Mereka Juga Mau Belajar

Posted: Februari 18, 2015 in Uncategorized

Sebuah kebijakan atau sebuah peraturan di buat untuk menciptakan keadaan yang nyaman dan disiplin dalam sebuah lembaga, namun sebuah peraturan atau norma dibuat oleh pembuat kebijakan terkadang perlu juga mempertimbangkah dampak positif dan negatifnya terhadap si pembuat kebijakan peraturan dan yang melaksanakan aturan. Mengapa semua itu perlu, alasanyanya adalah bahwa kadang kebijakan yang diambil hanya dari sudut pandang yang membuatnya saja akan bertentangan dengan para pelaksana kebijakan itu sendiri. Hal yang paling sederhana adalah perturan yang di buat pada beberapa sekolah atau instansi pendidikan yang terkadang menerapakan kebijakan memulangkan siswanya yang terlambat masuk sekolah, sudah benarkah aturan atau kebijakan tersebut, sudahkah para pembuat peraturan mempertimbangkan baik dan buruknya kebijakan tersebut buat para peserta didiknya. Kalau kita lihat dari sisi psikologi anak dan perkembangan pesetra didik hal ini mungkin akan berdampak pada menurunnya semanagat belajar dan memunculnya perasaan kecewa, namun disisi lain harapan pembuat atauran adalah untuk membentuk kedisiplinan siswa, agar mereka mampu menghargai dan disiplin akan waktu. Hal lainnya yang perlu mungkin diperhatiakan adalah permasahan teknis yang mungkin manusia sendiri tidak mampu  dan kuasa untuk mengaturnya, misalkan adanay kemacetan, kemudian kerusakan pada alat tranportasi yang digunakan, serta permasalahan permasalahan lain yang memungkinkan perlu kta jadikan pertimbangan. Mungkin adail rasanay ketika kita mendengarkan kemungkinan kemungkinan tersebut untuk memberikan despinsasi atas keterlambatan mereka. Hal lainnya yang mungkin juga perlu kita pahami dari kebijakan tersebut adalah menghilangkan hak hak siswa dalam mendapatkan pengajaran disekolah. Mungkin analoginya adalah mereka adalah generasi bangsa ini yang sangat diperlukan bangsa ini, apabila generasi ini tidak berkualitas dampaknya adalah kerusakan pada perkembangan bangsa dan negara ini. Kembali pada kedisiplina yang diharapkan oleh sekolah, saya menyika hal ini berdasrkan sudut pandang lain, mungkin lebih bijak rasanay jika bukan dengan cara dipulangkan bangi siswa yang terlambat, karena hal ini tanpa kita sadari akan semakin memperburuk kualitas bangsa ini, kungkin akan muncul sesuatu yang diakibatkan cap guru kepada siswa yang menyebut mereka pemalas atau siswa malas, dalam sosiologi hal itu akan memunculkan persaan kecewa dan rasa malas pada siswa, istilahnya adalah lebelling. Bukankah dalam sudut pandang saya sebagai pendidik, alangkah baiknya siswa yang terlambat tersebut diperbolehkan masuk dengan catatan diberikan sagsi yang mampu membuat merka enggan untuk terlambat, sangsi itu juga sifatnya bermanfaat bagi sekolah dan sangsi yang memberikan edukasi kepada peserta didik. Bagaimana menurut you….?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s