu, yaitu dari kala Pliosen akhir hingga akhir Pleistosen tengah.

    No 2
    #Meganthropus paleojavanicus
    Meganthropus Paleojavanicus adalah manusia purba yang tertua di Indonesia. Meganthropus Paleojavanicus berasal dari kata-kata berikut ini:

    Mega yang artinya adalah “besar”.
    Anthropus yang artinya adalah “manusia”.
    Paleo yang artinya adalah “paling tua/tertua”.
    Javanicus yang artinya adalah “Jawa”.

    Jadi Meganthropus Paleojavanicus artinya adalah “manusia bertubuh besar yang paling tua dari Pulau Jawa”. Meganthropus Paleojavanicus diperkirakan hidup pada dua juta tahun yang lalu. Ciri-ciri Meganthropus Paleojavanicus adalah sebagai berikut:

    Memiliki tulang rahang yang kuat
    Tidak memiliki dagu
    Menunjukkan ciri-ciri manusia tetapi lebih mendekati kera.
    Berbadan besar dan tegap

    Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Oleh karena temuan-temuan dari fosil Meganthropus ini masih sangat sedikit, maka sukar menempatkan dengan pasti kedudukannya dalam evolusi manusia dan hubungannya dengan Pithecanthropus. Selesailah postingan ini semoga menambah ilmu dan bermanfaat bagi anda. Lain kali saya akan posting mengenai manusia purba yang lain. Sampai jumpa.

    *Pithecanthropus erectus
    Pithecanthropus Erectus
    Nama manusia purba ini berasal dari tiga kata, yaitu pithecos yang berarti kera, anthropus yang berarti manusia, dan erectus yang berarti tegak. Jadi Pithecanthropus Erectus berarti “manusia kera yang berjalan tegak”. Nama
    sebutan itu didasarkan pada fosil yang ditemukan. Penemuan ini berupa tulang paha yang lebih besar dibandingkan tulang lengan. Demikian juga volume otaknya lebih besar dari pada kera, tetapi lebih kecil dari pada manusia.

    Fosil ini ditemukan oleh seorang ahli purbakala dari negara Belanda yang bernama Eugene Dudois. Fosil manusia purba ini ditemukan di Desa Trinil, Ngawi, Jawa Timur tahun 1891. Fosil sejenis juga ditemukan di Desa Jetis Mojokerto di lembah Kali Brantas tahun 1936. Karena temuan itu berupa fosil anak-anak, oleh Weidenreich dinamakan Pithecanthropus Robustus. Von Koenigswald menamakannya Pithecanthropus Mojokertensis, karena ditemukan di Mojokerto.

    Ciri-ciri Pithecanthropus Erectus :

    Tulang Rahang dan Gigi Besar dan Kuat
    Tidak Berdagu
    Tingi Badan Sekitar 165-170 cm
    Berbadan dan Berjalan Tegak
    Kening Menonjol

  21. alde.lianda@yahoo.com mengatakan:

    Nama:Alde lianda
    Kelas:X Farmasi

    1.kebudayaan ini berkembang di daerah pacitan, jawa timur.beberapa alat batu di temukan di daerah ini.von koenigwald dalam penelitian nya pada tahun 1935 telah menemukan hasil teknologi bebatuan atau alat-alat dari batu di daerah punung.alat batu itu masih kasar, dan bentuk nya agak runcing, tergantung kegunaannya.
    Sedangkan kebudayaan ngandong adalah banyak di temukan alat-alat dari batu dan juga alat-alat dari tulang alat-alat dari tulang berasal dari tulangbinatang dan tanduk rusa yang d perkirakan digunakan sebagai penusuk atau belati.di sangiran juga d temukan alat-alat dari batu, bentuknya indah seperti kalsedon.alat-alat ini sering di sebut dengan flakke

  22. amin fauzi dan taufik rahman mengatakan:

    nama : m.amin fauzi dan taufik rahman
    email :amin_fauzi72@yahoo.co.id
    kelas : x b tkj

    1 .Sangiran adalah sebuah situs arkeologi (Situs Manusia Purba) di Jawa, Indonesia. Sangiran terletak di sebelah utara Kota Solo dan berjarak sekitar 15 km (tepatnya di desa krikilan, kec. Kalijambe, Kab.Sragen). Gapura Situs Sangiran berada di jalur jalan raya Solo–Purwodadi dekat perbatasan antara Gemolong dan Kalioso (Kabupaten Karanganyar). Gapura ini dapat dijadikan penanda untuk menuju Situs Sangiran, Desa Krikilan. Jarak dari gapura situs Sangiran menuju Desa Krikilan ± 5 km.

    Situs Sangiran memunyai luas sekitar 59, 2 km² (SK Mendikbud 070/1997) secara administratif termasuk kedalam dua wilayah pemerintahan, yaitu: Kabupaten Sragen (Kecamatan Kalijambe, Kecamatan Gemolong, dan Kecamatan Plupuh) dan Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo), Provinsi Jawa Tengah (Widianto & Simanjuntak, 1995). Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya. Oleh Karenanya Dalam sidangnya yang ke 20 Komisi Warisan Budaya Dunia di Kota Marida, Mexico tanggal 5 Desember 1996, menetapkan Sangiran sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia “World Heritage List” Nomor : 593. Dengan demikian pada tahun tersebut situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

    2. jenis Meganthropus paleojavanicus.
    Meganthropus Paleojavanicus adalah manusia purba yang tertua di Indonesia. Meganthropus Paleojavanicus berasal dari kata-kata berikut ini:

    1. Mega yang artinya adalah “besar”.
    2. Anthropus yang artinya adalah “manusia”.
    3. Paleo yang artinya adalah “paling tua/tertua”.
    4. Javanicus yang artinya adalah “Jawa”.

    Jadi Meganthropus Paleojavanicus artinya adalah “manusia bertubuh besar yang paling tua dari Pulau Jawa”. Meganthropus Paleojavanicus diperkirakan hidup pada dua juta tahun yang lalu. Ciri-ciri Meganthropus Paleojavanicus adalah sebagai berikut:

    1. Memiliki tulang rahang yang kuat
    2. Tidak memiliki dagu
    3. Menunjukkan ciri-ciri manusia tetapi lebih mendekati kera.
    4. Berbadan besar dan tegap
    jenis pithecanhropous Erectus
    Pithecanthropus Erectus
    Nama manusia purba ini berasal dari tiga kata, yaitu pithecos yang berarti kera, anthropus yang berarti manusia, dan erectus yang berarti tegak. Jadi Pithecanthropus Erectus berarti “manusia kera yang berjalan tegak”. Nama
    sebutan itu didasarkan pada fosil yang ditemukan. Penemuan ini berupa tulang paha yang lebih besar dibandingkan tulang lengan. Demikian juga volume otaknya lebih besar dari pada kera, tetapi lebih kecil dari pada manusia.

    Fosil ini ditemukan oleh seorang ahli purbakala dari negara Belanda yang bernama Eugene Dudois. Fosil manusia purba ini ditemukan di Desa Trinil, Ngawi, Jawa Timur tahun 1891. Fosil sejenis juga ditemukan di Desa Jetis Mojokerto di lembah Kali Brantas tahun 1936. Karena temuan itu berupa fosil anak-anak, oleh Weidenreich dinamakan Pithecanthropus Robustus. Von Koenigswald menamakannya Pithecanthropus Mojokertensis, karena ditemukan di Mojokerto.

    Ciri-ciri Pithecanthropus Erectus :

    Tulang Rahang dan Gigi Besar dan Kuat
    Tidak Berdagu
    Tingi Badan Sekitar 165-170 cm
    Berbadan dan Berjalan Tegak
    Kening Menonjol

  23. Nama: Noor aisyah kelas:X b akuntansi mengatakan:

    Prasejah adalh sebelum adanya sejarah atau sebelum adanya aktivitas kehidupan. Sedangkan pra’aksara adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan atau huruf-huruf

  24. Muhammad Iqbal

    Xa-TKJ

    Jawab:
    *Sangiran*
    Situs Sangiran telah diakui sebagai salah satu pusat evolusi manusia di dunia.

    Sangiran diakui oleh para ilmuan untuk menjadi salah satu situs yg paling penting di dunia
    Situs Sangiran tidak hanya memberikan gambaran tentang evolusi fisik manusia saja, akan tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang evolusi budaya, binatang, dan juga lingkungan.
    Dalam buku Harry Widianto dan Truman Simanjuntak,Bahwa Sangiran merupakan sebuah kompleks situs manusia purba dari kala pleistosen yang paling lengkap dan paling penting di indonesia, dan bahkan di asia.

    Sangiran pertama kali di temukan di oleh P.E.C. Schemulling tahun 1864, dengan laporan penemuan fosil vertebrata dari kalioso, bagian dari wilayah Sangiran. Semenjak dilaporkan Schemulling situs itu seolah-olah terlupakan dalam waktu yang lama.
    Eugene dubois juga pernah datang ke sangiran akan tetapi ia kurang tertarik dengan temuan-temuan di wilayah sangiran, Pada tahun 1934, G.H.R Von Koenigswald menemukan artefak litik di wilayah Ngebung yang terletak sekitar 2 Km di barat laut kubah sangiran.

    Sejak penemuan dari Von koenigswald, situs sangiran menjadi sangat terkenal berkaitan dengan penemuan-penemuan fosil Homo Erektus secara sporadis. Homo erectus adalah takson paling penting dalam sejarah manusia, sebelum masuk pada tahapan manusia Homo sapiens, manusia modern.
    Jenis Manusia Purba yg Di Temukan :

    – Meganthropus Paleojavanicus adalah raksasa dari jawa, yg Ditemukan oleh Von Koenigswald Pada Tahun 1934 dan 1941.
    – Pithecanthropus erectus adalah Manusia kera yg berjalan tegak, yg di temukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1890
    – Homo Sapiens adalah Manusia sempurna, yg meneliti fosil ini pertama kali adalah Von reischoten dan di lanjutkan oleh Eugene Dubois

    Ini Adalah jawaban saya

    Sekian Terimakasih

  25. M.sandi.Ruswindo mengatakan:

    Nama M sandi Ruswindo
    kelas : XaTKJ™
    No.1
    Situs Kepurbakalaan Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Tempat ini merupakan lokasi penemuan beberapa fosil manusia purba, sehingga sangat penting dalam sejarah perkembangan manusia dunia.

    Area ini memiliki luas kurang lebih 48 km² dan sebagian besar berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, 17 kilometer sebelah utara Kota Surakarta, di lembah Bengawan Solo dan di kaki Gunung Lawu. Ada sebagian yang merupakan bagian dari Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo).

    Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya dan ada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.
    Di Museum Purbakala Sangiran, yang terletak di wilayah ini juga, dipaparkan sejarah manusia purba sejak sekitar dua juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu, yaitu dari kala Pliosen akhir hingga akhir Pleistosen tengah. Di museum ini terdapat 13.086 koleksi fosil manusia purba dan merupakan situs manusia purba berdiri tegak (hominid) yang terlengkap di Asia. Selain itu juga dapat dipamerkan fosil berbagai hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut, serta alat-alat batu.
    Sangiran adalah sebuah situs arkeologi. Secara geografis situs Sangiran terlatak antara kabupaten Sragen dan kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Area ini memilikiluas 48 km2 15km2 sebelah utara Surakarta di lembah sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu.

    ~> Berisi tentang Meganthropus dan Pithecanthropus
    Pada1936-1941seorang ilmuan antropologi dari Jerman Gustav Heinrich Ralph von Koenigswal dmulai melakukan penelitan terhadap situs Sangiran tersebut. Setelah dilakukan penelitaian berikutnya, ditemukan 50 fosil lebih di antaranya Pithecanthropus erectus (Manusia Jawa), Meganthropus palaeo javanicus. Selain itu juga ditemukan fosil hewan seperti badak, tanduk kerbau, gading gajah, tanduk rusa dan lain-lain. Secara keseluruhan diperkirakan umur fosil yang ditemukan tersebut berusia 1 sampai 1,5 juta tahun dan diperkirakan juga umur fosil sudah terkubur sejak2 juta tah­un yang lalu. Dari 50 fosil yang ditemukan tersebut sudah mewakili 50% fosil yang ada di dunia.

    Sebelum kemunculan Koenigswald, pada awal 1930-an, masyarakat di sana hanya mengenal fosil-fosil yang banyak terdapat di lingkungan alam sekitar mereka sebagai balung buto alias tulang-tulang raksasa. Ilmuwan asal Jerman itu telah memberi pemahaman baru kepada masyarakat Sangiran terkait keberadaan fosil dan artefak purba.

    Selain itu, pemahaman mereka terkait balung buto juga berkaitan dengan tradisi lisan mengenai perang besar yang pernah terjadi di kawasan perbukitan Sangiran, ribuan tahun silam. Dalam pertempuran itu banyak raksasa yang gugur dan terkubur di perbukitan Sangiran, sebagaimana “dibuktikan” lewat potongan-potongan tulang-belulang besar yang mereka namakan balung buto. Para tetua kampung yang berusia di atas 60 tahun masih ada yang mengenal mitos tentang asal usul balung buto tersebut. Bahkan tak sedikit di antara mereka yang masih percaya akan kebenarannya.

    Sebelum kedatangan Koenigswald, balung buto dianggap memiliki kekuatan magis. Selain berfungsi sebagai sarana penyembuhan berbagai penyakit, pelindung diri atau sebagai jimat, nilai magis balung buto juga dipercaya dapat membantu ibu-ibu yang susah melahirkan. Kerena itu, tidak heran bila pada kurun waktu sebelum 1930-an, balung butoyang banyak banyak bermunculan di berbagai tempat—di tepi sungai dan di lereng-lereng perbukitan—jarang diganggu oleh penduduk setempat.

    Koenigswald mengubah pandangan itu. Luasnya cakupan wilayah sirus Sangiran, dengan kondisi alam yang tandus-gersang dan bebukit-bukit, memang tidak memungkinkan peneliti asing itu bekerja sendiri. Dalam upaya untuk mengumpulkan fosil, Koenigswald minta bantuan penduduk.

    Sebagai imbalan atas keterlibatan penduduk, Koenigswald menerapkan sistem upah berupa uang kepada penduduk yang menemukannya. Besaran hadiah cukup beragam, bergantung pada jenis fosil dan kelangkaannya. Masyarakat pun mulai sadar, ternyata benda yang dulu mereka sebut balung buto memiliki nilai tukar yang cukup menjanjikan.

    Setelah ituistilah balung buto perlahan lenyap digantikan fosil sebagai nama baru, pengertian dan nilainya pun berhasil diinternalisasikan oleh Koenigswald. Sejak itu pula, masyarakat Sangiran mengenal konsep pemaknaan baru terkait keberadaan fosil alias balung buto, yang semula dikaitkan dengan keyakinan sebagai mitos yang bernilai magis menjadi semacam komoditi baru yang hanya bernilai ekonomis.

    Pada tahun 1977 situs Sangiran dideklarasikan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan dan padatahun 1996 terdaftar dalam situs warisan dunia oleh UNESCO.

    Masih terletak di wiliyah Sangiran terdapat museum Sangiran, di museum tu terdapat koleksi13.086 koleksi fosil ma­nusia purba dan merupakan situsmanusia purba berdiri tegak yang terlengkap di Asia. Selain itu juga dapat ditemukan fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut serta alat-alat batu sekitar 2 juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu, yaitu dari kala Pliosen akhir hingga akhir Pleistosen tengah.

    Arti dan penjelasan Meganthropus Paleojavanicus
    Berbagai jenis fosil manusia purba telah ditemukan di Indonesia. Antara lain di Jawa, Sumatra Utara, Aceh, Flores, Sulawesi Selatan Bahkan di Kalimantan Selatan. Namun penemuan fosil manusia banyak terdapat di Pulau Jawa, terutama di sekitar aliran Sungai Bengawan Solo. Jenis-jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia Antara lain Pithecanthropus Erectus, Homo, dan yang akan saya bahas kali ini, yaitu Meganthropus Paleojavanicus.

    Meganthropus Paleojavanicus adalah manusia purba yang tertua di Indonesia. Meganthropus Paleojavanicus berasal dari kata-kata berikut ini:

    Mega yang artinya adalah “besar”.
    Anthropus yang artinya adalah “manusia”.
    Paleo yang artinya adalah “paling tua/tertua”.
    Javanicus yang artinya adalah “Jawa”.

    Jadi Meganthropus Paleojavanicus artinya adalah “manusia bertubuh besar yang paling tua dari Pulau Jawa”. Meganthropus Paleojavanicus diperkirakan hidup pada dua juta tahun yang lalu. Ciri-ciri Meganthropus Paleojavanicus adalah sebagai berikut:

    Memiliki tulang rahang yang kuat
    Tidak memiliki dagu
    Menunjukkan ciri-ciri manusia tetapi lebih mendekati kera.
    Berbadan besar dan tegap

    Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Oleh karena temuan-temuan dari fosil Meganthropus ini masih sangat sedikit, maka sukar menempatkan dengan pasti kedudukannya dalam evolusi manusia dan hubungannya dengan Pithecanthropus. Selesailah postingan ini semoga menambah ilmu dan bermanfaat bagi anda. Lain kali saya akan posting mengenai manusia purba yang lain. Sampai jumpa.
    Manusia Purba Meganthropus Paleojavanicus – Fatih iO. Pertama kali Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Meganthropus Paleojavanicus berasal dari kata Mega yang artinya adalah “besar”, Anthropus yang artinya adalah “manusia”, Paleo yang artinya adalah “paling tua/tertua”, Javanicus yang artinya adalah “Jawa”.
    Meganthropus Paleojavanicus

    Meganthropus Paleojavanicus

    Beberapa ciri yang dapat dikenali antara lain:

    Memiliki tulang pipi yang tebal.
    Memiliki otot kunyah yang kuat.
    Memiliki tonjolan kening yang mencolok.
    Memiliki tonjolan belakang yang tajam.
    Tidak memiliki dagu.
    Memiliki perawakan yang tegap.
    Memakan jenis tumbuhan. Jika anda tertarik tentang Manusia
    Arti dan penjelasan Pithecanthropus Erectus ~>
    ithecanthropus Erectus
    Nama manusia purba ini berasal dari tiga kata, yaitu pithecos yang berarti kera, anthropus yang berarti manusia, dan erectus yang berarti tegak. Jadi Pithecanthropus Erectus berarti “manusia kera yang berjalan tegak”. Nama
    sebutan itu didasarkan pada fosil yang ditemukan. Penemuan ini berupa tulang paha yang lebih besar dibandingkan tulang lengan. Demikian juga volume otaknya lebih besar dari pada kera, tetapi lebih kecil dari pada manusia.

    Fosil ini ditemukan oleh seorang ahli purbakala dari negara Belanda yang bernama Eugene Dudois. Fosil manusia purba ini ditemukan di Desa Trinil, Ngawi, Jawa Timur tahun 1891. Fosil sejenis juga ditemukan di Desa Jetis Mojokerto di lembah Kali Brantas tahun 1936. Karena temuan itu berupa fosil anak-anak, oleh Weidenreich dinamakan Pithecanthropus Robustus. Von Koenigswald menamakannya Pithecanthropus Mojokertensis, karena ditemukan di Mojokerto.

    Ciri-ciri Pithecanthropus Erectus :

    Tulang Rahang dan Gigi Besar dan Kuat
    Tidak Berdagu
    Tingi Badan Sekitar 165-170 cm
    Berbadan dan Berjalan Tegak
    Kening Menonjol
    Nama asli yang diberikan oleh Eugene Dubois pada kerangka Homo erectus tetap dari Jawa. Secara harfiah, Pithecanthropus erectus berarti “manusia-kera yang berdiri tegak.” Sebutan ilmiah tidak lagi digunakan.
    Fosil manusia purba jenis pithecanthropus adalah jenis manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Dengan cara stratigrafi, diketahui posil tersebut berada pada lapisan pucangan dan kabuh. Berdasarkan umur lapisan tanah, diperkirakan fosil pithecanthropus amat berpariasi umurnya, antara 30.000-2 juta tahun.

  26. Muhammad hapeid mengatakan:

    Muhammad hapeid
    Xb-TKJ

    Sangiran adalah sebuah situs arkeologi (Situs Manusia Purba) di Jawa, Indonesia. Sangiran terletak di sebelah utara Kota Solo dan berjarak sekitar 15 km (tepatnya di desa krikilan, kec. Kalijambe, Kab.Sragen). Gapura Situs Sangiran berada di jalur jalan raya Solo–Purwodadi dekat perbatasan antara Gemolong dan Kalioso (Kabupaten Karanganyar). Gapura ini dapat dijadikan penanda untuk menuju Situs Sangiran, Desa Krikilan. Jarak dari gapura situs Sangiran menuju Desa Krikilan ± 5 km.
    Situs Sangiran memunyai luas sekitar 59, 2 km² (SK Mendikbud 070/1997) secara administratif termasuk kedalam dua wilayah pemerintahan, yaitu: Kabupaten Sragen (Kecamatan Kalijambe, Kecamatan Gemolong, dan Kecamatan Plupuh) dan Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo), Provinsi Jawa Tengah (Widianto & Simanjuntak, 1995). Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya. Oleh Karenanya Dalam sidangnya yang ke 20 Komisi Warisan Budaya Dunia di Kota Marida, Mexico tanggal 5 Desember 1996, menetapkan Sangiran sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia “World Heritage List” Nomor : 593. Dengan demikian pada tahun tersebut situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

    Sebagai World Heritage List (Warisan Budaya Dunia). Museum ini memiliki fasilitas-fasilitas diantaranya: ruang pameran (fosil manusia, binatang purba), laboratorium, gudang fosil, ruang slide, menara pandang, wisma Sangiran dan kios-kios souvenir khas Sangiran. Fosil Sangiran

    Termasuk dalam koleksi Museum Sangiran, adalah:
    1 . Fosil manusia, antara lain: Australopithecus africanus , Pithecanthropus mojokertensis (Pithecantropus robustus ), Meganthropus palaeojavanicus , Pithecanthropus erectus , Homo soloensis , Homo neanderthal Eropa, Homo neanderthal Asia, dan Homo sapiens.

    2 . Fosil binatang bertulang belakang, antara lain Elephas namadicus (gajah), Stegodon trigonocephalus (gajah), Mastodon sp (gajah), Bubalus palaeokarabau (kerbau), Felis palaeojavanica (harimau), Sus sp (babi), Rhinocerus sondaicus (badak), Bovidae (sapi, banteng), dan Cervus sp (rusa dan domba).

    3 . Fosil binatang air, antara lain Crocodillus sp (buaya), ikan dan kepiting, gigi ikan hiu, Hippopotamus sp (kuda nil), Mollusca (kelas Pelecypoda dan Gastropoda ), Chelonia sp (kura-kura), dan foraminifera.

    4 . Batu-batuan , antara lain Meteorit/Taktit, Kalesdon, Diatome, Agate, Ametis , Alat-alat batu, antara lain serpih dan bilah.

    5 . Serut dan gurdi, kapak persegi, bola batu dan kapak perimbas-penetak.

    Keistimewaan Sangiran, berdasarkan penelitian para ahli Geologi dulu pada masa purba merupakan hamparan lautan. Akibat proses geologi dan akibat bencana alam letusan Gunung Lawu, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu, Sangiran menjadi Daratan. Hal tersebut dibuktikan dengan lapisan-lapisan tanah pembentuk wilayah Sangiran yang sangat berbeda dengan lapisan tanah di tempat lain. Tiap-tiap lapisan tanah tersebut ditemukan fosil-fosil menurut jenis dan jamannya. Misalnya, Fosil Binatang Laut banyak diketemukan di Lapisan tanah paling bawah, yang dulu merupakan lautan .

  27. Mar'atul hasanah mengatakan:

    1) prasejarah zaman sebelum adanya sejarah sedangkan praaksara zaman sebelum mengenal tulisan

  28. Herry Yansah mengatakan:

    Nama:herry yansah
    kelas:Xa TKJ
    1.sangiran adalah situs prasejarah ada situs prasejarah lengkap yang berisi sisa – sisa kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan. Di situs itu, terdapat beragam fosil manusia puba, fosil fauna, fosil tumbuhan, artefak dan lapisan tanah yang terendapkan secara alamiah tidak kurang dari 2 juta tahun silam.

    Situs tersebut adalah Sangiran. Terletak 15 km di sebelah utara Kota Solo, tepatnya di wilayah Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Sindonews, situs Sangiran memiliki luas kurang lebih 78 km2. Atas beragam kelebihan tersebut UNESCO menetapkan situs Sangiran sebagai Warisan Budaya Dengan adanya pengakuan dari UNESCO membuktikan bahwa kekayaan potensi Sangiran bagi ilmu pengetahuan semakin diakui dunia, ketika fosil-fosil manusia ditemukan karena kurang lebih separuh dari jumlah populasi temuan fosil Homo Erectus di seluruh dunia berasal dari Sangiran dan situs di sekitarnya.

    “Diperkirakan, di dalam lapisan tanah seluas itu, beragam fosil manusia purba masih terkubur,” kata Kepala Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMPS) Harry Widianto.

    Menurutnya, situs Sangiran menjadi area penelitian kehidupan prasejarah terpenting dan terlengkap di dunia, khususnya di Asia. Situs Sangiran terbentang meliputi Kecamatan Gemolong, Kalijambe, dan Plupuh di Sragen, serta Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

    Menurut Harry Widianto, keistimewaan yang ada di Sangiran adalah fosil Homo Erectus yang dinilai memegang peran penting dalam evolusi manusia. Temuan fosil tengkorak yang paling terkenal di dunia karena temuan yang relatif lengkap disebut Sangiran 17 (S17).

    S17 merupakan Masterpiece Sangiran karena wajah Homo Erectus dapat direkonstruksi secara utuh dan duplikat dan S17 dapat ditemukan hampir di berbagai museum-museum prasejarah utama di dunia.

    2.megantthropus paleojavanicus adalah Meganthropus Paleojavanicus adalah manusia purba yang tertua di Indonesia. Meganthropus Paleojavanicus berasal dari kata-kata berikut ini:

    Mega yang artinya adalah “besar”.
    Anthropus yang artinya adalah “manusia”.
    Paleo yang artinya adalah “paling tua/tertua”.
    Javanicus yang artinya adalah “Jawa”.
    3.pithecanthropus erectus adalah Nama manusia purba ini berasal dari tiga kata, yaitu pithecos yang berarti kera, anthropus yang berarti manusia, dan erectus yang berarti tegak. Jadi Pithecanthropus Erectus berarti “manusia kera yang berjalan tegak”. Nama
    sebutan itu didasarkan pada fosil yang ditemukan. Penemuan ini berupa tulang paha yang lebih besar dibandingkan tulang lengan. Demikian juga volume otaknya lebih besar dari pada kera, tetapi lebih kecil dari pada manusia.

  29. Mar'atul hasanah mengatakan:

    1) Prasejarah zaman sebelum adany sejarah sedangkan zaman praaksara zaman sebelum mengenal tulisan

  30. Rini fajar hidayati mengatakan:

    Nama:Rini fajar hidayati
    kelas:X A TKJ

    jawab:
    soal no.1
    Di dalam buku Harry Widianto dari Trauman Simanjuntaknsangiran menjawab Dunia diterangkan bahwa sangiran merupakan sebuah kompleks situs manusia purba dari Kala Pleistosen yang paling lengkap dan paling penting di indonesia,bahkan di Asia.Situs sangiran ini mempunyai luas delapan kilometer pada arah utara-selatan dan tujuh kilometer arah timur-barat.Situs sangiran merupan suatu kubah raksasa yang berupa cekungan besar di pusat kubah akibatnya adanya erosi di bagian puncaknya.kubah raksasa ini di warnai dengan perbukitan yang bergelombang.Kondisi deformasi geologis ini menyebabkan tersikapnya berbagai lapisan batuan yang mengandung fosil-fosil manusia perba dan binatang,termaksud artefak.Situs sangiran ini berupa endapan lempung hitam dan pasir fluvio vulkanik,tanahnya tidak subur dan terkesam gersang pada musim kemarau.
    Sangiran pertama kali di temukan oleh P.E.C Schemulling tahun 1864,dengan laporan penemuan fosil vertebrata dari kalioso,bagian dari wilayah sangiran.Eugene Dubois juga pernah datang ke sangiran,akan tetapi ia kurang tertarik dengan temuan-temuan di wilayah sangiran.Pada tahun 1934,G.H.R von Koenigswald menemukan artefak litik di wilayah ngebung yang terletak sekitar dua km di barat laut kubah sangiran.Semenjak penemuan von Koenigswald,situs sangiran menjadi sangat terkenal berkaitan dengan penemuan-penemuan fosil Homo erectus secara sporadis dan berkesinambungan.Homo erectus adalah takson paling penting dalam sejarah manusia,sebelum masuk pada tahapan manusia Ho,o sapiens,manusia modern.Situs ini di tetapkan secara resmi sebagai Warisan Dunia pada 1996,yang tercantum dalam nomor 593 Daftar Warisan Dunia(World Heritage List)UNESCO.

    Soal no.2
    -Meganthropus Paleojavanicus airtinya manusia raksasa dari jawa.
    -Pithecanthropus erectus artinya manusia kera yang berjalan tegak.

  31. alde lianda mengatakan:

    NAMA;ALDE LIANDA KELAS;X FARMASI kebudayaan ini berkembang d daerah pacitan,jawa timur.beberapa alat dari batu ditemukan di daerah ini.seorang ahli,von koenigwald dalam penelitiannya padatahun 1935 telah menmukan hasil teknologi bebatuan atau alat-alat batu di daerah punung.alat batu ini masih kasar,dan bentuk ujungnya agak runcing,tergantung kegunaan nya.sedangkan kebudayaan ngandong adalah kebudayaan berkembang d daerah ngandong dan juga sidorejo,dekat ngawi.di daearah ini ditemukan alat-alat dari batu dan juga alat-alat dari tulang .alat-alat dari tulang ini bersal dari tulang binatang dan tanduk rusa yg d perkirakan digunakan sebagai penusuk atau belati

  32. Tiara april lian tini mengatakan:

    nama : rusmilawati
    Tiara april lian tini
    kelas : Xb.akuntansi

    prasejarah adalah sebelum mengenalnya sejarah . sedangkan praaksara adalah sebelum mengenal tulisan ….

  33. ridha warhamni mengatakan:

    nama: ridha warhamni
    kelas: Xa tkj

    no.1
    Situs Sangiran adalah / merupakan sebuah kompleks situs manusia purba dari Kala Pleistosen yang paling lengkap dan paling penting di Indonesia , dan bahkan di Asia.
    Situs Sangiran itu mempunyai luas 8 km pada arah utara-selatan dan 7 km arah timur-barat.
    situs sangiran merupakan suatu kubah raksasa yang berupa cekungan besar di pusat kubah akibat adanya erosi di bagian puncaknya.
    situs sangiran pertama kali di temukan oleh P.E.C Schemulling tahun 1864,dengan laporan penemuan fosil vertebrata dari kaliioso,bagian dari wilayah sangiran.
    dan semenjak penemuan Von Koenigswald,situs sangiran menjadi sangat terkenal berkaitan dengan penemuan* fosil homo erectus .

    no.2
    – Meganthropus paleojavanicus artinya manusia raksasa dari jawa. jenis manusia purba ini terutama berdasarkan penelitian Von Koenigswald di sangiran tahun 1936 dan 1941.
    – Pithecanthropus erectus artinya manusia kera yang berjalan tegak. jenis manusia ini di dasarkan pada penelitian Eugene Dubois di trinil tahun 1890.

  34. ALDO SUGIATMA mengatakan:

    NAMA:ALDO SUGIATMA KELAS:X FARMASI a. Kebudayaan Pacitan
    Pada tahun 1935, von Koenigswald menemukan alat batu dan kapak genggam di daerah Pacitan. Kapak genggam itu berbentuk kapak tetapi tidak bertangkai. Kapak ini masih dikerjakan dengan sangat kasar dan belum dihaluskan. Para ahli menyebutkan bahwa kapak itu adalah kapak penetak. Selain di Pacitan alat-alat banyak ditemukan di Progo dan Gombong (Jawa Tengah), Sukabumi (Jawa Barat), dan Lahat (Sumatera Utara).SEDANGKAN Kebudayaan Ngandong
    Para ahli berhasil menemukan alat-alat dari tulang, flakes, alat penusuk dari tanduk rusa dan ujung tombak bergigi di daerah Ngandong dan Sidoarjo. Selain itu di dekat Sangiran ditemukan alat sangat kecil dari betuan yang amat indah. Alat ini dinamakan Serbih Pilah, dan banyak ditemukan di Cabbenge (Sulawesi Selatan) yang terbuat dari batu-batu indah seperti kalsedon. Kebudayaan Ngandong juga didukung oleh penemuan lukisan pada dinding goa seperti lukisan tapak tangan berwarna merah dan babi hutan ditemukan di Goa Leang Pattae (Sulawesi Selatan)

  35. azhar mengatakan:

    nama:Ma’arifullah azhar badali
    kls:X a.tkj
    no 1.Sangiran adalah sebuah situs arkeologi. Secara geografis situs Sangiran terlatak antara kabupaten Sragen dan kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Area ini memilikiluas 48 km2 15km2 sebelah utara Surakarta di lembah sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu

    Pada1936-1941seorang ilmuan antropologi dari Jerman Gustav Heinrich Ralph von Koenigswal dmulai melakukan penelitan terhadap situs Sangiran tersebut. Setelah dilakukan penelitaian berikutnya, ditemukan 50 fosil lebih di antaranya Pithecanthropus erectus (Manusia Jawa), Meganthropus palaeo javanicus. Selain itu juga ditemukan fosil hewan seperti badak, tanduk kerbau, gading gajah, tanduk rusa dan lain-lain. Secara keseluruhan diperkirakan umur fosil yang ditemukan tersebut berusia 1 sampai 1,5 juta tahun dan diperkirakan juga umur fosil sudah terkubur sejak2 juta tah­un yang lalu. Dari 50 fosil yang ditemukan tersebut sudah mewakili 50% fosil yang ada di dunia
    no 2.
    1. Mega yang artinya adalah besar
    2. Anthropus yang artinya adalah manusia
    3. Paleo yang artinya adalah paling tua/tertua
    4. Javanicus yang artinya adalah Jawa

    1. Memiliki tulang rahang yang kuat
    2. Tidak memiliki dagu
    3. Menunjukkan ciri-ciri manusia tetapi lebih mendekati kera.
    4. Berbadan besar dan tegap

    Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Oleh karena temuan-temuan dari fosil Meganthropus ini masih sangat sedikit, maka sukar menempatkan dengan pasti kedudukannya dalam evolusi manusia dan hubungannya dengan Pithecanthropus.

    Semoga info tentang Manusia Purba Meganthropus Paleojavanicus diatas bisa bermanfaat buat anda semua…!!!

  36. Novi Nurdayah mengatakan:

    Nama : Novi Nurdayah

    Kelas : X.B Ak

    Jawab:

    *Prasejarah Dengan Praaksara*

    -Praaksara
    Praaksara adlah istilah baru untuk istilah prasejarah.Praaksara berasal dari dua kata, yakni Pra berati Sebelum dan Aksara yang berarti tulisan. Dengan demikian zaman praaksara adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan.

    -Prasejarah
    Penggunaan istilah prasejarah untuk menggambarkan perkembangan kehidupan dan budaya manusia saat belum mengenal tulisan adalah kurang tepat. Pra berarti sebelum dan sejarah adalah sejarah sehingga prasejarah berarti sebelum ada sejarah.

  37. Muhammad Iqbal Wardana & Riza Saputra
    XB TKJ

    NO 1 :
    Sangiran adalah sebuah situs arkeologi (Situs Manusia Purba) di Jawa , sangiran merupakan sebuah kompleks situs manusia purba dari kala pleistosen yang paling lengkap dan yang paling penting di indonesia bahkan di asia .
    Sangiran pertama kali ditemukan oleh P.E.C Schemulling pada tahun 1864 dengan penemuan fosil vertebrata dari kalioso, Semenjak laporan Schemulling situs itu se olah – olah terlupakan dalam waktu lama . Eugene Dubois juga pernah datang ke Sangiran, akan tetapi ia kurang tertarik dengan penemuan di wilayah sangiran. Pada 1934, G.H.R Von Koeningswald menemukan artefak litik di wilayah Ngebung yang terletak sekitar 2 km di barat laut kubah sangiran. Artefak litik itulah yang kemudian menjadi temuan penting bagi situs Sangiran. Semenjak penemuan Von Koeningswald, situs sangiran menjadi sangat terkenal berkaitan dengan penemuan fosil Homo erectus secara sporadis dan berkesinambungan .

    sudah itu aja gn .. SINGKAT PADAT JELAS !🙂 .

  38. markus azugami mengatakan:

    Nama : Markus Fadilah Roben
    Kelas : Xb TkJ

    1. Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa, Tempat ini merupakan lokasi penemuan beberapa fosil manusia purba, Area ini memiliki luas kurang lebih 48 km² dan sebagian besar berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya dan ada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

  39. markus azugami mengatakan:

    Nama : Qamarudin
    Kelas : Xb TKJ

    1. Sangiran merupakan situs arkeologi manusia purba terlengkap di Asia. Areanya seluas 56 km² berada di kaki Gunung Lawu, Jawa Tengah, atau sekitar 15 km utara Surakarta di lembah Sungai Bengawan Solo. Sangiran memberi informasi lengkap sejarah kehidupan manusia purba meliputi habitat, pola kehidupannya, binatang yang hidup bersamanya, hingga proses terjadinya bentang alam dalam kurun waktu.
    2. Meganthropus Paleojavanicus adalah manusia purba yang tertua di Indonesia. Meganthropus Paleojavanicus berasal dari kata-kata berikut ini:

    1. Mega yang artinya adalah “besar”.
    2. Anthropus yang artinya adalah “manusia”.
    3. Paleo yang artinya adalah “paling tua/tertua”.
    4. Javanicus yang artinya adalah “Jawa”.

    Meganthropus Paleojavanicus artinya adalah “manusia bertubuh besar yang paling tua dari Pulau Jawa”.

    Pithecanthropus Erectus
    Nama manusia purba ini berasal dari tiga kata, yaitu pithecos yang berarti kera, anthropus yang berarti manusia, dan erectus yang berarti tegak. Jadi Pithecanthropus Erectus berarti “manusia kera yang berjalan tegak”.

  40. noor mila ulfah mengatakan:

    nama :noor mila ulfah
    kelas : X a tkj

    no. 1 ~sangiran
    Manusia Purba Sangiran

    Sangiran adalah sebuah situs arkeologi. Secara geografis situs Sangiran terlatak antara kabupaten Sragen dan kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Area ini memilikiluas 48 km2 15km2 sebelah utara Surakarta di lembah sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu.

    Sejarah Penemuan dan Pengakuan

    Pada1936-1941seorang ilmuan antropologi dari Jerman Gustav Heinrich Ralph von Koenigswal dmulai melakukan penelitan terhadap situs Sangiran tersebut. Setelah dilakukan penelitaian berikutnya, ditemukan 50 fosil lebih di antaranya Pithecanthropus erectus (Manusia Jawa), Meganthropus palaeo javanicus. Selain itu juga ditemukan fosil hewan seperti badak, tanduk kerbau, gading gajah, tanduk rusa dan lain-lain. Secara keseluruhan diperkirakan umur fosil yang ditemukan tersebut berusia 1 sampai 1,5 juta tahun dan diperkirakan juga umur fosil sudah terkubur sejak2 juta tah­un yang lalu. Dari 50 fosil yang ditemukan tersebut sudah mewakili 50% fosil yang ada di dunia.

    Sebelum kemunculan Koenigswald, pada awal 1930-an, masyarakat di sana hanya mengenal fosil-fosil yang banyak terdapat di lingkungan alam sekitar mereka sebagai balung buto alias tulang-tulang raksasa. Ilmuwan asal Jerman itu telah memberi pemahaman baru kepada masyarakat Sangiran terkait keberadaan fosil dan artefak purba.

    Selain itu, pemahaman mereka terkait balung buto juga berkaitan dengan tradisi lisan mengenai perang besar yang pernah terjadi di kawasan perbukitan Sangiran, ribuan tahun silam. Dalam pertempuran itu banyak raksasa yang gugur dan terkubur di perbukitan Sangiran, sebagaimana “dibuktikan” lewat potongan-potongan tulang-belulang besar yang mereka namakan balung buto. Para tetua kampung yang berusia di atas 60 tahun masih ada yang mengenal mitos tentang asal usul balung buto tersebut. Bahkan tak sedikit di antara mereka yang masih percaya akan kebenarannya.

    Sebelum kedatangan Koenigswald, balung buto dianggap memiliki kekuatan magis. Selain berfungsi sebagai sarana penyembuhan berbagai penyakit, pelindung diri atau sebagai jimat, nilai magis balung buto juga dipercaya dapat membantu ibu-ibu yang susah melahirkan. Kerena itu, tidak heran bila pada kurun waktu sebelum 1930-an, balung butoyang banyak banyak bermunculan di berbagai tempat—di tepi sungai dan di lereng-lereng perbukitan—jarang diganggu oleh penduduk setempat.

    Koenigswald mengubah pandangan itu. Luasnya cakupan wilayah sirus Sangiran, dengan kondisi alam yang tandus-gersang dan bebukit-bukit, memang tidak memungkinkan peneliti asing itu bekerja sendiri. Dalam upaya untuk mengumpulkan fosil, Koenigswald minta bantuan penduduk.

    Sebagai imbalan atas keterlibatan penduduk, Koenigswald menerapkan sistem upah berupa uang kepada penduduk yang menemukannya. Besaran hadiah cukup beragam, bergantung pada jenis fosil dan kelangkaannya. Masyarakat pun mulai sadar, ternyata benda yang dulu mereka sebut balung buto memiliki nilai tukar yang cukup menjanjikan.

    Setelah ituistilah balung buto perlahan lenyap digantikan fosil sebagai nama baru, pengertian dan nilainya pun berhasil diinternalisasikan oleh Koenigswald. Sejak itu pula, masyarakat Sangiran mengenal konsep pemaknaan baru terkait keberadaan fosil alias balung buto, yang semula dikaitkan dengan keyakinan sebagai mitos yang bernilai magis menjadi semacam komoditi baru yang hanya bernilai ekonomis.

    Pada tahun 1977 situs Sangiran dideklarasikan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan dan padatahun 1996 terdaftar dalam situs warisan dunia oleh UNESCO.

    no 2.
    1. Mega yang artinya adalah besar
    2. Anthropus yang artinya adalah manusia
    3. Paleo yang artinya adalah paling tua/tertua
    4. Javanicus yang artinya adalah Jawa

    1. Memiliki tulang rahang yang kuat
    2. Tidak memiliki dagu
    3. Menunjukkan ciri-ciri manusia tetapi lebih mendekati kera.
    4. Berbadan besar dan tegap

    Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Oleh karena temuan-temuan dari fosil Meganthropus ini masih sangat sedikit, maka sukar menempatkan dengan pasti kedudukannya dalam evolusi manusia dan hubungannya dengan Pithecanthropus.

  41. M.Syahril Jihad mengatakan:

    Nama : M.Syahril Jihad
    Kelas : XA TKJ

    No.1
    #SANGIRAN
    Situs purbakala Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Tempat ini merupakan lokasi penemuan beberapa fosil manusia purba, sehingga sangat penting dalam sejarah perkembangan manusia dunia.

    Situs Sangiran memunyai luas sekitar 59, 2 km² dan sebagian besar berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, 17 kilometer sebelah utara Kota Surakarta, di lembah Bengawan Solo dan di kaki Gunung Lawu. Ada sebagian yang merupakan bagian dari Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo).

    Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya dan ada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

    No.2
    Arti Dari Meganthropus paleojavanicus yaitu :
    1. Mega yang artinya adalah besar
    2. Anthropus yang artinya adalah manusia
    3. Paleo yang artinya adalah paling tua/tertua
    4. Javanicus yang artinya adalah jawa
    Arti Dari Pithecanthropus erectus yaitu :
    1. Pithecos artinya adalah kera
    2. Anthropus artinya manusia
    3. Erectus artinya manusia yang berjalan tegak
    Nama Pithecanthropus erectus sendiri berasal dari akar bahasa Yunani dan latin dan memiliki arti manusia-kera yang dapat berdiri
    Ciri-ciri Pithecanthropus Erectus :

    Tulang Rahang dan Gigi Besar dan Kuat
    Tidak Berdagu
    Tingi Badan Sekitar 165-170 cm
    Berbadan dan Berjalan Tegak
    Kening Menonjol

  42. nina erlina mengatakan:

    Nama . NINA ERLINA
    Kelas . XB AK
    Jurusan . AKUNTANSI
    No.1 prasejarah itu,dmn jaman blum mengenal sejarah
    kalau praaksara belum mengenal tulisan atau huruf2,

    No.2 Big Bang (terjemahan bebas: Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar) dalam kosmologi adalah salah satu teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari kondisi super padat dan panas, yang kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu.
    Para ilmuwan juga percaya bawa Big Bang membentuk sistem tata surya. Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus. Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.
    Pada tahun 1929 Astronom Amerika Serikat, Edwin Hubble melakukan observasi dan melihat Galaksi yang jauh dan bergerak selalu menjauhi kita dengan kecepatan yang tinggi. Ia juga melihat jarak antara Galaksi-galaksi bertambah setiap saat. Penemuan Hubble ini menunjukkan bahwa Alam Semesta kita tidaklah statis seperti yang dipercaya sejak lama, namun bergerak mengembang. Kemudian ini menimbulkan suatu perkiraan bahwa Alam Semesta bermula dari pengembangan di masa lampau yang dinamakan Dentuman Besar.
    Pada saat itu dimana Alam Semesta memiliki ukuran nyaris nol, dan berada pada kerapatan dan panas tak terhingga; kemudian meledak dan mengembang dengan laju pengembangan yang kritis, yang tidak terlalu lambat untuk membuatnya segera mengerut, atau terlalu cepat sehingga membuatnya menjadi kurang lebih kosong. Dan sesudah itu, kurang lebih jutaan tahun berikutnya, Alam Semesta akan terus mengembang tanpa kejadian-kejadian lain apapun. Alam Semesta secara keseluruhan akan terus mengembang dan mendingin.

    Alam Semesta berkembang, dengan laju 5%-10% per seribu juta tahun. Alam Semesta akan mengembang terus,namun dengan kelajuan yang semakin kecil,dan semakin kecil, meskipun tidak benar-benar mencapai nol. Walaupun andaikata Alam Semesta berkontraksi, ini tidak akan terjadi setidaknya untuk beberapa milyar tahun lagi.

  43. markus azugami mengatakan:

    nama: ANDIKA WIRA KUSUMA&MUHAMMAD FADLI
    KELAS :X B TKJ
    Ketika aktif melakukan eksplorasi pada akhir abad ke-19, Eugene Dubois pernah melakukan penelitian di sini, namun tidak terlalu intensif karena kemudian ia memusatkan aktivitas di kawasan Trinil, Ngawi.

    Sejak tahun 1934, ahli antropologi Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald memulai penelitian di area tersebut, setelah mencermati laporan-laporan berbagai penemuan balung buta (“tulang buta/raksasa”) oleh warga dan diperdagangkan. Saat itu perdagangan fosil mulai ramai akibat penemuan tengkorak dan tulang paha Pithecanthropus erectus (“Manusia Jawa”) oleh Eugene Dubois di Trinil, Ngawi, tahun 1891. Trinil sendiri juga terletak di lembah Bengawan Solo, kira-kira 40 km timur Sangiran.

    Dengan dibantu oleh Toto Marsono, pemuda yang kelak menjadi lurah Desa Krikilan, setiap hari von Koenigswald meminta penduduk untuk mencari balung buta, yang kemudian ia bayar. Pada tahun-tahun berikutnya, hasil penggalian menemukan berbagai fosil Homo erectus lainnya. Ada sekitar 60 lebih fosil H. erectus atau hominid lainnya dengan variasi yang besar, termasuk seri Meganthropus palaeojavanicus, telah ditemukan di situs tersebut dan kawasan sekitarnya.

    Selain manusia purba, ditemukan pula berbagai fosil tulang-belulang hewan-hewan bertulang belakang (Vertebrata), seperti buaya (kelompok gavial dan Crocodilus), Hippopotamus (kuda nil), berbagai rusa, harimau purba, dan gajah purba (stegodon dan gajah moderen).

    Penggalian oleh tim von Koenigswald berakhir 1941. Koleksi-koleksinya sebagian disimpan di bangunan yang didirikannya bersama Toto Marsono di Sangiran, yang kelak menjadi Museum Purbakala Sangiran, tetapi koleksi-koleksi pentingnya dikirim ke kawannya di Jerman, Franz Weidenreich.
    Museum Purbakala Sangiran

    Di Museum Purbakala Sangiran, yang terletak di wilayah ini juga, dipaparkan sejarah manusia purba sejak sekitar dua juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu, yaitu dari kala Pliosen akhir hingga akhir Pleistosen tengah. Di museum ini terdapat 13.086 koleksi fosil manusia purba dan merupakan situs manusia purba berdiri tegak (hominid) yang terlengkap di Asia. Selain itu juga dapat dipamerkan fosil berbagai hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut, serta alat-alat batu.

  44. bocahushiel@ymail.com mengatakan:

    Nama:milah ariska
    kelas:X A TKJ

    jawab:
    soal no.1
    .Sangiran adalah sebuah situs arkeologi. Secara geografis situs Sangiran terlatak antara kabupaten Sragen dan kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Area ini memilikiluas 48 km2 sangiran merupakan suatu kubah raksasa yang berupa cekungan besar di pusat kubah akibat adanya erosi di bagian puncaknya.15km2 sebelah utara Surakarta di lembah sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu
    Di Museum Purbakala Sangiran, yang terletak di wilayah ini juga, dipaparkan sejarah manusia purba sejak sekitar dua juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu, yaitu dari kala Pliosen akhir hingga akhir Pleistosen tengah. Di museum ini terdapat 13.086 koleksi fosil manusia purba dan merupakan situs manusia purba berdiri tegak (hominid) yang terlengkap di Asia. Selain itu juga dapat dipamerkan fosil berbagai hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut, serta alat-alat batu.Pada awalnya penelitian Sangiran adalah sebuah kubah yang dinamakan Kubah Sangiran. Puncak kubah ini kemudian terbuka melalui proses erosi sehingga membentuk depresi. Pada depresi itulah dapat ditemukan lapisan tanah yang mengandung informasi tentang kehidupan pada masa lampau. Sangiran mencakup beberapa lapisan tanah/formasi tanah. Yang tertua adalah formasi “kalibeng” formasi ini diperkirakan berumur 3 juta – 1,8 juta tahun yang lalu. Pada formasi ini terdiri atas 4 lapisan yaitu lapisan bawah merupakan endapan laut dalam dengan ketebalan lapisan ini cristiano ronaldo.Selain manusia purba, ditemukan pula berbagai fosil tulang-belulang hewan-hewan bertulang belakang (Vertebrata), seperti buaya (kelompok gavial dan Crocodilus), Hippopotamus (kuda nil), berbagai rusa, harimau purba, dan gajah purba (stegodon dan gajah moderen).

  45. dquariez_32@yahoo.co.id mengatakan:

    nama : eka fitri larasati
    kelas : x A -TKJ

    1 .Sangiran adalah sebuah situs arkeologi. Secara geografis situs Sangiran terlatak antara kabupaten Sragen dan kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Area ini memilikiluas 48 km2 15km2 sebelah utara Surakarta di lembah sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu.
    Sejarah Penemuan dan Pengakuan
    Pada1936-1941seorang ilmuan antropologi dari Jerman Gustav Heinrich Ralph von Koenigswal dmulai melakukan penelitan terhadap situs Sangiran tersebut. Setelah dilakukan penelitaian berikutnya, ditemukan 50 fosil lebih di antaranya Pithecanthropus erectus (Manusia Jawa), Meganthropus palaeo javanicus. Selain itu juga ditemukan fosil hewan seperti badak, tanduk kerbau, gading gajah, tanduk rusa dan lain-lain. Secara keseluruhan diperkirakan umur fosil yang ditemukan tersebut berusia 1 sampai 1,5 juta tahun dan diperkirakan juga umur fosil sudah terkubur sejak2 juta tah­un yang lalu. Dari 50 fosil yang ditemukan tersebut sudah mewakili 50% fosil yang ada di dunia.
    Sebelum kemunculan Koenigswald, pada awal 1930-an, masyarakat di sana hanya mengenal fosil-fosil yang banyak terdapat di lingkungan alam sekitar mereka sebagai balung buto alias tulang-tulang raksasa. Ilmuwan asal Jerman itu telah memberi pemahaman baru kepada masyarakat Sangiran terkait keberadaan fosil dan artefak purba.
    Selain itu, pemahaman mereka terkait balung buto juga berkaitan dengan tradisi lisan mengenai perang besar yang pernah terjadi di kawasan perbukitan Sangiran, ribuan tahun silam. Dalam pertempuran itu banyak raksasa yang gugur dan terkubur di perbukitan Sangiran, sebagaimana “dibuktikan” lewat potongan-potongan tulang-belulang besar yang mereka namakan balung buto. Para tetua kampung yang berusia di atas 60 tahun masih ada yang mengenal mitos tentang asal usul balung buto tersebut. Bahkan tak sedikit di antara mereka yang masih percaya akan kebenarannya.
    Sebelum kedatangan Koenigswald, balung buto dianggap memiliki kekuatan magis. Selain berfungsi sebagai sarana penyembuhan berbagai penyakit, pelindung diri atau sebagai jimat, nilai magis balung buto juga dipercaya dapat membantu ibu-ibu yang susah melahirkan. Kerena itu, tidak heran bila pada kurun waktu sebelum 1930-an, balung butoyang banyak banyak bermunculan di berbagai tempat—di tepi sungai dan di lereng-lereng perbukitan—jarang diganggu oleh penduduk setempat.
    Koenigswald mengubah pandangan itu. Luasnya cakupan wilayah sirus Sangiran, dengan kondisi alam yang tandus-gersang dan bebukit-bukit, memang tidak memungkinkan peneliti asing itu bekerja sendiri. Dalam upaya untuk mengumpulkan fosil, Koenigswald minta bantuan penduduk.
    Sebagai imbalan atas keterlibatan penduduk, Koenigswald menerapkan sistem upah berupa uang kepada penduduk yang menemukannya. Besaran hadiah cukup beragam, bergantung pada jenis fosil dan kelangkaannya. Masyarakat pun mulai sadar, ternyata benda yang dulu mereka sebut balung buto memiliki nilai tukar yang cukup menjanjikan.
    Setelah ituistilah balung buto perlahan lenyap digantikan fosil sebagai nama baru, pengertian dan nilainya pun berhasil diinternalisasikan oleh Koenigswald. Sejak itu pula, masyarakat Sangiran mengenal konsep pemaknaan baru terkait keberadaan fosil alias balung buto, yang semula dikaitkan dengan keyakinan sebagai mitos yang bernilai magis menjadi semacam komoditi baru yang hanya bernilai ekonomis.
    Pada tahun 1977 situs Sangiran dideklarasikan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan dan padatahun 1996 terdaftar dalam situs warisan dunia oleh UNESCO.
    Masih terletak di wiliyah Sangiran terdapat museum Sangiran, di museum tu terdapat koleksi13.086 koleksi fosil ma­nusia purba dan merupakan situsmanusia purba berdiri tegak yang terlengkap di Asia. Selain itu juga dapat ditemukan fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut serta alat-alat batu sekitar 2 juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu, yaitu dari kala Pliosen akhir hingga akhir Pleistosen tengah.

    2 .Zaman Neolitikum, disebut juga Zaman neolitik, merupakan fase atau tingkat kebudayaan pada zaman prasejarah yang mempunyai ciri-ciri berupa unsur kebudayaan, seperti peralatan dari batu yang diasah, pertanian menetap, peternakan, dan pembuatan tembikar.

    Masa batu muda ini juga disebut sebagai masa bercocok tanam awal berkisar pada 1500 tahun yang lalu di Indonesia. Sebagian besar manusia pada jaman itu berasal dari ras Paleo-Mongoloid. Mereka mulai menetap dan membangun pertanian untuk hidup dengan menggunakan peralatan-peralatan sederhana seperti beliung yang ditemukan tersebar di kepulauan Nusantara bagian barat. Alat ini juga ditemukan di Yunan, Cina Selatan, Laos ini menunjukkan migrasi manusia dari utara melalui sungai Mekong. Di kepulauan Nusantara bagian timur ditemukan banyak kapak lonjong yang juga ditemukan di Jepang, Taiwan Filipina, Sulawesi Utara, Maluku, papua dan kepulauan Melanesia lainnya.

    Studi biologi tingkat lanjut menunjukkan bahwa struktur DNA dalam darah manusia-manusia di wilayah ini memiliki kemiripan, hal ini menunjukkan nenek moyang bangsa Indonesia sebagian berasal dari daratan Asia dan sebagian lagi merupakan percampuran dari Mongoloid dan Negroid, terutama yang berada di kepulauan bagian timur.

    Dalam waktu senggang menunggu panen, mereka mulai memiliki waktu luang untuk memahami alam raya dan kekuatan-kekuatan yang Maha Besar, agar mempermudah hidup mereka. Maka mereka mulai membangun tempat-tempat pemujaan berupa batu-batu besar seperti menhir, bangunan batu berundak, dolmen dan patung-patung nenek moyang mereka, sehingga akhir zaman ini juga disebut sebagai masa megalitikum.

    Pada zaman neolitikum, keadaan lingkungan alam cukup banyak berubah. Naiknya permukaan air laut menyebabkan daratan bertambah sempit. Udara menjadi lebih panas. Sehingga membuat daerah menjadi sangat kekeringan. Wilayah tempat manusia berburu makin sempit, sementara penduduk bumi semakin bertambah. Semua itu menyebabkan manusia tidak lagi dapat sepenuhnya menggantungkan diri dari perburuan. Mereka harus mampu menghasilkan makanan sendiri. Karena itu, manusia mulai membudidayakan tanaman dan beternak hewan tertentu.

    Jadi manusia yang dulunya hanya menjadi pengumpul makanan kini menjadi penghasil makanan. Perubahan yang sangat mendasar itu sering disebut revolusi neolitikum, walaupun sebenarnya perubahan tersebut terjadi dalam jangka waktu yang lama. Pada masa bercocok tanam, pertukaran barang atau barter sudah dilakukan. Rupanya, di daerah yang kaya batuan, orang lebih banyak menambang batu untuk dibuat beliung, selain dipakai sendiri. Sebagian hasilnya ditukarkan dengan benda lain yang tidak dapat mereka hasilkan sendiri. Demikian juga, penduduk yang dapat membuat gerabah akan menukarkan sebagian hasil kerajinan mereka dengan barang lain, misalnya dengan garam atau ikan dari sebagian penduduk pesisir yang ada.

  46. M.Syahril Jihad mengatakan:

    Nama : M.Syahril Jihad
    Kelas : XA TKJ

    No.1
    #SANGIRAN
    Situs purbakala Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Tempat ini merupakan lokasi penemuan beberapa fosil manusia purba, sehingga sangat penting dalam sejarah perkembangan manusia dunia.

    Situs Sangiran memunyai luas sekitar 59, 2 km² dan sebagian besar berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, 17 kilometer sebelah utara Kota Surakarta, di lembah Bengawan Solo dan di kaki Gunung Lawu. Ada sebagian yang merupakan bagian dari Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo).

    Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya dan ada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

    No.2
    Arti Dari Meganthropus paleojavanicus yaitu :
    1. Mega yang artinya adalah besar
    2. Anthropus yang artinya adalah manusia
    3. Paleo yang artinya adalah paling tua/tertua
    4. Javanicus yang artinya adalah jawa
    Arti Dari Pithecanthropus erectus yaitu :
    1. Pithecos artinya adalah kera
    2. Anthropus artinya manusia
    3. Erectus artinya manusia yang berjalan tegak
    Nama Pithecanthropus erectus sendiri berasal dari akar bahasa Yunani dan latin dan memiliki arti manusia-kera yang dapat berdiri
    Ciri-ciri Pithecanthropus Erectus :

    Tulang Rahang dan Gigi Besar dan Kuat
    Tidak Berdagu
    Tingi Badan Sekitar 165-170 cm
    Berbadan dan Berjalan Tegak
    Kening Menonjol

  47. Nina mengatakan:

    Nama : Nina erlina

    Kelas : X.B AK

    Pra-aksara berasal dari gabungan kata, yaitu pra dan aksara. Pra artinya sebelum dan aksara berarti tulisan.

    Zaman Prasejarah adalah zaman sebelum manusia mengenal tulisan. Uraian mengenai
    kehidupan serta kebudayaan manusia pada masa lampau sebelum ada bukti-bukti tertulis

  48. Muhammad Syahroni mengatakan:

    Nama : Muhammad Syahroni
    Kelas : X.B TKJ

    Jawabannya:

    1.Sangiran
    Situs Sangiran adalah sebuah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Area ini memiliki luas 48 km² dan terletak di Jawa Tengah, 15 kilometer sebelah utara Surakarta di lembah Sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu. Secara administratif Sangiran terletak di kabupaten Sragen dan kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya. Pada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

    Tahun 1934 antropolog Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald memulai penelitian di area tersebut. Pada tahun-tahun berikutnya, hasil penggalian menemukan fosil dari nenek moyang manusia pertama, Pithecanthropus erectus (“Manusia Jawa”). Ada sekitar 60 lebih fosil lainnya di antaranya fosil Meganthropus palaeojavanicus telah ditemukan di situs tersebut.

    Di Museum Sangiran, yang terletak di wilayah ini juga, dipaparkan sejarah manusia purba sejak sekitar 2 juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu, yaitu dari kala Pliosen akhir hingga akhir Pleistosen tengah. Di museum ini terdapat 13.086 koleksi fosil manusia purba dan merupakan situs manusia purba berdiri tegak yang terlengkap di Asia. Selain itu juga dapat ditemukan fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut serta alat-alat batu.

    Pada awalnya penelitian Sangiran adalah sebuah kubah yang dinamakan Kubah Sangiran. Puncak kubah ini kemudian terbuka melalui proses erosi sehingga membentuk depresi. Pada depresi itulah dapat ditemukan lapisan tanah yang mengandung informasi tentang kehidupan di masa lampau.

    Manusia Jawa (Homo erectus paleojavanicus) adalah anakjenis Homo erectus yang pertama kali ditemukan. Pada awal penemuan, makhluk mirip manusia ini diberi nama ilmiah Pithecanthropus erectus oleh Eugène Dubois, pemimpin tim yang berhasil menemukan fosil tengkoraknya di Trinil pada tahun 1891. Nama Pithecanthropus erectus sendiri berasal dari akar bahasa Yunani dan latin dan memiliki arti manusia-kera yang dapat berdiri.
    Sejarah
    Ketika itu, Eugène Dubois tidak berhasil mengumpulkan fosil Pithecanthropus secara utuh melainkan hanya tempurung tengkorak, tulang paha atas dan tiga giginya saja. Dan sampai saat ini, belum ditemukan bukti yang jelas bahwa ketiga tulang tersebut berasal dari spesies yang sama.[1] Sebuah laporan berisi 342 halaman ditulis pada waktu itu tentang keraguan validitas penemuan tersebut. Meskipun demikian manusia Jawa masih dapat ditemukan di buku-buku pelajaran saat ini. Fosil yang lebih lengkap kemudian ditemukan di desa Sangiran, Jawa Tengah, sekitar 18km ke Utara dari kota Solo. Fosil berupa tempurung tengkorak manusia ini ditemukan oleh Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald, seorang ahli paleontologi dari Berlin, pada tahun 1936. Selain fosil, banyak pula penemuan-penemuan lain di situs Sangiran ini.

    2.Meganthropus paleojavanicus
    Meganthropus paleojavanicus berasal dari kata-kata; Megan= besar, Anthropus= manusia, Paleo= tua, Javanicus= dari Jawa. Jadi bisa disimpulkan bahwa Meganthropus paleojavanicus adalah manusia purba bertubuh besar tertua di Jawa. Fosil manusia purba ini ditemukan di daerah Sangiran, Jawa tengah antara tahun 1936-1941 oleh seorang peneliti Belanda bernama Von Koeningswald. Fosil tersebut tidak ditemukan dalam keadaan lengkap, melainkan hanya berupa beberapa bagian tengkorak, rahang bawah, serta gigi-gigi yang telah lepas. Fosil yang ditemukan di Sangiran ini diperkirakan telah berumur 1-2 Juta tahun.

    Ciri-Ciri Meganthropus paleojavanicus:
    – Mempunyai tonjolan tajam di belakang kepala.
    – Bertulang pipi tebal dengan tonjolan kening yang mencolok.
    – Tidak mempunyai dagu, sehingga lebih menyerupai kera.
    – Mempunyai otot kunyah, gigi, dan rahang yang besar dan kuat.
    – Makanannya berupa tumbuh-tumbuhan.

    Pithecanthropus Erectus
    Pada tahun 1890 Eugene Dubois menemukan fosil jenis Pithecanthropus di desa Trinil (Ngawi) Jawa Timur di dekat Lembah Sungai Bengawan Solo, dengan memberi nama Pithecanthropus Erectus, artinya manusia kera yang berjalan tegak.

    Berdasarkan penelitian Pithecanthropus Erectus mempunyai ciri-ciri seperti berikut ini:
    – berbadan tegap dengan alat pengunyah yang kuat
    – tinggi badan sekitar 165 – 170 cm dengan berat badan kurang lebih 100 kg
    – berjalan tegak
    – makanannya masih kasar dengan sedikit pengolahan
    – hidup pada 1 – 0,5 juta tahun yang lalu

    dari temuan Pithecanthropus Erectus dapat diambil kesimpulan bahwa jenis manusia ini merupakan makhluk yang kedudukannya di antara manusia dan kera, tetapi sudah dapat berjalan tegak. Penemuan ini dianggap sangat penting dalam dunia ilmu pengetahuan yang seakan-akan sudah terbukti masalah yang belum terpecahkan oleh Darwin dengan teori evolusinya. Menurut teori evolusi, salah satu cabang keturunan kera adalah manusia, tetapi belum ada bukti berupa makhluk peralihan dari kera ke manusia sehingga terjadi missing link. Pithecanthropus Erectus dianggap sebagai missing link tersebut, karena keadaannya antara manusia dan kera.

  49. Zainal Hidayat mengatakan:

    Nama :Zainal Hidayat
    Kls:Xa TKJ.
    ( 1) Situs Kepurbakalaan Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Tempat ini merupakan lokasi penemuan beberapa fosil manusia purba, sehingga sangat penting dalam sejarah perkembangan manusia dunia.

    Area ini memiliki luas kurang lebih 48 km² dan sebagian besar berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, 17 kilometer sebelah utara Kota Surakarta, di lembah Bengawan Solo dan di kaki Gunung Lawu. Ada sebagian yang merupakan bagian dari Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo).

    Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya dan ada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.
    (2) Megantthropus paleojavanicus
    Mega yang artinya adalah “besar”.
    Anthropus yang artinya adalah “manusia”.
    Paleo yang artinya adalah “paling tua/tertua”.
    Javanicus yang artinya adalah “Jawa”.

    Jadi Meganthropus Paleojavanicus artinya adalah “manusia bertubuh besar yang paling tua dari Pulau Jawa”. Meganthropus Paleojavanicus diperkirakan hidup pada dua juta tahun yang lalu. Ciri-ciri Meganthropus Paleojavanicus adalah sebagai berikut:

    Memiliki tulang rahang yang kuat
    Tidak memiliki dagu
    Menunjukkan ciri-ciri manusia tetapi lebih mendekati kera.
    Berbadan besar dan tegap

    #pithecanthropus erectus
    Pithecanthropus Erectus
    Nama manusia purba ini berasal dari tiga kata, yaitu pithecos yang berarti kera, anthropus yang berarti manusia, dan erectus yang berarti tegak. Jadi Pithecanthropus Erectus berarti “manusia kera yang berjalan tegak”. Nama
    sebutan itu didasarkan pada fosil yang ditemukan. Penemuan ini berupa tulang paha yang lebih besar dibandingkan tulang lengan. Demikian juga volume otaknya lebih besar dari pada kera, tetapi lebih kecil dari pada manusia.

    *Ciri-ciri Pithecanthropus Erectus :
    Tulang Rahang dan Gigi Besar dan Kuat
    Tidak Berdagu
    Tingi Badan Sekitar 165-170 cm
    Berbadan dan Berjalan Tegak
    Kening Menonjolq

  50. erta susi subagio dan putri erliyani X b tkj mengatakan:

    1. perjalanan kisah perkembangan manusia di dunia tidak dapat kita lepaskan dari keberadaan bentangan luas perbukitan tandus yang berada diperbatasan Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar. Lahan itu dikenal dngan nama Situs Sangiran. Di dalam buku Harry Widianto dan Truman Simanjuntak, sangiran Menjawab Dunia diterangkan bahwa sangiran merupaan sebuah kompleks situs manusia purba dari kala pleistsen yang paling lengkap dan paling penting diIndonesia, dan bahkan di Asia Lokasi tersebut merupakan pusat perkembangan manusia dunia,
    yang memberikan pertunjuk tentang keberadaan manusia sejak 150.000 tahun yang lalu. Situs Sangiran itu mempunyi luas delapan kilometer pada arah utara-selatan dan tujuh kolometer arah timur-barat. Situs Sangiran merupakan suatu kubah raksasa yang berupa cekungan besar di pusat kubah akibat adanya erosi di bagian puncaknya. Kubah raksasa itu diwarnai dengan perbuktian yang bergelombang. Kondisi deformasi geologis itu menyebebkan tersingkapnya berbagai lapisan batuan yang mengandung fosil-fosil manusia purba dan binatang,termasuk artefak. Berdasarkan materi tanahnya, Situs Sangiran berupa endapan lempung hitam dan pasir fluvio-volkanik, tanahnya tidak subur dan terkesan gersang pada musim kemarau.
    sangiran pertama kali ditemukan oleh P.E.C. Schemulling tahun 1864, dengan laporan penemuan fosil vertebrata dari kalioso, bagian dari wilayah sangiran. semenjak dilaporkan schemulling situs itu seolah – olah terlupaan dalam waktu yang lama. eugene dubois juga pernah datang ke sangiran, akan tetapi ia kurang tertarik dengan temuan – temuan di wilayah sangiran. pada 1934, G.H.R. von koenigswald menemukan artefak litik diwilayah Ngebung yang terletak sekitar dua km dibarat laut kubah sangiran. artefak litik itulah yang kemudian menjadi temuan penting bagi ssitus sangiran. semenjak penemuan von koenigswald, situs sangiran menjadi sangat terkenal beraitan dengan penemuan – penemuan fosil Homo erectus secara sporadis dan berkesinambungan. Homo erectus adalah takson paling penting dalam sejarah manusia, sebelum masuk pada tahapan manusia Homo sapiens, manusia modern.
    situs dangiran tidak hanya memberikan gambaran tentang evolusi fisik manusia saja, akan tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang evolusi budaya, binatang, dan juga lingkungan. beberapa fosil yang ditemukan dalam seri geologis – stratigrafis yang diendapkan tanpa terputus selama lebih dari dua juta tahun, menunjukan tentang hal itu. situs sangiran telah diakui sebagai salah satu pusat evolusi manusia didunia. situs itu ditetapkan secara resmi sebagai Warisan Dunia pada 1996, yang tercantum dalam nomor 593 daftar Warisan Dunia ( World Heritage ) UNESCO.

    2. – Meganthropus paleojavanicus, artinya manusia raksasa dari jawa.
    – Pithecanthropus erectus, artinya manusia kera yang berjalan tegak.

  51. noor mila ulfah mengatakan:

    nama : noor mila ulfah
    kelas : Xa TKJ

    no 1 .Sangiran adalah sebuah situs arkeologi. Secara geografis situs Sangiran terlatak antara kabupaten Sragen dan kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Area ini memilikiluas 48 km2 15km2 sebelah utara Surakarta di lembah sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu.

    Sejarah Penemuan dan Pengakuan

    Pada1936-1941seorang ilmuan antropologi dari Jerman Gustav Heinrich RalphXa von Koenigswal dmulai melakukan penelitan terhadap situs Sangiran tersebut. Setelah dilakukan penelitaian berikutnya, ditemukan 50 fosil lebih di antaranya Pithecanthropus erectus (Manusia Jawa), Meganthropus palaeo javanicus. Selain itu juga ditemukan fosil hewan seperti badak, tanduk kerbau, gading gajah, tanduk rusa dan lain-lain. Secara keseluruhan diperkirakan umur fosil yang ditemukan tersebut berusia 1 sampai 1,5 juta tahun dan diperkirakan juga umur fosil sudah terkubur sejak2 juta tah­un yang lalu. Dari 50 fosil yang ditemukan tersebut sudah mewakili 50% fosil yang ada di dunia.

    Sebelum kemunculan Koenigswald, pada awal 1930-an, masyarakat di sana hanya mengenal fosil-fosil yang banyak terdapat di lingkungan alam sekitar mereka sebagai balung buto alias tulang-tulang raksasa. Ilmuwan asal Jerman itu telah memberi pemahaman baru kepada masyarakat Sangiran terkait keberadaan fosil dan artefak purba.

    Selain itu, pemahaman mereka terkait balung buto juga berkaitan dengan tradisi lisan mengenai perang besar yang pernah terjadi di kawasan perbukitan Sangiran, ribuan tahun silam. Dalam pertempuran itu banyak raksasa yang gugur dan terkubur di perbukitan Sangiran, sebagaimana “dibuktikan” lewat potongan-potongan tulang-belulang besar yang mereka namakan balung buto. Para tetua kampung yang berusia di atas 60 tahun masih ada yang mengenal mitos tentang asal usul balung buto tersebut. Bahkan tak sedikit di antara mereka yang masih percaya akan kebenarannya.

    Sebelum kedatangan Koenigswald, balung buto dianggap memiliki kekuatan magis. Selain berfungsi sebagai sarana penyembuhan berbagai penyakit, pelindung diri atau sebagai jimat, nilai magis balung buto juga dipercaya dapat membantu ibu-ibu yang susah melahirkan. Kerena itu, tidak heran bila pada kurun waktu sebelum 1930-an, balung butoyang banyak banyak bermunculan di berbagai tempat—di tepi sungai dan di lereng-lereng perbukitan—jarang diganggu oleh penduduk setempat.

    Koenigswald mengubah pandangan itu. Luasnya cakupan wilayah sirus Sangiran, dengan kondisi alam yang tandus-gersang dan bebukit-bukit, memang tidak memungkinkan peneliti asing itu bekerja sendiri. Dalam upaya untuk mengumpulkan fosil, Koenigswald minta bantuan penduduk.

    Sebagai imbalan atas keterlibatan penduduk, Koenigswald menerapkan sistem upah berupa uang kepada penduduk yang menemukannya. Besaran hadiah cukup beragam, bergantung pada jenis fosil dan kelangkaannya. Masyarakat pun mulai sadar, ternyata benda yang dulu mereka sebut balung buto memiliki nilai tukar yang cukup menjanjikan.

    Setelah ituistilah balung buto perlahan lenyap digantikan fosil sebagai nama baru, pengertian dan nilainya pun berhasil diinternalisasikan oleh Koenigswald. Sejak itu pula, masyarakat Sangiran mengenal konsep pemaknaan baru terkait keberadaan fosil alias balung buto, yang semula dikaitkan dengan keyakinan sebagai mitos yang bernilai magis menjadi semacam komoditi baru yang hanya bernilai ekonomis.

    Pada tahun 1977 situs Sangiran dideklarasikan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan dan padatahun 1996 terdaftar dalam situs warisan dunia oleh UNESCO.

    Masih terletak di wiliyah Sangiran terdapat museum Sangiran, di museum tu terdapat koleksi13.086 koleksi fosil ma­nusia purba dan merupakan situsmanusia purba berdiri tegak yang terlengkap di Asia. Selain itu juga dapat ditemukan fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut serta alat-alat batu sekitar 2 juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu, yaitu dari kala Pliosen akhir hingga akhir Pleistosen tengah.

    no 2 .megantthropus paleojavanicus adalah Meganthropus Paleojavanicus adalah manusia purba yang tertua di Indonesia. Meganthropus Paleojavanicus berasal dari kata-kata berikut ini:

    Mega yang artinya adalah “besar”.
    Anthropus yang artinya adalah “manusia”.
    Paleo yang artinya adalah “paling tua/tertua”.
    Javanicus yang artinya adalah “Jawa”.
    3.pithecanthropus erectus adalah Nama manusia purba ini berasal dari tiga kata, yaitu pithecos yang berarti kera, anthropus yang berarti manusia, dan erectus yang berarti tegak. Jadi Pithecanthropus Erectus berarti “manusia kera yang berjalan tegak”. Nama
    sebutan itu didasarkan pada fosil yang ditemukan. Penemuan ini berupa tulang paha yang lebih besar dibandingkan tulang lengan. Demikian juga volume otaknya lebih besar dari pada kera, tetapi lebih kecil dari pada manusia.

  52. Rizky Tri Ramadhan mengatakan:

    Nama : Rizky Tri Ramadhan

    Kelas : Xa TKJ

    No.1

    Sangiran adalah sebuah situs arkeologi. Secara geografis situs Sangiran terlatak antara kabupaten Sragen dan kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Area ini memilikiluas 48 km2 15km2 sebelah utara Surakarta di lembah sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu.

    Sejarah Penemuan dan Pengakuan

    Pada1936-1941seorang ilmuan antropologi dari Jerman Gustav Heinrich Ralph von Koenigswal dmulai melakukan penelitan terhadap situs Sangiran tersebut. Setelah dilakukan penelitaian berikutnya, ditemukan 50 fosil lebih di antaranya Pithecanthropus erectus (Manusia Jawa), Meganthropus palaeo javanicus. Selain itu juga ditemukan fosil hewan seperti badak, tanduk kerbau, gading gajah, tanduk rusa dan lain-lain. Secara keseluruhan diperkirakan umur fosil yang ditemukan tersebut berusia 1 sampai 1,5 juta tahun dan diperkirakan juga umur fosil sudah terkubur sejak2 juta tah­un yang lalu. Dari 50 fosil yang ditemukan tersebut sudah mewakili 50% fosil yang ada di dunia.

    Sebelum kemunculan Koenigswald, pada awal 1930-an, masyarakat di sana hanya mengenal fosil-fosil yang banyak terdapat di lingkungan alam sekitar mereka sebagai balung buto alias tulang-tulang raksasa. Ilmuwan asal Jerman itu telah memberi pemahaman baru kepada masyarakat Sangiran terkait keberadaan fosil dan artefak purba.

    Selain itu, pemahaman mereka terkait balung buto juga berkaitan dengan tradisi lisan mengenai perang besar yang pernah terjadi di kawasan perbukitan Sangiran, ribuan tahun silam. Dalam pertempuran itu banyak raksasa yang gugur dan terkubur di perbukitan Sangiran, sebagaimana “dibuktikan” lewat potongan-potongan tulang-belulang besar yang mereka namakan balung buto. Para tetua kampung yang berusia di atas 60 tahun masih ada yang mengenal mitos tentang asal usul balung buto tersebut. Bahkan tak sedikit di antara mereka yang masih percaya akan kebenarannya.

    Sebelum kedatangan Koenigswald, balung buto dianggap memiliki kekuatan magis. Selain berfungsi sebagai sarana penyembuhan berbagai penyakit, pelindung diri atau sebagai jimat, nilai magis balung buto juga dipercaya dapat membantu ibu-ibu yang susah melahirkan. Kerena itu, tidak heran bila pada kurun waktu sebelum 1930-an, balung butoyang banyak banyak bermunculan di berbagai tempat—di tepi sungai dan di lereng-lereng perbukitan—jarang diganggu oleh penduduk setempat.

    Koenigswald mengubah pandangan itu. Luasnya cakupan wilayah sirus Sangiran, dengan kondisi alam yang tandus-gersang dan bebukit-bukit, memang tidak memungkinkan peneliti asing itu bekerja sendiri. Dalam upaya untuk mengumpulkan fosil, Koenigswald minta bantuan penduduk.

    Sebagai imbalan atas keterlibatan penduduk, Koenigswald menerapkan sistem upah berupa uang kepada penduduk yang menemukannya. Besaran hadiah cukup beragam, bergantung pada jenis fosil dan kelangkaannya. Masyarakat pun mulai sadar, ternyata benda yang dulu mereka sebut balung buto memiliki nilai tukar yang cukup menjanjikan.

    Setelah ituistilah balung buto perlahan lenyap digantikan fosil sebagai nama baru, pengertian dan nilainya pun berhasil diinternalisasikan oleh Koenigswald. Sejak itu pula, masyarakat Sangiran mengenal konsep pemaknaan baru terkait keberadaan fosil alias balung buto, yang semula dikaitkan dengan keyakinan sebagai mitos yang bernilai magis menjadi semacam komoditi baru yang hanya bernilai ekonomis.

    Pada tahun 1977 situs Sangiran dideklarasikan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan dan padatahun 1996 terdaftar dalam situs warisan dunia oleh UNESCO.

    Masih terletak di wiliyah Sangiran terdapat museum Sangiran, di museum tu terdapat koleksi13.086 koleksi fosil ma­nusia purba dan merupakan situsmanusia purba berdiri tegak yang terlengkap di Asia. Selain itu juga dapat ditemukan fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut serta alat-alat batu sekitar 2 juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu, yaitu dari kala Pliosen akhir hingga akhir Pleistosen tengah.

  53. Suryadi Eko mengatakan:

    Nama :Suryadi Eko Putro
    Kelas: XB TKJ

    1. jelaskan apa yang kamu ketahui dasri situs sangiran, jelaskan!
    Jawab:
    Museum Purbakala Sangiran adalah sebuah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Sangiran adalah sebuah pedalaman yang berada di kaki Gunung Lawu dan jaraknya sekitar 17 km ke arah utara dari kota Solo, atau berjarak 3 km dari Jl Solo-Purwodadi. Jadi, kira-kira diperlukan waktu selama 20 – 30 menit perjalanan dari Solo. Hanya saja, Museum Manusia Purba Sangiran secara adminisitratif berada di Desa Krikilan Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen Jawa Tengah. Letaknya yang berdekatan dengan kota Solo-lah yang menjadikan museum manusia purba ini seperti berada di wilayah Solo. Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya. Pada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

    Di Museum Purbakala Sangiran, anda akan disuguhi berbagai macam hal menarik dan misteri yang akhirnya terungkap. Sebagai tempat yang dipercaya menjadi situs manusia purba terbesar di Asia, fosil-fosil yang ditemukan di Sangiran pun telah banyak memberi informasi dan pelajaran bagi kita tentang bagaimana gambaran kehidupan masa lalu. Bahkan, dengan mempelajari dan melakukan penelitian terhadap fosil manusia purba yang ada di Sangiran, hasilnya sangat menakjubkan karena kita menjadi tahu lebih banyak tentang sejarah kehidupan manusia purba, habitat, binatang yang hidup saat itu, pola kehidupan dan tentu saja bentang alam yang terjadi sekitar 2 juta tahun lalu.

    Informasi yang sangat penting dan berguna bagi anda yaitu mengenal sejarah manusia purba. Museum ini menjadi tempat sempurna bagi anda yang ingin berwisata sejarah dan budaya. Sangiran sendiri merupakan situs penting dalam ilmu sejarah perkembangan manusia, khususnya untuk bidang arkeologi, geologi, antropologi, paleoantropologi, dan tentu saja untuk tempat wisata. Jikalau anda bukanlah orang yang berkecimpung di dunia sains tersebut, paling tidak anda menjadi lebih tahu gambaran tentang pelajaran ilmu sejarah yang penah anda pelajari waktu sekolah.

    Mungkin sekarang anda bertanya-tanya, koleksi apa sajakah yang ada di Museum Manusia Purba Sangiran ini? Untuk manusia purba, museum ini mempunyai banyak koleksi yang dipamerkan, seperti Homo sapiens, Pithecanthropus erectus, Australopithecus africanus, Homo Neanderthal Asia, Pithecanthropus soloensis, dan Pithecanthropus modjokertensis. Sedangkan koleksi hewan bertulang belakang yang dimiliki oleh Museum Purbakala Sangiran adalah Cervus sp (rusa), Rhinocerous sondaicus (badak), Mastodon sp (gajah), Bovidae (banteng, sapi), Sus sp (babi), Elephas namadicus (gajah), Felis palaejavanica (harimau), serta Bubalus palaeokarabau (kerbau).

  54. Siti Maisarah mengatakan:

    1. pra aksara berarti sebelum ada tulisan berbeda dengan pra sejarah yang berarti sebelum ada sejarah atau kegiatan . Meski manusia belum mengenal tulisan , tidak berarti manusia tidak memiliki sejarah/kegiatan dan kebudayaan
    2. Menurut Teori Big Bang, Bumi ini sudah berusia kira-kira 13,7 Miliyar tahun. Pada awal terbentuknya alam semesta telah terjadi sebuah fenomena yang dinamai Big Bang (Ledakan Besar). Jadi, menurut Big Bang Theory yang diusulkan oleh Georges Lemaitre. Alam Semesta beserta seluruh isinya termasuk ruang dan waktu tercipta akibat ledakan yang sangat besar, sama seperti apa yang dikatakan dalam Al-Quran

  55. Siti Maisarah mengatakan:

    1. perbedaan pra aksara dan pra sejarah adalah pra aksara berarti sebelum ada tulisan berbeda dengan pra sejarah yang berarti sebelum ada sejarah atau kegiatan . Meski manusia belum mengenal tulisan , tidak berarti manusia tidak memiliki sejarah/kegiatan dan kebudayaan

    2. Menurut Teori Big Bang, Bumi ini sudah berusia kira-kira 13,7 Miliyar tahun. Pada awal terbentuknya alam semesta telah terjadi sebuah fenomena yang dinamai Big Bang (Ledakan Besar). Jadi, menurut Big Bang Theory yang diusulkan oleh Georges Lemaitre. Alam Semesta beserta seluruh isinya termasuk ruang dan waktu tercipta akibat ledakan yang sangat besar, sama seperti apa yang dikatakan dalam Al-Quran

  56. M.Syahril Jihad mengatakan:

    Nama :M.syahriljihad
    Kelas : XA TKJ
    No.1
    #SANGIRAN
    Situs purbakala Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Tempat ini merupakan lokasi penemuan beberapa fosil manusia purba, sehingga sangat penting dalam sejarah perkembangan manusia dunia.

    Situs Sangiran memunyai luas sekitar 59, 2 km² dan sebagian besar berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, 17 kilometer sebelah utara Kota Surakarta, di lembah Bengawan Solo dan di kaki Gunung Lawu. Ada sebagian yang merupakan bagian dari Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo).

    Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya dan ada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

    No.2
    Arti Dari Meganthropus paleojavanicus yaitu :
    1. Mega yang artinya adalah besar
    2. Anthropus yang artinya adalah manusia
    3. Paleo yang artinya adalah paling tua/tertua
    4. Javanicus yang artinya adalah jawa
    Arti Dari Pithecanthropus erectus yaitu :
    1. Pithecos artinya adalah kera
    2. Anthropus artinya manusia
    3. Erectus artinya manusia yang berjalan tegak
    Nama Pithecanthropus erectus sendiri berasal dari akar bahasa Yunani dan latin dan memiliki arti manusia-kera yang dapat berdiri
    Ciri-ciri Pithecanthropus Erectus :

    Tulang Rahang dan Gigi Besar dan Kuat
    Tidak Berdagu
    Tingi Badan Sekitar 165-170 cm
    Berbadan dan Berjalan Tegak
    Kening Menonjol

  57. Nor Wansyah mengatakan:

    Nama : Nor Wansyah
    Kelas : Xa TKJ
    Email : Norwansyah92@gmail.com

    Jawab

    1#
    situs sangiran adalah tempat dimana ditemukannya beberapa posil manusia purba,,
    dan lokasi situs sangiran berada diwiliayah kecamatan kalijambe,kabupaten sragen,jawa tengah, 17 KM disebelah utara kota surakarta , di lembah bengawan solo, dan di kaki gunung lawu..
    Pada tahun 1977 situs Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya dan ada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO…

  58. shella juliana mengatakan:

    1)pra sejarah adalah praaksara ada lah zaman sebelum mengenal tulisan sedangkan pra sejarah adalah zaman sebelum sejarah

  59. Rina fajriana mengatakan:

    1)1)pra sejarah adalah praaksara ada lah zaman sebelum mengenal tulisan sedangkan pra sejarah adalah zaman sebelum sejarah

  60. mariani dan een pertiwi mengatakan:

    nama: Mariani dan Een pertiwi
    kelas: XB akuntansi
    email : marianiria858@yahoo.co.id

    jawab:
    1. perbedaan antara prasejarah dengan praaksara yaitu :
    praaksara adalah jaman sebelum mengenal tulisan ,sedangkan
    prasejarah adalah zaman sebelum mengenal sejarah

    2.Big Bang (terjemahan bebas: Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar) dalam kosmologi adalah salah satu teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari kondisi super padat dan panas, yang kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu.
    Para ilmuwan juga percaya bawa Big Bang membentuk sistem tata surya. Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus. Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.
    Pada tahun 1929 Astronom Amerika Serikat, Edwin Hubble melakukan observasi dan melihat Galaksi yang jauh dan bergerak selalu menjauhi kita dengan kecepatan yang tinggi. Ia juga melihat jarak antara Galaksi-galaksi bertambah setiap saat. Penemuan Hubble ini menunjukkan bahwa Alam Semesta kita tidaklah statis seperti yang dipercaya sejak lama, namun bergerak mengembang. Kemudian ini menimbulkan suatu perkiraan bahwa Alam Semesta bermula dari pengembangan di masa lampau yang dinamakan Dentuman Besar.
    Pada saat itu dimana Alam Semesta memiliki ukuran nyaris nol, dan berada pada kerapatan dan panas tak terhingga; kemudian meledak dan mengembang dengan laju pengembangan yang kritis, yang tidak terlalu lambat untuk membuatnya segera mengerut, atau terlalu cepat sehingga membuatnya menjadi kurang lebih kosong. Dan sesudah itu, kurang lebih jutaan tahun berikutnya, Alam Semesta akan terus mengembang tanpa kejadian-kejadian lain apapun. Alam Semesta secara keseluruhan akan terus mengembang dan mendingin.

    Alam Semesta berkembang, dengan laju 5%-10% per seribu juta tahun. Alam Semesta akan mengembang terus,namun dengan kelajuan yang semakin kecil,dan semakin kecil, meskipun tidak benar-benar mencapai nol. Walaupun andaikata Alam Semesta berkontraksi, ini tidak akan terjadi setidaknya untuk beberapa milyar tahun lagi.

  61. khairilgunawan mengatakan:

    Kada handak menjawab apa2 nah, umpat bekajal banar ay… Pina rami😀
    Makin tambah banyak pengunjung blog bapa nih Huahahahaahahaaa….
    Sstttt…! Lumayan jar bapanya betambah pengunjung blog ku😀
    Hihihihii just kidding *just kidding *just kidding :p

  62. Muhammad Rija mengatakan:

    Nama : Muhammad Rija
    Kelas : XA TKJ

    1. Situs Saringan adalah Situs Sangiran yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Sragen dan Karanganyar, Jawa Tengah mulai diceritakan di bab keempat buku ini dan seterusnya. Situs ini merupakan situs paling lengkap untuk hunian Homo erectus sejak 1,5 juta tahun yang lalu. Kolonisasi Jawa diperkirakan sudah berlangsung pada akhir Pliosen (1,8 jt tyl). Bukti-bukti ke arah itu didasarkan pada penemuan mamalia Archidiskodon berumur Pliosen Atas di situs Bumiayu. Migrasi Homo erectus melalui jembatan darat pada zaman es mulai terjadi pada Plistosen Bawah dan mulai menghuni Sangiran pada 1,5 jt tyl. Homo erectus tertua ditemukan di Afrika berumur 1,8 jt tyl.

    Situs sangiran ditemukan oleh ahli paleontologi G.H.R. von Koenigswald pada tahun 1934 melalui artefak yang ditinggalkan Homo erectus di Desa Ngebung, Sangiran. Saat itu von Koenigswald ditugaskan Belanda untuk menyusun biostratigrafi Jawa berdasarkan fosil mamalia. Penggalian yang dimulai pada tahun 1936 lalu menemukan fosil-fosil Homo erectus. Penemuan demi penemuan pun terjadi terus sampai dasawarsa terakhir ini, membuktikan bahwa Sangiran adalah situs Homo erectus yang sangat penting.
    Penjelasan tentang Sangiran dimulai dengan menerangkan stratigrafi daerah Sangiran yang di salah satu formasinya ditemukan banyak fosil Homo erectus. Lapisan terbawah di Sangiran disusun oleh lempung biru Formasi Kalibeng berumur Pliosen Atas (2,4 Ma) berlingkungan pengendapan laut (dalam). Pengangkatan tektonik yang disertai aktivitas volkanik mengubah lingkungan Sangiran menjadi lingkungan rawa. Ini terjadi pada batas Plio-Pleistosen (1,8 Ma). Breksi lahar menandai peristiwa ini, yang diendapkan di atas lempung Kalibeng. Selama sebagai rawa, di Sangiran diendapkan lempung hitam Formasi Pucangan yang berlangsung sampai 0,9 Ma. Fosil paling tua ditemukan di bagian atas endapan ini berumur 1,0 Ma. Pasti Homo erectus yang lebih tua daripada ini ada sebab artefaknya yang berumur 1,2 Ma telah ditemukan. Antara 0.9-0.7 Ma, di sekitar wilayah Sangiran terjadi pengangkatan kembali; daerah ini kemudian tererosi dan mengendapkan bahan rombakannya ke wilayah Sangiran berupa pecahan gamping dan materi volkanik yang terkenal disebut lapisan Grenzbank (lapisan pembatas) sebab lapisan ini membatasi antara Formasi Pucangan di bawahnya dengan Formasi Kabuh di atasnya. Setelah 0,7 Ma, wilayah Sangiran merupakan daerah penampung endapan volkanik hasil letusan gunungapi-gunungapi di sekitarnya (Lawu-Merapi-Merbabu purba). Sangiran saat itu telah menjadi daratan. Di dalam Formasi Kabuh-lah banyak ditemukan fosil Homo erectus dengan umur 700.000-300.000 tahun. Pada 0,25 Ma diendapkan lagi breksi lahar yang mengakhiri Formasi Kabuh. Letusan volkanik masih terus terjadi sampai menjelang Resen, mengendapkan pasir volkanik Formasi Notopuro.

    Fosil hominid tertua yang ditemukan di Sangiran saat ini berumur 1 Ma, tetapi artefaknya telah ditemukan di lokasi Dayu (masih di Sangiran) dan berumur 1,2 Ma. Artinya, masih mungkin terdapat Homo erectus yang lebih tua daripada 1 Ma. Berdasarkan semua fosil Homo erectus yang telah ditemukan di Sangiran dan sekitarnya (Kedungbrubus, Sambungmacan, Ngandong, Trinil, Ngawi), Pak Harry Widianto menyatakan bahwa Homo erectus di Sangiran ini bisa dikelompokkan menjadi tiga subspesies mengikuti penemuannya di lapisan tertua-termuda. Dari tua ke muda adalah : (1) Homo erectus arkaik -Plistosen Bawah 1,5-1,0 Ma ditemukan di bagian atas Formasi Pucangan, (2) Homo erectus tipikal -Plistosen Tengah 0,9-0,3 Ma ditemukan di seluruh Formasi Kabuh, dan (3) Homo erectus progresif -Plistosen Atas 0,2-0,1 Ma ditemukan di Formasi Notopuro. Homo erectus progresif tidak ditemukan di Sangiran, tetapi di wilayah2 lebih hilir dari Sangiran (Kedungbrubus, Sambungmacan, Ngandong, Trinil, Ngawi).

    museum-sangiran11Mengapa Homo erectus progresif tidak ditemukan di Sangiran ? Karena tak lama setelah pengendapan Notopuro, terjadi mud volcanism di Sangiran, sehingga subspesies selanjutnya bermigrasi ke wilayah lebih hilir dan ditemukanlah fosil-fosilnya di sana, termasuk yang pertama kali ditemukan Dubois di Trinil. Begitulah kira-kira hipotesis yang saya kemukakan dalam makalah yang dipresentasikan di PIT IAGI 2008 (“Sangiran Dome, Central Java : Mud Volcanoes Eruption, Demise of Homo erectus erectus and Migration of Later Hominid”)

    Secara singkat, Pak Harry dan Pak Truman pun melanjutkan cerita Sangirannya dengan fosil-fosil binatang besar yang ditemukan di Sangiran. Bila Homo erectus hanya ditemukan di lapisan bagian atas Pucangan dan Kabuh; berbagai fosil vertebrata ditemukan di semua lapisan (Kalibeng, Pucangan, grenzbank, Kabuh, Notopuro). jenis vertebrata yang paling sering ditemukan adalah jenis-jenis gajah purba, rusa, kerbau, sapi, banteng dan badak. Sebagian binatang ini sezaman dengan Homo erectus, mungkin menjadi binatang-binatang yang diburunya. Penjelasan di Sangiran diakhiri dengan cerita tentang perjuangan para ahli arkeologi dan Pemerintah Indonesia untuk menjadikan Sangiran agar diakui sebagai situs warisan budaya dunia. Perjuangan itu berhasil dengan diakuinya Sangiran oleh Unesco PBB sebagai Warisan Budaya Dunia dengan nomor 593 (dokumen WHC-96/Conf.201/21) tahun 1996. Pemerintah Indonesia sendiri tentu saja telah mengakui Sangiran sebagai Kawasan Cagar Budaya sejak 1977 (SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nom 070/0/1977).

    Bab lima buku “Sangiran Menjawab Dunia” menerangkan tentang fosil-fosil Homo erectus yang ditemukan di luar Sangiran, dimulai dengan fosil yang ditemukan Dubois di Trinil, di Kedungbrubus tempat pelukis Raden Saleh pernah menggali fosil-fosil vertebrata yang banyak ditemukan di sini dan dipercayai penduduk sebagai sisa peperangan Bharatayudha di padang Kurusetra, di Perning Mojokerto tempat sebuah atap tengkorak berumur tua (1,8 Ma) ditemukan dan menimbulkan kehebohan di kalangan para ahli karena ketuaannya sehingga peneraan umur “bocah Perning” ini diragukan, di Ngandong tempat Ter Haar dan Oppenoorth menemukan fosil-fosil yang kemudian dikenal sebagai Homo erectus progresif berumur 300.000 tahun, di Sambungmacan tempat T. Jacob dan R.P Sujono menemukan fosil berupa atap tengkorak Homo erectus progresif dan perkakasanya, dan di Patiayam, lereng selatan Muria tempat yang menarik sebab Sartono menemukan geraham dan fragmen tengkorak Homo erectus yang diperkirakan seumur dengan Homo erectus tipikal di Sangiran. Penemuan di Patiayam menarik sebab tempat ini terisolasi dari Sangiran pada zaman Homo erectus tipikal berkembang. Bagaimana kedua tempat ini (yang pada masa itu terpisah sebuah selat/laut) bisa dihuni pada saat yang bersamaan tentu menarik secara paleogeografi. Pak Yahdi Zaim, yang terlibat dalam penemuan fosil di Patiayam itu tentu bisa bercerita lebih jauh.

    Di dalam bab ini dijelaskan pula penemuan-penemuan terbaru fosil hominid atau artefaknya. Yang pertama adalah fosil yang pernah membuat heboh itu, yaitu Homo floresiensis yang ditemukan di Liang Bua Flores pada bulan September 2003. Umurnya kini sudah diketahui : 18.000 tahun dan disimpulkan sebagai Homo sapiens purba yang mengalami pengerdilan karena paleogeografi pulau terisolasi, seperti juga fosil gajah kerdil yang ditemukan di sini. Kini, subspesies manusia purba Flores ini disebut sebagai Homo sapiens floresiensis. Berikutnya, adalah situs-situs hunian hominid yang disebut Situs Semedo di Pegunungan Serayu Utara, Kecamatan Kedungbanteng, Tegal. Di sini ditemukan beberapa fosil vertebrata dan perkakas hominid berupa kapak dan penyerut yang terbuat dari rijang dan batugamping kersikan. Fosil Homo erectus belum ditemukan di sini. Yang terakhir adalah Situs Bringin di Ngawi, tempat ditemukannya fosil-fosil vertebrata dan ala-alat batu yang morfologinya sama dengan milik Homo erectus progresif yang ditemukan di tempat lain. Fosil hominid belum ditemukan di sini.

    Bab enam buku ini, yang merupakan bab terakhir, menjelaskan tentang rencana utama (master plan) pengembangan Situs Sangiran untuk menjadi pusat informasi peradaban manusia purba bertaraf internasional. Pengembangan ini berusaha sedemikian rupa agar Sangiran yang merupakan padang gersang ini tetapi yang sesungguhnya memuat informasi yang sangat penting tentang evolusi manusia dapat dinikmati dengan mudah oleh masyarakat umum. Maka, akan didirikan pusat-pusat informasi yang terletak dekat situs-situs penggaliannya, dibagi ke dalam empat klaster (cluster) : klaster Ngebung, Klaster Bukuran, Klaster Dayu dan Klaster Krikilan. Di setiap klaster akan didirikan berbagai sarana yang akan memudahkan pengunjung memahami makna paleoantropologi dan arkeologi Homo erectus, termasuk kesempatan untuk mengamati sendiri tempat-tempat ekskavasi (lubang penggalian) tempat para ahli mencari fosil dan artefak Homo erectus.

    2.Meganthropus paleojavanicus.
    Meganthropus Paleojavanicus adalah manusia purba yang tertua di Indonesia. Meganthropus Paleojavanicus berasal dari kata-kata berikut ini:

    1. Mega yang artinya adalah “besar”.
    2. Anthropus yang artinya adalah “manusia”.
    3. Paleo yang artinya adalah “paling tua/tertua”.
    4. Javanicus yang artinya adalah “Jawa”.

    Jadi Meganthropus Paleojavanicus artinya adalah “manusia bertubuh besar yang paling tua dari Pulau Jawa”. Meganthropus Paleojavanicus diperkirakan hidup pada dua juta tahun yang lalu. Ciri-ciri Meganthropus Paleojavanicus adalah sebagai berikut:

    1. Memiliki tulang rahang yang kuat
    2. Tidak memiliki dagu
    3. Menunjukkan ciri-ciri manusia tetapi lebih mendekati kera.
    4. Berbadan besar dan tegap
    jenis pithecanhropous Erectus
    Pithecanthropus Erectus
    Nama manusia purba ini berasal dari tiga kata, yaitu pithecos yang berarti kera, anthropus yang berarti manusia, dan erectus yang berarti tegak. Jadi Pithecanthropus Erectus berarti “manusia kera yang berjalan tegak”. Nama
    sebutan itu didasarkan pada fosil yang ditemukan. Penemuan ini berupa tulang paha yang lebih besar dibandingkan tulang lengan. Demikian juga volume otaknya lebih besar dari pada kera, tetapi lebih kecil dari pada manusia.

    Fosil ini ditemukan oleh seorang ahli purbakala dari negara Belanda yang bernama Eugene Dudois. Fosil manusia purba ini ditemukan di Desa Trinil, Ngawi, Jawa Timur tahun 1891. Fosil sejenis juga ditemukan di Desa Jetis Mojokerto di lembah Kali Brantas tahun 1936. Karena temuan itu berupa fosil anak-anak, oleh Weidenreich dinamakan Pithecanthropus Robustus. Von Koenigswald menamakannya Pithecanthropus Mojokertensis, karena ditemukan di Mojokerto.

    Ciri-ciri Pithecanthropus Erectus :

    Tulang Rahang dan Gigi Besar dan Kuat
    Tidak Berdagu
    Tingi Badan Sekitar 165-170 cm
    Berbadan dan Berjalan Tegak
    Kening Menonjol

  63. Badriyanti x.a ak mengatakan:

    1.pra aksara adalah zaman sebelum manusia mengenal tulisan. Sedangkan zaman pra sejarah adalah zaman sebelum manusia mengenal sejarah.

    2.Big Bang (terjemahan bebas: Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar) dalam kosmologi adalah salah satu teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari kondisi super padat dan panas, yang kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu.
    Para ilmuwan juga percaya bawa Big Bang membentuk sistem tata surya. Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus. Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.
    Pada tahun 1929 Astronom Amerika Serikat, Edwin Hubble melakukan observasi dan melihat Galaksi yang jauh dan bergerak selalu menjauhi kita dengan kecepatan yang tinggi. Ia juga melihat jarak antara Galaksi-galaksi bertambah setiap saat. Penemuan Hubble ini menunjukkan bahwa Alam Semesta kita tidaklah statis seperti yang dipercaya sejak lama, namun bergerak mengembang. Kemudian ini menimbulkan suatu perkiraan bahwa Alam Semesta bermula dari pengembangan di masa lampau yang dinamakan Dentuman Besar.
    Pada saat itu dimana Alam Semesta memiliki ukuran nyaris nol, dan berada pada kerapatan dan panas tak terhingga; kemudian meledak dan mengembang dengan laju pengembangan yang kritis, yang tidak terlalu lambat untuk membuatnya segera mengerut, atau terlalu cepat sehingga membuatnya menjadi kurang lebih kosong. Dan sesudah itu, kurang lebih jutaan tahun berikutnya, Alam Semesta akan terus mengembang tanpa kejadian-kejadian lain apapun. Alam Semesta secara keseluruhan akan terus mengembang dan mendingin.

    Alam Semesta berkembang, dengan laju 5%-10% per seribu juta tahun. Alam Semesta akan mengembang terus,namun dengan kelajuan yang semakin kecil,dan semakin kecil, meskipun tidak benar-benar mencapai nol. Walaupun andaikata Alam Semesta berkontraksi, ini tidak akan terjadi setidaknya untuk beberapa milyar tahun lagi.

  64. Rina fajriana mengatakan:

    1) pra sejarah adalah praaksara ada lah zaman sebelum mengenal tulisan sedangkan pra sejarah adalah zaman sebelum sejarah

  65. Nada azkya mengatakan:

    Prasejarah adalah sebelum ada sejarah

    Praaksara adalah kehidupan sebelum mengenal tulisan

  66. Siti Maisarah mengatakan:

    1) pra sejarah adalah praaksara ada lah zaman sebelum mengenal tulisan sedangkan pra sejarah adalah zaman sebelum sejarah
    2)
    Menurut Teori Big Bang, Bumi ini sudah berusia kira-kira 13,7 Miliyar tahun. Pada awal terbentuknya alam semesta telah terjadi sebuah fenomena yang dinamai Big Bang (Ledakan Besar). Jadi, menurut Big Bang Theory yang diusulkan oleh Georges Lemaitre. Alam Semesta beserta seluruh isinya termasuk ruang dan waktu tercipta akibat ledakan yang sangat besar, sama seperti apa yang dikatakan dalam Al-Quran

  67. Siti Nurliani mengatakan:

    1)Zaman Prasejarah itu dimana zaman sebelum mengenal sejarah , sedangkan zaman Praaksara itu zaman sebelum mengenal tulisan atau huruf-huruf
    2)2)Dalam Big Bang Theory dikatakan bahwa sebelum Alam semesta tercipta, hanya ada sebuah energi panas yang sangat padat. Hingga suatu hari, energi panas yang padat tersebut mengembang dan meledak. satu per satu komponen kehidupan tercipta hingga akhirnya seperti sekarang ini.

  68. larasati mengatakan:

    nama:larasati
    kelas: x farmasi

    1. kebudayaan ini berkembang didaerah pacitan, jawa timur beberapa alat dari batu ditemukan didaerah ini
    kebudayaan ngandong berkembang didaerah ngandong dan juga sidorejo dekat ngawi didaerah ini banyak ditemukan alat-alat dari batu dan juga tulang

  69. Nama : Jauharatul kamal mengatakan:

    Nama : jauharatul kamal
    kelas : Xa TKJ

    No. 1
    Sangiran adalah sebuah situs arkeologi (Situs Manusia Purba) di Jawa, Indonesia. Sangiran terletak di sebelah utara Kota Solo dan berjarak sekitar 15 km (tepatnya di desa krikilan, kec. Kalijambe, Kab.Sragen). Gapura Situs Sangiran berada di jalur jalan raya Solo–Purwodadi dekat perbatasan antara Gemolong dan Kalioso (Kabupaten Karanganyar). Gapura ini dapat dijadikan penanda untuk menuju Situs Sangiran, Desa Krikilan. Jarak dari gapura situs Sangiran menuju Desa Krikilan ± 5 km.

    Situs Sangiran memunyai luas sekitar 59, 2 km² (SK Mendikbud 070/1997) secara administratif termasuk kedalam dua wilayah pemerintahan, yaitu: Kabupaten Sragen (Kecamatan Kalijambe, Kecamatan Gemolong, dan Kecamatan Plupuh) dan Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo), Provinsi Jawa Tengah (Widianto & Simanjuntak, 1995). Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya. Oleh Karenanya Dalam sidangnya yang ke 20 Komisi Warisan Budaya Dunia di Kota Marida, Mexico tanggal 5 Desember 1996, menetapkan Sangiran sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia “World Heritage List” Nomor : 593. Dengan demikian pada tahun tersebut situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.
    Tahun 1934 antropolog Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald memulai penelitian di area tersebut. Pada tahun-tahun berikutnya, hasil penggalian menemukan fosil dari nenek moyang manusia pertama, Pithecanthropus erectus (“Manusia Jawa”). Ada sekitar 60 lebih fosil lainnya di antaranya fosil Meganthropus palaeojavanicus telah ditemukan di situs tersebut. Di museum Sangiran dipaparkan sejarah manusia purba sejak sekitar 2 juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu, yaitu dari kala Pliosen akhir hingga akhir Pleistosen tengah. Di museum ini terdapat 13.086 koleksi fosil manusia purba dan merupakan situs manusia purba berdiri tegak yang terlengkap di Asia. Selain itu juga dapat ditemukan fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut serta alat-alatfosil-sangiran- batu. Fosil-fosil yang diketemukan di kawasan Sangiran merupakan 50 % dari temuan fosil di Dunia dan merupakan 65 % dari temuan di Indonesia.

    Hingga saat ini telah ditemukan lebih dari 13.685 fosil 2.931 fosil ada di Museum, sisanya disimpan di gudang penyimpanan. Sebagai World Heritage List (Warisan Budaya Dunia). Museum ini memiliki fasilitas-fasilitas diantaranya: ruang pameran (fosil manusia, binatang purba), laboratorium, gudang fosil, ruang slide, menara pandang, wisma Sangiran dan kios-kios souvenir khas Sangiran. Fosil Sangiran

    No. 2
    Meganthropus Paleojavanicus adalah manusia purba yang tertua di Indonesia. Meganthropus Paleojavanicus berasal dari kata-kata berikut ini:

    Mega yang artinya adalah “besar”.
    Anthropus yang artinya adalah “manusia”.
    Paleo yang artinya adalah “paling tua/tertua”.
    Javanicus yang artinya adalah “Jawa”.

    Jadi Meganthropus Paleojavanicus artinya adalah “manusia bertubuh besar yang paling tua dari Pulau Jawa”. Meganthropus Paleojavanicus diperkirakan hidup pada dua juta tahun yang lalu.

    Manusia Purba Pithecanthropus Erectus –. Untuk pertama kalinya tahun 1890 Eugene Dubois telah menemukan fosil jenis Pithecanthropus di desa Trinil dan diberi nama Pithecanthropus Erectus. Desa Trinil termasuk dalam wilayah Ngawi, Jawa Timur di dekat Lembah Sungai Bengawan Solo. Arti nama Pithecanthropus Erectus adalah berasal dari bahasa latin yang berarti manusia kera yang berjalan tegak. Temuan fosil tulang paha (femur) menunjukkan bahwa pemiliknya sudah dapat berjalan tegak, sesuai dengan nama latinnya. Eugène Dubois, berhasil menemukan di antaranya, tulang femur, tengkorak, dan beberapa gigi.
    Ciri – Ciri Manusia Purba Pithecanthropus Erectus adalah sebagai berikut ini:

    -Mempunyai badan tegap dengan alat pengunyah yang kuat.
    -tinggi badan sekitar 165 – 170 cm dengan berat badan kurang lebih 100 kg.
    -berjalan tegak.
    -makanannya masih kasar dengan sedikit pengolahan.
    -hidup pada 1 – 0,5 juta tahun yang lalu.

  70. Ahmad Safriansyah Reza mengatakan:

    Nama : Ahmad Safriansyah Reza & Baidillah
    Kelas : XA TKJ

    #SANGIRAN
    Situs purbakala Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Tempat ini merupakan lokasi penemuan beberapa fosil manusia purba, sehingga sangat penting dalam sejarah perkembangan manusia dunia.

    Situs Sangiran memunyai luas sekitar 59, 2 km² dan sebagian besar berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, 17 kilometer sebelah utara Kota Surakarta, di lembah Bengawan Solo dan di kaki Gunung Lawu. Ada sebagian yang merupakan bagian dari Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo).

    Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya dan ada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

    No.2
    Arti Dari Meganthropus paleojavanicus yaitu :
    1. Mega yang artinya adalah besar
    2. Anthropus yang artinya adalah manusia
    3. Paleo yang artinya adalah paling tua/tertua
    4. Javanicus yang artinya adalah jawa
    Arti Dari Pithecanthropus erectus yaitu :
    1. Pithecos artinya adalah kera
    2. Anthropus artinya manusia
    3. Erectus artinya manusia yang berjalan tegak
    Nama Pithecanthropus erectus sendiri berasal dari akar bahasa Yunani dan latin dan memiliki arti manusia-kera yang dapat berdiri
    Ciri-ciri Pithecanthropus Erectus :

    Tulang Rahang dan Gigi Besar dan Kuat
    Tidak Berdagu
    Tingi Badan Sekitar 165-170 cm
    Berbadan dan Berjalan Tegak
    Kening Menonjol

  71. Hamratul laili mengatakan:

    1)Zaman Prasejarah itu dimana zaman sebelum mengenal sejarah , sedangkan zaman Praaksara itu zaman sebelum mengenal tulisan atau huruf-huruf

    2)Menurut Teori Big Bang, Bumi ini sudah berusia kira-kira 13,7 Miliyar tahun. Pada awal terbentuknya alam semesta telah terjadi sebuah fenomena yang dinamai Big Bang (Ledakan Besar). Jadi, menurut Big Bang Theory yang diusulkan oleh Georges Lemaitre. Alam Semesta beserta seluruh isinya termasuk ruang dan waktu tercipta akibat ledakan yang sangat besar, sama seperti apa yang dikatakan dalam Al-Quran

  72. rusdiana mengatakan:

    1)Zaman Prasejarah itu dimana zaman sebelum mengenal sejarah , sedangkan zaman Praaksara itu zaman sebelum mengenal tulisan atau huruf-huruf

    2)Menurut Teori Big Bang, Bumi ini sudah berusia kira-kira 13,7 Miliyar tahun. Pada awal terbentuknya alam semesta telah terjadi sebuah fenomena yang dinamai Big Bang (Ledakan Besar). Jadi, menurut Big Bang Theory yang diusulkan oleh Georges Lemaitre. Alam Semesta beserta seluruh isinya termasuk ruang dan waktu tercipta akibat ledakan yang sangat besar, sama seperti apa yang dikatakan dalam Al-Quran

  73. Mis aryanti mengatakan:

    Nama : Mis aryanti
    kelas : X.B AK

    1.pra aksara adalah zaman sebelum manusia mengenal tulisan. Sedangkan zaman pra sejarah adalah zaman sebelum manusia mengenal sejarah.

    2.Big Bang (terjemahan bebas: Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar) dalam kosmologi adalah salah satu teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari kondisi super padat dan panas, yang kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu.
    Para ilmuwan juga percaya bawa Big Bang membentuk sistem tata surya. Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus. Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.
    Pada tahun 1929 Astronom Amerika Serikat, Edwin Hubble melakukan observasi dan melihat Galaksi yang jauh dan bergerak selalu menjauhi kita dengan kecepatan yang tinggi. Ia juga melihat jarak antara Galaksi-galaksi bertambah setiap saat. Penemuan Hubble ini menunjukkan bahwa Alam Semesta kita tidaklah statis seperti yang dipercaya sejak lama, namun bergerak mengembang. Kemudian ini menimbulkan suatu perkiraan bahwa Alam Semesta bermula dari pengembangan di masa lampau yang dinamakan Dentuman Besar.
    Pada saat itu dimana Alam Semesta memiliki ukuran nyaris nol, dan berada pada kerapatan dan panas tak terhingga; kemudian meledak dan mengembang dengan laju pengembangan yang kritis, yang tidak terlalu lambat untuk membuatnya segera mengerut, atau terlalu cepat sehingga membuatnya menjadi kurang lebih kosong. Dan sesudah itu, kurang lebih jutaan tahun berikutnya, Alam Semesta akan terus mengembang tanpa kejadian-kejadian lain apapun. Alam Semesta secara keseluruhan akan terus mengembang dan mendingin.

    Alam Semesta berkembang, dengan laju 5%-10% per seribu juta tahun. Alam Semesta akan mengembang terus,namun dengan kelajuan yang semakin kecil,dan semakin kecil, meskipun tidak benar-benar mencapai nol. Walaupun andaikata Alam Semesta berkontraksi, ini tidak akan terjadi setidaknya untuk beberapa milyar tahun lagi.

  74. Erwan Wibowo mengatakan:

    1. berdasarkan alat-alat kehidupan sehari-hari yang digunakan manusia zaman purba, maka zaman batu dibagi menjadi beberapa zaman, yang tidak termasuk dalam pembagian zaman tersebut adalah >>> mesozoikum

    2. Tradisi kapak perimbas dibuat oleh manusia prasejarah pada zaman …..
    >>>> Palaolithikum

  75. Erwan Asland mengatakan:

    Nama : Erwan Wibowo
    Kelas : Xa TKJ

    1. Tradisi kapak perimbas dibuat oleh manusia prasejarah pada zaman …..
    >>>>>Palaolithikum
    2. Berdasarkan alat-alat kehidupan sehari-hari yang digunakan manusia zaman purba, maka zaman batu dibagi menjadi beberapa zaman, yang tidak termasuk dalam pembagian zaman tersebut adalah ….
    >>>> mesozoikum

  76. Ahmad Safriansyah Reza mengatakan:

    Nama : Baidillah
    Kelas : XA TKJ

    #SANGIRAN
    Situs purbakala Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Tempat ini merupakan lokasi penemuan beberapa fosil manusia purba, sehingga sangat penting dalam sejarah perkembangan manusia dunia.

    Situs Sangiran memunyai luas sekitar 59, 2 km² dan sebagian besar berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, 17 kilometer sebelah utara Kota Surakarta, di lembah Bengawan Solo dan di kaki Gunung Lawu. Ada sebagian yang merupakan bagian dari Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo).

    Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya dan ada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

    No.2
    Arti Dari Meganthropus paleojavanicus yaitu :
    1. Mega yang artinya adalah besar
    2. Anthropus yang artinya adalah manusia
    3. Paleo yang artinya adalah paling tua/tertua
    4. Javanicus yang artinya adalah jawa
    Arti Dari Pithecanthropus erectus yaitu :
    1. Pithecos artinya adalah kera
    2. Anthropus artinya manusia
    3. Erectus artinya manusia yang berjalan tegak
    Nama Pithecanthropus erectus sendiri berasal dari akar bahasa Yunani dan latin dan memiliki arti manusia-kera yang dapat berdiri
    Ciri-ciri Pithecanthropus Erectus :

    Tulang Rahang dan Gigi Besar dan Kuat
    Tidak Berdagu
    Tingi Badan Sekitar 165-170 cm
    Berbadan dan Berjalan Tegak
    Kening Menonjol

  77. Nama : Faqih Yusuf Aditya

    Kelas : XA TKJ

    1. Sangiran merupakan situs arkeologi manusia purba terlengkap di Asia. Areanya seluas 56 km² berada di kaki Gunung Lawu, Jawa Tengah, atau sekitar 15 km utara Surakarta di lembah Sungai Bengawan Solo. Sangiran memberi informasi lengkap sejarah kehidupan manusia purba meliputi habitat, pola kehidupannya, binatang yang hidup bersamanya, hingga proses terjadinya bentang alam dalam kurun waktu tidak kurang dari 2 juta tahun (Pliosen Akhir hingga akhir Pleistosen Tengah).

    Sementara itu, Museum Sangiran masih berlokasi di sekitaran situs arkeologi ini. Di sini Anda dapat melihat sekitar 13.809 koleksi fosil manusia purba dan merupakan terlengkap di Asia. Ada juga fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut, alat-alat batu, dan beberapa jenis hewan seperti badak, sapi, rusa, banteng, dan kerbau. Tersedia juga ruang audio visual untuk menyaksikan fosil tinggalan kehidupan masa prasejarah di Sangiran. Museum Sangiran saat ini menjadi sebuah museum megah dengan arsitektur modern. Di isni Anda dapat melihat dari dekat koleksi fosil manusia purba, binatang yang hidup pada masa itu, hingga peralatan yang digunakannya.

    Situs Sangiran merupakan obyek wisata ilmiah yang menarik. Tempat ini memiliki nilai tinggi bagi ilmu pengetahuan dan merupakan aset Indonesia. Sejak tahun 1977 situs Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya. Tahun 1996 Sangiran terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO sebagai World Heritage (No. 593, dokumen WHC-96/Conf.201/21).

    Sejak ditetapkannya sebagai World Heritage oleh UNESCO, Sangiran memberi sumbangannya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di dunia khususnya ilmu arkeologi, geologi, paleoanthropologi, dan biologi. Dilihat dari hasil temuannya, Situs Sangiran merupakan situs purbakala yang paling lengkap di Asia bahkan di dunia.

    Situs Sangiran mencakup tiga kecamatan di Kabupaten Sragen yaitu Kalijambe, Gemolong dan Plupuh serta Gondangrejo di Kabupaten Karanganyar. Awalnya Situs Sangiran adalah sebuah kubah penelitian yang dinamakan Kubah Sangiran kemudian tererosi bagian puncaknya sehingga membentuk sebuah depresi akibat pergerakan dari aliran sungai. Pada depresi itu ditemukan lapisan tanah yang mengandung informasi tentang kehidupan di masa lampau.

    Tahun 1934 antropolog Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald memulai penelitian di area tersebut. Pada tahun-tahun berikutnya dari hasil penggalian ditemukan fosil Pithecanthropus erectus atau Manusia Jawa. Ada sekitar 60 lebih fosil lainnya di antaranya fosil Meganthropus palaeojavanicus yang ditemukan di situs ini.

    Selain fosil manusia purba, di Sangiran ada juga fosil hewan bertulang belakang hingga cangkang molusca. Fosil vertebrata ditemukan di semua lapisan (Kalibeng, Kabuh, dan Notopuro). Ditemukan juga fosil gajah purba, badak, banteng, sapi, kerbau, dan rusa. Diperkirakan hewan-hewan tersebut hidup sezaman dengan Homo erectus dan menjadi binatang buruan mereka.

    Keseluruhan fosil yang telah ditemukan sampai saat ini sebanyak 13.809 buah. Sebanyak 2.934 fosil disimpan di Ruang Pameran Museum Sangiran dan 10.875 fosil lainnya disimpan di gudang penyimpanan. Beberapa fosil manusia purba disimpan di Museum Geologi Bandung dan Laboratorium Paleoanthropologi Yogyakarta.

    Ladang fosil di situs Sangiran sangat khas, Anda dapat melihat jelas pada bagian yang bertebing curam yaitu stratigrafi yang menunjukkan empat formasi (lapisan tanah). Stratigrafi merupakan studi mengenai sejarah, komposisi dan umur relatif serta distribusi perlapisan tanah dan interpretasi lapisan-lapisan batuan untuk menjelaskan sejarah Bumi.

    2. Pertama kali Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Meganthropus Paleojavanicus berasal dari kata Mega yang artinya adalah “besar”, Anthropus yang artinya adalah “manusia”, Paleo yang artinya adalah “paling tua/tertua”, Javanicus yang artinya adalah “Jawa”.

    Beberapa ciri yang dapat dikenali antara lain:

    Memiliki tulang pipi yang tebal.
    Memiliki otot kunyah yang kuat.
    Memiliki tonjolan kening yang mencolok.
    Memiliki tonjolan belakang yang tajam.
    Tidak memiliki dagu.
    Memiliki perawakan yang tegap.
    Memakan jenis tumbuhan.

    Untuk pertama kalinya tahun 1890 Eugene Dubois telah menemukan fosil jenis Pithecanthropus di desa Trinil dan diberi nama Pithecanthropus Erectus. Desa Trinil termasuk dalam wilayah Ngawi, Jawa Timur di dekat Lembah Sungai Bengawan Solo. Arti nama Pithecanthropus Erectus adalah berasal dari bahasa latin yang berarti manusia kera yang berjalan tegak. Temuan fosil tulang paha (femur) menunjukkan bahwa pemiliknya sudah dapat berjalan tegak, sesuai dengan nama latinnya. Eugène Dubois, berhasil menemukan di antaranya, tulang femur, tengkorak, dan beberapa gigi.

    Ciri – Ciri Manusia Purba Pithecanthropus Erectus adalah sebagai berikut ini:

    Mempunyai badan tegap dengan alat pengunyah yang kuat.
    tinggi badan sekitar 165 – 170 cm dengan berat badan kurang lebih 100 kg.
    berjalan tegak.
    makanannya masih kasar dengan sedikit pengolahan.
    hidup pada 1 – 0,5 juta tahun yang lalu.

    Pithecanthropus Erectus merupakan makhluk yang kedudukannya di antara manusia dan kera, tetapi sudah dapat berjalan tegak.

    Dalam kehidupan sehari -hari Pithecanthropus Erectus sudah dapat membuat alat sederhana dari bebatuan, seperti kapak perimbas (chopper), kapak penetak (chopping tool), atau alat penyerpih (flake). Kehidupan Pithecanthropus Erectus sangat tergantung pada sumber alam yang tersedia. Mereka juga berburu dan mengumpulkan makanan dan juga hidupnya berpindah-pindah untuk mengikuti pengembaran hewan-hewan buruan, atau untuk mencari sumber makanan di tempat lain. Mereka tampaknya juga sudah mulai mengembangkan tata masyarakat yang sederhana. Kaum lelaki bekerja sama memburu hewan, dan para wanita mengumpulkan tumbuhan atau buah-buahan.

  78. Muhammad ridho mengatakan:

    X.B TKJ
    Muhammad Rasyid Ridha
    Muhammad Rido wahyudi

    No. 1
    Sangiran adalah situs penggalian arkeologi di Jawa di Indonesia. [1] Menurut sebuah laporan UNECSO (1995) “Sangiran diakui oleh para ilmuwan untuk menjadi salah satu situs yang paling penting di dunia untuk mempelajari fosil manusia, peringkat bersama Zhoukoudian (Cina), Willandra Lakes (Australia), Olduvai Gorge (Tanzania ), dan Sterkfontein (Afrika Selatan), dan lebih bermanfaat dalam penemuan daripada ini. “[2]

    Daerah terdiri dari sekitar 56 km ² (7km x 8km). Hal ini terletak di Jawa Tengah, sekitar 15 kilometer sebelah utara Surakarta di lembah Sungai Bengawan Solo. Secara administratif, kawasan Sangiran terbagi antara 2 kabupaten: Sragen (kecamatan Gemolong, Kalijambe, dan Plupuh) dan Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo). Sebuah fitur penting dari situs ini adalah geologi daerah. Awalnya kubah diciptakan jutaan tahun yang lalu melalui uplifts tektonik. Kubah itu kemudian terkikis mengekspos tempat tidur dalam kubah yang kaya dalam catatan arkeologi. [3]

    No.2

    Setelah pada postingan yang lalu saya menjelaskan tentang Pengertian Manusia Purba, sekarang saya akan menjelaskan tentang salah satu Manusia Purba yang ada di Indonesia, yaitu Meganthropus Paleojavanicus. Jika anda belum tau pengertian Manusia Purba yang sebenarnya, anda bisa membacanya di postingan yang judulnya Pengertian Manusia Purba. OK, langsung saja saya mulai pembahasan tentang Meganthropus Paleojavanicus.

    Berbagai jenis fosil manusia purba telah ditemukan di Indonesia. Antara lain di Jawa, Sumatra Utara, Aceh, Flores, Sulawesi Selatan Bahkan di Kalimantan Selatan. Namun penemuan fosil manusia banyak terdapat di Pulau Jawa, terutama di sekitar aliran Sungai Bengawan Solo. Jenis-jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia Antara lain Pithecanthropus Erectus, Homo, dan yang akan saya bahas kali ini, yaitu Meganthropus Paleojavanicus.

    Meganthropus Paleojavanicus adalah manusia purba yang tertua di Indonesia. Meganthropus Paleojavanicus berasal dari kata-kata berikut ini:

    Mega yang artinya adalah “besar”.
    Anthropus yang artinya adalah “manusia”.
    Paleo yang artinya adalah “paling tua/tertua”.
    Javanicus yang artinya adalah “Jawa”.

    Jadi Meganthropus Paleojavanicus artinya adalah “manusia bertubuh besar yang paling tua dari Pulau Jawa”. Meganthropus Paleojavanicus diperkirakan hidup pada dua juta tahun yang lalu. Ciri-ciri Meganthropus Paleojavanicus adalah sebagai berikut:

    Memiliki tulang rahang yang kuat
    Tidak memiliki dagu
    Menunjukkan ciri-ciri manusia tetapi lebih mendekati kera.
    Berbadan besar dan tegap

    Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Oleh karena temuan-temuan dari fosil Meganthropus ini masih sangat sedikit, maka sukar menempatkan dengan pasti kedudukannya dalam evolusi manusia dan hubungannya dengan Pithecanthropus. Selesailah postingan ini semoga menambah ilmu dan bermanfaat bagi anda. Lain kali saya akan posting mengenai manusia purba yang lain. Sampai jumpa.

  79. emelia tetiani mengatakan:

    1. kebudayaan berkembang di daerah pacitan, jawa timur. beberapa alat dari batu ditemukan di daerah ini. kebudayaan ngandong berkembang di daerah ngandong dan juga sidoarjo dekat ngawi. didaerah ini banyak ditemukan alat-alat dari batu juga alat-alat dari tulang.

  80. Nama:ida yuningsih kelas: xb ak mengatakan:

    Prasejarah adalah sebelum mengenal sejarah . Sedangkan pra aksara adalah belum mengenal tulis atau huruf-huruf

  81. M.RIZKY MULYADI mengatakan:

    m.rizky mulyadi
    kelas:xb tkj

    pithecanthropus erectus
    Nama manusia purba ini berasal dari tiga kata, yaitu pithecos yang berarti kera, anthropus yang berarti manusia, dan erectus yang berarti tegak. Jadi Pithecanthropus Erectus berarti “manusia kera yang berjalan tegak”. Nama
    sebutan itu didasarkan pada fosil yang ditemukan. Penemuan ini berupa tulang paha yang lebih besar dibandingkan tulang lengan. Demikian juga volume otaknya lebih besar dari pada kera, tetapi lebih kecil dari pada manusia.

    *Ciri-ciri Pithecanthropus Erectus :
    Tulang Rahang dan Gigi Besar dan Kuat
    Tidak Berdagu
    Tingi Badan Sekitar 165-170 cm
    Berbadan dan Berjalan Tegak
    Kening Menonjol

  82. tutik dewi novitasari mengatakan:

    prasejarah adalah zaman sebelum mengenal sejarah
    praaksara adalah zaman sebelum mengenal tulisan

  83. Anithawarni mengatakan:

    zaman praaksara bisa disebut zaman prasejarah adalah zaman sebelum ada tulisan dan berlangsng pada waktu yang lama,sedangkan prasejarah adalah zaman sebelum mengenal tulisan ,berhitung dan membaca

  84. Tutik Dewi Novitasari mengatakan:

    zaman prasejarah adalah zaman sebelum mengenal sejarah
    zaman praaksara adalah zaman sebelum mengenal tulisan

  85. Muhammad hafizi mengatakan:

    Nama:Muhammad Hafizi.
    Kelas:Xa TKJ REVOLUTIO

    No.1

    Situs Kepurbakalaan Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Tempat ini merupakan lokasi penemuan beberapa fosil manusia purba, sehingga sangat penting dalam sejarah perkembangan manusia dunia.

    No.2

    MANUSIA PURBA MEGANTHROPUS PALEOJAVANICUS.

    Manusia Purba Meganthropus Paleojavanicus – Fatih iO. Pertama kali Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Meganthropus Paleojavanicus berasal dari kata Mega yang artinya adalah “besar”, Anthropus yang artinya adalah “manusia”, Paleo yang artinya adalah “paling tua/tertua”, Javanicus yang artinya adalah “Jawa”.
    Memiliki tulang pipi yang tebal.
    Memiliki otot kunyah yang kuat.
    Memiliki tonjolan kening yang mencolok.
    Memiliki tonjolan belakang yang tajam.
    Tidak memiliki dagu.
    Memiliki perawakan yang tegap.
    Memakan jenis tumbuhan.

    MANUSIA PURBA PITHECANTHROPUS ERECTUS.

    Manusia Purba Pithecanthropus Erectus – Fatih iO. Untuk pertama kalinya tahun 1890 Eugene Dubois telah menemukan fosil jenis Pithecanthropus di desa Trinil dan diberi nama Pithecanthropus Erectus. Desa Trinil termasuk dalam wilayah Ngawi, Jawa Timur di dekat Lembah Sungai Bengawan Solo. Arti nama Pithecanthropus Erectus adalah berasal dari bahasa latin yang berarti manusia kera yang berjalan tegak. Temuan fosil tulang paha (femur) menunjukkan bahwa pemiliknya sudah dapat berjalan tegak, sesuai dengan nama latinnya. Eugène Dubois, berhasil menemukan di antaranya, tulang femur, tengkorak, dan beberapa gigi.
    Ciri – Ciri Manusia Purba Pithecanthropus Erectus adalah sebagai berikut ini:

    Mempunyai badan tegap dengan alat pengunyah yang kuat.
    tinggi badan sekitar 165 – 170 cm dengan berat badan kurang lebih 100 kg.
    berjalan tegak.
    makanannya masih kasar dengan sedikit pengolahan.
    hidup pada 1 – 0,5 juta tahun yang lalu.

    Pithecanthropus Erectus merupakan makhluk yang kedudukannya di antara manusia dan kera, tetapi sudah dapat berjalan tegak.

  86. Syamsu mengatakan:

    Nama : Syamsu
    Kelas : X’A Akuntansi

    1.Masa Praaksara adalah masa dimana manusia belum mengenal tulisan atau disebut masa prasejarah

    2.Big Bang (terjemahan bebas: Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar) dalam kosmologi adalah salah satu teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari kondisi super padat dan panas, yang kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu.

  87. Muhammad Iqbal mengatakan:

    Nama : Ryan Maulana & Erwan Wibowo

    Kelas : X.A TKJ

    *Sangiran*
    *Sangiran*
    Situs Sangiran telah diakui sebagai salah satu pusat evolusi manusia di dunia.

    Sangiran diakui oleh para ilmuan untuk menjadi salah satu situs yg paling penting di dunia
    Situs Sangiran tidak hanya memberikan gambaran tentang evolusi fisik manusia saja, akan tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang evolusi budaya, binatang, dan juga lingkungan.
    Dalam buku Harry Widianto dan Truman Simanjuntak,Bahwa Sangiran merupakan sebuah kompleks situs manusia purba dari kala pleistosen yang paling lengkap dan paling penting di indonesia, dan bahkan di asia.

    Sangiran merupakan situs arkeologi manusia purba terlengkap di Asia. Areanya seluas 56 km² berada di kaki Gunung Lawu, Jawa Tengah, atau sekitar 15 km utara Surakarta di lembah Sungai Bengawan Solo. Sangiran memberi informasi lengkap sejarah kehidupan manusia purba meliputi habitat, pola kehidupannya, binatang yang hidup bersamanya, hingga proses terjadinya bentang alam dalam kurun waktu tidak kurang dari 2 juta tahun (Pliosen Akhir hingga akhir Pleistosen Tengah).

    Sementara itu, Museum Sangiran masih berlokasi di sekitaran situs arkeologi ini. Di sini Anda dapat melihat sekitar 13.809 koleksi fosil manusia purba dan merupakan terlengkap di Asia. Ada juga fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut, alat-alat batu, dan beberapa jenis hewan seperti badak, sapi, rusa, banteng, dan kerbau. Tersedia juga ruang audio visual untuk menyaksikan fosil tinggalan kehidupan masa prasejarah di Sangiran. Museum Sangiran saat ini menjadi sebuah museum megah dengan arsitektur modern. Di isni Anda dapat melihat dari dekat koleksi fosil manusia purba, binatang yang hidup pada masa itu, hingga peralatan yang digunakannya.

    Sangiran pertama kali di temukan di oleh P.E.C. Schemulling tahun 1864, dengan laporan penemuan fosil vertebrata dari kalioso, bagian dari wilayah Sangiran. Semenjak dilaporkan Schemulling situs itu seolah-olah terlupakan dalam waktu yang lama.
    Eugene dubois juga pernah datang ke sangiran akan tetapi ia kurang tertarik dengan temuan-temuan di wilayah sangiran, Pada tahun 1934, G.H.R Von Koenigswald menemukan artefak litik di wilayah Ngebung yang terletak sekitar 2 Km di barat laut kubah sangiran.

  88. maillot de foot mengatakan:

    I consider now I have a strong hold over the topic right after going via the put up. I will absolutely appear back for more details. I have bookmark this post..

  89. You are so awesome! I really don’t consider Ia??ve read something like this just before. So very good to locate somebody with some first views on this matter. Thanks for starting up this up. tava tea

  90. bottes neige mengatakan:

    bottes neige

    Many thanks…Extremely good data, I truly feel a good deal more men and women need to have to go through this.

  91. Nama : Noorjanah mengatakan:

    Nama ; NOORJANAH
    Kelas : Xa Akuntansi

    1.Perbedaan pra aksara dan pra sejarah adalah praaksara ada lah zaman sebelum mengenal tulisan sedangkan pra sejarah adalah zaman sebelum sejarah.
    2. Teori big bang menyatakan bahwa alam semesta mulanya terbentuk dari gumpalan gas yang mengisi seluruh ruang jagad raya . Gumpalan gas itu suatu saat akan meledak dengan satu dentuman yang amat dahsyat . setelah itu , materi yang terdapat di alam semesta mulai berdesakan satu sama lain dalam kondisi suhu dan kepadatan yang sangat tinggi, sehingga hanya tersisa energi berupa proton , neutron dan elektron yang bertebaran ke seluruh arah .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s