MASALAH PENDIDIKAN MASALAH BANGSA INI

Posted: Desember 11, 2014 in pendidikan

masalah dalam dunia penendidikan adalah merupakan permasalahan yang klasik bagi bangsa kita, khususnya bagi bangsa Indonesia tercinta ini. bangsa yang besar selalu diikuti oleh minimnya permasalah yang dihadapi oleh bangsa tersebut khususnya masalah dalam dunia pendidikannya. masalah tersebut sering menjadi penghambat majunya pendidikan di negara indonesia. padahal sudah jelas kemajuan suatu bangsa harus diikuti oleh kemajuan dunia pendidikannya. sebenarnya apa yang salah dalam dunia pendidikan indonesia? di sini penulis inggin mencoba menjelaskan beberpa analisis mengenagai permasalah yang dihadapi oleh bangsa indonesia sehingga mengakibatkan lambatanya perkembangan dan kemajuan pendidikan di indonesai.

1. rendahnya kualitas guru

guru adalah penentu dari pelaksanaan pendidikan nasional, guru adalah seorang yang langsung kontak dengan sasaran pendidikan. guru pula yang menjadi nahkota penentu arah dari generasi bangsa ini kedepan. apabila kualitas guru baik maka akan menghasilkan generasi bangsa yang baik, apabila kualitas guru rendah maka akan menghasilkan generasi bangsa yang rendah pula. karena ada istilah yang selalu kita inggat dalam dunia pendidikan yang di cetuskan oleh bapak pendidikan nasional indonesia, Ki Hajar Dewantara (ing ngarso sung tolodo, ing madyo mangunkarso, tut wuri handayani) pada intinya guru itu ditiru dan di gugu. nah sekarang mungkin anda  mulai mengerti mengapa pendidkan kita di pengaruhi oleh kualitas guru, mari kita lihat realita sekitar dunia pendidikan kita, khususnya di lembaga lembaga pendidikan sekolah. sudahkah para guru pendidika kita memiliki kualitas yang baik, anda yang menilai sendiri dan silahkan anda simpulkan sendiri.

2. minimnya sarana dan prasarana

di neghara kita tercinta ini masih banyak kita temui banggunan-bangunan sekolah yang sudah sangat tidak layak bahkan banggunannya begitu memprihatinkan bahkan sudah mengancam keselamatan sisiwa dan guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. banggunan tersebut hampir roboh, pelaponnya banyak yang bolong, atapnya pada bocoh dan belum lagi sarana penunjang dalam pelaksanaan pendidikan berupa aliran listrik yang masih belum terhuubung, media dan alat pembelajaran yang mendukungpun tidak tersedia sehiingga bagaimana pembelajaran akan mampu berjalan sesuai dengan harapan dalam tujuan pendidikan nasional seperti termaktub dalam pembukaan UUD 1945 jika sarana dan prasarananya saja tidak menunjang terlaksannya pendidikan yang baik, disinilah peran pemerintah dan segenap elememen masyarakat yang masih menaruh perhatiaan pada pendidikan kita unutk ikut serta dalam menunjang tercukupinya kelayakan dalam sarana dan prasarana dunia pendidikan yang cukup menyedihkan ini.

3. kegagalan dalam pemanfaatan teknologi dalam pendidikan

kemajuan teknologi pada era jaman modernisasi dan globalisasi ini sudah sangat tidak terbendung sehinnggga mau tidak mau kita sebagai orang yang hidup pada zaman ini harus mungikuti kemajuan tersebut agar tidak terjadi masalah sosial yang sering di sebut dengan cultural lag dan cultural shok hal ini dikarenakan ketidakmampuan kita dalam mengikuti perkembangan zaman atau teknologi sehingga mengakibatkan gagapnya kita terhadap teknologi yang baru datang. hal inilah yang terjadi dalam dunia pendidikan kita, begitu banyak media dan peralatan belajar yang diadopsi dari negara asing oleh pemerinta dalam dunia pendidikan indonesia, tetapi rupanya kemajuan dan kecanggihan teknologi tersebut tidak mampu diseimbangi dengan kemajuan berpikair para penggunya sehingga yang terjadi bukanlah kemajuan yang didapatkan (progres) malahan kemunduran yang didapatkan(regres). belum lagi kemajuan alat telekomunikasi seperti Handphone yang dengan fiturnya yang begitu canggih dan lengkap menjadi magned tersendiri bagi para siswa atau peserta didika untuk eksisi menggunakannya sehingga tidak lagi mengenal waktu dan tempat bahkan sampai di dalam kelas atau ketika pelaksanaan pembelajaran. inilah yang kita sebut bangsa yang setengah matang dalam memahami kemajuan jaman. teknologi berada pada orang yang memiliki pola pikir yang tidak maju maka teknologi tersebut hannya mengakibatkan permasalahan baru di dunia pendidikan kita, memang benar pepatah menagtakan teknologi itu tergantung ditangan siapa dia berada, bila ditanggan orang baik maka teknologi akan baik, bila ditanggan orang yang tidak baiak maka teknologi akan tidak baik.

4. budaya kolonial yang mendarah daging

mentalitas bangsa yang basar ini rupanya masih memegang teguh mentalitas kolonial, yaitu mentalitas didunia pendidikan yang beranggapan bahwa orang sekolah itu untuk mendapatkan pekerjaan dan akhirnya menjadi pegawai negara. bukankan hal ini kalau kita pahami betul-betul maka kita akan menemui sebuah benang merah yang menghubungkan dengan budaya zaman kolnial, yaitu sekolah itu tidak perlu hebat-hebat yang penting dapat baca tulis dan hitung serta mendapatkan ijazah, dan akhirnya bisa buat melamar pekerjaan dan menjadi peagawai negeri. agar kehidupan dimasa tua terjamin dan bisa hidup layak. bukankah hal tersebut merupakan warisan kolonial yang masih dipegang teguh oleh bangsa ini , karena pada masa kolonial siapapun itu orang pribumi yang mampu sekolah ketika diberlakukannya politik etis orang pribumi tersebut mampu bekerja kepada pemerintah Belanda sekalipun hanya pekerja rendahan. itupun sudah mampu membuat meraka puas, karena mereka merasa hidup mereka terpenuhi dengan mengabdi kepada penguasa Belanda. seharunya masyarakat kita harus mengubah mainset tersebut, bahwa seorang anak sekolah bukanlah untuk mencari kerja tetapi mencoba menciptakan peluang kerja atau membuat pekerjaan sendidri. mentalitas inilah yang harusnya ditanamkan pada generasi bangsa ini bukannya meneruskan budaya mentalitas kolonial.

5. sistem kurikulum yang tidak konsisten

pada akhir tahun 2013 pemerintah membuat sebuah keputusan baru yaitu menganti kurikulum 2006 atau KTSP dengan kurikulum baru 2013, kurikulum ini diberlakukan pada sekolah sekolah yang menjadi percontohan sehingga tidak semua sekolah di Indonesia menerakannya, berselang setahun kemudian pada pertengahan tahun 2014 seluruh Indonesia diwajibkan menerpakan kurikulum 2013, kurikulum ini mendapat komentar yang beragam dikalangan masyarakat, para pendidika dan para pengamat. terdapat pro dan kontra. tapi masih dalam konteks wajar untuk mengkoreksi suatu kebijakan baru. namun dalam perjalanannya penerpan kurikulum ini disekolah sekolah seluruh Indonesia mendapatkan beberapa kendala diantaranya keterlambatan pendistribusian buku dan ruminya sistem penilaain dalam kurikulum tersebut dan banyaknnya keluhan dari siswa dan orang tua mereka mengenai banyaknnya PR yang haru mereka buat dan selesaikan. dan dipenghujung tahun 2014 pada bulan desember mentri pendidikan dasar dan menengah yang Baru dilantik dalam kabinet yang baru Pa Anis Baswedan mengeluarkan kebijakan dan pendapat baru untuk mengevaluasi ulang kurikulum 2013 dan mengembalikan ke kurikulum lama yaitu KTSP, dengan catatan diperbolehkan sekolah yang sudah menerapkannya 3 semester untuk melanjutkan guna menjadi sekolah percontohan untuk evaluasi kurikulum 2013 berikutnya. inilah yang saya sebut sistem kurikulum yang tidak konsisten terlalu sering bergonta ganti sehingga mengakibatkan pendidikan nasional kehilangan acuan dalam pelaksaan pendidikannya. sehingga para guru pun perlu menyesuaikan berulang ulang dengan kurikulum tersebut.

KAYAPA MENURUT PIAN?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s