Soal Remedial UTS Sejarah Kelas XI Pemasaran SMK Swadaya Semester I

Posted: Oktober 16, 2014 in Uncategorized

soal

1.jelaskn apa yang dimaksud dengan kolonialisme dan berikan contohnya?

2. sebutkan sejarah singkat berdirinya VOC sampai keruntuhannya?

Komentar
  1. noorhani santi mengatakan:

    1.Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. Istilah ini juga menunjuk kepada suatu himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan.

    Pendukung dari kolonialisme berpendapat bahwa hukum kolonial menguntungkan negara yang dikolonikan dengan mengembangkan infrastruktur ekonomi dan politik yang dibutuhkan untuk pemodernisasian dan demokrasi. Mereka menunjuk ke bekas koloni seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Hong Kong dan Singapura sebagai contoh sukses pasca-kolonialisme.

    Peneori ketergantungan seperti Andre Gunder Frank, berpendapat bahwa kolonialisme sebenarnya menuju ke pemindahan kekayaan dari daerah yang dikolonisasi ke daerah pengkolonisasi, dan menghambat kesuksesan pengembangan ekonomi.

    Pengkritik post-kolonialisme seperti Franz Fanon berpendapat bahwa kolonialisme merusak politik, psikologi, dan moral negara terkolonisasi.

    Penulis dan politikus India Arundhati Roy berkata bahwa perdebatan antara pro dan kontra dari kolonialisme/ imperialisme adalah seperti “mendebatkan pro dan kontra pemerkosaan”.

    Lihat juga neokolonialisme sebagai kelanjutan dari dominasi dan eksploitasi dari negara yang sama dengan cara yang berbeda (dan sering kali dengan tujuan yang sama).
    Contoh dari kolonialisme => Belanda, Portugis, dan Spanyol.

    2.Pada dasarnya VOC (Vereenig-de Oost-Indische Compagnie) merupakan gabungan dari beberapa pengusaha ataupun pemilik modal Belanda dalam hal perdagangan di Nusantara. VOC didirikan agar badan ini dapat menyatukan pedagang ataupun pengusaha Belanda dalam perdagangan di Nusantara yang selama ini cenderung dapat menimbulkan persaingan antar sesama negaranya atau pada intinya agar tidak terjadi perpecahan dalam proses perdagangan diantara sesama warga Belanda. Dan tentu saja agar dapat menyaingi pedagang asing lainnya juga. Dalam hal ini, para pengusaha dapat menggabungkan diri dengan cara membeli saham-saham VOC.
    Hambatan-hambatan yang ditemui VOC dalam pembentukan VOC sebagai kongsi dagang antara lain:
    · Pada awal berdirinya, VOC sudah memiliki pesaing dagang asing lain yang lebih dahulu dating yakni Portugis dan Spanyol. Pada saat VOC ingin menguasai Malaka yang sudah dikuasai Portugis, maka mau tidak mau VOC harus melawan atau berperang dengan Portugis.
    · Mempertahankan wilayah-wilayah yang sudah dikuasai karena belakangan para pribumi juga mulai merasakan ketidaksenangan sehingga menimbulkan perlawanan.
    Puncak Kejayaan VOC :
    VOC mencapai puncak kejayaannya pada saat berada dibawah pimpinan Maetsuyker. Joan Maetsuyker diangkat menjadi pengganti Gubernur Jenderal Cornelis Reyniersz dan ia bertugas dalam kedudukan ini selama seperempat abad. Maetsuyker memegang rekor lamanya memangku jabatan antara Gubernur Jenderal yang pertama (Pieter Both) dan yang terakhir (Stachouwer, 1914). Masa jabatannya pun bersamaan dengan tahun-tahun paling makmur dan berwibawa dari VOC. Maetsuyker tiba di Batavia dalam tahun 1636 dengan gelar penasihat dewan kehakiman. Tugas pokoknya adalah mengkodifikasi berbagai kumpilan undang-undang yang berlaku, yang diselesaikan pada tahun 1642, dengan memberinya mana Undang-undang Batavia. Sebagai panglima dari angkatan laut yang dikirim ke Srilanka dan Goa dalam tahun 1644, ia merundingkan persetujuan gencatan senjata dengan Portugis yang diumumkan dalam bulan Nopember tahun itu. Pada bulan oktober 1650 dia diangkat sebagai pejabat senior kedua dalam hierarki VOC, yaitu direktur jendral di Batavia, tempat ia mengakhiri sisa hidupnya. Dia menjadi Gubernur Jenderal dalam bulan Mei 1653 dengan meninggal pendahulunya. Selama masa Jabatan Gubernur Maetsuyker yang penuh dengan aneka peristiwa, berakhir permusuhan dengan orang Portugis dan dengan orang Inggris : kedua peristiwa ini ternyata menguntungkan bagi VOC. Beberapa pertahanan Portugis, termasuk Colombo (1655-1656) dan Cochin (1662-1663) melakukan perlawanan yang kuat, tetapi yang lain-lainnya jatuh dengan mudah. Terutama orang Portugis sendiri sebagian besar yang menyebabkan kehancuran militernya. Memang mereka kekurangan tenaga manusia, kapal, serta sumber-sumber bantuan bahan, tetapi pun kesempatan-kesempatan kemungkinan yang mereka miliki tidak mereka manfaatkan, karena kelalaian dan tidak adanya disiplin mereka terus-menerus. VOC pada tahun 1664 adalah organisasi yang hebat yang dapat dibandingkan dengan salah satu perusahaan multinasional modern yang besar dengan mengadakan perbedaan dan waktu, ruang dan demografi.pada tanggal 22 Oktober, pengusaha Kompeni yang terkenal memberitahukan kepada Dewan Perwakilan atas nama Heren XVII, bahwa Heren XVII, bahwa VOC memilki lebih dari 140 buah kapal dan 25.000orang tercantum dalam daftar gajinya. Dengan kata lain Jan Kompeni yang terbaik dari kedua dunia dalam perang damai. Dimulai pada tahun 1702, yang menyatakan bahwa VOC yang tiada taranya ini, telah menghasilkan perbendaharaan yang tiada terbilang dari ujung yang paling jauh di dunia ke dalam persatuan provinsi-provinsi Belanda, ketika mencapai ulang tahunya yang keseratus. Kemakmuran perniagaanya dibuktikan dengan tibanya dengan selamat tujuh belas buah kapal Hindia yang kaya muatan, kendatipun perang yang baru pecah dengan Prancis dan Spanyol.
    Secara tersusun, maka puncak kejayaan VOC antara lain :
    v Kompeni (sebutan untuk VOC) tumbuh dari awal yang sederhana menjadi persekutuan yang luar biasa kayanya;
    v Saham nilainya telah bertambah banyak nilainya;
    v Dapat membina kekuatan angkatan laut dan militer dengan biaya sendiri;
    v Melakukan perang di darat dan di laut di bagian seluruh dunia yang jauh;
    v Merebut kastil-kastil, benteng-benteng, pelabuhan-pelabuhan dan daratan-daratan musuh;
    v VOC memiliki lebih dari 140 buah kapal dan 25.000 orang tercantum dalam daftar gajinya.
    Runtuhnya Kejayaaan VOC :
    Para ahli sejarah masih memperdebatkan apakah VOC benar-benar runtuh karena disebabkan korupsi. Tokoh-tokoh berwibawa seperti J. C. van Leur dan W. Coolhas mengemukakan bahwa korupsi bukanlah faktor utama dalam kemunduran dan jatuhnya VOC, mereka ingin menekankan bahwa EIC, yang didalamnya juga memiliki masalah yang sama yaitu korupsi, memiliki masalah lain seperti penyelewengan, patronase dan main pengaruh, dianggap sebagai kenyataan hidup dalam rezim lama dan tidak punah sampai saat ini. Sikap badan-badan pengurus kedua maskapai dagang tersebut (EIC dan VOC), sejak semula ditandai oleh kecurigaan terus-menerus terhadap ketidakjujuran para abdi mereka. Para pemilik kuasa menyadari bahwa korupsi tidak dapat dihindarkan jika dilihat dari rendahnya upah dari sebagian besar para pegawainya. Pietter Van Dam, yang sudah hampir lima puluh tahun berpengalaman dalam bidang keuangan dan administrasi kompeni, mengakui dalam Beschriving (penjelasan) rahasianya yang disusun untuk ditujukan hanya kepada Heren XVII : ”bahwa para abdi kompeni harus berusaha hidup dalam batas gaji mereka, adalah hal yang sejak semula diakui tidak dapat dilakukan; dan karena itu adakalanya orang harus menutup mata dan berpaling kearah lain”. Akan tetapi lain halnya dengan memaafkan instansi bawahan melakukan penyogokan dan pemerasan, dengan membiarkan korupsi kasar dan jauh jangkauannya seperti yang dilakukan oleh ”kompeni-kompeni kecil”. Kompeni-kompeni kecil ini adalah kelompok-kelompok atau gabungan-gabungan dari orang-orang bawahan VOC, terutama di Bengala dan Jepang, yang melakukan kecurangan penipu para pegawai VOC dengan cara memuat banyak barang-barang selundupan daripada muatan-muatan kompeni sendiri. Pada tahun 1732 Heren XVII secara tiba-tiba membebastugaskan sang Gubernur Jendral, Direktur Jendral, dan dua orang anggota dewan senior karena korupsi. Ini menimbulkan sensasi yang hebat, paling tidak untuk sementara.
    Dan pada pertengahan abad ke 18, VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan. Sebab-sebabnya ialah sebagai berikut:

    ü Ketidakjujuran para abdi VOC, karena kesejahteraan abdi VOC tidak setara dengan gaji yang mereka terima;
    ü Kemunduran dinas militer VOC karena mutu korps perwiranya;
    ü Perang untuk menaklukkan daerah-daerah yang melakukan perlawanan yang dipimpin oleh pimpinan local setempat maupun ulama;
    ü Konfrontasi dengan Prancis di Eropa mempengaruhi runtuhnya VOC.

  2. Amalia mengatakan:

    1.Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. Istilah ini juga menunjuk kepada suatu himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan.

    Pendukung dari kolonialisme berpendapat bahwa hukum kolonial menguntungkan negara yang dikolonikan dengan mengembangkan infrastruktur ekonomi dan politik yang dibutuhkan untuk pemodernisasian dan demokrasi. Mereka menunjuk ke bekas koloni seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Hong Kong dan Singapura sebagai contoh sukses pasca-kolonialisme.

    Peneori ketergantungan seperti Andre Gunder Frank, berpendapat bahwa kolonialisme sebenarnya menuju ke pemindahan kekayaan dari daerah yang dikolonisasi ke daerah pengkolonisasi, dan menghambat kesuksesan pengembangan ekonomi.

    Pengkritik post-kolonialisme seperti Franz Fanon berpendapat bahwa kolonialisme merusak politik, psikologi, dan moral negara terkolonisasi.

    Penulis dan politikus India Arundhati Roy berkata bahwa perdebatan antara pro dan kontra dari kolonialisme/ imperialisme adalah seperti “mendebatkan pro dan kontra pemerkosaan”.

    Lihat juga neokolonialisme sebagai kelanjutan dari dominasi dan eksploitasi dari negara yang sama dengan cara yang berbeda (dan sering kali dengan tujuan yang sama).
    Contoh dari imperialisme => Inggris, Jepang
    2.Pada dasarnya VOC (Vereenig-de Oost-Indische Compagnie) merupakan gabungan dari beberapa pengusaha ataupun pemilik modal Belanda dalam hal perdagangan di Nusantara. VOC didirikan agar badan ini dapat menyatukan pedagang ataupun pengusaha Belanda dalam perdagangan di Nusantara yang selama ini cenderung dapat menimbulkan persaingan antar sesama negaranya atau pada intinya agar tidak terjadi perpecahan dalam proses perdagangan diantara sesama warga Belanda. Dan tentu saja agar dapat menyaingi pedagang asing lainnya juga. Dalam hal ini, para pengusaha dapat menggabungkan diri dengan cara membeli saham-saham VOC.
    Hambatan-hambatan yang ditemui VOC dalam pembentukan VOC sebagai kongsi dagang antara lain:
    · Pada awal berdirinya, VOC sudah memiliki pesaing dagang asing lain yang lebih dahulu dating yakni Portugis dan Spanyol. Pada saat VOC ingin menguasai Malaka yang sudah dikuasai Portugis, maka mau tidak mau VOC harus melawan atau berperang dengan Portugis.
    · Mempertahankan wilayah-wilayah yang sudah dikuasai karena belakangan para pribumi juga mulai merasakan ketidaksenangan sehingga menimbulkan perlawanan.
    Puncak Kejayaan VOC :
    VOC mencapai puncak kejayaannya pada saat berada dibawah pimpinan Maetsuyker. Joan Maetsuyker diangkat menjadi pengganti Gubernur Jenderal Cornelis Reyniersz dan ia bertugas dalam kedudukan ini selama seperempat abad. Maetsuyker memegang rekor lamanya memangku jabatan antara Gubernur Jenderal yang pertama (Pieter Both) dan yang terakhir (Stachouwer, 1914). Masa jabatannya pun bersamaan dengan tahun-tahun paling makmur dan berwibawa dari VOC. Maetsuyker tiba di Batavia dalam tahun 1636 dengan gelar penasihat dewan kehakiman. Tugas pokoknya adalah mengkodifikasi berbagai kumpilan undang-undang yang berlaku, yang diselesaikan pada tahun 1642, dengan memberinya mana Undang-undang Batavia. Sebagai panglima dari angkatan laut yang dikirim ke Srilanka dan Goa dalam tahun 1644, ia merundingkan persetujuan gencatan senjata dengan Portugis yang diumumkan dalam bulan Nopember tahun itu. Pada bulan oktober 1650 dia diangkat sebagai pejabat senior kedua dalam hierarki VOC, yaitu direktur jendral di Batavia, tempat ia mengakhiri sisa hidupnya. Dia menjadi Gubernur Jenderal dalam bulan Mei 1653 dengan meninggal pendahulunya. Selama masa Jabatan Gubernur Maetsuyker yang penuh dengan aneka peristiwa, berakhir permusuhan dengan orang Portugis dan dengan orang Inggris : kedua peristiwa ini ternyata menguntungkan bagi VOC. Beberapa pertahanan Portugis, termasuk Colombo (1655-1656) dan Cochin (1662-1663) melakukan perlawanan yang kuat, tetapi yang lain-lainnya jatuh dengan mudah. Terutama orang Portugis sendiri sebagian besar yang menyebabkan kehancuran militernya. Memang mereka kekurangan tenaga manusia, kapal, serta sumber-sumber bantuan bahan, tetapi pun kesempatan-kesempatan kemungkinan yang mereka miliki tidak mereka manfaatkan, karena kelalaian dan tidak adanya disiplin mereka terus-menerus. VOC pada tahun 1664 adalah organisasi yang hebat yang dapat dibandingkan dengan salah satu perusahaan multinasional modern yang besar dengan mengadakan perbedaan dan waktu, ruang dan demografi.pada tanggal 22 Oktober, pengusaha Kompeni yang terkenal memberitahukan kepada Dewan Perwakilan atas nama Heren XVII, bahwa Heren XVII, bahwa VOC memilki lebih dari 140 buah kapal dan 25.000orang tercantum dalam daftar gajinya. Dengan kata lain Jan Kompeni yang terbaik dari kedua dunia dalam perang damai. Dimulai pada tahun 1702, yang menyatakan bahwa VOC yang tiada taranya ini, telah menghasilkan perbendaharaan yang tiada terbilang dari ujung yang paling jauh di dunia ke dalam persatuan provinsi-provinsi Belanda, ketika mencapai ulang tahunya yang keseratus. Kemakmuran perniagaanya dibuktikan dengan tibanya dengan selamat tujuh belas buah kapal Hindia yang kaya muatan, kendatipun perang yang baru pecah dengan Prancis dan Spanyol.
    Secara tersusun, maka puncak kejayaan VOC antara lain :
    v Kompeni (sebutan untuk VOC) tumbuh dari awal yang sederhana menjadi persekutuan yang luar biasa kayanya;
    v Saham nilainya telah bertambah banyak nilainya;
    v Dapat membina kekuatan angkatan laut dan militer dengan biaya sendiri;
    v Melakukan perang di darat dan di laut di bagian seluruh dunia yang jauh;
    v Merebut kastil-kastil, benteng-benteng, pelabuhan-pelabuhan dan daratan-daratan musuh;
    v VOC memiliki lebih dari 140 buah kapal dan 25.000 orang tercantum dalam daftar gajinya.
    Runtuhnya Kejayaaan VOC :
    Para ahli sejarah masih memperdebatkan apakah VOC benar-benar runtuh karena disebabkan korupsi. Tokoh-tokoh berwibawa seperti J. C. van Leur dan W. Coolhas mengemukakan bahwa korupsi bukanlah faktor utama dalam kemunduran dan jatuhnya VOC, mereka ingin menekankan bahwa EIC, yang didalamnya juga memiliki masalah yang sama yaitu korupsi, memiliki masalah lain seperti penyelewengan, patronase dan main pengaruh, dianggap sebagai kenyataan hidup dalam rezim lama dan tidak punah sampai saat ini. Sikap badan-badan pengurus kedua maskapai dagang tersebut (EIC dan VOC), sejak semula ditandai oleh kecurigaan terus-menerus terhadap ketidakjujuran para abdi mereka. Para pemilik kuasa menyadari bahwa korupsi tidak dapat dihindarkan jika dilihat dari rendahnya upah dari sebagian besar para pegawainya. Pietter Van Dam, yang sudah hampir lima puluh tahun berpengalaman dalam bidang keuangan dan administrasi kompeni, mengakui dalam Beschriving (penjelasan) rahasianya yang disusun untuk ditujukan hanya kepada Heren XVII : ”bahwa para abdi kompeni harus berusaha hidup dalam batas gaji mereka, adalah hal yang sejak semula diakui tidak dapat dilakukan; dan karena itu adakalanya orang harus menutup mata dan berpaling kearah lain”. Akan tetapi lain halnya dengan memaafkan instansi bawahan melakukan penyogokan dan pemerasan, dengan membiarkan korupsi kasar dan jauh jangkauannya seperti yang dilakukan oleh ”kompeni-kompeni kecil”. Kompeni-kompeni kecil ini adalah kelompok-kelompok atau gabungan-gabungan dari orang-orang bawahan VOC, terutama di Bengala dan Jepang, yang melakukan kecurangan penipu para pegawai VOC dengan cara memuat banyak barang-barang selundupan daripada muatan-muatan kompeni sendiri. Pada tahun 1732 Heren XVII secara tiba-tiba membebastugaskan sang Gubernur Jendral, Direktur Jendral, dan dua orang anggota dewan senior karena korupsi. Ini menimbulkan sensasi yang hebat, paling tidak untuk sementara.
    Dan pada pertengahan abad ke 18, VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan. Sebab-sebabnya ialah sebagai berikut:

    ü Ketidakjujuran para abdi VOC, karena kesejahteraan abdi VOC tidak setara dengan gaji yang mereka terima;
    ü Kemunduran dinas militer VOC karena mutu korps perwiranya;
    ü Perang untuk menaklukkan daerah-daerah yang melakukan perlawanan yang dipimpin oleh pimpinan local setempat maupun ulama;
    ü Konfrontasi dengan Prancis di Eropa mempengaruhi runtuhnya VOC.

  3. noorhani santi mengatakan:

    1.Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. Istilah ini juga menunjuk kepada suatu himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan.

    Pendukung dari kolonialisme berpendapat bahwa hukum kolonial menguntungkan negara yang dikolonikan dengan mengembangkan infrastruktur ekonomi dan politik yang dibutuhkan untuk pemodernisasian dan demokrasi. Mereka menunjuk ke bekas koloni seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Hong Kong dan Singapura sebagai contoh sukses pasca-kolonialisme.

    Peneori ketergantungan seperti Andre Gunder Frank, berpendapat bahwa kolonialisme sebenarnya menuju ke pemindahan kekayaan dari daerah yang dikolonisasi ke daerah pengkolonisasi, dan menghambat kesuksesan pengembangan ekonomi.

    Pengkritik post-kolonialisme seperti Franz Fanon berpendapat bahwa kolonialisme merusak politik, psikologi, dan moral negara terkolonisasi.

    Penulis dan politikus India Arundhati Roy berkata bahwa perdebatan antara pro dan kontra dari kolonialisme/ imperialisme adalah seperti “mendebatkan pro dan kontra pemerkosaan”.

    Lihat juga neokolonialisme sebagai kelanjutan dari dominasi dan eksploitasi dari negara yang sama dengan cara yang berbeda (dan sering kali dengan tujuan yang sama).
    Contoh dari imperialisme => Inggris, Jepang
    2.Pada dasarnya VOC (Vereenig-de Oost-Indische Compagnie) merupakan gabungan dari beberapa pengusaha ataupun pemilik modal Belanda dalam hal perdagangan di Nusantara. VOC didirikan agar badan ini dapat menyatukan pedagang ataupun pengusaha Belanda dalam perdagangan di Nusantara yang selama ini cenderung dapat menimbulkan persaingan antar sesama negaranya atau pada intinya agar tidak terjadi perpecahan dalam proses perdagangan diantara sesama warga Belanda. Dan tentu saja agar dapat menyaingi pedagang asing lainnya juga. Dalam hal ini, para pengusaha dapat menggabungkan diri dengan cara membeli saham-saham VOC.
    Hambatan-hambatan yang ditemui VOC dalam pembentukan VOC sebagai kongsi dagang antara lain:
    · Pada awal berdirinya, VOC sudah memiliki pesaing dagang asing lain yang lebih dahulu dating yakni Portugis dan Spanyol. Pada saat VOC ingin menguasai Malaka yang sudah dikuasai Portugis, maka mau tidak mau VOC harus melawan atau berperang dengan Portugis.
    · Mempertahankan wilayah-wilayah yang sudah dikuasai karena belakangan para pribumi juga mulai merasakan ketidaksenangan sehingga menimbulkan perlawanan.
    Puncak Kejayaan VOC :
    VOC mencapai puncak kejayaannya pada saat berada dibawah pimpinan Maetsuyker. Joan Maetsuyker diangkat menjadi pengganti Gubernur Jenderal Cornelis Reyniersz dan ia bertugas dalam kedudukan ini selama seperempat abad. Maetsuyker memegang rekor lamanya memangku jabatan antara Gubernur Jenderal yang pertama (Pieter Both) dan yang terakhir (Stachouwer, 1914). Masa jabatannya pun bersamaan dengan tahun-tahun paling makmur dan berwibawa dari VOC. Maetsuyker tiba di Batavia dalam tahun 1636 dengan gelar penasihat dewan kehakiman. Tugas pokoknya adalah mengkodifikasi berbagai kumpilan undang-undang yang berlaku, yang diselesaikan pada tahun 1642, dengan memberinya mana Undang-undang Batavia. Sebagai panglima dari angkatan laut yang dikirim ke Srilanka dan Goa dalam tahun 1644, ia merundingkan persetujuan gencatan senjata dengan Portugis yang diumumkan dalam bulan Nopember tahun itu. Pada bulan oktober 1650 dia diangkat sebagai pejabat senior kedua dalam hierarki VOC, yaitu direktur jendral di Batavia, tempat ia mengakhiri sisa hidupnya. Dia menjadi Gubernur Jenderal dalam bulan Mei 1653 dengan meninggal pendahulunya. Selama masa Jabatan Gubernur Maetsuyker yang penuh dengan aneka peristiwa, berakhir permusuhan dengan orang Portugis dan dengan orang Inggris : kedua peristiwa ini ternyata menguntungkan bagi VOC. Beberapa pertahanan Portugis, termasuk Colombo (1655-1656) dan Cochin (1662-1663) melakukan perlawanan yang kuat, tetapi yang lain-lainnya jatuh dengan mudah. Terutama orang Portugis sendiri sebagian besar yang menyebabkan kehancuran militernya. Memang mereka kekurangan tenaga manusia, kapal, serta sumber-sumber bantuan bahan, tetapi pun kesempatan-kesempatan kemungkinan yang mereka miliki tidak mereka manfaatkan, karena kelalaian dan tidak adanya disiplin mereka terus-menerus. VOC pada tahun 1664 adalah organisasi yang hebat yang dapat dibandingkan dengan salah satu perusahaan multinasional modern yang besar dengan mengadakan perbedaan dan waktu, ruang dan demografi.pada tanggal 22 Oktober, pengusaha Kompeni yang terkenal memberitahukan kepada Dewan Perwakilan atas nama Heren XVII, bahwa Heren XVII, bahwa VOC memilki lebih dari 140 buah kapal dan 25.000orang tercantum dalam daftar gajinya. Dengan kata lain Jan Kompeni yang terbaik dari kedua dunia dalam perang damai. Dimulai pada tahun 1702, yang menyatakan bahwa VOC yang tiada taranya ini, telah menghasilkan perbendaharaan yang tiada terbilang dari ujung yang paling jauh di dunia ke dalam persatuan provinsi-provinsi Belanda, ketika mencapai ulang tahunya yang keseratus. Kemakmuran perniagaanya dibuktikan dengan tibanya dengan selamat tujuh belas buah kapal Hindia yang kaya muatan, kendatipun perang yang baru pecah dengan Prancis dan Spanyol.
    Secara tersusun, maka puncak kejayaan VOC antara lain :
    v Kompeni (sebutan untuk VOC) tumbuh dari awal yang sederhana menjadi persekutuan yang luar biasa kayanya;
    v Saham nilainya telah bertambah banyak nilainya;
    v Dapat membina kekuatan angkatan laut dan militer dengan biaya sendiri;
    v Melakukan perang di darat dan di laut di bagian seluruh dunia yang jauh;
    v Merebut kastil-kastil, benteng-benteng, pelabuhan-pelabuhan dan daratan-daratan musuh;
    v VOC memiliki lebih dari 140 buah kapal dan 25.000 orang tercantum dalam daftar gajinya.
    Runtuhnya Kejayaaan VOC :
    Para ahli sejarah masih memperdebatkan apakah VOC benar-benar runtuh karena disebabkan korupsi. Tokoh-tokoh berwibawa seperti J. C. van Leur dan W. Coolhas mengemukakan bahwa korupsi bukanlah faktor utama dalam kemunduran dan jatuhnya VOC, mereka ingin menekankan bahwa EIC, yang didalamnya juga memiliki masalah yang sama yaitu korupsi, memiliki masalah lain seperti penyelewengan, patronase dan main pengaruh, dianggap sebagai kenyataan hidup dalam rezim lama dan tidak punah sampai saat ini. Sikap badan-badan pengurus kedua maskapai dagang tersebut (EIC dan VOC), sejak semula ditandai oleh kecurigaan terus-menerus terhadap ketidakjujuran para abdi mereka. Para pemilik kuasa menyadari bahwa korupsi tidak dapat dihindarkan jika dilihat dari rendahnya upah dari sebagian besar para pegawainya. Pietter Van Dam, yang sudah hampir lima puluh tahun berpengalaman dalam bidang keuangan dan administrasi kompeni, mengakui dalam Beschriving (penjelasan) rahasianya yang disusun untuk ditujukan hanya kepada Heren XVII : ”bahwa para abdi kompeni harus berusaha hidup dalam batas gaji mereka, adalah hal yang sejak semula diakui tidak dapat dilakukan; dan karena itu adakalanya orang harus menutup mata dan berpaling kearah lain”. Akan tetapi lain halnya dengan memaafkan instansi bawahan melakukan penyogokan dan pemerasan, dengan membiarkan korupsi kasar dan jauh jangkauannya seperti yang dilakukan oleh ”kompeni-kompeni kecil”. Kompeni-kompeni kecil ini adalah kelompok-kelompok atau gabungan-gabungan dari orang-orang bawahan VOC, terutama di Bengala dan Jepang, yang melakukan kecurangan penipu para pegawai VOC dengan cara memuat banyak barang-barang selundupan daripada muatan-muatan kompeni sendiri. Pada tahun 1732 Heren XVII secara tiba-tiba membebastugaskan sang Gubernur Jendral, Direktur Jendral, dan dua orang anggota dewan senior karena korupsi. Ini menimbulkan sensasi yang hebat, paling tidak untuk sementara.
    Dan pada pertengahan abad ke 18, VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan. Sebab-sebabnya ialah sebagai berikut:

    ü Ketidakjujuran para abdi VOC, karena kesejahteraan abdi VOC tidak setara dengan gaji yang mereka terima;
    ü Kemunduran dinas militer VOC karena mutu korps perwiranya;
    ü Perang untuk menaklukkan daerah-daerah yang melakukan perlawanan yang dipimpin oleh pimpinan local setempat maupun ulama;
    ü Konfrontasi dengan Prancis di Eropa mempengaruhi runtuhnya VOC.

  4. Amalia mengatakan:

    1.Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. Istilah ini juga menunjuk kepada suatu himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan.

    Pendukung dari kolonialisme berpendapat bahwa hukum kolonial menguntungkan negara yang dikolonikan dengan mengembangkan infrastruktur ekonomi dan politik yang dibutuhkan untuk pemodernisasian dan demokrasi. Mereka menunjuk ke bekas koloni seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Hong Kong dan Singapura sebagai contoh sukses pasca-kolonialisme.

    Peneori ketergantungan seperti Andre Gunder Frank, berpendapat bahwa kolonialisme sebenarnya menuju ke pemindahan kekayaan dari daerah yang dikolonisasi ke daerah pengkolonisasi, dan menghambat kesuksesan pengembangan ekonomi.

    Pengkritik post-kolonialisme seperti Franz Fanon berpendapat bahwa kolonialisme merusak politik, psikologi, dan moral negara terkolonisasi.

    Penulis dan politikus India Arundhati Roy berkata bahwa perdebatan antara pro dan kontra dari kolonialisme/ imperialisme adalah seperti “mendebatkan pro dan kontra pemerkosaan”.

    Lihat juga neokolonialisme sebagai kelanjutan dari dominasi dan eksploitasi dari negara yang sama dengan cara yang berbeda (dan sering kali dengan tujuan yang sama).
    Contoh dari imperialisme => Inggris, Jepang
    2.Pada dasarnya VOC (Vereenig-de Oost-Indische Compagnie) merupakan gabungan dari beberapa pengusaha ataupun pemilik modal Belanda dalam hal perdagangan di Nusantara. VOC didirikan agar badan ini dapat menyatukan pedagang ataupun pengusaha Belanda dalam perdagangan di Nusantara yang selama ini cenderung dapat menimbulkan persaingan antar sesama negaranya atau pada intinya agar tidak terjadi perpecahan dalam proses perdagangan diantara sesama warga Belanda. Dan tentu saja agar dapat menyaingi pedagang asing lainnya juga. Dalam hal ini, para pengusaha dapat menggabungkan diri dengan cara membeli saham-saham VOC.
    Hambatan-hambatan yang ditemui VOC dalam pembentukan VOC sebagai kongsi dagang antara lain:
    · Pada awal berdirinya, VOC sudah memiliki pesaing dagang asing lain yang lebih dahulu dating yakni Portugis dan Spanyol. Pada saat VOC ingin menguasai Malaka yang sudah dikuasai Portugis, maka mau tidak mau VOC harus melawan atau berperang dengan Portugis.
    · Mempertahankan wilayah-wilayah yang sudah dikuasai karena belakangan para pribumi juga mulai merasakan ketidaksenangan sehingga menimbulkan perlawanan.
    Puncak Kejayaan VOC :
    VOC mencapai puncak kejayaannya pada saat berada dibawah pimpinan Maetsuyker. Joan Maetsuyker diangkat menjadi pengganti Gubernur Jenderal Cornelis Reyniersz dan ia bertugas dalam kedudukan ini selama seperempat abad. Maetsuyker memegang rekor lamanya memangku jabatan antara Gubernur Jenderal yang pertama (Pieter Both) dan yang terakhir (Stachouwer, 1914). Masa jabatannya pun bersamaan dengan tahun-tahun paling makmur dan berwibawa dari VOC. Maetsuyker tiba di Batavia dalam tahun 1636 dengan gelar penasihat dewan kehakiman. Tugas pokoknya adalah mengkodifikasi berbagai kumpilan undang-undang yang berlaku, yang diselesaikan pada tahun 1642, dengan memberinya mana Undang-undang Batavia. Sebagai panglima dari angkatan laut yang dikirim ke Srilanka dan Goa dalam tahun 1644, ia merundingkan persetujuan gencatan senjata dengan Portugis yang diumumkan dalam bulan Nopember tahun itu. Pada bulan oktober 1650 dia diangkat sebagai pejabat senior kedua dalam hierarki VOC, yaitu direktur jendral di Batavia, tempat ia mengakhiri sisa hidupnya. Dia menjadi Gubernur Jenderal dalam bulan Mei 1653 dengan meninggal pendahulunya. Selama masa Jabatan Gubernur Maetsuyker yang penuh dengan aneka peristiwa, berakhir permusuhan dengan orang Portugis dan dengan orang Inggris : kedua peristiwa ini ternyata menguntungkan bagi VOC. Beberapa pertahanan Portugis, termasuk Colombo (1655-1656) dan Cochin (1662-1663) melakukan perlawanan yang kuat, tetapi yang lain-lainnya jatuh dengan mudah. Terutama orang Portugis sendiri sebagian besar yang menyebabkan kehancuran militernya. Memang mereka kekurangan tenaga manusia, kapal, serta sumber-sumber bantuan bahan, tetapi pun kesempatan-kesempatan kemungkinan yang mereka miliki tidak mereka manfaatkan, karena kelalaian dan tidak adanya disiplin mereka terus-menerus. VOC pada tahun 1664 adalah organisasi yang hebat yang dapat dibandingkan dengan salah satu perusahaan multinasional modern yang besar dengan mengadakan perbedaan dan waktu, ruang dan demografi.pada tanggal 22 Oktober, pengusaha Kompeni yang terkenal memberitahukan kepada Dewan Perwakilan atas nama Heren XVII, bahwa Heren XVII, bahwa VOC memilki lebih dari 140 buah kapal dan 25.000orang tercantum dalam daftar gajinya. Dengan kata lain Jan Kompeni yang terbaik dari kedua dunia dalam perang damai. Dimulai pada tahun 1702, yang menyatakan bahwa VOC yang tiada taranya ini, telah menghasilkan perbendaharaan yang tiada terbilang dari ujung yang paling jauh di dunia ke dalam persatuan provinsi-provinsi Belanda, ketika mencapai ulang tahunya yang keseratus. Kemakmuran perniagaanya dibuktikan dengan tibanya dengan selamat tujuh belas buah kapal Hindia yang kaya muatan, kendatipun perang yang baru pecah dengan Prancis dan Spanyol.
    Secara tersusun, maka puncak kejayaan VOC antara lain :
    v Kompeni (sebutan untuk VOC) tumbuh dari awal yang sederhana menjadi persekutuan yang luar biasa kayanya;
    v Saham nilainya telah bertambah banyak nilainya;
    v Dapat membina kekuatan angkatan laut dan militer dengan biaya sendiri;
    v Melakukan perang di darat dan di laut di bagian seluruh dunia yang jauh;
    v Merebut kastil-kastil, benteng-benteng, pelabuhan-pelabuhan dan daratan-daratan musuh;
    v VOC memiliki lebih dari 140 buah kapal dan 25.000 orang tercantum dalam daftar gajinya.
    Runtuhnya Kejayaaan VOC :
    Para ahli sejarah masih memperdebatkan apakah VOC benar-benar runtuh karena disebabkan korupsi. Tokoh-tokoh berwibawa seperti J. C. van Leur dan W. Coolhas mengemukakan bahwa korupsi bukanlah faktor utama dalam kemunduran dan jatuhnya VOC, mereka ingin menekankan bahwa EIC, yang didalamnya juga memiliki masalah yang sama yaitu korupsi, memiliki masalah lain seperti penyelewengan, patronase dan main pengaruh, dianggap sebagai kenyataan hidup dalam rezim lama dan tidak punah sampai saat ini. Sikap badan-badan pengurus kedua maskapai dagang tersebut (EIC dan VOC), sejak semula ditandai oleh kecurigaan terus-menerus terhadap ketidakjujuran para abdi mereka. Para pemilik kuasa menyadari bahwa korupsi tidak dapat dihindarkan jika dilihat dari rendahnya upah dari sebagian besar para pegawainya. Pietter Van Dam, yang sudah hampir lima puluh tahun berpengalaman dalam bidang keuangan dan administrasi kompeni, mengakui dalam Beschriving (penjelasan) rahasianya yang disusun untuk ditujukan hanya kepada Heren XVII : ”bahwa para abdi kompeni harus berusaha hidup dalam batas gaji mereka, adalah hal yang sejak semula diakui tidak dapat dilakukan; dan karena itu adakalanya orang harus menutup mata dan berpaling kearah lain”. Akan tetapi lain halnya dengan memaafkan instansi bawahan melakukan penyogokan dan pemerasan, dengan membiarkan korupsi kasar dan jauh jangkauannya seperti yang dilakukan oleh ”kompeni-kompeni kecil”. Kompeni-kompeni kecil ini adalah kelompok-kelompok atau gabungan-gabungan dari orang-orang bawahan VOC, terutama di Bengala dan Jepang, yang melakukan kecurangan penipu para pegawai VOC dengan cara memuat banyak barang-barang selundupan daripada muatan-muatan kompeni sendiri. Pada tahun 1732 Heren XVII secara tiba-tiba membebastugaskan sang Gubernur Jendral, Direktur Jendral, dan dua orang anggota dewan senior karena korupsi. Ini menimbulkan sensasi yang hebat, paling tidak untuk sementara.
    Dan pada pertengahan abad ke 18, VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan. Sebab-sebabnya ialah sebagai berikut:

    ü Ketidakjujuran para abdi VOC, karena kesejahteraan abdi VOC tidak setara dengan gaji yang mereka terima;
    ü Kemunduran dinas militer VOC karena mutu korps perwiranya;
    ü Perang untuk menaklukkan daerah-daerah yang melakukan perlawanan yang dipimpin oleh pimpinan local setempat maupun ulama;
    ü Konfrontasi dengan Prancis di Eropa mempengaruhi runtuhnya VOC.

  5. Merlina mengatakan:

    jawab
    1.Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. Istilah ini juga menunjuk kepada suatu himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan.

    Pendukung dari kolonialisme berpendapat bahwa hukum kolonial menguntungkan negara yang dikolonikan dengan mengembangkan infrastruktur ekonomi dan politik yang dibutuhkan untuk pemodernisasian dan demokrasi. Mereka menunjuk ke bekas koloni seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Hong Kong dan Singapura sebagai contoh sukses pasca-kolonialisme.

    Peneori ketergantungan seperti Andre Gunder Frank, berpendapat bahwa kolonialisme sebenarnya menuju ke pemindahan kekayaan dari daerah yang dikolonisasi ke daerah pengkolonisasi, dan menghambat kesuksesan pengembangan ekonomi.

    2. Menjelang abad ke-18, VOC mengalami kebangkrutan yang ditandai dengan memburuknya kondisi keuangan VOC dan menumpuknya utang-utang VOC. Korupsi merupakan sebab utama kebangkrutan itu. Hal itu diperparah oleh hutang peperangan VOC dengan rakyat Indonesia dan Inggris dalam memperebutkan kekuasaan di bidang perdagangan yang semakin menumpuk.

    Sebab lainnya adalah kemerosotan moral di antara penguasa akibat sistem monopoli perdagangan. Keserakahan VOC membuat penguasa setempat tidak sungguh-sungguh membantu VOC dalam memonopoli perdagangan. Akibatnya, hasil panen rempah-rempah yang masuk ke VOC jauh dari jumlah yang diharapkan

  6. Dewi permata sari mengatakan:

    jawab
    1. kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. contohnya; Amerika dan Belanda

    2.VOC berdiri tahun 1602. VOC atau kongsi dagang Belanda ini memiliki sasaran utama untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia. Untuk mencapai sasaran itu VOC menetapkan strategi menguasai pelabuhan-pelabuhan penting dan kerajaan-kerajaan di Indonesia. Dengan cara seperti ini, VOC akan dengan mudah mengkontrol aktivitas perdagangan di seluruh wilayah Indonesia. Untuk menguasai pelabuhan-pelabuhan penting belanda menggunakan kekuatan armada pasukannya

  7. Muhammad Rizal mengatakan:

    1. kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. contohnya; Amerika dan Belanda

    2.VOC berdiri tahun 1602. VOC atau kongsi dagang Belanda ini memiliki sasaran utama untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia. Untuk mencapai sasaran itu VOC menetapkan strategi menguasai pelabuhan-pelabuhan penting dan kerajaan-kerajaan di Indonesia. Dengan cara seperti ini, VOC akan dengan mudah mengkontrol aktivitas perdagangan di seluruh wilayah Indonesia. Untuk menguasai pelabuhan-pelabuhan penting belanda menggunakan kekuatan armada pasukannya

  8. Abdul Hadi mengatakan:

    1. kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. contohnya; Amerika dan Belanda

    2.VOC berdiri tahun 1602. VOC atau kongsi dagang Belanda ini memiliki sasaran utama untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia. Untuk mencapai sasaran itu VOC menetapkan strategi menguasai pelabuhan-pelabuhan penting dan kerajaan-kerajaan di Indonesia. Dengan cara seperti ini, VOC akan dengan mudah mengkontrol aktivitas perdagangan di seluruh wilayah Indonesia. Untuk menguasai pelabuhan-pelabuhan penting belanda menggunakan kekuatan armada pasukannya

  9. ahmad jayadi mengatakan:

    1. kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. contohnya; Amerika dan Belanda

    2.VOC berdiri tahun 1602. VOC atau kongsi dagang Belanda ini memiliki sasaran utama untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia. Untuk mencapai sasaran itu VOC menetapkan strategi menguasai pelabuhan-pelabuhan penting dan kerajaan-kerajaan di Indonesia. Dengan cara seperti ini, VOC akan dengan mudah mengkontrol aktivitas perdagangan di seluruh wilayah Indonesia. Untuk menguasai pelabuhan-pelabuhan penting belanda menggunakan kekuatan armada pasukannya

    • Abdul hadi mengatakan:

      1.Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. Istilah ini juga menunjuk kepada suatu himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan.

      Pendukung dari kolonialisme berpendapat bahwa hukum kolonial menguntungkan negara yang dikolonikan dengan mengembangkan infrastruktur ekonomi dan politik yang dibutuhkan untuk pemodernisasian dan demokrasi. Mereka menunjuk ke bekas koloni seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Hong Kong dan Singapura sebagai contoh sukses pasca-kolonialisme.

      Peneori ketergantungan seperti Andre Gunder Frank, berpendapat bahwa kolonialisme sebenarnya menuju ke pemindahan kekayaan dari daerah yang dikolonisasi ke daerah pengkolonisasi, dan menghambat kesuksesan pengembangan ekonomi.

      Pengkritik post-kolonialisme seperti Franz Fanon berpendapat bahwa kolonialisme merusak politik, psikologi, dan moral negara terkolonisasi.

      Penulis dan politikus India Arundhati Roy berkata bahwa perdebatan antara pro dan kontra dari kolonialisme/ imperialisme adalah seperti “mendebatkan pro dan kontra pemerkosaan”.

      Lihat juga neokolonialisme sebagai kelanjutan dari dominasi dan eksploitasi dari negara yang sama dengan cara yang berbeda (dan sering kali dengan tujuan yang sama).
      Contoh dari kolonialisme => Belanda, Portugis, dan Spanyol.

      2.Pada dasarnya VOC (Vereenig-de Oost-Indische Compagnie) merupakan gabungan dari beberapa pengusaha ataupun pemilik modal Belanda dalam hal perdagangan di Nusantara. VOC didirikan agar badan ini dapat menyatukan pedagang ataupun pengusaha Belanda dalam perdagangan di Nusantara yang selama ini cenderung dapat menimbulkan persaingan antar sesama negaranya atau pada intinya agar tidak terjadi perpecahan dalam proses perdagangan diantara sesama warga Belanda. Dan tentu saja agar dapat menyaingi pedagang asing lainnya juga. Dalam hal ini, para pengusaha dapat menggabungkan diri dengan cara membeli saham-saham VOC.
      Hambatan-hambatan yang ditemui VOC dalam pembentukan VOC sebagai kongsi dagang antara lain:
      · Pada awal berdirinya, VOC sudah memiliki pesaing dagang asing lain yang lebih dahulu dating yakni Portugis dan Spanyol. Pada saat VOC ingin menguasai Malaka yang sudah dikuasai Portugis, maka mau tidak mau VOC harus melawan atau berperang dengan Portugis.
      · Mempertahankan wilayah-wilayah yang sudah dikuasai karena belakangan para pribumi juga mulai merasakan ketidaksenangan sehingga menimbulkan perlawanan.
      Puncak Kejayaan VOC :
      VOC mencapai puncak kejayaannya pada saat berada dibawah pimpinan Maetsuyker. Joan Maetsuyker diangkat menjadi pengganti Gubernur Jenderal Cornelis Reyniersz dan ia bertugas dalam kedudukan ini selama seperempat abad. Maetsuyker memegang rekor lamanya memangku jabatan antara Gubernur Jenderal yang pertama (Pieter Both) dan yang terakhir (Stachouwer, 1914). Masa jabatannya pun bersamaan dengan tahun-tahun paling makmur dan berwibawa dari VOC. Maetsuyker tiba di Batavia dalam tahun 1636 dengan gelar penasihat dewan kehakiman. Tugas pokoknya adalah mengkodifikasi berbagai kumpilan undang-undang yang berlaku, yang diselesaikan pada tahun 1642, dengan memberinya mana Undang-undang Batavia. Sebagai panglima dari angkatan laut yang dikirim ke Srilanka dan Goa dalam tahun 1644, ia merundingkan persetujuan gencatan senjata dengan Portugis yang diumumkan dalam bulan Nopember tahun itu. Pada bulan oktober 1650 dia diangkat sebagai pejabat senior kedua dalam hierarki VOC, yaitu direktur jendral di Batavia, tempat ia mengakhiri sisa hidupnya. Dia menjadi Gubernur Jenderal dalam bulan Mei 1653 dengan meninggal pendahulunya. Selama masa Jabatan Gubernur Maetsuyker yang penuh dengan aneka peristiwa, berakhir permusuhan dengan orang Portugis dan dengan orang Inggris : kedua peristiwa ini ternyata menguntungkan bagi VOC. Beberapa pertahanan Portugis, termasuk Colombo (1655-1656) dan Cochin (1662-1663) melakukan perlawanan yang kuat, tetapi yang lain-lainnya jatuh dengan mudah. Terutama orang Portugis sendiri sebagian besar yang menyebabkan kehancuran militernya. Memang mereka kekurangan tenaga manusia, kapal, serta sumber-sumber bantuan bahan, tetapi pun kesempatan-kesempatan kemungkinan yang mereka miliki tidak mereka manfaatkan, karena kelalaian dan tidak adanya disiplin mereka terus-menerus. VOC pada tahun 1664 adalah organisasi yang hebat yang dapat dibandingkan dengan salah satu perusahaan multinasional modern yang besar dengan mengadakan perbedaan dan waktu, ruang dan demografi.pada tanggal 22 Oktober, pengusaha Kompeni yang terkenal memberitahukan kepada Dewan Perwakilan atas nama Heren XVII, bahwa Heren XVII, bahwa VOC memilki lebih dari 140 buah kapal dan 25.000orang tercantum dalam daftar gajinya. Dengan kata lain Jan Kompeni yang terbaik dari kedua dunia dalam perang damai. Dimulai pada tahun 1702, yang menyatakan bahwa VOC yang tiada taranya ini, telah menghasilkan perbendaharaan yang tiada terbilang dari ujung yang paling jauh di dunia ke dalam persatuan provinsi-provinsi Belanda, ketika mencapai ulang tahunya yang keseratus. Kemakmuran perniagaanya dibuktikan dengan tibanya dengan selamat tujuh belas buah kapal Hindia yang kaya muatan, kendatipun perang yang baru pecah dengan Prancis dan Spanyol.
      Secara tersusun, maka puncak kejayaan VOC antara lain :
      v Kompeni (sebutan untuk VOC) tumbuh dari awal yang sederhana menjadi persekutuan yang luar biasa kayanya;
      v Saham nilainya telah bertambah banyak nilainya;
      v Dapat membina kekuatan angkatan laut dan militer dengan biaya sendiri;
      v Melakukan perang di darat dan di laut di bagian seluruh dunia yang jauh;
      v Merebut kastil-kastil, benteng-benteng, pelabuhan-pelabuhan dan daratan-daratan musuh;
      v VOC memiliki lebih dari 140 buah kapal dan 25.000 orang tercantum dalam daftar gajinya.
      Runtuhnya Kejayaaan VOC :
      Para ahli sejarah masih memperdebatkan apakah VOC benar-benar runtuh karena disebabkan korupsi. Tokoh-tokoh berwibawa seperti J. C. van Leur dan W. Coolhas mengemukakan bahwa korupsi bukanlah faktor utama dalam kemunduran dan jatuhnya VOC, mereka ingin menekankan bahwa EIC, yang didalamnya juga memiliki masalah yang sama yaitu korupsi, memiliki masalah lain seperti penyelewengan, patronase dan main pengaruh, dianggap sebagai kenyataan hidup dalam rezim lama dan tidak punah sampai saat ini. Sikap badan-badan pengurus kedua maskapai dagang tersebut (EIC dan VOC), sejak semula ditandai oleh kecurigaan terus-menerus terhadap ketidakjujuran para abdi mereka. Para pemilik kuasa menyadari bahwa korupsi tidak dapat dihindarkan jika dilihat dari rendahnya upah dari sebagian besar para pegawainya. Pietter Van Dam, yang sudah hampir lima puluh tahun berpengalaman dalam bidang keuangan dan administrasi kompeni, mengakui dalam Beschriving (penjelasan) rahasianya yang disusun untuk ditujukan hanya kepada Heren XVII : ”bahwa para abdi kompeni harus berusaha hidup dalam batas gaji mereka, adalah hal yang sejak semula diakui tidak dapat dilakukan; dan karena itu adakalanya orang harus menutup mata dan berpaling kearah lain”. Akan tetapi lain halnya dengan memaafkan instansi bawahan melakukan penyogokan dan pemerasan, dengan membiarkan korupsi kasar dan jauh jangkauannya seperti yang dilakukan oleh ”kompeni-kompeni kecil”. Kompeni-kompeni kecil ini adalah kelompok-kelompok atau gabungan-gabungan dari orang-orang bawahan VOC, terutama di Bengala dan Jepang, yang melakukan kecurangan penipu para pegawai VOC dengan cara memuat banyak barang-barang selundupan daripada muatan-muatan kompeni sendiri. Pada tahun 1732 Heren XVII secara tiba-tiba membebastugaskan sang Gubernur Jendral, Direktur Jendral, dan dua orang anggota dewan senior karena korupsi. Ini menimbulkan sensasi yang hebat, paling tidak untuk sementara.
      Dan pada pertengahan abad ke 18, VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan. Sebab-sebabnya ialah sebagai berikut:

      ü Ketidakjujuran para abdi VOC, karena kesejahteraan abdi VOC tidak setara dengan gaji yang mereka terima;
      ü Kemunduran dinas militer VOC karena mutu korps perwiranya;
      ü Perang untuk menaklukkan daerah-daerah yang melakukan perlawanan yang dipimpin oleh pimpinan local setempat maupun ulama;
      ü Konfrontasi dengan Prancis di Eropa mempengaruhi runtuhnya VOC.

  10. muhammad rizal mengatakan:

    . kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. contohnya; Amerika dan Belanda

    2.VOC berdiri tahun 1602. VOC atau kongsi dagang Belanda ini memiliki sasaran utama untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia. Untuk mencapai sasaran itu VOC menetapkan strategi menguasai pelabuhan-pelabuhan penting dan kerajaan-kerajaan di Indonesia. Dengan cara seperti ini, VOC akan dengan mudah mengkontrol aktivitas perdagangan di seluruh wilayah Indonesia. Untuk menguasai pelabuhan-pelabuhan penting belanda menggunakan kekuatan armada pasukannya

  11. Indana Zulfa mengatakan:

    1. Kolonialisme adalah penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara itu. Contoh : Inggris menguasai Australia yang menyebabkan Suku Aborigin tersingkir. Dan Belanda Menguasai Indonesia.

    2. Nama VOC atau Vereenigde Oost Indische Compagnie mungkin tidak asing bagi perjalanan sejarah Bangsa Indonesia. VOC merupakan perusahaan swasta asal Belanda yang dari awal terbentuknya sudah dibekali hak-hak politik menemukan dan memelihara tanah jajahan. VOC didirikan pada 20 Maret 1602, bertujuan untuk mencegah kerugian, kesulitan dan bahaya akibat persaingan antar kelompok dagang.

    Voc mulai mondar-mandir dikawasan nusantara sekitar tahun 1602-1619, dan akhir sukses menguasai tanah nusantara hampir dua abad lamanya yakni dari 30 Mei 1619 sampai 31 Desember 1799 dengan mengadu domba para raja lokal yang tengah sibuk memperluas daerah kekuasaan.

    VOC akhirnya dibubarkan pada 31 Desember 1799 setelah mengalami kekalahan dalam perang melawan Inggris dan terungkapnya skandal korupsi di tubuh VOC oleh Pemerintah Belanda.

  12. Indana Zulfa mengatakan:

    1. Kolonialisme adalah penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara itu. Contoh : Belanda Menjajah Indonesia dan Inggris menguasai Australia yang menyebabkan Suku Aborigin tersingkir.

    2. Pada 20 Maret 1602, para pedagang Belanda mendirikan Verenigde Oost-Indische Compagnie – VOC (Perkumpulan Dagang India Timur) oleh Staaten Generaal. VOC Didirikan dengan tujuan untuk melindungi para pedagang Belanda dan juga menghadapi persaingan dalam memperebutkan hegemoni kekuasaan perdagangan yang sengit di antara negara-negara Eropa, yaitu: Portugis, Spanyol, Inggris, dan juga Perancis di kawasan Asia. Untuk alasan itu pula, VOC, oleh Staaten Generaal di Belanda diberi wewenang memiliki tentara yang harus mereka biayai sendiri. Selain itu, VOC juga mempunyai hak, atas nama Pemerintah Belanda – yang waktu itu masih berbentuk republik – untuk membuat perjanjian kenegaraan dan menyatakan perang terhadap suatu negara. Wewenang ini yang mengakibatkan, bahwa suatu perkumpulan dagang seperti VOC, dapat bertindak seperti layaknya satu negara. Hak-hak istimewa yang tercantum dalam Oktrooi (Piagam/Charta) tanggal 20 Maret 1602 meliputi:
    a. Hak monopoli untuk berdagang dan berlayar di wilayah sebelah timur Tanjung Harapan dan sebelah barat Selat Magelhaens serta menguasai perdagangan untuk kepentingan sendiri;
    b. Hak kedaulatan (soevereiniteit) sehingga dapat bertindak layaknya suatu negara untuk:
    1. Memiliki angkatan perang,2. Mengumumkan perang dan mengadakan perdamaian,3. Merebut dan menduduki daerah-daerah asing di luar Belanda,4. Memerintah daerah-daerah tersebut,5. Menetapkan/mengeluarkan mata-uang sendiri, dan6. Memungut pajak.
    Pada tahun 1603 VOC sudah mendirikan beberapa cabang diantaranya adalah di Banten. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama, pada tahun 1611 VOC harus pindah dari banten ke Jayakarta dikarenakan konflik yang terjadi antara VOC dengan penguasa Banten.

    Sampai dengan abad ke-17, VOC terus melakukan perluasan kekuasaan di Nusantara. Hampir seluruh wilayah Nusantara yang menjadi wilayah Republik Indonesia Saat ini jatuh ke tangan VOC. Perluasan kekuasaan yang dilakukan oleh VOC kebanyakan dengan melakukan politik adu domba yang membuat kondisi kerajaan pribumi tidak stabil dan kemudian mengambil alih kekuasaannya.
    Semakin lama, perlawanan yang dilakukan oleh rakyat dan penguasa pribumi semakin kuat. Pada akhir abad ke 17 VOC mulai kewalahan dalam menghadapi pemberontakan-pemberontkan yang terjadi. Mereka mulai kekurangan personil tentara. Pada abad ke-18, kekacauan dalam tubuh VOC semakin jelas terlihat, korupsi yang menggerogoti Tubuh VOC semakin membuat kongsi dagang ini menjadi rapuh. Akhirnya, pada tanggal 1 Januari 1800 VOC secara resmi dibubarkan. Hal itu terjadi karena Belanda telah kalah dalam perang oleh perancis dan dikuasai oleh Perancis. Seluruh wilayah jajahan Belanda otomatis berada di bawah kekuasaan Perancis pula.

  13. 1. Kolonialisme adalah penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara itu. Contoh : Belanda Terhadap Indonesia dan Jepang pada abad ke-20

    2. Pada 20 Maret 1602, para pedagang Belanda mendirikan Verenigde Oost-Indische Compagnie – VOC (Perkumpulan Dagang India Timur) oleh Staaten Generaal. VOC Didirikan dengan tujuan untuk melindungi para pedagang Belanda dan juga menghadapi persaingan dalam memperebutkan hegemoni kekuasaan perdagangan yang sengit di antara negara-negara Eropa, yaitu: Portugis, Spanyol, Inggris, dan juga Perancis di kawasan Asia. Untuk alasan itu pula, VOC, oleh Staaten Generaal di Belanda diberi wewenang memiliki tentara yang harus mereka biayai sendiri. Selain itu, VOC juga mempunyai hak, atas nama Pemerintah Belanda – yang waktu itu masih berbentuk republik – untuk membuat perjanjian kenegaraan dan menyatakan perang terhadap suatu negara. Wewenang ini yang mengakibatkan, bahwa suatu perkumpulan dagang seperti VOC, dapat bertindak seperti layaknya satu negara. Hak-hak istimewa yang tercantum dalam Oktrooi (Piagam/Charta) tanggal 20 Maret 1602 meliputi:
    a. Hak monopoli untuk berdagang dan berlayar di wilayah sebelah timur Tanjung Harapan dan sebelah barat Selat Magelhaens serta menguasai perdagangan untuk kepentingan sendiri;
    b. Hak kedaulatan (soevereiniteit) sehingga dapat bertindak layaknya suatu negara untuk:
    1. Memiliki angkatan perang,2. Mengumumkan perang dan mengadakan perdamaian,3. Merebut dan menduduki daerah-daerah asing di luar Belanda,4. Memerintah daerah-daerah tersebut,5. Menetapkan/mengeluarkan mata-uang sendiri, dan6. Memungut pajak.
    Pada tahun 1603 VOC sudah mendirikan beberapa cabang diantaranya adalah di Banten. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama, pada tahun 1611 VOC harus pindah dari banten ke Jayakarta dikarenakan konflik yang terjadi antara VOC dengan penguasa Banten.

    Sampai dengan abad ke-17, VOC terus melakukan perluasan kekuasaan di Nusantara. Hampir seluruh wilayah Nusantara yang menjadi wilayah Republik Indonesia Saat ini jatuh ke tangan VOC. Perluasan kekuasaan yang dilakukan oleh VOC kebanyakan dengan melakukan politik adu domba yang membuat kondisi kerajaan pribumi tidak stabil dan kemudian mengambil alih kekuasaannya.
    Semakin lama, perlawanan yang dilakukan oleh rakyat dan penguasa pribumi semakin kuat. Pada akhir abad ke 17 VOC mulai kewalahan dalam menghadapi pemberontakan-pemberontkan yang terjadi. Mereka mulai kekurangan personil tentara. Pada abad ke-18, kekacauan dalam tubuh VOC semakin jelas terlihat, korupsi yang menggerogoti Tubuh VOC semakin membuat kongsi dagang ini menjadi rapuh. Akhirnya, pada tanggal 1 Januari 1800 VOC secara resmi dibubarkan. Hal itu terjadi karena Belanda telah kalah dalam perang oleh perancis dan dikuasai oleh Perancis. Seluruh wilayah jajahan Belanda otomatis berada di bawah kekuasaan Perancis pula.

  14. Ahmad Rifan mengatakan:

    1.Kolonialisme adalah pengembangan
    kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan
    manusia di luar batas negaranya, seringkali
    untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber
    daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah
    tersebut.
    2.-Atas usul Johan Van Oldenbarneveld dibentuklah
    sebuah perusahaan yang disebut Vereemigde
    Oost Indische Compagnie (VOC) pada tanggal
    20 Maret 1682. Tujuan pembentukan VOC tidak
    lain adalah menghindarkan persaingan antar
    pengusaha Belanda (intern) serta mampu
    menghadapi persaingan dengan bangsa lain
    terutama Spanyol dan Portugis sebagai
    musuhnya (ekstern).
    Kepemimpinan VOC dipegang oleh dewan
    beranggotakan 17 orang yang berkedudukan di
    Amsterdam. Oleh Pemerintahan Belanda, VOC
    diberi oktroi (hak-hak istimewa) sebagai berikut :
    1. Dianggap sebagai wakil pemerintah Belanda
    di Asia
    2. Monopoli perdagangan
    3. Mencetak dang mengedarkan uang sendiri
    4. Mengadakan perjanjian
    5. Menaklukkan perang dengan negara lain
    6. Menjalankan kekuasaan kehakiman
    7. Pemungutan pajak
    8. Memiliki angkatan perang sendiri
    9. Mengadakan pemerintahan sendiri.
    Untuk melaksanakan kekuasaannya di Indonesia
    diangkatlan jabatan Gubernur Jenderal VOC
    antara lain:
    1. Pieter Both, merupakan Gubernur Jenderal
    VOC pertama yang memerintah tahun 1610-1619
    di Ambon.
    2. Jan Pieterzoon Coen, merupakan Gubernur
    Jenderal kedua yang memindahkan pusat VOC
    dari Ambon ke Jayakarta (Batavia). Karena
    letaknya strategis di tengah-tengah Nusantara
    memudahkan pelayaran ke Belanda.
    -VOC dibubarkan dengan alasan :
    a. Kesulitan keuangan karena korupsi,
    banyaknya biaya untuk menggaji pegawai,
    membayar deviden dan menghadapi peperangan
    di berbagai daerah
    b. Menghadapi persaingan perusahaan dagang
    asing
    c. Berdirinya Republik Bataaf yang menghendaki
    perdagangan bebas bukan monopoli

  15. M.hairul rizani mengatakan:

    1.Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. Istilah ini juga menunjuk kepada suatu himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan.

    Pendukung dari kolonialisme berpendapat bahwa hukum kolonial menguntungkan negara yang dikolonikan dengan mengembangkan infrastruktur ekonomi dan politik yang dibutuhkan untuk pemodernisasian dan demokrasi. Mereka menunjuk ke bekas koloni seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Hong Kong dan Singapura sebagai contoh sukses pasca-kolonialisme.

    Peneori ketergantungan seperti Andre Gunder Frank, berpendapat bahwa kolonialisme sebenarnya menuju ke pemindahan kekayaan dari daerah yang dikolonisasi ke daerah pengkolonisasi, dan menghambat kesuksesan pengembangan ekonomi.

    Pengkritik post-kolonialisme seperti Franz Fanon berpendapat bahwa kolonialisme merusak politik, psikologi, dan moral negara terkolonisasi.

    Penulis dan politikus India Arundhati Roy berkata bahwa perdebatan antara pro dan kontra dari kolonialisme/ imperialisme adalah seperti “mendebatkan pro dan kontra pemerkosaan”.

    Lihat juga neokolonialisme sebagai kelanjutan dari dominasi dan eksploitasi dari negara yang sama dengan cara yang berbeda (dan sering kali dengan tujuan yang sama).
    Contoh dari kolonialisme => Belanda, Portugis, dan Spanyol.

    2.Pada dasarnya VOC (Vereenig-de Oost-Indische Compagnie) merupakan gabungan dari beberapa pengusaha ataupun pemilik modal Belanda dalam hal perdagangan di Nusantara. VOC didirikan agar badan ini dapat menyatukan pedagang ataupun pengusaha Belanda dalam perdagangan di Nusantara yang selama ini cenderung dapat menimbulkan persaingan antar sesama negaranya atau pada intinya agar tidak terjadi perpecahan dalam proses perdagangan diantara sesama warga Belanda. Dan tentu saja agar dapat menyaingi pedagang asing lainnya juga. Dalam hal ini, para pengusaha dapat menggabungkan diri dengan cara membeli saham-saham VOC.
    Hambatan-hambatan yang ditemui VOC dalam pembentukan VOC sebagai kongsi dagang antara lain:
    · Pada awal berdirinya, VOC sudah memiliki pesaing dagang asing lain yang lebih dahulu dating yakni Portugis dan Spanyol. Pada saat VOC ingin menguasai Malaka yang sudah dikuasai Portugis, maka mau tidak mau VOC harus melawan atau berperang dengan Portugis.
    · Mempertahankan wilayah-wilayah yang sudah dikuasai karena belakangan para pribumi juga mulai merasakan ketidaksenangan sehingga menimbulkan perlawanan.
    Puncak Kejayaan VOC :
    VOC mencapai puncak kejayaannya pada saat berada dibawah pimpinan Maetsuyker. Joan Maetsuyker diangkat menjadi pengganti Gubernur Jenderal Cornelis Reyniersz dan ia bertugas dalam kedudukan ini selama seperempat abad. Maetsuyker memegang rekor lamanya memangku jabatan antara Gubernur Jenderal yang pertama (Pieter Both) dan yang terakhir (Stachouwer, 1914). Masa jabatannya pun bersamaan dengan tahun-tahun paling makmur dan berwibawa dari VOC. Maetsuyker tiba di Batavia dalam tahun 1636 dengan gelar penasihat dewan kehakiman. Tugas pokoknya adalah mengkodifikasi berbagai kumpilan undang-undang yang berlaku, yang diselesaikan pada tahun 1642, dengan memberinya mana Undang-undang Batavia. Sebagai panglima dari angkatan laut yang dikirim ke Srilanka dan Goa dalam tahun 1644, ia merundingkan persetujuan gencatan senjata dengan Portugis yang diumumkan dalam bulan Nopember tahun itu. Pada bulan oktober 1650 dia diangkat sebagai pejabat senior kedua dalam hierarki VOC, yaitu direktur jendral di Batavia, tempat ia mengakhiri sisa hidupnya. Dia menjadi Gubernur Jenderal dalam bulan Mei 1653 dengan meninggal pendahulunya. Selama masa Jabatan Gubernur Maetsuyker yang penuh dengan aneka peristiwa, berakhir permusuhan dengan orang Portugis dan dengan orang Inggris : kedua peristiwa ini ternyata menguntungkan bagi VOC. Beberapa pertahanan Portugis, termasuk Colombo (1655-1656) dan Cochin (1662-1663) melakukan perlawanan yang kuat, tetapi yang lain-lainnya jatuh dengan mudah. Terutama orang Portugis sendiri sebagian besar yang menyebabkan kehancuran militernya. Memang mereka kekurangan tenaga manusia, kapal, serta sumber-sumber bantuan bahan, tetapi pun kesempatan-kesempatan kemungkinan yang mereka miliki tidak mereka manfaatkan, karena kelalaian dan tidak adanya disiplin mereka terus-menerus. VOC pada tahun 1664 adalah organisasi yang hebat yang dapat dibandingkan dengan salah satu perusahaan multinasional modern yang besar dengan mengadakan perbedaan dan waktu, ruang dan demografi.pada tanggal 22 Oktober, pengusaha Kompeni yang terkenal memberitahukan kepada Dewan Perwakilan atas nama Heren XVII, bahwa Heren XVII, bahwa VOC memilki lebih dari 140 buah kapal dan 25.000orang tercantum dalam daftar gajinya. Dengan kata lain Jan Kompeni yang terbaik dari kedua dunia dalam perang damai. Dimulai pada tahun 1702, yang menyatakan bahwa VOC yang tiada taranya ini, telah menghasilkan perbendaharaan yang tiada terbilang dari ujung yang paling jauh di dunia ke dalam persatuan provinsi-provinsi Belanda, ketika mencapai ulang tahunya yang keseratus. Kemakmuran perniagaanya dibuktikan dengan tibanya dengan selamat tujuh belas buah kapal Hindia yang kaya muatan, kendatipun perang yang baru pecah dengan Prancis dan Spanyol.
    Secara tersusun, maka puncak kejayaan VOC antara lain :
    v Kompeni (sebutan untuk VOC) tumbuh dari awal yang sederhana menjadi persekutuan yang luar biasa kayanya;
    v Saham nilainya telah bertambah banyak nilainya;
    v Dapat membina kekuatan angkatan laut dan militer dengan biaya sendiri;
    v Melakukan perang di darat dan di laut di bagian seluruh dunia yang jauh;
    v Merebut kastil-kastil, benteng-benteng, pelabuhan-pelabuhan dan daratan-daratan musuh;
    v VOC memiliki lebih dari 140 buah kapal dan 25.000 orang tercantum dalam daftar gajinya.
    Runtuhnya Kejayaaan VOC :
    Para ahli sejarah masih memperdebatkan apakah VOC benar-benar runtuh karena disebabkan korupsi. Tokoh-tokoh berwibawa seperti J. C. van Leur dan W. Coolhas mengemukakan bahwa korupsi bukanlah faktor utama dalam kemunduran dan jatuhnya VOC, mereka ingin menekankan bahwa EIC, yang didalamnya juga memiliki masalah yang sama yaitu korupsi, memiliki masalah lain seperti penyelewengan, patronase dan main pengaruh, dianggap sebagai kenyataan hidup dalam rezim lama dan tidak punah sampai saat ini. Sikap badan-badan pengurus kedua maskapai dagang tersebut (EIC dan VOC), sejak semula ditandai oleh kecurigaan terus-menerus terhadap ketidakjujuran para abdi mereka. Para pemilik kuasa menyadari bahwa korupsi tidak dapat dihindarkan jika dilihat dari rendahnya upah dari sebagian besar para pegawainya. Pietter Van Dam, yang sudah hampir lima puluh tahun berpengalaman dalam bidang keuangan dan administrasi kompeni, mengakui dalam Beschriving (penjelasan) rahasianya yang disusun untuk ditujukan hanya kepada Heren XVII : ”bahwa para abdi kompeni harus berusaha hidup dalam batas gaji mereka, adalah hal yang sejak semula diakui tidak dapat dilakukan; dan karena itu adakalanya orang harus menutup mata dan berpaling kearah lain”. Akan tetapi lain halnya dengan memaafkan instansi bawahan melakukan penyogokan dan pemerasan, dengan membiarkan korupsi kasar dan jauh jangkauannya seperti yang dilakukan oleh ”kompeni-kompeni kecil”. Kompeni-kompeni kecil ini adalah kelompok-kelompok atau gabungan-gabungan dari orang-orang bawahan VOC, terutama di Bengala dan Jepang, yang melakukan kecurangan penipu para pegawai VOC dengan cara memuat banyak barang-barang selundupan daripada muatan-muatan kompeni sendiri. Pada tahun 1732 Heren XVII secara tiba-tiba membebastugaskan sang Gubernur Jendral, Direktur Jendral, dan dua orang anggota dewan senior karena korupsi. Ini menimbulkan sensasi yang hebat, paling tidak untuk sementara.
    Dan pada pertengahan abad ke 18, VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan. Sebab-sebabnya ialah sebagai berikut:

    ü Ketidakjujuran para abdi VOC, karena kesejahteraan abdi VOC tidak setara dengan gaji yang mereka terima;
    ü Kemunduran dinas militer VOC karena mutu korps perwiranya;
    ü Perang untuk menaklukkan daerah-daerah yang melakukan perlawanan yang dipimpin oleh pimpinan local setempat maupun ulama;
    ü Konfrontasi dengan Prancis di Eropa mempengaruhi runtuhnya VOC.

  16. adi tri santoso mengatakan:

    1Pada dasarnya VOC (Vereenig-de Oost-Indische Compagnie) merupakan gabungan dari beberapa pengusaha ataupun pemilik modal Belanda dalam hal perdagangan di Nusantara. VOC didirikan agar badan ini dapat menyatukan pedagang ataupun pengusaha Belanda dalam perdagangan di Nusantara yang selama ini cenderung dapat menimbulkan persaingan antar sesama negaranya atau pada intinya agar tidak terjadi perpecahan dalam proses perdagangan diantara sesama warga Belanda. Dan tentu saja agar dapat menyaingi pedagang asing lainnya juga. Dalam hal ini, para pengusaha dapat menggabungkan diri dengan cara membeli saham-saham VOC.
    Hambatan-hambatan yang ditemui VOC dalam pembentukan VOC sebagai kongsi dagang antara lain:
    · Pada awal berdirinya, VOC sudah memiliki pesaing dagang asing lain yang lebih dahulu dating yakni Portugis dan Spanyol. Pada saat VOC ingin menguasai Malaka yang sudah dikuasai Portugis, maka mau tidak mau VOC harus melawan atau berperang dengan Portugis.
    · Mempertahankan wilayah-wilayah yang sudah dikuasai karena belakangan para pribumi juga mulai merasakan ketidaksenangan sehingga menimbulkan perlawanan.
    Puncak Kejayaan VOC :
    VOC mencapai puncak kejayaannya pada saat berada dibawah pimpinan Maetsuyker. Joan Maetsuyker diangkat menjadi pengganti Gubernur Jenderal Cornelis Reyniersz dan ia bertugas dalam kedudukan ini selama seperempat abad. Maetsuyker memegang rekor lamanya memangku jabatan antara Gubernur Jenderal yang pertama (Pieter Both) dan yang terakhir (Stachouwer, 1914). Masa jabatannya pun bersamaan dengan tahun-tahun paling makmur dan berwibawa dari VOC. Maetsuyker tiba di Batavia dalam tahun 1636 dengan gelar penasihat dewan kehakiman. Tugas pokoknya adalah mengkodifikasi berbagai kumpilan undang-undang yang berlaku, yang diselesaikan pada tahun 1642, dengan memberinya mana Undang-undang Batavia. Sebagai panglima dari angkatan laut yang dikirim ke Srilanka dan Goa dalam tahun 1644, ia merundingkan persetujuan gencatan senjata dengan Portugis yang diumumkan dalam bulan Nopember tahun itu. Pada bulan oktober 1650 dia diangkat sebagai pejabat senior kedua dalam hierarki VOC, yaitu direktur jendral di Batavia, tempat ia mengakhiri sisa hidupnya. Dia menjadi Gubernur Jenderal dalam bulan Mei 1653 dengan meninggal pendahulunya. Selama masa Jabatan Gubernur Maetsuyker yang penuh dengan aneka peristiwa, berakhir permusuhan dengan orang Portugis dan dengan orang Inggris : kedua peristiwa ini ternyata menguntungkan bagi VOC. Beberapa pertahanan Portugis, termasuk Colombo (1655-1656) dan Cochin (1662-1663) melakukan perlawanan yang kuat, tetapi yang lain-lainnya jatuh dengan mudah. Terutama orang Portugis sendiri sebagian besar yang menyebabkan kehancuran militernya. Memang mereka kekurangan tenaga manusia, kapal, serta sumber-sumber bantuan bahan, tetapi pun kesempatan-kesempatan kemungkinan yang mereka miliki tidak mereka manfaatkan, karena kelalaian dan tidak adanya disiplin mereka terus-menerus. VOC pada tahun 1664 adalah organisasi yang hebat yang dapat dibandingkan dengan salah satu perusahaan multinasional modern yang besar dengan mengadakan perbedaan dan waktu, ruang dan demografi.pada tanggal 22 Oktober, pengusaha Kompeni yang terkenal memberitahukan kepada Dewan Perwakilan atas nama Heren XVII, bahwa Heren XVII, bahwa VOC memilki lebih dari 140 buah kapal dan 25.000orang tercantum dalam daftar gajinya. Dengan kata lain Jan Kompeni yang terbaik dari kedua dunia dalam perang damai. Dimulai pada tahun 1702, yang menyatakan bahwa VOC yang tiada taranya ini, telah menghasilkan perbendaharaan yang tiada terbilang dari ujung yang paling jauh di dunia ke dalam persatuan provinsi-provinsi Belanda, ketika mencapai ulang tahunya yang keseratus. Kemakmuran perniagaanya dibuktikan dengan tibanya dengan selamat tujuh belas buah kapal Hindia yang kaya muatan, kendatipun perang yang baru pecah dengan Prancis dan Spanyol.
    Secara tersusun, maka puncak kejayaan VOC antara lain :
    v Kompeni (sebutan untuk VOC) tumbuh dari awal yang sederhana menjadi persekutuan yang luar biasa kayanya;
    v Saham nilainya telah bertambah banyak nilainya;
    v Dapat membina kekuatan angkatan laut dan militer dengan biaya sendiri;
    v Melakukan perang di darat dan di laut di bagian seluruh dunia yang jauh;
    v Merebut kastil-kastil, benteng-benteng, pelabuhan-pelabuhan dan daratan-daratan musuh;
    v VOC memiliki lebih dari 140 buah kapal dan 25.000 orang tercantum dalam daftar gajinya.
    Runtuhnya Kejayaaan VOC :
    Para ahli sejarah masih memperdebatkan apakah VOC benar-benar runtuh karena disebabkan korupsi. Tokoh-tokoh berwibawa seperti J. C. van Leur dan W. Coolhas mengemukakan bahwa korupsi bukanlah faktor utama dalam kemunduran dan jatuhnya VOC, mereka ingin menekankan bahwa EIC, yang didalamnya juga memiliki masalah yang sama yaitu korupsi, memiliki masalah lain seperti penyelewengan, patronase dan main pengaruh, dianggap sebagai kenyataan hidup dalam rezim lama dan tidak punah sampai saat ini. Sikap badan-badan pengurus kedua maskapai dagang tersebut (EIC dan VOC), sejak semula ditandai oleh kecurigaan terus-menerus terhadap ketidakjujuran para abdi mereka. Para pemilik kuasa menyadari bahwa korupsi tidak dapat dihindarkan jika dilihat dari rendahnya upah dari sebagian besar para pegawainya. Pietter Van Dam, yang sudah hampir lima puluh tahun berpengalaman dalam bidang keuangan dan administrasi kompeni, mengakui dalam Beschriving (penjelasan) rahasianya yang disusun untuk ditujukan hanya kepada Heren XVII : ”bahwa para abdi kompeni harus berusaha hidup dalam batas gaji mereka, adalah hal yang sejak semula diakui tidak dapat dilakukan; dan karena itu adakalanya orang harus menutup mata dan berpaling kearah lain”. Akan tetapi lain halnya dengan memaafkan instansi bawahan melakukan penyogokan dan pemerasan, dengan membiarkan korupsi kasar dan jauh jangkauannya seperti yang dilakukan oleh ”kompeni-kompeni kecil”. Kompeni-kompeni kecil ini adalah kelompok-kelompok atau gabungan-gabungan dari orang-orang bawahan VOC, terutama di Bengala dan Jepang, yang melakukan kecurangan penipu para pegawai VOC dengan cara memuat banyak barang-barang selundupan daripada muatan-muatan kompeni sendiri. Pada tahun 1732 Heren XVII secara tiba-tiba membebastugaskan sang Gubernur Jendral, Direktur Jendral, dan dua orang anggota dewan senior karena korupsi. Ini menimbulkan sensasi yang hebat, paling tidak untuk sementara.
    Dan pada pertengahan abad ke 18, VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan. Sebab-sebabnya ialah sebagai berikut:

    ü Ketidakjujuran para abdi VOC, karena kesejahteraan abdi VOC tidak setara dengan gaji yang mereka terima;
    ü Kemunduran dinas militer VOC karena mutu korps perwiranya;
    ü Perang untuk menaklukkan daerah-daerah yang melakukan perlawanan yang dipimpin oleh pimpinan local setempat maupun ulama;
    ü Konfrontasi dengan Prancis di Eropa mempengaruhi runtuhnya VOC.Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. Istilah ini juga menunjuk kepada suatu himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan.

    Pendukung dari kolonialisme berpendapat bahwa hukum kolonial menguntungkan negara yang dikolonikan dengan mengembangkan infrastruktur ekonomi dan politik yang dibutuhkan untuk pemodernisasian dan demokrasi. Mereka menunjuk ke bekas koloni seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Hong Kong dan Singapura sebagai contoh sukses pasca-kolonialisme.

    Peneori ketergantungan seperti Andre Gunder Frank, berpendapat bahwa kolonialisme sebenarnya menuju ke pemindahan kekayaan dari daerah yang dikolonisasi ke daerah pengkolonisasi, dan menghambat kesuksesan pengembangan ekonomi.

    Pengkritik post-kolonialisme seperti Franz Fanon berpendapat bahwa kolonialisme merusak politik, psikologi, dan moral negara terkolonisasi.

    Penulis dan politikus India Arundhati Roy berkata bahwa perdebatan antara pro dan kontra dari kolonialisme/ imperialisme adalah seperti “mendebatkan pro dan kontra pemerkosaan”.

    Lihat juga neokolonialisme sebagai kelanjutan dari dominasi dan eksploitasi dari negara yang sama dengan cara yang berbeda (dan sering kali dengan tujuan yang sama).
    Contoh dari kolonialisme => Belanda, Portugis, dan Spanyol.
    2.

  17. harzianto FR mengatakan:

    1.Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. Istilah ini juga menunjuk kepada suatu himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan.

    Pendukung dari kolonialisme berpendapat bahwa hukum kolonial menguntungkan negara yang dikolonikan dengan mengembangkan infrastruktur ekonomi dan politik yang dibutuhkan untuk pemodernisasian dan demokrasi. Mereka menunjuk ke bekas koloni seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Hong Kong dan Singapura sebagai contoh sukses pasca-kolonialisme.

    Peneori ketergantungan seperti Andre Gunder Frank, berpendapat bahwa kolonialisme sebenarnya menuju ke pemindahan kekayaan dari daerah yang dikolonisasi ke daerah pengkolonisasi, dan menghambat kesuksesan pengembangan ekonomi.

    Pengkritik post-kolonialisme seperti Franz Fanon berpendapat bahwa kolonialisme merusak politik, psikologi, dan moral negara terkolonisasi.

    Penulis dan politikus India Arundhati Roy berkata bahwa perdebatan antara pro dan kontra dari kolonialisme/ imperialisme adalah seperti “mendebatkan pro dan kontra pemerkosaan”.

    Lihat juga neokolonialisme sebagai kelanjutan dari dominasi dan eksploitasi dari negara yang sama dengan cara yang berbeda (dan sering kali dengan tujuan yang sama).
    Contoh dari kolonialisme => Belanda, Portugis, dan Spanyol.

    2.Pada dasarnya VOC (Vereenig-de Oost-Indische Compagnie) merupakan gabungan dari beberapa pengusaha ataupun pemilik modal Belanda dalam hal perdagangan di Nusantara. VOC didirikan agar badan ini dapat menyatukan pedagang ataupun pengusaha Belanda dalam perdagangan di Nusantara yang selama ini cenderung dapat menimbulkan persaingan antar sesama negaranya atau pada intinya agar tidak terjadi perpecahan dalam proses perdagangan diantara sesama warga Belanda. Dan tentu saja agar dapat menyaingi pedagang asing lainnya juga. Dalam hal ini, para pengusaha dapat menggabungkan diri dengan cara membeli saham-saham VOC.
    Hambatan-hambatan yang ditemui VOC dalam pembentukan VOC sebagai kongsi dagang antara lain:
    · Pada awal berdirinya, VOC sudah memiliki pesaing dagang asing lain yang lebih dahulu dating yakni Portugis dan Spanyol. Pada saat VOC ingin menguasai Malaka yang sudah dikuasai Portugis, maka mau tidak mau VOC harus melawan atau berperang dengan Portugis.
    · Mempertahankan wilayah-wilayah yang sudah dikuasai karena belakangan para pribumi juga mulai merasakan ketidaksenangan sehingga menimbulkan perlawanan.
    Puncak Kejayaan VOC :
    VOC mencapai puncak kejayaannya pada saat berada dibawah pimpinan Maetsuyker. Joan Maetsuyker diangkat menjadi pengganti Gubernur Jenderal Cornelis Reyniersz dan ia bertugas dalam kedudukan ini selama seperempat abad. Maetsuyker memegang rekor lamanya memangku jabatan antara Gubernur Jenderal yang pertama (Pieter Both) dan yang terakhir (Stachouwer, 1914). Masa jabatannya pun bersamaan dengan tahun-tahun paling makmur dan berwibawa dari VOC. Maetsuyker tiba di Batavia dalam tahun 1636 dengan gelar penasihat dewan kehakiman. Tugas pokoknya adalah mengkodifikasi berbagai kumpilan undang-undang yang berlaku, yang diselesaikan pada tahun 1642, dengan memberinya mana Undang-undang Batavia. Sebagai panglima dari angkatan laut yang dikirim ke Srilanka dan Goa dalam tahun 1644, ia merundingkan persetujuan gencatan senjata dengan Portugis yang diumumkan dalam bulan Nopember tahun itu. Pada bulan oktober 1650 dia diangkat sebagai pejabat senior kedua dalam hierarki VOC, yaitu direktur jendral di Batavia, tempat ia mengakhiri sisa hidupnya. Dia menjadi Gubernur Jenderal dalam bulan Mei 1653 dengan meninggal pendahulunya. Selama masa Jabatan Gubernur Maetsuyker yang penuh dengan aneka peristiwa, berakhir permusuhan dengan orang Portugis dan dengan orang Inggris : kedua peristiwa ini ternyata menguntungkan bagi VOC. Beberapa pertahanan Portugis, termasuk Colombo (1655-1656) dan Cochin (1662-1663) melakukan perlawanan yang kuat, tetapi yang lain-lainnya jatuh dengan mudah. Terutama orang Portugis sendiri sebagian besar yang menyebabkan kehancuran militernya. Memang mereka kekurangan tenaga manusia, kapal, serta sumber-sumber bantuan bahan, tetapi pun kesempatan-kesempatan kemungkinan yang mereka miliki tidak mereka manfaatkan, karena kelalaian dan tidak adanya disiplin mereka terus-menerus. VOC pada tahun 1664 adalah organisasi yang hebat yang dapat dibandingkan dengan salah satu perusahaan multinasional modern yang besar dengan mengadakan perbedaan dan waktu, ruang dan demografi.pada tanggal 22 Oktober, pengusaha Kompeni yang terkenal memberitahukan kepada Dewan Perwakilan atas nama Heren XVII, bahwa Heren XVII, bahwa VOC memilki lebih dari 140 buah kapal dan 25.000orang tercantum dalam daftar gajinya. Dengan kata lain Jan Kompeni yang terbaik dari kedua dunia dalam perang damai. Dimulai pada tahun 1702, yang menyatakan bahwa VOC yang tiada taranya ini, telah menghasilkan perbendaharaan yang tiada terbilang dari ujung yang paling jauh di dunia ke dalam persatuan provinsi-provinsi Belanda, ketika mencapai ulang tahunya yang keseratus. Kemakmuran perniagaanya dibuktikan dengan tibanya dengan selamat tujuh belas buah kapal Hindia yang kaya muatan, kendatipun perang yang baru pecah dengan Prancis dan Spanyol.
    Secara tersusun, maka puncak kejayaan VOC antara lain :
    v Kompeni (sebutan untuk VOC) tumbuh dari awal yang sederhana menjadi persekutuan yang luar biasa kayanya;
    v Saham nilainya telah bertambah banyak nilainya;
    v Dapat membina kekuatan angkatan laut dan militer dengan biaya sendiri;
    v Melakukan perang di darat dan di laut di bagian seluruh dunia yang jauh;
    v Merebut kastil-kastil, benteng-benteng, pelabuhan-pelabuhan dan daratan-daratan musuh;
    v VOC memiliki lebih dari 140 buah kapal dan 25.000 orang tercantum dalam daftar gajinya.
    Runtuhnya Kejayaaan VOC :
    Para ahli sejarah masih memperdebatkan apakah VOC benar-benar runtuh karena disebabkan korupsi. Tokoh-tokoh berwibawa seperti J. C. van Leur dan W. Coolhas mengemukakan bahwa korupsi bukanlah faktor utama dalam kemunduran dan jatuhnya VOC, mereka ingin menekankan bahwa EIC, yang didalamnya juga memiliki masalah yang sama yaitu korupsi, memiliki masalah lain seperti penyelewengan, patronase dan main pengaruh, dianggap sebagai kenyataan hidup dalam rezim lama dan tidak punah sampai saat ini. Sikap badan-badan pengurus kedua maskapai dagang tersebut (EIC dan VOC), sejak semula ditandai oleh kecurigaan terus-menerus terhadap ketidakjujuran para abdi mereka. Para pemilik kuasa menyadari bahwa korupsi tidak dapat dihindarkan jika dilihat dari rendahnya upah dari sebagian besar para pegawainya. Pietter Van Dam, yang sudah hampir lima puluh tahun berpengalaman dalam bidang keuangan dan administrasi kompeni, mengakui dalam Beschriving (penjelasan) rahasianya yang disusun untuk ditujukan hanya kepada Heren XVII : ”bahwa para abdi kompeni harus berusaha hidup dalam batas gaji mereka, adalah hal yang sejak semula diakui tidak dapat dilakukan; dan karena itu adakalanya orang harus menutup mata dan berpaling kearah lain”. Akan tetapi lain halnya dengan memaafkan instansi bawahan melakukan penyogokan dan pemerasan, dengan membiarkan korupsi kasar dan jauh jangkauannya seperti yang dilakukan oleh ”kompeni-kompeni kecil”. Kompeni-kompeni kecil ini adalah kelompok-kelompok atau gabungan-gabungan dari orang-orang bawahan VOC, terutama di Bengala dan Jepang, yang melakukan kecurangan penipu para pegawai VOC dengan cara memuat banyak barang-barang selundupan daripada muatan-muatan kompeni sendiri. Pada tahun 1732 Heren XVII secara tiba-tiba membebastugaskan sang Gubernur Jendral, Direktur Jendral, dan dua orang anggota dewan senior karena korupsi. Ini menimbulkan sensasi yang hebat, paling tidak untuk sementara.
    Dan pada pertengahan abad ke 18, VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan. Sebab-sebabnya ialah sebagai berikut:

    ü Ketidakjujuran para abdi VOC, karena kesejahteraan abdi VOC tidak setara dengan gaji yang mereka terima;
    ü Kemunduran dinas militer VOC karena mutu korps perwiranya;
    ü Perang untuk menaklukkan daerah-daerah yang melakukan perlawanan yang dipimpin oleh pimpinan local setempat maupun ulama;
    ü Konfrontasi dengan Prancis di Eropa mempengaruhi runtuhnya VOC

  18. m.noor mengatakan:

    1.Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. Istilah ini juga menunjuk kepada suatu himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan.

    Pendukung dari kolonialisme berpendapat bahwa hukum kolonial menguntungkan negara yang dikolonikan dengan mengembangkan infrastruktur ekonomi dan politik yang dibutuhkan untuk pemodernisasian dan demokrasi. Mereka menunjuk ke bekas koloni seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Hong Kong dan Singapura sebagai contoh sukses pasca-kolonialisme.

    Peneori ketergantungan seperti Andre Gunder Frank, berpendapat bahwa kolonialisme sebenarnya menuju ke pemindahan kekayaan dari daerah yang dikolonisasi ke daerah pengkolonisasi, dan menghambat kesuksesan pengembangan ekonomi.

    Pengkritik post-kolonialisme seperti Franz Fanon berpendapat bahwa kolonialisme merusak politik, psikologi, dan moral negara terkolonisasi.

    Penulis dan politikus India Arundhati Roy berkata bahwa perdebatan antara pro dan kontra dari kolonialisme/ imperialisme adalah seperti “mendebatkan pro dan kontra pemerkosaan”.

    Lihat juga neokolonialisme sebagai kelanjutan dari dominasi dan eksploitasi dari negara yang sama dengan cara yang berbeda (dan sering kali dengan tujuan yang sama).
    Contoh dari kolonialisme => Belanda, Portugis, dan Spanyol.

    2.Pada dasarnya VOC (Vereenig-de Oost-Indische Compagnie) merupakan gabungan dari beberapa pengusaha ataupun pemilik modal Belanda dalam hal perdagangan di Nusantara. VOC didirikan agar badan ini dapat menyatukan pedagang ataupun pengusaha Belanda dalam perdagangan di Nusantara yang selama ini cenderung dapat menimbulkan persaingan antar sesama negaranya atau pada intinya agar tidak terjadi perpecahan dalam proses perdagangan diantara sesama warga Belanda. Dan tentu saja agar dapat menyaingi pedagang asing lainnya juga. Dalam hal ini, para pengusaha dapat menggabungkan diri dengan cara membeli saham-saham VOC.
    Hambatan-hambatan yang ditemui VOC dalam pembentukan VOC sebagai kongsi dagang antara lain:
    · Pada awal berdirinya, VOC sudah memiliki pesaing dagang asing lain yang lebih dahulu dating yakni Portugis dan Spanyol. Pada saat VOC ingin menguasai Malaka yang sudah dikuasai Portugis, maka mau tidak mau VOC harus melawan atau berperang dengan Portugis.
    · Mempertahankan wilayah-wilayah yang sudah dikuasai karena belakangan para pribumi juga mulai merasakan ketidaksenangan sehingga menimbulkan perlawanan.
    Puncak Kejayaan VOC :
    VOC mencapai puncak kejayaannya pada saat berada dibawah pimpinan Maetsuyker. Joan Maetsuyker diangkat menjadi pengganti Gubernur Jenderal Cornelis Reyniersz dan ia bertugas dalam kedudukan ini selama seperempat abad. Maetsuyker memegang rekor lamanya memangku jabatan antara Gubernur Jenderal yang pertama (Pieter Both) dan yang terakhir (Stachouwer, 1914). Masa jabatannya pun bersamaan dengan tahun-tahun paling makmur dan berwibawa dari VOC. Maetsuyker tiba di Batavia dalam tahun 1636 dengan gelar penasihat dewan kehakiman. Tugas pokoknya adalah mengkodifikasi berbagai kumpilan undang-undang yang berlaku, yang diselesaikan pada tahun 1642, dengan memberinya mana Undang-undang Batavia. Sebagai panglima dari angkatan laut yang dikirim ke Srilanka dan Goa dalam tahun 1644, ia merundingkan persetujuan gencatan senjata dengan Portugis yang diumumkan dalam bulan Nopember tahun itu. Pada bulan oktober 1650 dia diangkat sebagai pejabat senior kedua dalam hierarki VOC, yaitu direktur jendral di Batavia, tempat ia mengakhiri sisa hidupnya. Dia menjadi Gubernur Jenderal dalam bulan Mei 1653 dengan meninggal pendahulunya. Selama masa Jabatan Gubernur Maetsuyker yang penuh dengan aneka peristiwa, berakhir permusuhan dengan orang Portugis dan dengan orang Inggris : kedua peristiwa ini ternyata menguntungkan bagi VOC. Beberapa pertahanan Portugis, termasuk Colombo (1655-1656) dan Cochin (1662-1663) melakukan perlawanan yang kuat, tetapi yang lain-lainnya jatuh dengan mudah. Terutama orang Portugis sendiri sebagian besar yang menyebabkan kehancuran militernya. Memang mereka kekurangan tenaga manusia, kapal, serta sumber-sumber bantuan bahan, tetapi pun kesempatan-kesempatan kemungkinan yang mereka miliki tidak mereka manfaatkan, karena kelalaian dan tidak adanya disiplin mereka terus-menerus. VOC pada tahun 1664 adalah organisasi yang hebat yang dapat dibandingkan dengan salah satu perusahaan multinasional modern yang besar dengan mengadakan perbedaan dan waktu, ruang dan demografi.pada tanggal 22 Oktober, pengusaha Kompeni yang terkenal memberitahukan kepada Dewan Perwakilan atas nama Heren XVII, bahwa Heren XVII, bahwa VOC memilki lebih dari 140 buah kapal dan 25.000orang tercantum dalam daftar gajinya. Dengan kata lain Jan Kompeni yang terbaik dari kedua dunia dalam perang damai. Dimulai pada tahun 1702, yang menyatakan bahwa VOC yang tiada taranya ini, telah menghasilkan perbendaharaan yang tiada terbilang dari ujung yang paling jauh di dunia ke dalam persatuan provinsi-provinsi Belanda, ketika mencapai ulang tahunya yang keseratus. Kemakmuran perniagaanya dibuktikan dengan tibanya dengan selamat tujuh belas buah kapal Hindia yang kaya muatan, kendatipun perang yang baru pecah dengan Prancis dan Spanyol.
    Secara tersusun, maka puncak kejayaan VOC antara lain :
    v Kompeni (sebutan untuk VOC) tumbuh dari awal yang sederhana menjadi persekutuan yang luar biasa kayanya;
    v Saham nilainya telah bertambah banyak nilainya;
    v Dapat membina kekuatan angkatan laut dan militer dengan biaya sendiri;
    v Melakukan perang di darat dan di laut di bagian seluruh dunia yang jauh;
    v Merebut kastil-kastil, benteng-benteng, pelabuhan-pelabuhan dan daratan-daratan musuh;
    v VOC memiliki lebih dari 140 buah kapal dan 25.000 orang tercantum dalam daftar gajinya.
    Runtuhnya Kejayaaan VOC :
    Para ahli sejarah masih memperdebatkan apakah VOC benar-benar runtuh karena disebabkan korupsi. Tokoh-tokoh berwibawa seperti J. C. van Leur dan W. Coolhas mengemukakan bahwa korupsi bukanlah faktor utama dalam kemunduran dan jatuhnya VOC, mereka ingin menekankan bahwa EIC, yang didalamnya juga memiliki masalah yang sama yaitu korupsi, memiliki masalah lain seperti penyelewengan, patronase dan main pengaruh, dianggap sebagai kenyataan hidup dalam rezim lama dan tidak punah sampai saat ini. Sikap badan-badan pengurus kedua maskapai dagang tersebut (EIC dan VOC), sejak semula ditandai oleh kecurigaan terus-menerus terhadap ketidakjujuran para abdi mereka. Para pemilik kuasa menyadari bahwa korupsi tidak dapat dihindarkan jika dilihat dari rendahnya upah dari sebagian besar para pegawainya. Pietter Van Dam, yang sudah hampir lima puluh tahun berpengalaman dalam bidang keuangan dan administrasi kompeni, mengakui dalam Beschriving (penjelasan) rahasianya yang disusun untuk ditujukan hanya kepada Heren XVII : ”bahwa para abdi kompeni harus berusaha hidup dalam batas gaji mereka, adalah hal yang sejak semula diakui tidak dapat dilakukan; dan karena itu adakalanya orang harus menutup mata dan berpaling kearah lain”. Akan tetapi lain halnya dengan memaafkan instansi bawahan melakukan penyogokan dan pemerasan, dengan membiarkan korupsi kasar dan jauh jangkauannya seperti yang dilakukan oleh ”kompeni-kompeni kecil”. Kompeni-kompeni kecil ini adalah kelompok-kelompok atau gabungan-gabungan dari orang-orang bawahan VOC, terutama di Bengala dan Jepang, yang melakukan kecurangan penipu para pegawai VOC dengan cara memuat banyak barang-barang selundupan daripada muatan-muatan kompeni sendiri. Pada tahun 1732 Heren XVII secara tiba-tiba membebastugaskan sang Gubernur Jendral, Direktur Jendral, dan dua orang anggota dewan senior karena korupsi. Ini menimbulkan sensasi yang hebat, paling tidak untuk sementara.
    Dan pada pertengahan abad ke 18, VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan. Sebab-sebabnya ialah sebagai berikut:

    ü Ketidakjujuran para abdi VOC, karena kesejahteraan abdi VOC tidak setara dengan gaji yang mereka terima;
    ü Kemunduran dinas militer VOC karena mutu korps perwiranya;
    ü Perang untuk menaklukkan daerah-daerah yang melakukan perlawanan yang dipimpin oleh pimpinan local setempat maupun ulama;
    ü Konfrontasi dengan Prancis di Eropa mempengaruhi runtuhnya VOC

  19. m.noor mengatakan:

    1. Kolonialisme adalah penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara itu. Contoh : Belanda Menjajah Indonesia dan Inggris menguasai Australia yang menyebabkan Suku Aborigin tersingkir.

    2. Pada 20 Maret 1602, para pedagang Belanda mendirikan Verenigde Oost-Indische Compagnie – VOC (Perkumpulan Dagang India Timur) oleh Staaten Generaal. VOC Didirikan dengan tujuan untuk melindungi para pedagang Belanda dan juga menghadapi persaingan dalam memperebutkan hegemoni kekuasaan perdagangan yang sengit di antara negara-negara Eropa, yaitu: Portugis, Spanyol, Inggris, dan juga Perancis di kawasan Asia. Untuk alasan itu pula, VOC, oleh Staaten Generaal di Belanda diberi wewenang memiliki tentara yang harus mereka biayai sendiri. Selain itu, VOC juga mempunyai hak, atas nama Pemerintah Belanda – yang waktu itu masih berbentuk republik – untuk membuat perjanjian kenegaraan dan menyatakan perang terhadap suatu negara. Wewenang ini yang mengakibatkan, bahwa suatu perkumpulan dagang seperti VOC, dapat bertindak seperti layaknya satu negara. Hak-hak istimewa yang tercantum dalam Oktrooi (Piagam/Charta) tanggal 20 Maret 1602 meliputi:
    a. Hak monopoli untuk berdagang dan berlayar di wilayah sebelah timur Tanjung Harapan dan sebelah barat Selat Magelhaens serta menguasai perdagangan untuk kepentingan sendiri;
    b. Hak kedaulatan (soevereiniteit) sehingga dapat bertindak layaknya suatu negara untuk:
    1. Memiliki angkatan perang,2. Mengumumkan perang dan mengadakan perdamaian,3. Merebut dan menduduki daerah-daerah asing di luar Belanda,4. Memerintah daerah-daerah tersebut,5. Menetapkan/mengeluarkan mata-uang sendiri, dan6. Memungut pajak.
    Pada tahun 1603 VOC sudah mendirikan beberapa cabang diantaranya adalah di Banten. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama, pada tahun 1611 VOC harus pindah dari banten ke Jayakarta dikarenakan konflik yang terjadi antara VOC dengan penguasa Banten.

    Sampai dengan abad ke-17, VOC terus melakukan perluasan kekuasaan di Nusantara. Hampir seluruh wilayah Nusantara yang menjadi wilayah Republik Indonesia Saat ini jatuh ke tangan VOC. Perluasan kekuasaan yang dilakukan oleh VOC kebanyakan dengan melakukan politik adu domba yang membuat kondisi kerajaan pribumi tidak stabil dan kemudian mengambil alih kekuasaannya.
    Semakin lama, perlawanan yang dilakukan oleh rakyat dan penguasa pribumi semakin kuat. Pada akhir abad ke 17 VOC mulai kewalahan dalam menghadapi pemberontakan-pemberontkan yang terjadi. Mereka mulai kekurangan personil tentara. Pada abad ke-18, kekacauan dalam tubuh VOC semakin jelas terlihat, korupsi yang menggerogoti Tubuh VOC semakin membuat kongsi dagang ini menjadi rapuh. Akhirnya, pada tanggal 1 Januari 1800 VOC secara resmi dibubarkan. Hal itu terjadi karena Belanda telah kalah dalam perang oleh perancis dan dikuasai oleh Perancis. Seluruh wilayah jajahan Belanda otomatis berada di bawah kekuasaan Perancis pula.

  20. M.FAUZI mengatakan:

    1. Kolonialisme adalah penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara itu. Contoh : Belanda Menjajah Indonesia dan Inggris menguasai Australia yang menyebabkan Suku Aborigin tersingkir.

    2. Pada 20 Maret 1602, para pedagang Belanda mendirikan Verenigde Oost-Indische Compagnie – VOC (Perkumpulan Dagang India Timur) oleh Staaten Generaal. VOC Didirikan dengan tujuan untuk melindungi para pedagang Belanda dan juga menghadapi persaingan dalam memperebutkan hegemoni kekuasaan perdagangan yang sengit di antara negara-negara Eropa, yaitu: Portugis, Spanyol, Inggris, dan juga Perancis di kawasan Asia. Untuk alasan itu pula, VOC, oleh Staaten Generaal di Belanda diberi wewenang memiliki tentara yang harus mereka biayai sendiri. Selain itu, VOC juga mempunyai hak, atas nama Pemerintah Belanda – yang waktu itu masih berbentuk republik – untuk membuat perjanjian kenegaraan dan menyatakan perang terhadap suatu negara. Wewenang ini yang mengakibatkan, bahwa suatu perkumpulan dagang seperti VOC, dapat bertindak seperti layaknya satu negara. Hak-hak istimewa yang tercantum dalam Oktrooi (Piagam/Charta) tanggal 20 Maret 1602 meliputi:
    a. Hak monopoli untuk berdagang dan berlayar di wilayah sebelah timur Tanjung Harapan dan sebelah barat Selat Magelhaens serta menguasai perdagangan untuk kepentingan sendiri;
    b. Hak kedaulatan (soevereiniteit) sehingga dapat bertindak layaknya suatu negara untuk:
    1. Memiliki angkatan perang,2. Mengumumkan perang dan mengadakan perdamaian,3. Merebut dan menduduki daerah-daerah asing di luar Belanda,4. Memerintah daerah-daerah tersebut,5. Menetapkan/mengeluarkan mata-uang sendiri, dan6. Memungut pajak.
    Pada tahun 1603 VOC sudah mendirikan beberapa cabang diantaranya adalah di Banten. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama, pada tahun 1611 VOC harus pindah dari banten ke Jayakarta dikarenakan konflik yang terjadi antara VOC dengan penguasa Banten.

    Sampai dengan abad ke-17, VOC terus melakukan perluasan kekuasaan di Nusantara. Hampir seluruh wilayah Nusantara yang menjadi wilayah Republik Indonesia Saat ini jatuh ke tangan VOC. Perluasan kekuasaan yang dilakukan oleh VOC kebanyakan dengan melakukan politik adu domba yang membuat kondisi kerajaan pribumi tidak stabil dan kemudian mengambil alih kekuasaannya.
    Semakin lama, perlawanan yang dilakukan oleh rakyat dan penguasa pribumi semakin kuat. Pada akhir abad ke 17 VOC mulai kewalahan dalam menghadapi pemberontakan-pemberontkan yang terjadi. Mereka mulai kekurangan personil tentara. Pada abad ke-18, kekacauan dalam tubuh VOC semakin jelas terlihat, korupsi yang menggerogoti Tubuh VOC semakin membuat kongsi dagang ini menjadi rapuh. Akhirnya, pada tanggal 1 Januari 1800 VOC secara resmi dibubarkan. Hal itu terjadi karena Belanda telah kalah dalam perang oleh perancis dan dikuasai oleh Perancis. Seluruh wilayah jajahan Belanda otomatis berada di bawah kekuasaan Perancis pula.

  21. ahmad rifani mengatakan:

    1. Kolonialisme adalah penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara itu. Contoh : Belanda Menjajah Indonesia dan Inggris menguasai Australia yang menyebabkan Suku Aborigin tersingkir.

    2. Pada 20 Maret 1602, para pedagang Belanda mendirikan Verenigde Oost-Indische Compagnie – VOC (Perkumpulan Dagang India Timur) oleh Staaten Generaal. VOC Didirikan dengan tujuan untuk melindungi para pedagang Belanda dan juga menghadapi persaingan dalam memperebutkan hegemoni kekuasaan perdagangan yang sengit di antara negara-negara Eropa, yaitu: Portugis, Spanyol, Inggris, dan juga Perancis di kawasan Asia. Untuk alasan itu pula, VOC, oleh Staaten Generaal di Belanda diberi wewenang memiliki tentara yang harus mereka biayai sendiri. Selain itu, VOC juga mempunyai hak, atas nama Pemerintah Belanda – yang waktu itu masih berbentuk republik – untuk membuat perjanjian kenegaraan dan menyatakan perang terhadap suatu negara. Wewenang ini yang mengakibatkan, bahwa suatu perkumpulan dagang seperti VOC, dapat bertindak seperti layaknya satu negara. Hak-hak istimewa yang tercantum dalam Oktrooi (Piagam/Charta) tanggal 20 Maret 1602 meliputi:
    a. Hak monopoli untuk berdagang dan berlayar di wilayah sebelah timur Tanjung Harapan dan sebelah barat Selat Magelhaens serta menguasai perdagangan untuk kepentingan sendiri;
    b. Hak kedaulatan (soevereiniteit) sehingga dapat bertindak layaknya suatu negara untuk:
    1. Memiliki angkatan perang,2. Mengumumkan perang dan mengadakan perdamaian,3. Merebut dan menduduki daerah-daerah asing di luar Belanda,4. Memerintah daerah-daerah tersebut,5. Menetapkan/mengeluarkan mata-uang sendiri, dan6. Memungut pajak.
    Pada tahun 1603 VOC sudah mendirikan beberapa cabang diantaranya adalah di Banten. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama, pada tahun 1611 VOC harus pindah dari banten ke Jayakarta dikarenakan konflik yang terjadi antara VOC dengan penguasa Banten.

    Sampai dengan abad ke-17, VOC terus melakukan perluasan kekuasaan di Nusantara. Hampir seluruh wilayah Nusantara yang menjadi wilayah Republik Indonesia Saat ini jatuh ke tangan VOC. Perluasan kekuasaan yang dilakukan oleh VOC kebanyakan dengan melakukan politik adu domba yang membuat kondisi kerajaan pribumi tidak stabil dan kemudian mengambil alih kekuasaannya.
    Semakin lama, perlawanan yang dilakukan oleh rakyat dan penguasa pribumi semakin kuat. Pada akhir abad ke 17 VOC mulai kewalahan dalam menghadapi pemberontakan-pemberontkan yang terjadi. Mereka mulai kekurangan personil tentara. Pada abad ke-18, kekacauan dalam tubuh VOC semakin jelas terlihat, korupsi yang menggerogoti Tubuh VOC semakin membuat kongsi dagang ini menjadi rapuh. Akhirnya, pada tanggal 1 Januari 1800 VOC secara resmi dibubarkan. Hal itu terjadi karena Belanda telah kalah dalam perang oleh perancis dan dikuasai oleh Perancis. Seluruh wilayah jajahan Belanda otomatis berada di bawah kekuasaan Perancis pula.

  22. adi tri santoso mengatakan:

    1.Kolonialisme adalah pengembangan
    kekuasaan sebuah negara atas
    wilayah dan manusia di luar batas
    negaranya, seringkali untuk mencari
    dominasi ekonomi dari sumber daya,
    tenaga kerja, dan pasar wilayah
    tersebut. Istilah ini juga menunjuk
    kepada suatu himpunan keyakinan
    yang digunakan untuk
    melegitimasikan atau
    mempromosikan sistem ini, terutama
    kepercayaan bahwa moral dari
    pengkoloni lebih hebat ketimbang
    yang dikolonikan.
    Pendukung dari kolonialisme
    berpendapat bahwa hukum kolonial
    menguntungkan negara yang
    dikolonikan dengan mengembangkan
    infrastruktur ekonomi dan politik yang
    dibutuhkan untuk pemodernisasian
    dan demokrasi. Mereka menunjuk ke
    bekas koloni seperti Amerika Serikat,
    Australia, Selandia Baru, Hong Kong
    dan Singapura sebagai contoh
    sukses pasca-kolonialisme.
    Peneori ketergantungan seperti Andre
    Gunder Frank, berpendapat bahwa
    kolonialisme sebenarnya menuju ke
    pemindahan kekayaan dari daerah
    yang dikolonisasi ke daerah
    pengkolonisasi, dan menghambat
    kesuksesan pengembangan ekonomi.
    Pengkritik post-kolonialisme seperti
    Franz Fanon berpendapat bahwa
    kolonialisme merusak politik,
    psikologi, dan moral negara
    terkolonisasi.
    Penulis dan politikus India Arundhati
    Roy berkata bahwa perdebatan
    antara pro dan kontra dari
    kolonialisme/ imperialisme adalah
    seperti “mendebatkan pro dan kontra
    pemerkosaan”.
    Lihat juga neokolonialisme sebagai
    kelanjutan dari dominasi dan
    eksploitasi dari negara yang sama
    dengan cara yang berbeda (dan
    sering kali dengan tujuan yang
    sama).
    Contoh dari kolonialisme => Belanda,
    Portugis, dan Spanyol.
    2.Pada dasarnya VOC (Vereenig-de
    Oost-Indische Compagnie)
    merupakan gabungan dari beberapa
    pengusaha ataupun pemilik modal
    Belanda dalam hal perdagangan di
    Nusantara. VOC didirikan agar badan
    ini dapat menyatukan pedagang
    ataupun pengusaha Belanda dalam
    perdagangan di Nusantara yang
    selama ini cenderung dapat
    menimbulkan persaingan antar
    sesama negaranya atau pada intinya
    agar tidak terjadi perpecahan dalam
    proses perdagangan diantara sesama
    warga Belanda. Dan tentu saja agar
    dapat menyaingi pedagang asing
    lainnya juga. Dalam hal ini, para
    pengusaha dapat menggabungkan
    diri dengan cara membeli saham-
    saham VOC.
    Hambatan-hambatan yang ditemui
    VOC dalam pembentukan VOC
    sebagai kongsi dagang antara lain:
    · Pada awal berdirinya, VOC sudah
    memiliki pesaing dagang asing lain
    yang lebih dahulu dating yakni
    Portugis dan Spanyol. Pada saat
    VOC ingin menguasai Malaka yang
    sudah dikuasai Portugis, maka mau
    tidak mau VOC harus melawan atau
    berperang dengan Portugis.
    · Mempertahankan wilayah-wilayah
    yang sudah dikuasai karena
    belakangan para pribumi juga mulai
    merasakan ketidaksenangan sehingga
    menimbulkan perlawanan.
    Puncak Kejayaan VOC :
    VOC mencapai puncak kejayaannya
    pada saat berada dibawah pimpinan
    Maetsuyker. Joan Maetsuyker
    diangkat menjadi pengganti Gubernur
    Jenderal Cornelis Reyniersz dan ia
    bertugas dalam kedudukan ini selama
    seperempat abad. Maetsuyker
    memegang rekor lamanya memangku
    jabatan antara Gubernur Jenderal
    yang pertama (Pieter Both) dan yang
    terakhir (Stachouwer, 1914). Masa
    jabatannya pun bersamaan dengan
    tahun-tahun paling makmur dan
    berwibawa dari VOC. Maetsuyker tiba
    di Batavia dalam tahun 1636 dengan
    gelar penasihat dewan kehakiman.
    Tugas pokoknya adalah
    mengkodifikasi berbagai kumpilan
    undang-undang yang berlaku, yang
    diselesaikan pada tahun 1642,
    dengan memberinya mana Undang-
    undang Batavia. Sebagai panglima
    dari angkatan laut yang dikirim ke
    Srilanka dan Goa dalam tahun 1644,
    ia merundingkan persetujuan
    gencatan senjata dengan Portugis
    yang diumumkan dalam bulan
    Nopember tahun itu. Pada bulan
    oktober 1650 dia diangkat sebagai
    pejabat senior kedua dalam hierarki
    VOC, yaitu direktur jendral di Batavia,
    tempat ia mengakhiri sisa hidupnya.
    Dia menjadi Gubernur Jenderal dalam
    bulan Mei 1653 dengan meninggal
    pendahulunya. Selama masa Jabatan
    Gubernur Maetsuyker yang penuh
    dengan aneka peristiwa, berakhir
    permusuhan dengan orang Portugis
    dan dengan orang Inggris : kedua
    peristiwa ini ternyata menguntungkan
    bagi VOC. Beberapa pertahanan
    Portugis, termasuk Colombo
    (1655-1656) dan Cochin
    (1662-1663) melakukan perlawanan
    yang kuat, tetapi yang lain-lainnya
    jatuh dengan mudah. Terutama
    orang Portugis sendiri sebagian besar
    yang menyebabkan kehancuran
    militernya. Memang mereka
    kekurangan tenaga manusia, kapal,
    serta sumber-sumber bantuan
    bahan, tetapi pun kesempatan-
    kesempatan kemungkinan yang
    mereka miliki tidak mereka
    manfaatkan, karena kelalaian dan
    tidak adanya disiplin mereka terus-
    menerus. VOC pada tahun 1664
    adalah organisasi yang hebat yang
    dapat dibandingkan dengan salah
    satu perusahaan multinasional
    modern yang besar dengan
    mengadakan perbedaan dan waktu,
    ruang dan demografi.pada tanggal 22
    Oktober, pengusaha Kompeni yang
    terkenal memberitahukan kepada
    Dewan Perwakilan atas nama Heren
    XVII, bahwa Heren XVII, bahwa VOC
    memilki lebih dari 140 buah kapal
    dan 25.000orang tercantum dalam
    daftar gajinya. Dengan kata lain Jan
    Kompeni yang terbaik dari kedua
    dunia dalam perang damai. Dimulai
    pada tahun 1702, yang menyatakan
    bahwa VOC yang tiada taranya ini,
    telah menghasilkan perbendaharaan
    yang tiada terbilang dari ujung yang
    paling jauh di dunia ke dalam
    persatuan provinsi-provinsi Belanda,
    ketika mencapai ulang tahunya yang
    keseratus. Kemakmuran
    perniagaanya dibuktikan dengan
    tibanya dengan selamat tujuh belas
    buah kapal Hindia yang kaya muatan,
    kendatipun perang yang baru pecah
    dengan Prancis dan Spanyol.
    Secara tersusun, maka puncak
    kejayaan VOC antara lain :
    v Kompeni (sebutan untuk VOC)
    tumbuh dari awal yang sederhana
    menjadi persekutuan yang luar biasa
    kayanya;
    v Saham nilainya telah bertambah
    banyak nilainya;
    v Dapat membina kekuatan angkatan
    laut dan militer dengan biaya sendiri;
    v Melakukan perang di darat dan di
    laut di bagian seluruh dunia yang
    jauh;
    v Merebut kastil-kastil, benteng-
    benteng, pelabuhan-pelabuhan dan
    daratan-daratan musuh;
    v VOC memiliki lebih dari 140 buah
    kapal dan 25.000 orang tercantum
    dalam daftar gajinya.
    Runtuhnya Kejayaaan VOC :
    Para ahli sejarah masih
    memperdebatkan apakah VOC benar-
    benar runtuh karena disebabkan
    korupsi. Tokoh-tokoh berwibawa
    seperti J. C. van Leur dan W.
    Coolhas mengemukakan bahwa
    korupsi bukanlah faktor utama dalam
    kemunduran dan jatuhnya VOC,
    mereka ingin menekankan bahwa EIC,
    yang didalamnya juga memiliki
    masalah yang sama yaitu korupsi,
    memiliki masalah lain seperti
    penyelewengan, patronase dan main
    pengaruh, dianggap sebagai
    kenyataan hidup dalam rezim lama
    dan tidak punah sampai saat ini.
    Sikap badan-badan pengurus kedua
    maskapai dagang tersebut (EIC dan
    VOC), sejak semula ditandai oleh
    kecurigaan terus-menerus terhadap
    ketidakjujuran para abdi mereka.
    Para pemilik kuasa menyadari bahwa
    korupsi tidak dapat dihindarkan jika
    dilihat dari rendahnya upah dari
    sebagian besar para pegawainya.
    Pietter Van Dam, yang sudah hampir
    lima puluh tahun berpengalaman
    dalam bidang keuangan dan
    administrasi kompeni, mengakui
    dalam Beschriving (penjelasan)
    rahasianya yang disusun untuk
    ditujukan hanya kepada Heren XVII :
    ”bahwa para abdi kompeni harus
    berusaha hidup dalam batas gaji
    mereka, adalah hal yang sejak
    semula diakui tidak dapat dilakukan;
    dan karena itu adakalanya orang
    harus menutup mata dan berpaling
    kearah lain”. Akan tetapi lain halnya
    dengan memaafkan instansi bawahan
    melakukan penyogokan dan
    pemerasan, dengan membiarkan
    korupsi kasar dan jauh jangkauannya
    seperti yang dilakukan oleh
    ”kompeni-kompeni kecil”. Kompeni-
    kompeni kecil ini adalah kelompok-
    kelompok atau gabungan-gabungan
    dari orang-orang bawahan VOC,
    terutama di Bengala dan Jepang,
    yang melakukan kecurangan penipu
    para pegawai VOC dengan cara
    memuat banyak barang-barang
    selundupan daripada muatan-muatan
    kompeni sendiri. Pada tahun 1732
    Heren XVII secara tiba-tiba
    membebastugaskan sang Gubernur
    Jendral, Direktur Jendral, dan dua
    orang anggota dewan senior karena
    korupsi. Ini menimbulkan sensasi
    yang hebat, paling tidak untuk
    sementara.
    Dan pada pertengahan abad ke 18,
    VOC mengalami kemunduran karena
    beberapa sebab sehingga dibubarkan.
    Sebab-sebabnya ialah sebagai
    berikut:
    ü Ketidakjujuran para abdi VOC,
    karena kesejahteraan abdi VOC tidak
    setara dengan gaji yang mereka
    terima;
    ü Kemunduran dinas militer VOC
    karena mutu korps perwiranya;
    ü Perang untuk menaklukkan daerah-
    daerah yang melakukan perlawanan
    yang dipimpin oleh pimpinan local
    setempat maupun ulama;
    ü Konfrontasi dengan Prancis di
    Eropa mempengaruhi runtuhnya VOC

  23. ahmad rifan mengatakan:

    1.Kolonialisme adalah pengembangan
    kekuasaan sebuah negara atas
    wilayah dan manusia di luar batas
    negaranya, seringkali untuk mencari
    dominasi ekonomi dari sumber daya,
    tenaga kerja, dan pasar wilayah
    tersebut. Istilah ini juga menunjuk
    kepada suatu himpunan keyakinan
    yang digunakan untuk
    melegitimasikan atau
    mempromosikan sistem ini, terutama
    kepercayaan bahwa moral dari
    pengkoloni lebih hebat ketimbang
    yang dikolonikan.
    Pendukung dari kolonialisme
    berpendapat bahwa hukum kolonial
    menguntungkan negara yang
    dikolonikan dengan mengembangkan
    infrastruktur ekonomi dan politik yang
    dibutuhkan untuk pemodernisasian
    dan demokrasi. Mereka menunjuk ke
    bekas koloni seperti Amerika Serikat,
    Australia, Selandia Baru, Hong Kong
    dan Singapura sebagai contoh
    sukses pasca-kolonialisme.
    Peneori ketergantungan seperti Andre
    Gunder Frank, berpendapat bahwa
    kolonialisme sebenarnya menuju ke
    pemindahan kekayaan dari daerah
    yang dikolonisasi ke daerah
    pengkolonisasi, dan menghambat
    kesuksesan pengembangan ekonomi.
    Pengkritik post-kolonialisme seperti
    Franz Fanon berpendapat bahwa
    kolonialisme merusak politik,
    psikologi, dan moral negara
    terkolonisasi.
    Penulis dan politikus India Arundhati
    Roy berkata bahwa perdebatan
    antara pro dan kontra dari
    kolonialisme/ imperialisme adalah
    seperti “mendebatkan pro dan kontra
    pemerkosaan”.
    Lihat juga neokolonialisme sebagai
    kelanjutan dari dominasi dan
    eksploitasi dari negara yang sama
    dengan cara yang berbeda (dan
    sering kali dengan tujuan yang
    sama).
    Contoh dari kolonialisme => Belanda,
    Portugis, dan Spanyol.
    2.Pada dasarnya VOC (Vereenig-de
    Oost-Indische Compagnie)
    merupakan gabungan dari beberapa
    pengusaha ataupun pemilik modal
    Belanda dalam hal perdagangan di
    Nusantara. VOC didirikan agar badan
    ini dapat menyatukan pedagang
    ataupun pengusaha Belanda dalam
    perdagangan di Nusantara yang
    selama ini cenderung dapat
    menimbulkan persaingan antar
    sesama negaranya atau pada intinya
    agar tidak terjadi perpecahan dalam
    proses perdagangan diantara sesama
    warga Belanda. Dan tentu saja agar
    dapat menyaingi pedagang asing
    lainnya juga. Dalam hal ini, para
    pengusaha dapat menggabungkan
    diri dengan cara membeli saham-
    saham VOC.
    Hambatan-hambatan yang ditemui
    VOC dalam pembentukan VOC
    sebagai kongsi dagang antara lain:
    · Pada awal berdirinya, VOC sudah
    memiliki pesaing dagang asing lain
    yang lebih dahulu dating yakni
    Portugis dan Spanyol. Pada saat
    VOC ingin menguasai Malaka yang
    sudah dikuasai Portugis, maka mau
    tidak mau VOC harus melawan atau
    berperang dengan Portugis.
    · Mempertahankan wilayah-wilayah
    yang sudah dikuasai karena
    belakangan para pribumi juga mulai
    merasakan ketidaksenangan sehingga
    menimbulkan perlawanan.
    Puncak Kejayaan VOC :
    VOC mencapai puncak kejayaannya
    pada saat berada dibawah pimpinan
    Maetsuyker. Joan Maetsuyker
    diangkat menjadi pengganti Gubernur
    Jenderal Cornelis Reyniersz dan ia
    bertugas dalam kedudukan ini selama
    seperempat abad. Maetsuyker
    memegang rekor lamanya memangku
    jabatan antara Gubernur Jenderal
    yang pertama (Pieter Both) dan yang
    terakhir (Stachouwer, 1914). Masa
    jabatannya pun bersamaan dengan
    tahun-tahun paling makmur dan
    berwibawa dari VOC. Maetsuyker tiba
    di Batavia dalam tahun 1636 dengan
    gelar penasihat dewan kehakiman.
    Tugas pokoknya adalah
    mengkodifikasi berbagai kumpilan
    undang-undang yang berlaku, yang
    diselesaikan pada tahun 1642,
    dengan memberinya mana Undang-
    undang Batavia. Sebagai panglima
    dari angkatan laut yang dikirim ke
    Srilanka dan Goa dalam tahun 1644,
    ia merundingkan persetujuan
    gencatan senjata dengan Portugis
    yang diumumkan dalam bulan
    Nopember tahun itu. Pada bulan
    oktober 1650 dia diangkat sebagai
    pejabat senior kedua dalam hierarki
    VOC, yaitu direktur jendral di Batavia,
    tempat ia mengakhiri sisa hidupnya.
    Dia menjadi Gubernur Jenderal dalam
    bulan Mei 1653 dengan meninggal
    pendahulunya. Selama masa Jabatan
    Gubernur Maetsuyker yang penuh
    dengan aneka peristiwa, berakhir
    permusuhan dengan orang Portugis
    dan dengan orang Inggris : kedua
    peristiwa ini ternyata menguntungkan
    bagi VOC. Beberapa pertahanan
    Portugis, termasuk Colombo
    (1655-1656) dan Cochin
    (1662-1663) melakukan perlawanan
    yang kuat, tetapi yang lain-lainnya
    jatuh dengan mudah. Terutama
    orang Portugis sendiri sebagian besar
    yang menyebabkan kehancuran
    militernya. Memang mereka
    kekurangan tenaga manusia, kapal,
    serta sumber-sumber bantuan
    bahan, tetapi pun kesempatan-
    kesempatan kemungkinan yang
    mereka miliki tidak mereka
    manfaatkan, karena kelalaian dan
    tidak adanya disiplin mereka terus-
    menerus. VOC pada tahun 1664
    adalah organisasi yang hebat yang
    dapat dibandingkan dengan salah
    satu perusahaan multinasional
    modern yang besar dengan
    mengadakan perbedaan dan waktu,
    ruang dan demografi.pada tanggal 22
    Oktober, pengusaha Kompeni yang
    terkenal memberitahukan kepada
    Dewan Perwakilan atas nama Heren
    XVII, bahwa Heren XVII, bahwa VOC
    memilki lebih dari 140 buah kapal
    dan 25.000orang tercantum dalam
    daftar gajinya. Dengan kata lain Jan
    Kompeni yang terbaik dari kedua
    dunia dalam perang damai. Dimulai
    pada tahun 1702, yang menyatakan
    bahwa VOC yang tiada taranya ini,
    telah menghasilkan perbendaharaan
    yang tiada terbilang dari ujung yang
    paling jauh di dunia ke dalam
    persatuan provinsi-provinsi Belanda,
    ketika mencapai ulang tahunya yang
    keseratus. Kemakmuran
    perniagaanya dibuktikan dengan
    tibanya dengan selamat tujuh belas
    buah kapal Hindia yang kaya muatan,
    kendatipun perang yang baru pecah
    dengan Prancis dan Spanyol.
    Secara tersusun, maka puncak
    kejayaan VOC antara lain :
    v Kompeni (sebutan untuk VOC)
    tumbuh dari awal yang sederhana
    menjadi persekutuan yang luar biasa
    kayanya;
    v Saham nilainya telah bertambah
    banyak nilainya;
    v Dapat membina kekuatan angkatan
    laut dan militer dengan biaya sendiri;
    v Melakukan perang di darat dan di
    laut di bagian seluruh dunia yang
    jauh;
    v Merebut kastil-kastil, benteng-
    benteng, pelabuhan-pelabuhan dan
    daratan-daratan musuh;
    v VOC memiliki lebih dari 140 buah
    kapal dan 25.000 orang tercantum
    dalam daftar gajinya.
    Runtuhnya Kejayaaan VOC :
    Para ahli sejarah masih
    memperdebatkan apakah VOC benar-
    benar runtuh karena disebabkan
    korupsi. Tokoh-tokoh berwibawa
    seperti J. C. van Leur dan W.
    Coolhas mengemukakan bahwa
    korupsi bukanlah faktor utama dalam
    kemunduran dan jatuhnya VOC,
    mereka ingin menekankan bahwa EIC,
    yang didalamnya juga memiliki
    masalah yang sama yaitu korupsi,
    memiliki masalah lain seperti
    penyelewengan, patronase dan main
    pengaruh, dianggap sebagai
    kenyataan hidup dalam rezim lama
    dan tidak punah sampai saat ini.
    Sikap badan-badan pengurus kedua
    maskapai dagang tersebut (EIC dan
    VOC), sejak semula ditandai oleh
    kecurigaan terus-menerus terhadap
    ketidakjujuran para abdi mereka.
    Para pemilik kuasa menyadari bahwa
    korupsi tidak dapat dihindarkan jika
    dilihat dari rendahnya upah dari
    sebagian besar para pegawainya.
    Pietter Van Dam, yang sudah hampir
    lima puluh tahun berpengalaman
    dalam bidang keuangan dan
    administrasi kompeni, mengakui
    dalam Beschriving (penjelasan)
    rahasianya yang disusun untuk
    ditujukan hanya kepada Heren XVII :
    ”bahwa para abdi kompeni harus
    berusaha hidup dalam batas gaji
    mereka, adalah hal yang sejak
    semula diakui tidak dapat dilakukan;
    dan karena itu adakalanya orang
    harus menutup mata dan berpaling
    kearah lain”. Akan tetapi lain halnya
    dengan memaafkan instansi bawahan
    melakukan penyogokan dan
    pemerasan, dengan membiarkan
    korupsi kasar dan jauh jangkauannya
    seperti yang dilakukan oleh
    ”kompeni-kompeni kecil”. Kompeni-
    kompeni kecil ini adalah kelompok-
    kelompok atau gabungan-gabungan
    dari orang-orang bawahan VOC,
    terutama di Bengala dan Jepang,
    yang melakukan kecurangan penipu
    para pegawai VOC dengan cara
    memuat banyak barang-barang
    selundupan daripada muatan-muatan
    kompeni sendiri. Pada tahun 1732
    Heren XVII secara tiba-tiba
    membebastugaskan sang Gubernur
    Jendral, Direktur Jendral, dan dua
    orang anggota dewan senior karena
    korupsi. Ini menimbulkan sensasi
    yang hebat, paling tidak untuk
    sementara.
    Dan pada pertengahan abad ke 18,
    VOC mengalami kemunduran karena
    beberapa sebab sehingga dibubarkan.
    Sebab-sebabnya ialah sebagai
    berikut:
    ü Ketidakjujuran para abdi VOC,
    karena kesejahteraan abdi VOC tidak
    setara dengan gaji yang mereka
    terima;
    ü Kemunduran dinas militer VOC
    karena mutu korps perwiranya;
    ü Perang untuk menaklukkan daerah-
    daerah yang melakukan perlawanan
    yang dipimpin oleh pimpinan local
    setempat maupun ulama;
    ü Konfrontasi dengan Prancis di
    Eropa mempengaruhi runtuhnya VOC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s