Menyontek Sebagai Budaya Laten

Posted: Mei 26, 2016 in Uncategorized

Menyontek, kata yang sering kita dengar jika hidup di lingkungan sekolah, menyentek adalah sebuah budaya buruk yang di budaya kan dengan baik di dalam lingkungan sekolah oleh orang orang yang tidak baik yang mencoba ingin menjadi baik dengan cara instan dan curang. Menyontek di kalangan pelajar era sekarang ini bukan lagi sebuah kebiasaan yang memalukan melainkan sebuah gaya hidup dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Mengapa demikian? alasannya sederhana karena menyontek telah menjadi budaya laten,apa maksudnya?  Budaya laten dalam artian suatu kebiasaan buruk yang mereka lakukan tetapi mereka merasa tidak melakukan, sederhananya mereka melakukannya sudah dalam keadaan yang mereka tidak sadari lagi. Alasannya karena suatu kebiasaan yang sudah mendarah daging itu cendrung sulit berubah bahkan menjadi suatu kebutuhan primer yang wajib di penuhi ketika proses penilaian hasil belajar di sekolah atau sering di sebut dengan ulangan. Tragis memang ketika kita membudayakan budaya yang buruk seperti ini, tapi inilah realita pendidikan saat ini. Inilah gambaran suatu bangsa yang mengedepankan nilai angka dibandingkan dengan nilai kejujuran.

Komentar
  1. Anon mengatakan:

    Menyentek itu apa gan?

    • HELMIHAKIM mengatakan:

      Menyontek maksudnya…makasih koreksinya….maklum asal jadi tulisan aj.soalnya nga pernah belajar nulis….makasih sekali lagi koreksinya

  2. Pelajar mengatakan:

    Apakah kejujuran itu dipandang oleh guru?Apakah bila kita remedial,guru memandang kejujuran?padahal kita jujur, lagipula guru meminta kita untuk mendongkrak angka yg jatuh tersebut.Apakah guru sdh mengevaluasi soal2 ulangan tersebut?Apakah murid bisa menguasai semua bahan pelajaran di sekolah?tidak.Dan orang tua terus memaksa kita untuk mendapatkan nilai tinggi,dan tidak memandang kejujuran itulah realita yg dihadapi oleh siswa.
    pada kenyataannya jujur itu musnah.

  3. otong mengatakan:

    Guru juga seharusnya belajar mengertiin murid. Tidak sepatutnya semena mena memajang foto mereka, tau gimana perasaan murid kalo digituin ?.. guru jaman sekarang sungguh kekinian banget yašŸ™‚ dulu murid yg memfoto guru, sekarang terbalik menjadi guru memfoto murid HAHA

  4. Anon mengatakan:

    Setuju sama ‘pelajar’ sekarang kita lihat realitanya saja. Jikalau kejujuran yang dinomor 1 kan kita tidak tahu siapa yang jujur siapa yang berbohong. Terkecuali mempunyai alat pendeteksi kebohongan. Dan menyontek budaya laten. Ya thats true.. Saya aja dulu juga pernah menyontek ? Apakah Anda dulu pernah menyontek ? Sekarang koreksi diri Anda sebelum Anda memutuskan untuk membuat sebuah blog yang menjual foto murid sma2 Banjarmasin ..

  5. otong mengatakan:

    Betul itu kata anon, gada manusia yg bisa mendeteksi siapa berbohong atau jujur. Apa anda bisa ?? Saran saya, jd guru itu jgn suka memalukan murid kalau gak mau nanti dipermalukan murid

  6. Panggil gue bos mengatakan:

    Apakah anda dulu tidak menyontek? atau tidak ada yg mau menyontekkan anda

  7. gabby mengatakan:

    maaf sebelumnya. saya juga setuju dgn ‘ pelajar ‘ , mengapa? krna memang dijaman ini nilai lebih penting drpd kejujuran. jika nilai kita tdk bagus dan kejujuran kita lebih tinggi drpd nilai, apakah masa depan anak2 akan terjamin? sekarang ini kejujuran sdh tdk trlalu dihargai lagi. maka dr itu anak2 menyontek, karena ingin nilainya tinggi. apakah anda tdk prnh sama sekali menyontek? sama sekali? saya rasa itu tdk mngkin, pastilah anda pernah menyontek. tapi, jika memang anda tdk pernah menyontek, wah anda hebat sekali. saya salut itu.

  8. Buaya pink mengatakan:

    Pada jaman sekarang tidak ada lgi yg menilai kejujuran contoh nya masuk polisi sekarang kalo ada duit bisa masuk tidak ada yg menilai otak apakah itu jujur

  9. bintang mengatakan:

    Alasan murid menyontek juga bisa jadi guru nya yg gagal dalam mengajar sehingga murid nya malas untuk mengulang kmbali peljran tsb, dan pelajaran pun bukan cuman 1 tp banyak peljaranĀ² yg lain yg harus di peljari stiap hari dan dalam stiap peljaran pasti ad tugas/pr yg di berikan syukur kalau tugas ny paham apa yg di jelaskn oleh guru tpi kalo tidak ya sama saja kan murid harus menyontek teman ny yg paham dan minta penjelasan krna pr juga msuk nilai harian . Seharus nya pemahaman murid lah yg seharus ny di pentingkan dripada nilai, dan kepemahaman murid juga sangat tergantung oleh guru pengajar yg benar/ tidak dlm menjelaskan nya.

    • HELMIHAKIM mengatakan:

      Alhamdulillah sekarang substansi penilai tidak lg di lihat dari penilaian akhir, tetapi adalah penilaian proses. Pokok dalam kurikulum 2013.

  10. . mengatakan:

    Setiap orang memiliki opini yng berbeda beda. Kita juga memiliki hak bebas mengatakan pendapat. Tapi apa yang tersirat belum tentu seperti adanya.

  11. Anu mengatakan:

    Keseringan menyontek itu membuat orang menjadi suka menipu dan malas bekerja keras ‘kan? Itulah, orang-orang yang akan memimpin generasi negeri ini. Pemalas dan bisanya menipu aja.

    • Anu mengatakan:

      Dan jika di zaman sekarang nilai lebih diutamakan daripada kejujuran dan hal tersebut dijadikan sebagai alasan untuk menyontek, kenapa gak berpikir untuk belajar lebih giat aja? Perpustakaan ada, toko buku ada, internet ada. Tinggal muridnya aja lagi, mau belajar atau enggak. Kalau sudah begitu, gak perlu menyontek lagi ‘kan? Kalau malas belajar, bilang aja. Jangan langsung menyalahkan guru dan orang tua gitu aja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s